Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 130


__ADS_3

Dalam perjalanan dinda terus menatap keluar jendela.Kalo bukan karena hati nuraninya untuk berli, dirinya tidak akan menurutinya.Membuatnya harus meninggalkan pekerjaannya.Walaupun masih ada asisten pribadinya yang menggantikannya,tapi....ah sudahlah, lagian mengajari berli bukanlah hal yang sulit.


"Ngapain kesini?"tanya dinda,karena varo


melajukan mobilnya masuk ke parkiran sebuah rumah makan.


"Makan siang,kamu pasti belum makan"


balas varo.


"Gue udah makan"ucap dinda.


"Lo gue mulu,...coba deh aku kamu oke?"


protes varo yang tak suka cara dinda memanggilnya.


"Engga bisa"ucap dinda.


"Ga mau?...kamu tau kan aku bisa melakukan apapun demi apa yang aku mau"ucap varo dengan kalimat yang penuh arti.


"Lo ngancam gue?!"tanya dinda.


"Aku kamu atau aku cium kamu di depan mereka?"tanya varo.


"Lo gila tau gak!"ucap dinda.


"Pilih aja"ucap varo dengan santainya.


"Okee aku mau!"ucap dinda menekankan kata 'Aku'.Dari pada berdebat tentang masalah kecil,lebih baik dirinya mengalah.


"Bagus... sekarang kita masuk!"ucap varo seraya keluar dari mobilnya.Dia hendak membukakan pintu untuk dinda,namun dia sudah membukanya sendiri. Membuatnya menghela napasnya panjang.


"Silahkan mas mba,mau pesen apa?"tanya sang pelayan.


"Aku nasi ayam penyet sambel ijo sama minumnya es teh"ucap dinda.


"Saya ulangi...nasi ayam penyet sambel ijo sama es teh?"


Dinda mengangguk.Kebetulan dirinya memang sedang lapar,jadi tidak rugi ikut varo ke sini.


"Mas nya apa?"tanya sang pelayan.


"Samain aja"balas varo yang sedang fokus dengan ponselnya.Dia hanya sedang membalas pesan dari kantor.


Samain aja?..pasti varo tidak mendengarkan apa yang dirinya pesan.


"Dia nasi ayam kecap aja mba sama es teh"ucap dinda.


"Katanya di samain aja sama mba nya?"


tanya sang pelayan.


"Engga usah,dia ga suka pedas soalnya"


balas dinda.


Seketika membuat varo tertegun.Dia menatapnya tak menyangka.Ternyata dinda masih ingat tentang kepribadiannya.Tandanya dia masih cinta dan perhatian padanya!.Ah kebahagiaan apa lagi ini.


"Apa!"sewot dinda yang tidak menyadarinya.


"Engga...marah marah mulu deh"cibir varo.

__ADS_1


Dinda hanya mencebikkan bibirnya.Lalu dia memfokuskan kembali' ke ponselnya.


Dia sedang membalas pesan dari rekan kerja dan teman temannya.Sebenarnya banyak yang mencoba mendekatinya dan mengajaknya ke jenjang yang serius.


Entah itu dari rekan kerja ataupun teman


sekolahnya dulu.


Namun mereka dibuatnya kecewa,karena jawabannya.Dinda hanya menganggapnya teman...tidak lebih.


Berbagai cara mereka ingin menaklukannya.Dengan memberikan perhatian padanya,sampai menyatakan cintanya kepadanya. Namun tetap saja tidak bisa.Sangat sulit.


"Apa yang membuatmu senyum senyum kayak gitu?"tanya varo tak suka. Sepertinya dia cemburu dengan ponsel milik dinda yang terus membuatnya tersenyum.


"Kepo banget si!"balas dinda tanpa melihat siapa yang berbicara.Dia sedang asik bertukar pesan dengan alan. Topiknya benar benar lucu,yang membuatnya terus tersenyum.


"Sudah dulu! makanannya datang"ucap varo.


Sang pelayan restoran pun menghidangkan makanan pesanan mereka di meja.


