Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 122


__ADS_3

"Silahkan dari tuan ferdian,siapa tau ingin menyampaikan sesuatu"ucap dinda mempersilahkan.Karena dia rasa, ini bukan hanya acara miliknya.


Tak butuh waktu lama,tuan ferdian atau ayah anisa pun maju untuk menyampaikan sesuatu.


"Queen saya izin berbicara"ucap ferdian.


Dinda pun mengangguk mengiyakan. Tegas, dermawan dan sopan adalah sikap yang menggambarkan seorang ayah dari anisa ini.


Dengan menggunakan microfon,dia mulai mengeluarkan pemikirannya.


"Pertama tama, saya mengucapkan terimakasih kepada queen yang terhormat,yang telah mengizinkan mafia kami bergabung dengan mafia blackwhite ini,yang tentunya dangat saya banggakan"ucap ferdian.


Dinda mengangguk sopan.Dia mendengarkannya dengan baik.Dia bukan wanita yang tidak sopan kepada orang tua.


"Saya sangat tersanjung,dapat bergabung ke mafia ini....mafia kami memang tidak sebesar mafia blackwhite,


tapi saya dan kami semua akan berusaha semaksimal mungkin,agar bisa sesuai dengan batas standar mafioso blackwhite"


"Dari kualitas Mafioso kami,kepintaran,


kekuatan, kejujuran,dan masih banyak lagi,...kami akan berusaha memenuhinya"lanjut ferdian.


"Dan saya berharap,mafia kami tidak mengecewakan,dan dengan penggabungan ini,semoga mafia kita kompak, dapat lebih baik lagi,terus berkembang, dan bertahan sampai seterusnya"ucap ferdian.


"Sekian dari saya...terima kasih"


"Yaa terima kasih atas penyampaiannya tuan ferdian"ucap dinda dengan sopan.


"Baiklah saya juga ingin menyampaikan sedikit simpulan"ucap dinda.


"Saya sangat berterimakasih kepada kedua abang saya,yang sudah mengurus mafia blackwhite sampai sebesar ini...,kalotidak ada kalian,entah bagaimana keadaan mafia ini"ucap dinda.Di sana terlihat fatar dan fatur tersenyum mengangguk kepadanya.


"Saya berdoa,semoga kalian bahagia bersama keluarga kecil kalian nanti,dan teruntuk bang fatur yang masih menggantung wanita,...saya harap wanita itu bisa lepas darinya"ucap dinda terdengar bergurau.


"Dindaaa oh noo!!!"teriak fatur seraya terkekeh kecil.Semuanya pun ikut tertawa kecil.Sangat lucu.


"Dan selanjutnya,saya juga ingin berterima kasih kepada para sahabat ku yang selalu ada buat saya dan juga mafia ini,terima kasih telah membimbing mafia ini"ucap dinda seraya menatap kedua temannya itu.


"Sama sama queen,jangan lupa kita party"balas anya.


"Haha,baiklah...btw kemana fifi?"tanya dinda.


Sedangkan kedua abangnya menggelengkan kepalanya.Astaga adiknya kalo sudah bersama para temannya pasti sangat konyol.Mereka malah membicarakan hal pribadi di acara penting ini.Ya tuhan....


"Biasa queen,ngurusin si baby yang nangis nyariin emaknya"balas nita di balas anggukan olehnya.


"Ekhemmm"fatar berdehem agar dinda sadar sedang dimana dirinya.


"Hmm,O iya,baiklah kita tinggalkan kekonyolan ini,mari kita lanjutkan"ucap dinda seraya mengubah wajahnya menjadi datar kembali.Semua mafioso pun serius kembali setelah lelucon yang queen lakukan.Barusan adalah jeda yang sangat menyenangkan.


"Silahkan tuan ferdian"ucap dinda seraya maju ke tengah tengah para mafiosonya.

__ADS_1


Disana sudah ada pita yang membentang seakan garis batas antara mafioso blackwhite dan Garinda.Dinda dan tuan ferdian pun saling berhadapan.Tak lama kemudian ada sesorang yang membawa gunting,yang ia berikan kepada dinda dan tuan ferdian.


"Blackgrand?!"ucap dinda.


Membuat ferdian tertegun sejenak.


Lalu dia mengangguk setuju.


"Blackgrand"ucap ferdian.


