Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 125


__ADS_3

"Bun udaah, aku udah kenyang"ucap dinda.


Karena dari tadi, dirinya terus disuapi oleh sang bunda.Awalnya dinda menolaknya,tapi bunda terus memaksanya.Katanya untuk memenuhi rasa rindunya setelah lima tahun tidak bertemu.Tapi,lewat chat masih berjalan.


Karena,setelah varo pergi.Dinda menghabiskan waktunya hanya bekerja.


Tak hanya dia,bunda juga.Apalagi varo pergi,jadi dia yang mengurus perusahaan dan juga butik besarnya.Setiap kabarnya,


pasti dinda tau.Dari pindah rumah dan menikah lagi.


Hanya saja acara pernikahan bunda, dinda tidak bisa datang.Akhirnya ada yang mewakilinya.Itulah yang membuatnya tidak tau soal keluarga baru bunda.Terutama tentang berli, dirinya sama sekali tidak tau.Sedangkan zelo,


dirinya juga tidak tau.Karena saat itu juga


mereka jarang chatan.Mereka sibuk di pekerjaan masing masing.


"Malangnya nasib kita zel"ucap berli sambil mengelus rambut adiknya yang sedang duduk di kursi bayi sampingnya. Dengan suster yang sedang menyuapinya.Bukan serius,tapi hanya bercandaan.Mereka itu penuh canda.


"Kamu mau disuapin?"tanya bunda.


"Mau dong bun"balas berli.


"Tuh sama abang aja"ucap bunda bergurau.


"Dih ogah!,nyuapin bayi tua sepertinya!"


balas varo.


"Dih aku juga ogah kaleee!"balas berli tak mau kalah.Tentu saja mengundang tawa dari semuanya.


Sedangkan dinda,dia merasa tidak nyaman dan canggung berada di sana.


Karena dia benar benar tidak ingin berurusan dengan varo dan keluarganya lagi.Namun,keadaan membuatnya disini.


Dia kesal,kenapa tadi malam dirinya ketiduran di mobil varo.Dengan segala kelicikannya, membuatnya terjebak di sini.


"Ohh jadi ini var..."ucap ayah varo.


"Iya yah,gimana?..cocok kan?"balas varo.


"Om,maaf ya sebelumnya...kita ga ada hubungan apapun kok"ucap dinda menyela dengan sopan.


"Kok om?,ayah dong"sahut varo.


Membuat dinda semakin geram kepadanya.


"Bener kata varo dinda...ayah aja"ucap ayah varo.


"Oh iya yah,jadi gini awalnya memang kita ada hubungan,tapi sekarang engga kok,aku disini juga karena berli...,bukan karena pria bangsat itu!"jelas dinda seraya menatap tajam varo.


Mendengar ucapannya membuat semuanya tertawa.Mereka tidak menganggap ucapannya dengan serius.


Mereka memaklumi.Namanya juga anak muda.Entah berapa besar masalah di antaranya,pasti ada ujungnya.


"Kamu marah,kamu cantik"ucap varo.


"Diam ga lo!"sarkas dinda menatap tajam varo.Dia sangat membuatnya emosi.

__ADS_1


"Bundaa udah yaa?...aku udah kenyang banget lho"rengek dinda yang dari tadi terus disuapi oleh bunda.


"Kamu ga mau makan masakan bunda?..


kamu tega?.."ucap bunda sedih.


"Aduhh eng-engga gitu bunda"dinda menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Melihat itu,membuat yang lainnya terkekeh pelan.Mereka tau betapa tersiksanya menghadapi wanita hamil itu.


"Dedeeee,sudah ya,kakak udah kenyang"


ucap dinda seraya mengelus lalu mencium perut besar bunda.Hal itu tentu saja membuat bunda tersenyum.


"Iyaa deh,ga papa"balas bunda dengan nada menirukan suara bayi.Ya beginilah,


hamil anak ke tiga,sama saja.Keinginan dan emosinya tidak terkontrol.


"Makasih dede,hehee"ucap dinda.


Merasa gemas,bunda memeluknya.Dia hanya berharap,dinda kembali lagi bersama varo.Dia tidak memaksa. Setelah lima tahun, mereka memang jarang bertemu,bahkan tidak pernah. Tapi saat bertemu, mereka tidak ada rasa canggung.Hanya saja bunda merasakan ada perbedaan darinya.


"Sering sering ke sini ya sayang"ucap bunda.


"Ga janji bunda"balas dinda.Membuat bunda lesu.Dia tau,hati dinda belum sepenuhnya disini.


"Ahaa.... gimana kak dinda jadi guru privat berli aja"ucap bunda, membuat semuanya menatapnya, seakan tertarik dengan topiknya.Menurutnya itu hal yang baik.Dengan itu Dinda bisa sering ke rumahnya dan lebih dekat lagi dengan mereka.


