Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 58.


__ADS_3

Seketika semua orang yang disana terkejut.Leader dari blackwhite berdiri di tangga paling atas,dengan minda dan amel disampingnya.Yang membuat mereka terpaku adalah,dia membawa minda dan amel dengan menarik rambutnya,tak hanya itu wajah mereka berdua sudah penuh luka.


"Lepasin gue iblis!!"sarkas amel.


Walaupun wajahnya sudah babak belur,


tapi tak membuat mereka bertekuk lutut padanya.Mereka semakin berani dan menantangnya.Dinda ingin tau, seberapa besar nyalinya melawan dirinya.


Dinda pun menarik rambut mereka untuk turun ke bawah.Membuat minda dan amel sulit berjalan dan merasa sakit di sekujur tubuhnya.


"King, tolongin aku!!"ucap minda meminta tolong kepada candra.


Candra hanya diam.Menurutnya, untuk apa dia menolongnya,secara itulah tujuannya. Menyingkirkan mereka adalah tujuannya. Karena,dia sudah mendapatkan semua hartanya untuk membangun markas barunya.


Lihat saja, mereka sudah tidak mempunyai harta apapun.


"King?kau tidak mau menolongku? setelah apa yang kau dapatkan dariku?!"ucap minda semakin emosi.Dia menyesal telah menuruti apa yang dia mau.Tak hanya itu,dia juga menyesal mengajukan kerja sama dengannya.Dirinya telah dibodohi olehnya!.


"Mamaa sudah aku bilang kan!"ucap amel.


"Diam kau!!"sarkasnya.


"Lihatlah?kau sangat bodoh!"tekan dinda remeh sambil menarik rambutnya lebih kuat.


"Awshhh!lepasin aku!!"rintih minda.Dia merasa sial!,bisa kalah oleh bocah sepertinya.Bisa bisanya dia menemukannya,saat dirinya sedang bersembunyi.Tak hanya itu,dia mengajarnya tanpa ampun.Sungguh sangat hebat.


"Mana daddy!"tekan dinda tajam.Dia akan mengurusnya terlebih dahulu.Setelah itu dia akan bersenang-senang dengan para mafioso vedgrafl.


Daddy?.Varo dan yang lainnya dibuatnya heran, sekaligus yakin kalau para wanita didepannya adalah temannya.


Tatapannya? suaranya? postur tubuhnya?


tepat seperti gadisnya.Kalau saja benar,


varo tak menyangka ternyata gadisnya adalah ketua mafia.


"Apa pria itu kabur?!"tanya candra.Yang ia takutkan,jordi akan melaporkan hal ini kepada polisi.Bisa bisa polisi dan mafia blackwhite saling bekerja sama.Dirinya akan sengsara.


"Dia tak ada di kamarnya!!"sewot minda yang masih sakit hati karenanya.Awalnya dia ingin membawanya kabur,tapi saat ke kamarnya ternyata dia tidak ada.Tentu saja membuatnya panik.


"Kabur?"gumam dinda.


"King,ini orangnya!"ucap salah satu mafioso vedgrafl.Ternyata kedua mafioso itu telah membawa jordi di cekalannya.


"Bangsat!!kenapa om jordi ada pada mereka!"bentak varo,membuat dinda tertegun.


Ternyata dia yang membawa ayahnya. Jujur,dia khawatir,kenapa varo bisa disini!dinda takut dia kenapa napa.Namun dinda sangat berterima kasih padanya, dia telah menyelamatkan ayahnya.


"Daddy!!"teriak dinda penuh kerinduan.

__ADS_1


Membuat jordi tertegun akan suara itu.


Suaranya seperti queen,tapi sata memanggilnya daddy,persis seperti anak perempuannya.Tapi,dia tidak bisa bertindak apapun, tubuhnya sangat lemas.


BughBugh


Seketika kedua mafioso yang mencekal jordi tersungkur.Tentu saja mafioso tersebut tidak terima,dia segera bangun lagi dan membalasnya.Namun gagal!,


dito dan tino lah yang bertindak terlebih dahulu.


Pelakunya adalah dani dan deni.Dia masih rapi dengan setelan jasnya.Setelah mendapatkan telepon dari tino,dan kebetulan baru saja selesai meeting, Mereka segera pergi menuju ke lokasi yang dia kirimkan.


"Daddy,maafkan aku"ucap dani,dia dan deni pun memeluk ayahnya.


"Daddy ga papa sayang!"balas jordi,sudut bibir pucat nya melengkung keatas.


