Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 96


__ADS_3

"Masih belum keluar bi?"tanya dito kepada pembantu rumah tangga di rumah anya.Mereka sedang menunggu anya di depan kamarnya.Karena sepulang kuliah,dia belum juga keluar dari kamarnya.


"Belum den, bibi suruh makan dia juga ga mau"balas bibi yang sedang memegang nampan,dia membawa makanan untuk anak majikannya.


"Ya udah bi,biar aku bujuk"ucap dito.Bibi pun mengangguk,lalu melenggang pergi.


TokTokTok


"Anyaa!buka pintunya!"ucap dito.


"Pergi dit!"teriak anya.Di dalam kamarnya,dia sedang rebahan dengan ponsel yang mainkan.Dia masih marah dengannya.


"Ayolah nya!,lo kan belum makan nya"


ucap dito.Aduh!,sangat sulit menangani bayi yang sedang ngambek padanya.


"Gue ga mau makan!"balas anya.


"Ga mau?..gue dobrak nih!"ancam dito.


"Ngancam troossss!"balas anya kesal.


"Gue ga bohong nya!,apa gue aduin ke papi lo!biar lo dibawa papi lo terus kemana dia pergi!,lo pindah pindah kampus,ga bisa keluar malam,ga bisa ketemu tem-"


Cklekk


Akhirnya,anya muncul juga.Tapi itu terpaksa!.Anya akui,ancaman dito bukanlah sembarang baginya.


"Apa!"sewot anya dengan wajah yang ditekuk.


"Lo mau apa?gue beliin deh"ucap dito.


"Engga"balas anya cuek.


"Lo masih marah sama gue?"tanya dito.


Membuat anya menatapnya tak percaya.


"Nanya lagi lo!"ucapnya.


"Maaf,tapi gue seneng kok,lo nurut"ucap dito.


Lalu lagi mata anya terbelalak.Dia memang pria gila!.Bagaimana dirinya tidak nurut,kalo dia bertingkah seperti anak kecil.Dia akan melakukan apapun,


agar apa yang ia inginkan tercapai.


"Jangan marah terus nya!keluar yuk"


ajak dito.


"Ga!"tolak anya.Dia segera menutup pintunya kembali,namun dito menahannya.Bukan hanya itu,dia ikut masuk ke dalam kamarnya,lalu menutup pintunya.


"Keluar ga lo!"ucap anya.


Dito hanya diam.Dia terus mendekat ke arah anya dengan wajah datarnya.Tentu saja membuat anya memundurkan tubuhnya.Jujur dia terkejut melihat wajahnya seperti itu.Tanpa ekspresi,


serius,dan menakutkan.


"Apa si lo!keluar dito!keluar!"tekan anya.


Dito tak menghiraukan ucapannya,dia terus mendekatinya,hingga merapat ke dinding.Bukannya berhenti,tapi dito terus mendekatkan tubuhnya,hingga jarak mereka terkikis.Wajah mereka sangat dekat,bahkan hidung mereka saling bersentuhan.


"Minggir dito!"kesal anya.


Dito masih menatap wajahnya yang sangat cantik dan manis.Menurutnya dia bayi miliknya.Memang sikapnya selalu membuatnya kewalahan,tapi dia suka ngerengek,pemarah,dan suka menangis.


Sudah persis seperti bayi satu tahun.


"Lo masih inget tadi yang gue omongin?"


tanya dito seraya menahan dagunya,


ketika anya hendak menunduk.Dia tidak nyaman dengan posisi ini.


"Gu-gue inget"balas anya.


"Lo masih mau nolak?"tanya dito, jempolnya ia usapkan ke bibirnya.Huh,


anya sangat gugup saat ini.Apalagi dito terlihat mendekatkan wajahnya dengan pandangan ke arah bibirnya.Jantungnya seakan dangdutan di dalam.


"Siap siap!kita keluar!"ucap dito,tanpa berkata lagi,dia pun melenggang pergi dari hadapannya.Hampir saja dia khilaf.

__ADS_1


Tentu saja membuat mata anya membulat.Apa!!hanya bilang seperti itu saja,sampai membuat jantungnya deg deg dulu."Ishhh menyebalkan!"


Anya pun segera bergegas berganti pakaian.Kalo tidak,sudah pasti dito akan


mengomelinya tanpa henti.Tanktop crop yang dilapisi cardigan dan juga celana panjang,adalah pilihannya.Dia benar benar tidak niat mengikutinya,lagian mau di bawa kemana dirinya.


"Syukurlah,non mau keluar"ucap bibi.


"Iya bi"balas anya.


"Non mau kemana?"tanya bibi.


"Aku mau keluar sebentar bi sama dito"


balas anya.


"Makan dulu non,dari siang kan non belum makan"ucap bibi.


"Engga bi,palingan aku makan di luar aja"


balas anya.


"Owh ya non,tapi jangan lupa makan ya non"peringat bibi.


"Iya bibi sayang"balas anya tersenyum.


Tidak ada ayahnya,tapi ada bibi yang selalu ada untuknya.


"Ayo!"ucap dito seraya menggandeng tangannya.


"Bi aku keluar dulu ya"pamit anya.


"Iya non,hati hati"


Di setiap perjalanan,anya hanya menatap ke luar jendela.Entah kemana dirinya di bawa,dia tak peduli.Hanya ada rasa emosi dan kecewa saat melihatnya.


Anehnya,dito tak menghiraukan rasa itu.


