Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 155


__ADS_3

"Sebentar lagi,kamu masuk SD... belajar yang rajin yah,dengar!kalo bu guru lagi njelasin"ucap fifi sambil menyiapkan bekal untuk anaknya.


"Iya mah"balas fino.


Anak umur hampir 6 tahun itu,sedang memakan sarapannya.Walaupun dia masih kecil, umumnya masih di suapin oleh ibunya.Tapi,dia sudah mandiri.Anak yang pintar dan menggemaskan itu, membuat semua orang suka padanya. Terutama para temannya.Tak lupa karena parasnya yang tampan dan penurut.Persis seperti sang ayah,namun mereka tidak mengakuinya.


"Jangan nakal di sekolah yah,fokus belajar!...jangan jailin teman seperti papah kamu"tutur fifi.


"Emang dulu papah jail mah?"tanya fino.


"Jail banget sayang,nakal lagi...papah itu sangat nyebelin,suka jailin mamah,suka buat mamah marah marah"ucap fifi membuat fino tertawa pelan.


"Tapi cinta kan?"tiba tiba ada sepasang tangan melingkar di perutnya.Hembusan napas yang hangat menerpa lehernya.


Tentu saja siapa lagi kalau bukan tino.


Suaminya.


"Cinta si"balas fifi.


"Kok kayak terpaksa gitu"protes tino.


"Emang iya"balas fifi tertawa.


"Engga percaya"ucap tino.


"Terserah si"balas fifi.


"Kok terserah si!,atau kita lakukan kayak tadi malam lagi,biar kamu bilang iya!gitu?"tanya tino menggodanya.


"Ihhh,jangan bahas itu!"ucap fifi sambil mencubit kecil lengan tino.


"Awshhh sakit yang"ucap tino terkekeh.


"Lagian kamu si!...lepasin ada anak kita tino!"ucap fifi memukul kecil lengannya.


"Fino,kamu tau gak papah sama mamah lagi apa?"tanya tino kepada anaknya.


Membuat fifi terkejut.Buat apa dia menanyakan hal itu?.Apalagi kepada anak di bawah umur.


"Lagi pelukan kan pah"balas fino.


"Kamu pernah gak?"tanya tino.


"Pernah dong, sama cewek cantik lagi"


balas fino.Seketika tino duduk di sampingnya,dan menatapnya tak percaya.


"Siapa?teman kamu?atau pacar?"tanya tino.Mmebuat fifi menggelengkan kepalanya.Bukannya dia menegurnya,


malahan mengajarinya.Ayah yang unik!.


"Pacar?,fino ga punya pacar pah"balas fino.


"Oh jadi teman?teman dekat?"tanya tino.


"Bukan,ayah apaan si...maksud aku itu mamah,aku kan sering pelukan sama mamah,mamah kan cewek cantik punya fino"jelas fino tersenyum kepada mamahnya.Membuat fifi juga tersenyum senang.


"Owalah,kirain papah kamu punya pacar"


ucap tino sambil mengelus rambut anaknya.


"Sayaaang ih jangan ajarin anak kamu soal pacar!,masih kecil!"tegur fifi.


"Engga kok mah,fino udah besar!, nyatanya banyak yang ngajak fino pacaran"ucap fino,lagi lagi membuat kedua orang tuanya membelalakkan matanya.


"Banyak?,siapa aja?"tanya tino merasa bangga,anaknya menjadi idola para cewek.


"Pokoknya banyak deh di sekolah,tapi fino ga mau"balas fino.

__ADS_1


"Kenapa?"tanya tino.


"Mereka ga cantik"balas fino.


Membuat mereka semakin pusing karena tingkah anaknya ini.


"Astaga songong banget anak gue"gumam tino.


"Fino kan mau cari yang wajahnya kayak mama,....tapi...apa nanti besar fino pacaran aja ya sama mama"ucap fino.


Tino dan fifi tau,itu hanya omong kosong anak kecil.Engga ada artinya dan hanya


topik bicara sekilas.Tapi,cukup membuat kedua orang tuanya terkejut dan heran akan ucapan konyolnya.


"Engga gitu juga konsepnya sayaang!!"


ucap tino seraya menangkup pipi anaknya.


"Mama mau kan jadi pacar fino?!"tanya


fino.


"Mau dong"balas fifi tertawa pelan.


"Engga dong,mama kan punya papah"


ucap tino tidak mau ngalah dengan anaknya.


"Engga!mama punya fino,nanti besar...


fino mau nikah sama mama deh"ucap fino.


"Engga!,jangan sampe!!amit amit!astagaaa anak gue bukan si..."gumam tino sambil mengelus dadanya.Membuat fifi memeluk fino dan tertawa melihat wajah lucu suaminya.