"Banyak dramaa!!!seraaang"teriak candra.


Mafia vedgrafl dan blackwhite memulai pertempurannya.Dinda pun melepaskan rambut minda dan amel dengan kasar sampai kepala mereka terbentur lantai, membuat mereka semakin tersiksa.Lalu dia melihat kemana ayahnya.Ternyata dia


sudah duduk di pinggir, sedikit jauh dari mereka.


Setelah itu,dia menatap tajam candra.


Tentu saja membuat candra panik, sedangkan minda dan amel mereka sudah terkepar dengan tubuhnya yang sangat sakit dan lemas.


Mereka dan para anggotanya pun bergabung,tak lupa dani dan deni pun mengikutinya.Sebelumnya mereka memastikan ayahnya aman atau tidak.


Dengan duduk di paling pinggir dengan bersandar dinding,sepertinya sudah aman.


BughhBughh


Dengan cepat,dinda membantai para mafioso vedgrafl tanpa ampun.Tentunya dengan tangan kosong.Pukulan dan tendangannya yang kuat, seketika beberapa orang terkepar olehnya.


"Vaar,lo lawan om candra!biar kita urus mereka!"teriak bima sambil menangkis serangan dari lawan.


Saat ingin menghampiri candra,varo tertegun,melihat siapa yang sedang dilawannya.Ternyata ketua dari mafia blackwhite lah yang sedang dilawannya.


Kehebatannya dan kecepatan dalam melawan,membuat varo terpukau.


"Lo pengecut candra!!!lo penakut!!"sarkas dinda seraya menendang perut candra membuatnya meringis.


Tak hanya itu,dinda terkejut saat tiba tiba varo memukul punggungnya dengan siku nya,membuat candra terkepar tengkurap dilantai.Betapa sakitnya yang dia rasakan.Tapi belum cukup membuatnya tunduk padanya.


Sementara itu,tatapan dinda bertemu dengan tatapan mata indah milik varo.


Membuat mereka saling bertatapan.Varo yakin,dia adalah gadisnya.


"Sayang"panggil varo.Dinda ingin sekali memeluknya,tapi dia belum siap membuka siapa dirinya sebenarnya.

__ADS_1


"KELUAR SEMUA!!"teriak candra.


Dinda dan varo terkejut saat banyak sekali mafioso berdatangan.Apalagi mereka membawa senjata yang tentunya,dinda tidak bisa biarin.


"Yakin?cuma segitu doang?"ucap dinda remeh.


Candra masih merasa kalau dirinya lah yang menang.Secara anggota blackwhite tidak sebanding dengan anggotanya.


Ditambah anggota dari karvon, anaknya,


membuatnya semakin pede.


"Abaaang keluarkan semuaaaa!!"teriak dinda.


Tak mana fatar dan fatur datang dengan membawa banyak anggotanya.Badan yang besar besar dan senjata yang lengkap,membuat candra panik.


"Gimana?"ucap dinda terkekeh.


"Seraaang!!bantai mereka!"perintah fatar.


Terjadilah peperangan yang sebenarnya.


Penuh darah dan kebengisan mereka.


Setiap yang terkena serangan,sudah pasti langsung tak bernyawa.Ternyata membuat candra kesal,apalagi melihat beberapa anggotanya yang mati karena mereka.Bodoh!!.


BughhBughh


Candra tertegun saat melihat pistol tergeletak di belakangnya.Candra tak tinggal diam,dengan pelan dia memundurkan tubuhnya, mengambil pistol tersebut.Dia akan mengakhiri mereka segera.


Dorr


"Dinda Awaaaas!!"teriak varo.


Seketika mata dinda membulat. Bagaimana tidak,tiba tiba varo memeluknya,dan lengannya?..penuh darah karena terkena tembakan dari candra.Membuat darahnya mendidih dan rasa amarahnya memuncak.Dia pun menatap tajam menusuk candra yang masih terlihat lemas.


"Beraninya kau melukai anakmu sendiri!!"


tekan dinda,membuat candra terdiam tak menyangka.


Dengan gerakan cepat,dinda mengeluarkan pistolnya dari saku jaketnya.Lalu dia berikan ke tangan varo.


Dia menggenggam tangannya,lalu dia arahkan tangan varo kepada candra.


"Tembak dia jika lo benci dia!...buang pistol ini jika lo sayang dia!!"bisik dinda di telinga varo.


Dorrrr


"

__ADS_1


__ADS_2