
Pagi ini,kampus digemparkan oleh berita dimana,salah satu mahasiswa meninggal akibat perampokan.Dia ditemukan di jalan dengan keadaan tak bernyawa.Tubuhnya bersimbah darah dan ada pisau yang masih menusuk di perutnya.
"Ada apa si ini?"tanya dinda yang masih belum dengar dengan jelas.Otaknya sedikit lola hari ini.
"Lo tau kan juna?"tanya nita.
"Engga,siapa?"balas dinda menanya.
"Yang itu lho,yang tabrakan sama lo waktu itu"sahut fifi,seraya melirik ke arah varo yang ada disamping dinda.
"O-oh itu,emang kenapa?"tanya dinda yang paham dengan ucapan temannya.
"Ngapain nanyain dia?"tanya varo yang sedang mabar game di ponselnya bersama ke tiga temannya.
Dia dan teman temannya sedang berkumpul di kelasnya dinda.Teman sekelas dinda, tentu saja merasa senang,kelas mereka didatangi oleh idola kampus disini.Hmm,memang lebay,tapi mereka tersanjung.
"Engga gitu,gue kan cuma nanya"balas dinda.
"Sudahlah bu bos,lebih baik bisik bisik aja,pak bos memang gitu,posesifnya kebangetan"sahut bima,dia bermain game dengan menggenggam tangan nita.Betapa romantisnya pasangan penuh humoris itu.
"Dia meninggal"bisik anya di telinga dinda.Dengan gerakan pelan,dinda menjauh dari varo,dan mulai bisik bisik dengan teman temannya.Haruskah begitu?.
"Kenapa?"tanya dinda.
"Korban perampokan"timpal nita.
"Menurut lo,ada yang aneh ga si?"tanya fifi.
"Maksudnya?"tanya dinda.
"Ya,masa kayak cepat banget gitu,apalagi jalan ini, bukan jalan menuju ke rumahnya"jelas fifi.
"Dia terkenal cowok yang disiplin dan rumahan,ga mungkin malam malam dia
keluyuran kesana"lanjut anya.
Apa benar ada yang aneh?.Atau mungkin mereka ga ada kerjaan,jadi hanya untuk mencari topik ghibah?.Dinda menatap varo yang masih fokus menatap ponselnya.Bukan apa apa,tapi...engga!
kenapa dia berpikiran seperti ini!.
"Hey,jan ngaco!anggap saja ini takdirnya!"
ucap fifi.
Takdir?.Anggap saja begitu!.Ngapain juga dirinya memikirkan hal itu!.
"Weyy, udah bel,gue ke kelas ya pren" ucap anya kepada dinda.
"Okeei"balasnya.
__ADS_1
Anya hendak pergi dari sana, tiba tiba dito menahan tangannya.Dia hanya memastikan,apa anya masih marah padanya?.Karena setelah itu,sikapnya sangat berbeda kepadanya.Sudah berkali-kali dirinya meminta maaf padanya.Tapi,dia belum meresponnya.
"Ckk, masih marahan mereka"ucap bima cekikikan dengan teman temannya.
Mereka lihat,anya menjauhkan tangannya dari genggaman dito dengan kasar.Tanpa berkata lagi,dia melenggang pergi.
"Ya udah din,kita ke kelas"pamit nita.
Dia dan teman temannya pun melakukan gerakan tangan,tanda akan berpisah sementara.Setelah itu,nita dan fifi berlari menyusul anya.Si cewek yang sedang ngambek dengan calon pacarnya.Wkwk.
"Sayang gue ke kelas yah"pamit varo, seraya mengecup keningnya,lalu turun ke pipinya,dan terakhir ke bibirnya.
"Iyaa"balas dinda.
Varo pun keluar dari kelas gadisnya.
Memang dipikir pikir,buat apa mereka kuliah lagi?secara mereka sudah mempunyai perusahaan sendiri,dan sudah menguasai tentang perbisnisan.
Tapi, menurutnya,ada saja manfaatnya.
Tiba tiba,dinda dikejutkan dengan pesan dari seorang tak dikenal,tapi berbeda dengan nomor tadi malam.Pesannya bukan berupa tulisan,tapi foto dirinya sedang duduk di kelasnya.Saat ini?...
baju dan posisinya sama dengan sekarang.
Dengan cepat,dia menatap ke arah paling pojok.Dimana arah yang sama dengan orang itu memfoto nya.Terlihat seorang pria yang memakai kacamata,sedang duduk manis dengan pandangan ke jendela.Dinda pun menghampirinya.