Sementara itu,di tempat yang berbeda.


Dinda mulai terbangun dari tidurnya.


Suasana ramai,mulai terdengar di telinganya.Dan saat itu juga,dia menyadari,kalau dirinya tidur dengan paha varo sebagai bantalan.


"Varo?"gumam dinda.


Dengan cepat,dia mendudukkan dirinya.


Dia mengambil jaket varo yang menyelimuti tubuhnya.Lalu menatap varo yang masih tertidur,dia pasti tidak nyaman tidur seperti itu.Apalagi dia menggunakan kaos pendek, sedangkan jaketnya ada padanya.Pasti dia kedinginan.


Yang ia tau,tadi malam dia sendiri duduk di kursi depan ruangan ICU.Sedangkan varo,dia masih di dalam dengan ayahnya.


Kalau berli,dia disuruh di rumah jagain adiknya.Ternyata, dirinya ketiduran di sana sampai pagi.


Dia pun menyelimutinya dengan jaketnya.


Tapi, membuatnya terbangun.


"Eh..."


"Engga papa aku kedinginan,yang penting kamu engga"ucap varo.


"Sekarang hobi kamu gombal yah!"ucap dinda menatapnya malas.Tiada hari tanpa mendengar gombalan dari temannya ini.


"Iya,tapi sama kamu aja"balas varo terkekeh,sambil meregangkan tubuhnya yang terasa kaku.


"Sakit yah?"tanya dinda merasa tak enak hati.


"Hati aku?...iya gara gara ditolak kamu"


ucap varo.


"Varoo serius dong!"kesal dinda.

__ADS_1


"Aku serius kok"ucap varo benar benar serius.Membuat dinda tertegun.Tidak!,


varo harus mengubah suasana.Dia takut karena hal sepele ini, membuat dinda tak mau berdekatan lagi dengannya.


"Canda elah...btw maaf yah,karena aku kamu jadi ketiduran di sini,kamu ga nyaman kan?!"ucap varo.


Dinda menghembuskan napasnya lega.


Dia kira,varo benar benar serius dengan ucapannya.


"Engga papa,lagian aku juga mau nemenin bunda kok,...kamu aneh deh tiba tiba bilang kek gini,santai...kita kan teman"ucap dinda seraya menepuk pelan bahunya.


Teman?.Kata itu membuat varo tersenyum kecut.


"Makasih"ucap varo.


"Sama sama"balas dinda.


Apakah ini namanya friendzone?.Tidak masuk akal!.


"Ya udah,aku pulang dulu ya var"pamit dinda.


"Kesini lagi?"tanya varo.


"Engga tau, kayaknya aku masuk kantor dulu"balas dinda.


"Engga usah!,langsung kesini aja ya"ucap varo.


"Engga bisa dong,aku harus masuk dulu...palingan nanti sore aku ke sini"


ucap dinda.


Varo pun mengangguk.Dia tersenyum, sambil mengacak pelan rambutnya.


Siapapun yang melihatnya,pasti menganggap mereka sepasang kekasih.


Tapi,saat tau hanya berteman,pasti mereka tak percaya.


Sudah pasti ada rasa di antar mereka,terutama si cowoknya. Lihat saja sikap si cowok kepada wanitanya.Teman tapi cinta!.Memendam rasa cinta dan sayang kepada seseorang,itu melelahkan!.


"Ga usah kesini aja juga ga papa,nanti kamu capek"ucap varo.


"Ya lihat nanti,ya udah aku pulang ya"pamit dinda beranjak dari duduknya.


"Engga pamit dulu sama ayah bunda?"


tanya varo.


"Tidak,takut ganggu"balas dinda.


"Hmm,kita pulang"ucap varo seraya menggandeng tangannya.


"Kok?-"


"Aku ga akan ngebiarin kamu pulang sendiri"ucap varo menjawab pertanyaan dinda yang belum juga tersampaikan.


"Aku bisa se-"


"Ga usah nolak!"potong varo.


Membuat dinda mendengkus kesal!.


Apaan dia!,seenaknya memaksa dan memotong ucapannya!.Iya sih,dia orang yang perhatian kepada temannya ini,tapi kelakuannya sungguh menyebalkan.


Perhatiannya sangat berlebihan,yang membuatnya terus kesal sendiri.


"Var,berhenti di sit-"


"Aku tau"potong varo menghentikan mobilnya di depan penjual bubur ayam.

__ADS_1


Tanpa Dinda bilang,dia sudah tau terlebih dahulu.Karena,penjual itu,adalah langganannya yang setiap pagi dia menyuruhnya beli disini.Lagi lagi membuat dinda mendengkus kesal.


__ADS_2