Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 101


__ADS_3

"Ini den diminum"ucap bibi seraya menyuguhkan minuman untuk seorang pria yang datang ke villa dinda.Dia mengaku sebagai pacar dinda.Ternyata dinda sudah mempunyai pasangan.


"Makasih bi"balas varo.


Yah, penerbangan Jakarta ke bali tidak lama.Dari bandara,dia langsung menuju villa dinda.Dia lama karena di rumah,dia di suruh membantu ibunya ataupun di nasehati ibunya.Dia tak sabar untuk bertemu dengan gadisnya.Namun,saat sampai..dia tidak ada di villa nya.Apalagi ini sudah hampir tengah malam. Membuatnya khawatir.


"Bi,emang setiap malam dinda keluar bi?"


tanya varo.


"Iya den,bahkan pernah sudah hampir pagi,dinda baru pulang"balas bibi.Varo cukup tertegun.Apa gadisnya tambah nakal disini?!.


"Bibi tau dia kemana?"tanya varo.


"Tidak tau den,tapi setiap hari pasti ada temannya yang datang kesini atau menjemput non dinda"balas bibi.


"Teman?laki laki atau perempuan bi?"


tanya varo.


"Hmm,laki laki den...lumayan banyak temannya,tadi aja ada beberapa pria yang kesini menanyakan non dinda,tapi non sudah pergi"balas bibi dengan jujur.


Seketika tangan varo mengepal kuat.


"Tapi yang sering kesini hanya pria bule itu yang tinggal di depan villa ini den"lanjut bibi.


Lagi lagi varo semakin emosi.Itulah satu satunya yang ia tidak suka dari dinda, yaitu teman pria nya sangat banyak, dibandingkan teman cewek.Teman cewek paling cuma nita,anya,dan fifi.


Sedangkan teman pria nya sangat banyak,entah dari mana pun mereka terlihat sangat akrab.Mengesalkan!.


"Sepertinya non dinda pulang den"ucap bibi yang mendengar suara orang mengobrol di depan.Varo yakin itu suara gadisnya.


Varo pun melangkah menuju pintu,lalu dia melihat lewat jendela.Terlihat dinda sedang mengobrol dengan beberapa pria di depan gerbang villa.


"Gosh, I said you don't have to wait, woy( Astaga,gue bilang ga usah di anterin woy)"ucap dinda,karena vinsen dan teman temannya memaksa untuk mengantarkannya.


" I'm afraid what's wrong with you, especially since you've been drinking(Gue takut lo kenapa napa,apalagi lo abis minum)"ucap vinsen.


"Btw you are a good drinker( Btw lo peminum yang baik din)"timpal teman vinsen.


" Haha, I'm used to it(Haha,gue udah biasa)"balas dinda.


"Don't don't be here, the ones who are scattered( Jangan jangan kalian nih,yang tepar)"ucap dinda bergurau.


" No, at least it's Vincent, he's just pretending he's not drunk in front of you(Engga dong,palingan vinsen nih,dia hanya pura pura ga mabok di depan lo)"


cibir teman vinsen.


"**** you!"sarkas vinsen.


Mengundang tawa dari semuanya.Haha.


" Btw where is your house?(Btw rumah kalian dimana?)"tanya dinda.

__ADS_1


"Over here(Tuh di sana)"tunjuk teman vinsen ke rumah depan villa nya,lebih tepatnya rumah yang di sewa vinsen.


"Ordinary, they ride in, always trouble people( Biasa, mereka numpang din,nyusahin orang mulu)"ucap vinsen bercanda.


"Yes, that's how it is, our names are also"( Ya begitulah din,namanya juga kita)"ucap teman vinsen tertawa kecil.


Hahaha.


Melihat gadisnya tertawa senang bersama mereka,membuat varo semakin darah tinggi.Rahangnya seakan mengeras dan gigi nya saling menekan kuat.Tak lupa tangannya juga mengepal terus menerus,seakan ingin melayangkan kepalan ini ke wajah mereka.


"Yes, did I come in?( Ya udah,gue masuk ya)"ucap dinda.


" Aren't you told to stop by?(Engga disuruh mampir nih?)"tanya vinsen.


"No!"Engga!)"balas dinda tertawa kecil.


"Btw thanks for the treat( Btw makasih traktirannya)"lanjutnya.


"Yoi"balas vinsen.


Dinda pun melangkah masuk ke villa nya.


Sedangkan motornya,sudah pak satpam masukan ke garasi.Saat ingin membuka pintu,dinda menengok sejenak ke arah vinsen dan teman temannya.Astaga mereka masih belum pergi sebelum dirinya benar benar masuk rumah.


"I love you baby"gurau vinsen,yang langsung dapat tampolan dari teman temannya.


Dinda hanya terkekeh kecil.Lalu dia pun membuka pintunya.