Dia bersikap seakan tidak ada rasa bersalahnya, dan tidak terjadi apa apa padanya.


"Sampai"ucap dito.


Anya masih diam.


Tapi bukan menatap dito,tapi menatap ke luar jendela sampingnya.Banyak wahana yang menjadi perhatiannya.Dengan lampu menghiasinya sangat indah.


Ternyata dito membawanya ke pasar malam.


"Ga suka ya?"tanya dito tersenyum kecut.


Anya tidak menghiraukannya.Tanpa menjawabnya,dia pun keluar dari mobil,


dan menatap tempat indah itu.Melihat para pengunjung yang saling tertawa renyah,membuatnya semakin tak sabar untuk mencobanya.Apalagi melihat banyak penjual makanan, membuat anya tak bisa menolaknya.


"Bagus banget anjir"ucap anya berdecak kagum.


"Mau masuk?"tanya dito senang.


Anya mengangguk semangat.Dito pun mengandeng tangannya,mulai memasuki


pasar malam tersebut.Sudah lama dia tidak kesana.


"Lo mau main di wahana apa?"tanya dito.


"Ke rumah hantu deh"balas anya, kebetulan mereka sudah ada di depan rumah hantu.


"Yakin?nonton horor aja lo udah ketakutan"tanya dito terkekeh.


"Engga,kan ada lo"balas anya,tentunya dito senang dengan ucapannya barusan.


"Ya udah ayok"ucap dito.


Dengan was was, mereka berdua masuk ke dalam rumah hantu tersebut.Dito tidak yakin,anya kuat sampai keluar nanti.


Lihat saja, wajahnya yang merah, tangannya yang dingin, menggambarkan orang yang sedang ketakutan.Sangat lucu.


"Dito ini lo kan?"tanya anya seraya meremas tangan dito.


"Bukan,ini pacar lo"balas dito.Masih sempat sempatnya ngegombal.


"Jangan bercanda ih"kesal anya mencubit lengannya.

__ADS_1


"Awshh sakit sayang"rintih dito terkekeh kecil.


Ihihihihi.


"Ditoo,itu suara apaa?"tanya anya takut.


"Namanya rumah hantu,ya suara hantu lah anya"balas dito.


"Gue takut anjir"ucap anya memeluk lengannya.


"Katanya engga"ucap dito.


"Lo kan tau gue"balas anya.


Mereka terus berjalan menuju pintu keluar.Beberapa gangguan mulai menghampirinya.Seperti suara suara,


para hantu mulai memunculkan dirinya.


Setiap perjalanan,anya terus memeluk pinggang dito,dan dito merangkul erat bahunya.


Ihihihihi....


Tiba tiba ada wanita berambut panjang,


dengan baju putih,dan tak lupa wajahnya yang putih penuh darah,muncul di depan mereka.Tentu saja membuat mereka terkejut.Dito hanya terkejut sejenak,


tidak seperti anya.


"Huaaaa,dito gue takut!!huaaa"teriak anya,dia melompat ke gendongan dito.


Dito menangkapnya dengan baik,lalu dia membawa lari ke luar rumah hantu tersebut.Dia ingin tertawa melihat tingkahnya yang menurutnya lucu dan menggemaskan.Astagaa ada ada aja.


"Dito jangan turunin gue!!"ucap anya dengan mata tertutup.


"Udah di luar anya"balas dito.


"Hah?...aduhhh syukurlah!..itu sangat menyeramkan"ucap anya mengelus dadanya, jantungnya seakan ingin berlari dari tempatnya.


"Kita naik itu yuk!"ajak anya menunjuk ke arah wahana yang namanya sarang burung sepertinya.Yah seperti itulah.


"Ayuk"balas dito.


Mereka pun menikmati wahana tersebut.


Mereka duduk berdampingan,dengan dito merangkul bahu anya dan dia bersender di dadanya.Mereka sedang melihat pemandangan yang sangat indah dari ketinggian.Tak lupa permen kapas yang anya makan pun menyertainya.


"Gue cinta lo"ucap dito tiba tiba.


Seketika anya menatapnya bingung.


"Maksudnya?".


"Gue cinta lo,lo mau kan jadi pacar gue?"


tanya dito tanpa basa basi.


Anya masih ngebug.Ngebug adalah kebiasaannya.


"Gue tau lo ga cinta ke gue,tapi gue sayang lo anya"ucap dito.


"Lo ga bercanda kan?"tanya anya.


"Engga,gue ingin tau gimana perasaan lo ke gue"balas dito.


"Yah, awalnya gue pernah mengharapkan lo untuk lebih dari teman,tapi seketika itu hilang karena sikap lo"ucap anya.


"Maaf"ucap dito.


"Engga papa,itu sudah berlalu"balas anya.


"Baiklah, pertanyaan gue tadi ga usah dijawab"ucap dito tersenyum kecut.Dia sudah tau dengan jawabannya.Dia akui,


ini salahnya.


"Engga,gue akan menjawabnya"ucap anya.


Dito tertegun sejenak.Tidak dijawab pun sudah merasakan sakit,apalagi mendengarnya langsung dari mulutnya.


Mau jadi apa hatinya.


"Gue terima lo,asalkan hilangkan sikap lo ke para wanita"ucap anya.

__ADS_1


Senyum dito merekah dengan cepat.


"Gue akan berusaha untuk tidak menyakiti hati lo lagi"balas dito seraya memeluknya erat.Ternyata pasar malam telah menjadi saksi cinta mereka.


__ADS_2