
"Akkkhh"teriak dinda terkejut.
Saat dinda masuk ke kamarnya dan ingin menutup pintu,tiba tiba ada seseorang masuk ke kamarnya,dan menutup pintunya dengan menguncinya.
Dan berani beraninya orang itu memeluknya.Tentu saja membuatnya terkejut.Spontan,dia ingin mengeluarkan jurusnya,tapi terhenti saat mendengar suaranya.
"Jangan lari dari gue!"bisiknya.
Mendengar suara dari varo,dinda segera melepaskan pelukannya dengan cepat.
Entah kenapa,waktu itu dia marah melihat varo berpelukan dengan wanita lain.Padahal, dirinya sudah tidak ada hubungan apa apa lagi dengannya.Yah,
menurutnya begitu.
Dani dan deni tidak menjelaskan apapun pada adiknya.Bukannya tidak peduli,tapi mereka hanya ingin pasangan itu menyelesaikan masalahnya sendiri.
Mereka juga ingin lihat,seberapa cintanya dia kepada adiknya.
Namun saat melihat wajah murung dinda setelah melihat itu,mereka semakin yakin,kalau adiknya sudah benar benar dewasa dan mengerti apa arti cinta.Awas saja kalau varo menyakitinya.
"Beraninya lo lepas pelukan gue!"geram varo tidak suka atas tindakannya.
"Lo ga berubah var,lo pemarah! dan lo pemaksa!"ucap dinda lantang.
"Gue kayak gini itu karena lo dinda!lo jangan jauhi gue!gue akan jelasin semuanya waktu itu!"ucap varo seraya menggenggam kedua tangan gadisnya.
"Var,udah gue bilang,gue ga butuh penjelasan dari lo!"ucap dinda.
"Iya,tapi lo jangan kayak gini dong sayang"ucap varo berusaha meredam amarahnya.
"Kayak gini gimana var?!,udahlah lo pergi dari sini!dan jangan temuin gue lagi!"ucap dinda seraya melepaskan genggamannya,dan segera membuka pintunya.
Varo tidak tinggal diam,dia membalikkan tubuhnya menghadapnya,lalu ia rapatkan ke pintu.Dia mengurungnya dengan tangan kirinya,dan tangan kanannya membelai pipi gadisnya.
"Apaan si lo!!lepas engga!!"tekan dinda berteriak di depan mukanya.Dia memberontak kesana kemari,agar jauh darinya.
Namun,seketika matanya membulat saat varo mencekal kedua pergelangan tangannya,dan ia letakkan ke atas kepalanya.Membuatnya tidak bisa bergerak.Apalagi dia semakin merapatkan tubuhnya padanya.
"Lo kan tau,gue ga suka cewek gue yang pembangkang,dan marah marah seperti ini!lo tau kan akibatnya?"ucap varo seraya tersenyum miring.
Membuat dinda bergidik ngeri.Apa yang ia mau darinya,setelah sekian lama dia tak bertemu dengannya.Sudah jelas,dia sudah mempunyai kekasih baru.
"Lo tau akibatnya?"tanya varo penuh arti.
"Pliss,jangaaan varoo...gue mohon jangaan"ucap dinda memohon,karena dia sudah tau apa arti ucapan varo.Jujur, dia takut.
"Akhirnya lo luluh juga...,tapi tak buat gue
__ADS_1
melupakan apa yang lo lakuin barusan!"
ucap varo.
Dia mengecup bibir gadisnya,yang selama ini ia rindukan.Itu bukan kecupan,
tapi ******* kasar yang dinda rasakan.
Hal inilah yang membuatnya semakin takut.Kasar,dan otomatis dia berpikir kalau varo akan berbuat lebih dari ini.
"Mpthhhh,va-varoo stoopppp!mpth"
Varo tidak menghiraukannya,dia dipenuh dengan rasa marah yang tak terkendali.
Dia membuka jasnya,dan menarik paksa dasinya,tak lupa membuang kemejanya. Memperlihatkan perut kotaknya,dan tato yang semakin membuatnya keren dan seksi.
Glekkk
Apalagi,dinda merasakan kalau dia menurunkan resleting gaunnya yang ada di punggungnya.Karena gaunnya tanpa lengan,membuat gaun yang ia pakai terjatuh ke lantai.Dinda semakin panik.