Mereka pun memotong pita tersebut, bertanda mereka sudah bergabung menjadi satu.Saat itu juga kebahagiaan datang menghampiri mereka.Mereka saling menguntungkan.Sepertimafia Garinda membuat blackwhite semakin besar dan banyak anggotanya. Sedangkan bagi garinda,mereka sangat senang bisa masuk ke mafia yang sangat besar dan terkenal ini.


"Mafia apa?"tanya dinda.


"Blackgrand!!!"balas mereka dengan semangatnya.


Blackgrand adalah nama mafia baru mereka.Tak hanya itu,leadernya juga ganti.Maksudnya,hanya bagi anggota mafia garinda.Lebih tepatnya mafia blackgrand ini dipimpin oleh sang queen.


Alasannya,ferdian sudah mengundurkan dirinya sebagai king garinda.Karena sudah tua dan ingin fokus dalam keluarga pun alasannya.


Hal itu sudah mereka bahas bersama.


Tak lupa dukungan dari keluarga dan semua Mafioso,membuat dinda tidak mempermasalahkan,jika dirinya yang harus memimpin seluruh mafioso tersebut.Namun,dia tidak sendiri.Dia dibantu oleh alan dan para anggota inti.


Sedangkan fatar dan fatur,mereka memulai berkarier dan lebih mendekatkan dirinya bersama keluarga kecilnya.


Hmm tak apa semuanya berkeluarga. Dinda pasti akan menyusul.


DegDegDeg


Yang para mafioso takutkan adalah setelah ini adalah seleksi yang kedua baginya.Seperti latihan atau ujian?astaga mereka harap jangan sekarang.Jujur mereka belum siap.Mereka takut ....


"MUSIKK!"teriak dinda.Seketika suara musik terdengar merdu di gedung itu.


Tak hanya itu, ada para pekerja mendorong banyak meja besar yang isinya makanan enak dan berbagai minuman.


"Silahkan nikmati,bersenang senanglah dulu sebelum ketegangan dimulai"ucap dinda.


Ketegangan?.Mereka harus bersenang-senang menikmati dunia sebelum melaksanakan ujian.Sungguh membuat mereka sangat gugup.Tapi ini juga menyenangkan.


"Baik queen!"balas mereka.Mereka pun memulai menikmati pesta malam ini.


Dengan makan,minum,dan berjoget.


Mereka tak bisa melewati apa yang sang queen siapkan untuk mereka.


"Queen ini sungguh luar biasa"ucap sang ibu dari anisa,nyonya ferdian.


"Ah ini biasa saja nyonya ferdian, silahkan anda juga harus menikmatinya"


balas dinda seraya berjabat tangan dengannya.

__ADS_1


"Hay sayaaang"sapa para kakaknya.


"Hay abang,hay kak"ucap dinda seraya memeluk para kakaknya,dan juga alan.


"I love you"ucap alan.


"I love you tou"balas dinda terkekeh kecil mendengar ucapan dari saudaranya ini.


Lucu!.


"Kamu sangat menakjubkan sayang" ucap anisa.


"Sudah biasa kakak ipar"balas dinda terkekeh.


"Narsis dia"cibir fatur.


"Apa si bang,dasar om om penculik gadis!"balas dinda.


"Kamu ya!"tekan fatur tidak terima.


"Apa wleekkk"balas dinda seraya menjulurkan lidahnya.Dia pun segera pergi sebelum kena amukan dari sang abang.Tentu saja membuat semuanya menggelengkan tertawa.


Dinda pun menghampiri kedua temannya yang terlihat sedang ribut soal makanan.


Ya ampun... kebiasaannya masih saja di pake."Apaan si lo ambil sendiri sana!"


"Udah habis nita,itu kan punya gue!"protes anya seraya mencoba mengambil sepotong kue itu.


"Hush!!ada apa si ini"celetuk dinda.


"Itu tuh, dia ambil makanan gue!"adu anya.


"Dih mana ada!,ini punya gue!"ucap nita.


"Engga!punya gue!"


"Punya gue!!siniin!"


"Engga!"


"Iya!!"


"WoyWoyWoy!yang jelas itu punya gue!"


ucap dinda seraya mengambil kue itu dengan mudah dan melahapnya dengan satu suapan.


Setelah itu dinda berlari kecil untuk keluar dari gedung itu.Dia sangat puas menjaili para temannya itu.


"DINDAAAAAA!!!"


Dinda tak menghiraukannya.Dia seakan menganggapnya angin lewat.Pastinya membuat para temannya itu semakin kesal.

__ADS_1


"****** lo!"


__ADS_2