"Mana ponsel lo?"tanyanya,membuat pria itu menunduk takut.Dari gelagatnya,
"Mana ponsel lo?"tanya dinda lagi.
"Bu-buat apa?"tanya pria itu dengan gugup.
"Huftt,pinjam sebentar!"balas dinda gregetan.Apa mukanya seperti monster?,
kenapa dia sangat takut seperti itu.
"I-ini kak"ucap pria itu dengan menyodorkan ponselnya.
Melihat ponselnya,membuat dinda terdiam.Apa?ponsel jadul?.Apa jaman sekarang masih ada yang mau menggunakan ponsel seperti itu?. Memang,orang tua masih ada yang menggunakan,tapi dia masih remaja.
"Hmm,ga jadi"ucap dinda.
Sepertinya orang tua dari pria itu,sengaja menyuruhnya tidak bergaul seperti remaja lainnya.Mereka menyuruhnya hanya belajar dan belajar.Hal itu bisa mengganggu fisiknya dan pertemanan di luar.Kasihan.
"Anak anak, pelajaran hari ini kita mulai ya"ucap bu guru.
Membuat muridnya duduk di tempatnya masing masing,terutama dinda.Dengan pikiran yang masih bingung tentang teror yang terus menghampirinya.Dia pikir, setelah kejadian itu,sudah tidak ada orang mencalonkan dirinya menjadi musuhnya.Tapi tetap saja ada.
"O iya anak anak,hari ini ada mahasiswa baru lho di kelas kita"ucap bu guru.
__ADS_1
"Cewe apa cowo bu?ga mungkin banci kan?!"sahut salah muridnya tanpa berdosa.Tentu saja mengundang tawa dari yang lain.
"Ya engga dong,paling cewe berbatang"
balas bu guru ikutan bercanda.
Hahaha.
"Udah,kita langsung saja ...kaylaa masuk"
ucap bu guru.
Kayla pun masuk ke kelas dengan penuh gaya.Jalannya sudah seperti model,
pakaiannya juga stylish,namun terlihat lebay ga si?.Dia seperti mengumbar kekayaan dan tatapannya, seperti tatapan remeh kepada mahasiswa yang lain.Dia gatau,ada yang lebih cantik dan kaya darinya disini.Tentu saja dinda.
"Dia?"gumam dinda.
Tentu saja membuatnya terkejut.Dia kuliah disini?.Tidak!,dirinya tidak seharusnya berpikir hal yang tidak tidak!.
Dia lihat,kayla terus menatapnya dengan
tersenyum miring.Di tidak tau apa maksudnya.
"Silahkan perkenalkan dirimu"ucap bu guru.
"Hay,nama gue kayla,gue pindahan dari kampus elit di luar negeri,tentunya hanya orang orang tertentu atau orang orang yang mampu yang bisa masuk ke sana"
jelas kayla dengan menyibakkan rambutnya manja.Lenjeh.
"Waaah"para mahasiswa lain menatapnya kagum.Pastinya membuat tingkat kepedean kayla meningkat.
"Tapi kita ga nanya anjir!"ucap mereka secara bersamaan.Entah kebetulan atau memang direncanakan,tapi setiap hari mereka memang kompak.
Hahaha.
Kelas itu penuh dengan suara tertawa keras.Dinda pun mengikutinya,dia hanya tersenyum kecil.Betapa konyolnya para temam teman barunya.
Tanpa dia sadari,kayla menatap geram kepadanya.Dia kesal kepada mereka,juga kepada dinda.Bisa bisanya dia menertawainya.Membuatnya malu sekaligus emosi kepadanya.Awas aja lo!.
batinnya seraya mengepalkan tangannya.
"Sudah sudah,maklumin aja ya kayla, mereka memang ga ada otak"ucap bu guru,ikut saja bergurau.Sepertinya gurunya juga sama sama ga ada otak!.
"Hee,iya bu"balas kayla tersenyum terpaksa.Di awal,mahasiswa di kelas itu,
sudah menangkap kesan tak baik darinya.
"Silahkan kamu duduk di bangku kosong itu"ucap bu guru.
__ADS_1
Kayla pun melangkah menuju tempat duduknya.Dinda pun menyadarinya,dia meliriknya saat melewatinya.Entah kenapa,dia seolah-olah ada hal yang dibenci darinya.Tapi sudahlah,dinda tidak akan memikirkannya.