"O iya, kebetulan berli sedang membutuhkan guru privat din,kamu mau kan?"tanya ayah varo.


ucap berli.


Sedangkan varo hanya menyimaknya,dan dihatinya dia merasa senang.Ternyata adiknya ada gunanya juga.Tidak nyusahin mulu.Kalo tidak ada dia,pasti dinda tidak akan ke rumahnya.Bertemu dengannya pun enggan.


"Gimana kak?mau kan?...mau dong masa engga sih"ucap berli dengan semangatnya.


Dinda dilanda kebingungan.Kenapa kayak gini si!.Anehnya,dirinya tidak berani menolak permintaan mereka.Dirinya tak tega melihatnya memohon kepadanya.


Tapi...huaaa tetap saja dinda tidak mau!!!.


"Kayaknya ga bisa deh,kan dinda sibuk dengan kariernya,kita ga boleh ganggu dia"ucap bunda lesu.Sedangkan ayah varo menggenggam tangannya untuk menenangkannya.Dia sangat sensitif.


"Bundaa... udah yaa, sepertinya bunda butuh istirahat"ucap ayah.


Dinda menatap mereka satu persatu.


Melihat wajah mereka yang kecewa membuat dirinya semakin tidak tega.Tapi setelah melihat wajah varo yang sedih tapi menyebalkan.Membuatnya emosi lagi.Dia tau wajah itu hanya topengnya saja.


"Aku mau kok"ucap dinda.Dia berharap keputusannya tidak membebani pikirannya.


Membuat semuanya menatapnya dengan penuh kecerahan.


"Tapi ga setiap hari ya ber,se ada waktu kakak aja...besok kakak kabarin lagi"ucap dinda, membuat berli tersenyum puas.


"Makasih kaak,kakak baik banget deh"


ucap berli seraya menghampiri dinda dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Sama sama ber"balas dinda tersenyum.


Dia harus berusaha tetap tersenyum walaupun sedikit tertekan.


"Kamu ga terpaksa kan?"tanya varo.


Dinda hanya meliriknya tajam.Sedangkan


varo hanya terkekeh kecil.Wanitanya ini sungguh menggemaskan.


Tiba tiba suara celotehan bayi menjadi pusat perhatian mereka.Astagaaa apa mereka asik sendiri,sampai melupakan si bayi menggemaskan ini yang baru saja selesai menghabiskan makanannya.


"Bunaaa..buna..bunaa"celoteh zelo.


"Waah sayangku udah selesai makan?...


printer nya"ucap bunda seraya menggendongnya.


"Ber,tadi malam kakak tidur dimana"tanya dinda berbisik kepada berli yang duduk di sampingnya.


"Kakak tidur di kamar bang varo kak,tadi malam aku juga ketiduran di mobil,jadi baru tadi pagi aku tau kakak tidur di kamar abang"balas berli.


Jadi?!,varo yang menggendongnya dan membawanya ke kamarnya sendiri!.


sangat kurang ajar!.Dirinya dibodohi lagi olehnya.Dinda tau dirinya tidak benar benar di antar ke rumahnya.Dia mencari kesempatan saat dirinya tertidur,agar dirinya tidur di rumahnya.Menyebalkan!.


"Ya udah ya bun semuanya...aku pamit yaah,makasih sarapannya lho..."ucap dinda berpamitan.


"Aka aka!!...akak"ucap zelo seraya merentangkan tangannya,seakan ingin ikut dengannya.


"Eh...sini sini kakak gendong dulu"balas dinda seraya menggendongnya.Melihat itu, malahan membuat varo membayangkan dirinya mempunyai anak dengannya.Keluarga yang harmonis dengannya adalah impiannya.


"Dih gila!"gumam dinda yang melihat varo senyum senyum sendiri sambil melihat kearahnya.


"Udah yaa...kakak mau pulang dulu,besok kita ketemu lagi"ucap dinda,seraya memberikan zelo ke bunda kembali.


"Aku anterin"ucap varo.


"Engga!gue bisa sendiri"tolak dinda.


"Engga,aku anter!"tekan varo.


"Eng-"


"Dindaa,mau yaa...kalo sendiri bunda khawatir lho...jarak rumah kamu dari sini tidaklah dekat"ucap bunda.


Membuat varo tersenyum miring.Dirinya lah yang pastinya menang.


"Ah iya bunda...aku pulang ya bun,yah,ber"pamit dinda.


"Iya hati hati ya din"ucap ayah.


"Iya yah...zeloo kakak pulang yah dadaaa"


ucap dinda.


"Dadadadadada"

__ADS_1


__ADS_2