Tak hanya itu varo mendorongnya ke ranjang,tanpa melepaskan pungutan di mulutnya.Dinda hanya memejamkan matanya dan menangis dalam diam.Dia pasrah dengan apa yang varo lakukan padanya.Kalaupun memberontak pun,
hanya sia sia,bisa bisa membuatnya semakin marah padanya.
"Hikss varoo stop,gue takut hikss"akhirnya suaranya keluar, membuat varo yang sedang asik mencumbui tubuhnya,seketika berhenti.
"Maafin gue sayang"ucap varo penuh penyesalan.Sudah banyak kali dirinya melukai gadisnya.
Dia memeluknya dan menenggelamkan wajahnya ke leher gadisnya.Itulah posisi ternyaman untuknya.Tanpa ia sadari,
dirinya telah melakukan kesalahan lagi pada gadisnya.
"Lo selalu ngulangin hal ini,hiks setelah lo minta maaf varoo!"ucap dinda.
"Gue tau,maafin gue sayang,gu-gue hanya ga mau jauh dari lo!gue marah lo jauhin gue!lo marah sama gue!apalagi lo minta gue untuk tidak bertemu lo lagi!!gue ga suka dindaa..."racau varo.
Bentar?varo nangis?.Dinda merasakan ada air mengalir di lehernya.Benar saja,
varo menangis.Seorang ketua geng menangis?sangat lucu.
"Lo jangan salah paham sayang,dia itu wanita masa lalu yang ga berarti untuk gue!dia wanita ular yang matre,dia meninggalkan gue hanya demi uang!!dan tiba tiba dia bertemu gue,dia langsung meluk gue!!..lo harus percaya sama gue...
hiks"jelas varo terdengar seperti anak kecil sedang mengadu ke ibunya.
Dari cara dia bicara dan nangis seperti ini,membuat dinda percaya begitu saja.
Ternyata, dirinya salah paham padanya.
__ADS_1
Dia memang wanita yang sering memutuskan pendapatnya tanpa mengetahui yang sebenarnya.Tapi mana si,wanita yang ga marah kalau cowoknya dekat dengan wanita lain,apalagi pelukan seperti itu.
"Lo harus percaya sama gue sayang! jangan jauhi gue lagi..."lanjut varo.
"Gue percaya sama lo var"ucap dinda seraya mengelus rambut varo.
"Memang lo bukan wanita pertama bagiku,tapi lo adalah wanita ternyaman dan terakhir bagiku,...lo tau,lo wanita yang pertama kali dapat ciuman gue!
pelukan gue!dan lo buat gue nyaman!
..I love you baby"ucap varo membuat dinda tertegun sejenak.Apakah benar?dinda sangat tidak menyangka.
"Balas ucapan gue sayang"ucap varo.
"Yang mana?"tanya dinda bergurau,
varo pun menggigit lehernya,tepat di tato bergambar tengkorak miliknya.
"I Love You Too"pekik dinda.
Dengan tersenyum,varo mengeratkan pelukannya pada gadisnya.Dia sangat senang,ternyata memang gadisnya masih hidup.Sangat mengejutkan.
Mengejutkan lagi,awal bertemu,dia tidak mau bertemunya,bahkan dia bilang dirinya harus pergi darinya.Menyebalkan.
"Vaar!sudah,gue mau ganti baju dulu,ga enak kalo gue ga ada di depan"ucap dinda,karena tadinya dia ingin berganti baju,sebab gaun yang ia pakai terasa tidak nyaman.Setelah itu dia akan bergabung dengan para tamu di depan.
"Bentar sayang"balas varo.
"Varoo,kebiasaan deh,sudahlah gue mau ganti baju!kalo ga mau,gue marah nih"
ucap dinda mengancam.
"Marah?coba aja,lo habis sama gue!"
ucap varo.
Membuat dinda memutarkan bola matanya malas.Pasangan itu penuh dengan keintiman.
"Baiklah,lo menang!.. tapi gue mohon banget!lepasin gue dulu!"ucap dinda memelas.
Membuat varo tak tega.Dia pun melepaskan pelukannya.Tentu saja membuat dinda senang.Lalu,dengan tank top tanpa tali dan hotpants yang ia pakai,
dia mengambil gaunnya yang ada dilantai.Kemudian dia masuk ke walk closed.
Hal itu,membuat varo tersenyum.
"So Seksi!"
__ADS_1