
"Mana dinda?"tanya varo kepada ketiga teman dinda.
Dia menanyakan itu karena sudah hampir
masuk,dinda belum juga datang ke kelasnya.Dia juga sedang marah kepada dinda,karena waktu dia menjemput dinda ke rumahnya,dia sudah tidak ada,kata kedua kakaknya,dinda sudah berangkat dari pagi pagi sekali.
"Em-a-anu,di-dia lagi ke-"
Belum juga selesai berbicara,dinda sudah masuk ke kelas,membuat teman teman dinda lega.Sebenernya,mereka tau Dinda kemana.Dia pergi ke markas, karena ada sesuatu yang harus ia selesaikan.Tak mungkin kan,mereka bilang yang sebenarnya ke varo.Takutnya dinda mengamok padanya.
"Darimana?"tanya varo.
Dinda melirik ke teman temannya.Dia bingung mau menjawab apa.Teman temannya pun hanya menggeleng kecil,
mereka tak bisa membantunya.
"Gu-gue dari-"tiba tiba kepalanya terasa pusing, tubuhnya sangat lemas,dan matanya berkunang-kunang.Dia memegang kepalanya,dan berpegangan ke meja.Tubuhnya seakan mau rubuh tak tertahankan.
"Dindaaa!!lo ga papa?,lo pucet banget"
ucap teman-teman dinda dengan hebohnya.
"Sayang?"ucap varo khawatir.Tidak butuh waktu lama,varo pun menggendong dinda dan membawanya ke uks.
"Ikut yuk,siapa tau ada adegan uwu uwu disana"ucap bima.
"Pikirannya!"
Mereka pun menyusul dinda dan varo ke UKS.Terutama teman teman dinda,dia sangat grasak-grusuk untuk menemui dinda.Mereka merasa sangat khawatir kepadanya.Mengingat,dinda yang tidak boleh terlalu lelah dan banyak pikiran.
"Dindaa,lo ga papa kan?apanya yang sakit?biar gue pijitin"cerocos fifi.
"Kuping gue nih sakit,gara gara denger suara cempreng lo!"sahut tino.
"Babi lo!"sarkas fifi seraya menampol mulut tino.Kelakuannya mereka selalu membuat dinda dan varo menggelengkan kepalanya.
Sebenarnya sudah dari kemarin,dinda merasa tidak enak badan.Hanya saja dia tidak terlalu memperhatikannya.Sudah beberapa kali,kedua kakaknya melarangnya ke sekolah,dan mereka ingin membawa dinda ke rumah sakit.
Namun,dinda tetap dinda.Dia menolaknya,karena kata dia,itu hanya biasa,nanti juga sembuh sendiri.Ngeyel dan keras kepala.
"Permisi,saya mau memeriksa kondisi queen"ucap dokter dari arah belakang mereka yang sedang mengerubungi dinda.
Bukannya meminggir,malahan mereka terdiam dengan mulut yang melompong.
Dokter dengan wajah tampan dan bule,
tentunya sangat terkenal.Dia dokter luar negeri yang kaya dan pintar dengan berbagai bahasa.Pastinya mereka sudah sangat kenal dengan dokter Eldelard.
Hanya saja dokternya yang tidak kenal dengannya.Miris sekali.
__ADS_1
"Pa-pak el ganteng"ucap mereka secara serentak.
Sedangkan teman teman varo,mereka masih terbengong.Seberapa kaya nya si dinda,bisa mengundang dokter bule itu yang sudah beberapa kali masuk televisi di luar negeri.Sudah pasti sangat mahal.
"Tutup mulut kalian semua!lebih baik kalian keluar,jangan ganggu queen!"ucap fatur dengan tegas.
"Ya ampun pak,kita kan-"
"Keluar!"tekan varo memotong protesan dari teman temannya.Fatur sudah mengenalnya,tapi dia juga tidak mau ikut campur dengan percintaan mereka berdua.
Teman temannya pun sangat kesal. Dengan terpaksa mereka keluar dari UKS.
"Pak dokter,nanti foto yaa"ucap anya seraya mengedipkan matanya ke arah edelard.Edelard pun hanya membalas dengan tersenyum.Ternyata sangat seru teman temannya queen.
"Keluar anyaa!"ucap dito dengan mengapit leher anya di ketiaknya,lalu membawanya keluar UKS.Cemburu dia.
