
"Astagaaaa....pak bos!"pekik sekretaris varo, membuat varo terjingkat kaget.
Akhirnya dia tersadar dari lamunannya.
"Kamu kenapa berteriak seperti itu!"ucap varo.
Melihat arah pandang sang sekretaris,
seketika dia terkejut.Bagaimana bisa dirinya sedang meremas dokumen penting yang ia pegang saat ini?!.Lalu dia memandang sekelilingnya,terlihat para kliennya menggelengkan kepalanya.
Bagaimana tidak,dari awal meeting dimulai,sang CEO muda dan tampan itu,
terlihat tidak serius.Entah beberapa kali,
ponselnya menyala,sepertinya ada telepon masuk.Namun,bukannya di angkat atau dimatikan,dia malahan hanya menatapnya kesal.Dan wajah kekesalannya berlanjut sampai siang ini.
"Pak,itu hasil meeting kita pagi ini lho"
ucap sekretaris.
"Namanya juga ga sengaja"ucap varo sewot,membuatnya berdecak kesal.
Lalu,dia menatap kembali ke ponselnya. Lagi lagi dia emosi, karena nama alan itu terus menelpon ke ponsel milik dinda. Memang tak penting baginya,tapi itu sangat menggangu pikirannya.Mungkin,
karena itu, membuatnya meremas dokumen itu.
"Sial!"umpat varo seraya mematikan ponsel dinda dan memasukan ke saku jas nya.
"Aduuh...maaf atas kesalahan ini ya semua..."ucap sekretaris merasa tak enak hati kepada para klien.
"Terus gimana?...ga mungkin kita mengulang kembali,secara proyek akan dilaksanakan besok"ucap salah satu klien.
"Kalian tenang saja,ini tidak seratus persen rusak...nanti sekretaris saya yang akan memperbaikinya"ucap varo memberikan dokumen itu kepada snag sekretarisnya.
Membuat dia membatin.Pasti dirinya yang menanggung kesalahannya.Kalau bukan karena kebaikannya memberi uang bonus kepadanya,dia pasti akan protes kepadanya.Hish pak bos menyebalkan!.Mungkin sudah semua karyawan menjadi korban kesalahan bosnya sendiri.
"Ah syukurlah"ucap mereka.
"Cukup,meeting kita sudah selesai... semoga kalian puas dengan hasilnya,
kita bisa bekerja sama dengan baik,dan terimakasih"ucap varo sambil saling berjabat tangan dengan mereka.
"Saya permisi"
Lalu,varo pun keluar dari ruangan meeting.Yang ia tuju saat ini bukanlah ruangannya,namun dapur kantor.Seperti biasa,dia akan kesana untuk memasak.
Memasak untuk siapa?,tentu saja untuk dinda.Dia harus terus memasak untuknya,agar bisa memastikan dinda makan siang,dan tentunya dia ingin dinda semakin dekat dengannya.Kenapa tidak beli?,tidak!.Varo akan membuatnya sendiri.
Dia memutuskan untuk memasak di kantor saja,tanpa memedulikan para karyawannya yang heran akan hal ini.
Bukan hanya heran,tapi juga aneh,konyol,
dan ga masuk akal.
"Sudah semuanya?"tanya varo kepada wanita yang tugasnya memasak untuk semua karyawan.
"Sudah siap semua pak"balasnya yang telah menyiapkan bahan yang bos nya suruh.
"Baiklah,kamu bisa pergi"ucap varo sambil membuka jas nya.
"Tapi pak,saya juga mau masak pak"
balas wanita itu.
"Nanti aja,tunggu saya selesai"ucap varo.
"Tapi pak-"
"Pergi atau gaji kamu saya potong!" ancam varo.
Dengan berat hati,wanita itu pun pergi.
__ADS_1
Entah kapan selesainya nanti untuk memasak.Memang banyak teman yang bertugas untuk memasak,tapi karyawan juga tidak sedikit.Lagian,kenapa bos nya tidak saja menyuruhnya untuk memasakannya.Huft,sabar...memang bos selalu menang.Btw,nereka juga kagum dengan keahlian masak bos nya.
Pria idaman mereka.
Saat ini,hanya suara peralatan dapur yang memenuhi dapur itu.Tingkah varo membuat para karyawannya tak berani mengunjungi dapur.Dengan terpaksa,
mereka harus menahan dahaga dan lapernya siang ini sebelum bos nya selesai dengan kegiatan memasaknya.
"Maaf pak mengganggu"ucap sang resepsionis gugup.
"Sangat mengganggu!"sarkas varo.
"Maaf pak...tapi saya mau bilang,kalau ada seorang wanita yang menunggu bos di ruangan anda"ucapnya.Membuat varo menghentikan aktivitasnya.