Seketika dia terdiam.Dia sedang berhadapan dengan varo.Varo?.Apakah ini mimpi?.Otaknya masih ngebug seakan tidak percaya dengan mimpi ini.


Sedangkan varo,dia menatap tajam gadisnya.Kata memang bercandaan,tapi bukan untuk dirinya.Varo cemburu dan ga suka siapapun mengucapkan kata 'I love you baby'!, walaupun teman sekalipun!.


"Varo?"gumam dinda.Dia berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata yang menurutnya,itulah yang membuatnya lemah.


Tapi kali ini varo tidak akan menunjukkan rasa marahnya kepadanya.Yang sedang ia kejar hanya maaf dari gadisnya.Jika dirinya marah dan dinda juga marah padanya,pasti masalahnya tidak ada selesai.Bisa bisa gadisnya semakin marah padanya,dan tidak mau bertemu dengannya.


"Sayaang"panggil varo seraya menghampiri gadisnya.


Dengan cepat dinda menghindarinya,dia melangkah cepat menuju tangga,berniat untuk ke kamarnya.Dia berlari kecil menaiki tangga,tanpa menghiraukan varo yang terus memanggilnya.Bahkan dia mengejarnya.


"Dindaaa!tunggu!"teriak varo,dengan cepat dia pun menyusul gadisnya.


"Dinda tunggu!gue-"


"Apa lagi var!,lebih baik lo keluar!"tekan dinda.Dia merasa sial,hanya selangkah lagi dirinya masuk ke kamarnya, ternyata varo lebih dulu menahan tangannya.


"Maaf"ucap varo menggenggam tangan gadisnya.


"Pergi var,gue mohon lo pergi!"ucap dinda,dia melepaskan tangannya dari genggamannya.Tentu saja membuat varo menghela napasnya panjang.


"Maaf,gue akan jelasin semuanya"ucap varo.


"Gue ga butuh penjelasan lo!"tekan dinda menunjuk wajah varo.Setelah itu,dia segera masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Namun,lagi lagi varo menahannya.Dia menarik tangannya membuatnya saling berhadapan dengannya lagi.Apalagi varo melingkarkan tangannya di pinggangnya. Ini posisinya sangat dekat.Dinda merasa tak nyaman.


Aduuuh,sudah tak lama berintiman.


"Lo minum? ngerokok?hah!ke klub?hah!" ucap varo geram,karena dia mencium bau alkohol bercampur asap rokok. Kebiasaan buruknya sungguh membuatnya emosi.


"Mau marah?.. pulang!jangan temui gue lagi!"tekan dinda.


Dengan kasar,dinda melepaskan tangannya dari pinggangnya,lalu dia menatap tajam varo.


"Sayang,maafin gue!,ini bukan kesalahan,


tapi gue di jebak dinda"ucap varo memelas.Huh,varo akan mengingatnya.


"Di jebak?,heh... alasan lo ga masuk akal varo!,lo munafik tau gak!"ucap dinda dengan nada yang lumayan tinggi.


"Gue punya buktinya din...kita bicarakan ini baik baik,jangan kayak gini"ucap varo.


"Cukup var!,lo udah berhasil buat gue sakit hati!,jadi tinggalin gue!jangan temui gue!,jangan buat gue menderita lagi var!"ucap dinda.


"Sakit hati?,apa yang gue lakuin?,lo marah karena gue ga dateng waktu itu kan?"tanya varo.


"Lo lupa?atau pura pura lupa?..."ucap dinda terkekeh.


"Arghh gue bener bener ga tau apa yang terjadi dengan lo"ucap varo.


"Lo!..... selingkuh!"tekan dinda.


Apaaaa!!!.Ucapannya membuat varo terdiam.Apa maksudnya?.


"Diam kan lo!"ucap dinda meremehkan.


"Gue ga tau kenapa lo bilang seperti itu"


ucap varo frustasi.


Membuat dinda menggelengkan kepalanya tak percaya dengan kebohongan yang varo lakukan.


Menurutnya, kebohongan adalah hal yang menjijikkan.


"Gue benci lo!"sarkas dinda, dengan cepat dia masuk ke kamarnya,lalu dia menutup pintunya dengan kasar,tak lupa dikunci.


TokTokTok


"Sayaaang,kita harus bicara,plis kasih tau gue apa yang terjadi di antara kita!"teriak varo sambil menggedor-gedor pintu kamarnya.Namun dinda tidak juga membukakan pintunya.Membuat varo semakin frustasi.Dia menjambak rambutnya kasar.


BughBugh


"aarghhh!!'


Dua kali,varo memukul dinding, sampai bunyi itu berbunyi nyaring di telinga dinda.Dia memejamkan matanya sejenak.Hingga,air matanya mengalir membasahi pipinya.Isakan isakan kecil mulai terdengar dari mulutnya.


HiksHiksHiks.

__ADS_1


__ADS_2