"Anjir!ada bagi bagi sembako apa bu?
rapi banget barisnya"ucap dito.Mereka terkejut saat keluar UKS,semua guru sedang berbaris rapi di depan UKS.Ada apa ini?.
"Maklum, majikannya sedang sakit"cibir nita.Para guru berbaris seperti itu,karena mereka juga merasa khawatir dengan queen nya.Hal itulah rasa setia mereka terhadap kebaikan majikannya.
Mereka pun ingat.
"Eh iya,ya udah pak bu,barisnya yang rapi lagi yaa,eh itu,ibu nya kemajuan,mundur dong"ucap tino kepada salah satu bu guru yang pendek dan gemuk.Beraninya dia!geram bu guru tersebut.
"Itu bukan ibu yang salah woy,tapi perutnya yang kemajuan hahaha"ucap anya.Pastinya mengundang tawa teman temannya.
"Bu,bisakah anda diam!queen sedang di periksa,jangan sampai ada yang berisik!"
peringat fatur membuat bu guru tersebut terdiam menunduk.
Hal itu,membuat nita dan yang lainnya
tertawa cekikikan.Mengganggu guru adalah salah satu pekerjaannya yang membuat mereka selalu happy.
"Dan kalian juga!ngapain masih disini,
masuk kelas!"ucap fatur.
"Pak,kita mau baris aja,kan kita teman dinda,kita mau tau keadaan dia"ucap nita.
"Nungguin dinda apa nungguin dokter el?"
tanya anya sambil membayangkan betapa tampannya dokter el,ga nyangka mereka bertemu secara langsung.
"Dokter el doong"balas nita,anya,dan fifi dengan kompaknya.
"Diamm!cepat masuk kelas sekarang!"
__ADS_1
tekan fatur.
Bukannya ke kelas,mereka malah ikut baris di samping para guru.Astaga, kelakuannya selalu membuat para guru pusing dan selalu membuat mereka berteriak setiap hari.
Entah berapa kali bk memanggil mereka.
Tapi tak membuat mereka kapok. Memang para guru sudah memaklumi berbagai tingkah nakal mereka.
"Para guru sudah memberi kalian tugas untuk dikerjakan!,jadi kalian masuk dan kerjakan tugas itu!"ucap fatur dengan gregetan.
"Nanti pak,lagian sedikit lagi jam istirahat,
nanggung!"ucap bima yang masih berani membalasnya.Dengan santainya mereka menyibukkan dirinya untuk mengobrol bersama di saat mereka sedang dimarahi.Konyol sekali!.
"Masuk!atau saya keluarkan kalian dari sekolah!"ancam fatur.
"Ga mungkin pak,kita kan teman dekat dinda"balas fifi dengan nada yang mengejek.
Sumpah!darimana dinda mendapatkan teman setan seperti mereka.
"Masuk kelas atau masuk kolam!"ancam fatur sekali lagi.Dan benar saja, ucapannya membuat nita dan kedua temannya terdiam.Mereka sudah paham kolam apa itu.Jiwa mafianya sudah keluar!.
"Wah beneran pak?boleh renang di kolam,
sekarang?mau doong"ucap tino,dia dan kedua temannya pun senang.
"Beneran?"tanya fatur dengan senyum miringnya.
"Tutup mulut kalian!kita masuk kelas!"
ucap fifi.Dia pun menarik tangan tino.
Tak berbeda dengan kedua temannya, dengan tarikan cepat,mereka menarik tangan bima dan dito.Membuat bima dan kedua temannya bingung,ada apa dengan mereka?.Kenapa mereka milih ke neraka dibanding surga?.
"Kenapa masuk kelas woy!"seru dito berhenti di depan kelas.
"Kalian tau kolam apa yang pak fatur katakan tadi?"tanya nita.
"Kolam renang kan?oh atau kolam putri duyung?hahah"canda dito seraya tertawa dengan kedua temannya.
"Kolam buaya anjing!"
Ucapan anya membuat mereka bertiga terdiam.
"Gila! kejam bener si kapsek ganteng itu"
ucap bima.
"Btw kenapa mereka manggil dinda,
__ADS_1
queen?"tanya tino.Sama sama,nita dan kedua temannya pun terdiam karena ucapannya barusan.Apakah harus menjawab dengan jawaban konyolnya?.
"An-anu,itu panggilannya dia yang kedua"