"Siapa?"tanya varo.
"Queen...pemilik perusa-"
Ucapannya terpotong,karena melihat bos nya dengan cepat dia berlari meninggalkannya yang belum juga selesai bicara.
"Dinda....maaf ak-"varo tertegun saat melihat dinda sedang tertidur di sofa ruangannya.
Varo pun mendekatinya dan duduk di sampingnya.Di pandanginya wajahnya.
Cantik.Dia tau kedatangan dia kesini hanya untuk mengambil ponselnya.Tak heran dia mengambilnya pagi ini juga.
Karena dari tadi dia pun melihat banyak
pesan masuk,dan email masuk di ponselnya.Pasti itu dari hal kerjaan.
"Hoaaaaam,mana si varo lama banget!!"
kesal dinda dengan mata yang tertutup.
"Dindaaa?"panggil varo.
"Varooo!"dengan cepat dinda pun membuka matanya.
sampai ketiduran lagi!"cerocos dinda.
Mungkin karena,tadi malam dia tidak nyaman tidur, membuatnya sangat ngantuk pagi ini.
"Maafkan aku ..."ucap varo.Di hatinya dia sangat geram,kenapa karyawan itu tidak
menyuruhnya menemuinya pagi itu juga,
dan juga kenapa dia baru bilang saat dirinya selesai.Membuatnya menunggunya lama seperti ini.
"Kenapa kamu tidak masuk ke ruangan meeting saja tadi"ucap varo.
"Dih ga sopan....mana ponsel aku?!"balas dinda.
"Ponsel?"tanya varo.
"Jangan bercanda!"ucap dinda.
"Ponsel kamu ketinggalan di jas aku"
ucap varo yang baru menyadari kalo jas nya ketinggalan di dapur.
"Terus mana jas kamu?"tanya dinda.
"Ada di dapur..kamu tunggu sini,biar aku ambil"ucap varo melenggang pergi.
"Dapur?"gumam dinda.Tak butuh waktu lama,dia pun menyusul varo.Dia heran,
jadi tadi varo habis ke dapur?.Ngapain?!.
"Nah...nih ponsel kamu"ucap varo memberikan ponselnya kepadanya.
"hmm,karena benda sekecil ini!,membuatku emosi pagi pagi!"kesal dinda bermonolog sambil menatap kesal ponselnya.Menggemaskan.
__ADS_1
"Jangan marah marah,karena itu juga,
kamu jadi main ke perusahaan aku"ucap varo.
"Bukan main,tapi numpang tidur!"ucap dinda membuat varo terkekeh kecil.
"Btw ini siapa yang masak?,kok ga diterusin"tanya dinda.
"Emm aku"balas varo.
"Kamu?....jangan bilang-..."ucap dinda.
"Iyaa,buat kamu makan siang"balas varo.
"Ya ampun...jangan karena aku...kamu jadi repot repot gini masakin aku varo"
ucap dinda.
"Engga repot kok dinda,aku suka kok masakin kamu"balas varo.
"Iya kamu,tapi aku jadi ga enak gini, setiap hari dimasakin kamu...lagian tempat makan banyak varp"ucap dinda.
"Engga!, aku yakin makan kamu ga teratur!,suka lupa makan siang!"ucap varo.
"Ya kan,kamu bisa ingetin aku...jadi besok besok jangan lagi!"ucap dinda.
"Engga,aku akan-"
"Varooo!"tekan dinda.
"Dindaaaa!"tekan varo.
"Ish varo!aku serius!"kesal dinda.
"Engga aku tetep akan masakin kamu"
ucap varo.
"Engga!,aku ga mau karena hal ini,kamu jadi capek,terus ga konsen dengan pekerjaan kamu... pokoknya engga!"ucap dinda.
"Ini?"tanya varo.
"Lanjutin dong,kita makan sama sama"
ucap dinda.
Hanya perkara kecil saja, mereka ribut!.
"Engga usah,kita makan di luar aja,biar cepet"ucap varo.
"Engga!,pokoknya kamu lanjutin masaknya,aku ingin masakan kamu lagi"
ucap dinda.
"Tapi nanti lama dinda,kasihan kamu"
ucap varo.
"Ya udah buar aku lanjutin"ucap dinda berharap varo mencegahnya,dan dia ingin melanjutkan masaknya lagi.
"Ya udah silahkan"balas varo.
"Iiiih varo mah..."kesal dinda.
"Aku ajarin"ucap varo.
"Banti ga enak kayak buatan kamu lagi!"
ucap dinda.
"Makanya belajar dong!"
__ADS_1