"Silahkan dinikmati..."


Dinda pun meletakan ponselnya di sampingnya,lalu dia mulai menyantapnya dengan tangannya.Makan menggunakan tangan adalah cara yang paling mudah dan pastinya lebih nikmat.Tak berbeda dengan varo,dia pun makan menggunakan cara ala Indonesia.


Tiba tiba layar ponsel dinda menyala,


mengalihkan arah pandang varo.Di sana terlihat banyak pesan masuk dari berbagai nama pria.Yang menjadi perhatian varo adalah pesan dari nama


'Alan'.


Pesannya adalah 'Oke Sayang'.Sungguh membuatnya geram dan sudah tidak selera makan.Tapi dia harus berusaha untuk tidak mengeluarkan rasa emosinya padanya.Karena apa?...karena dia tak ingin dinda semakin benci padanya,yang bisa membuatnya sulit mendapatkannya lagi.


"Aaaaa kakaak!!"teriak berli terkejut.


"Kakak bilang kerjain soal ini!,bukannya tidur berli!"kesal dinda.


Sungguh butuh perjuangan mengajarinya.Ternyata dia anak yang bandel dan pemalas.Otaknya memang pintar,tapi malasnya minta ampun.Dinda akui,dia memang sepertinya waktu dulu.


"Ah maleees kak,nanti yaaa..."rengek berli.


"Sekarang!katanya besok ada ulangan!"


ucap dinda.


"Hah?kakak kata siapa?"tanya berli.


"Kata abang kamu laah"balas dinda.


"Eh kok abang tau sih!!!"gerutu berli.


Semenjak abangnya pulang,dia menjadi tidak bebas.Terutama tentang sekolah.


Apapun kegiatan sekolahnya,pasti sang abang tau.Dari dirinya bolos,tidak pernah mengerjakan PR,mengerjai guru,masuk bk,bahkan jadwal pelajarannya dia tau.


Menyebalkan.


"Emang kenapa?,emang bener kan?"tanya dinda.


"Bener si kak..tapi darimana coba abang tau soal ulangan besok!...aku kan mau


pegi sama temen"ucap berli dengan nada yang sangat lirih di akhir kalimatnya.

__ADS_1


"Oh jadi kamu mau bolos?iya?"tanya dinda yang langsung paham dengan gelagatnya.


"Hehe tapi engga jadi deh kak"balas berli menyengir.


"Hahahehe...sekolah itu jangan bolos bolos berli,belajar yang pintar"ucap dinda memperingatinya.


"Dulu kakak juga gitu"umpat berli.


Skakmat!.Dinda menelan ludahnya kasar.


Ternyata berli tau kelakuannya dulu di sekolah.


Tentu saja berli tau,dia sekolah di SMA miliknya.Semua guru sudah sangat hafal dengan namanya dan juga para temannya.Bukan hanya namanya tapi juga kelakuan mereka yang sangat bar bar,pecicilan,sekaligus nakal.


"Ya-ya itu kan dulu sayaang, sekarang kan engga"ucap dinda.


"Sama aja laaa kak"ucap berli.


"Nih dengerin kakak"ucap dinda.


Berli akan mendengarkannya dengan baik.


"Nakal boleh...bodoh jangan!"ucap dinda.


"Maksudnya kak?"tanya berli.


"Buat apa bergaya,kalo otaknya saja bodoh"ucap dinda.


"Maksudnya...kamu boleh melakukan apapun di sekolah,tapi soal pelajaran kamu juga jangan kalah"


"Ya walaupun ngerjain pada saat ulangan sama tes aja?!"tanya berli terkekeh.Yang ia maksud adalah perbuatan aneh dinda waktu dulu.


"Hehee...ya begitulah"balas dinda tertawa pelan.


"Tapi aku kagum deh sama kakak,dulu kakak bener bener nakaaaaaal banget,


tapi kok pinteeeeer banget!,...pengin deh kayak kakak"ucap berli.


"Nah itu... kepintaran tuh,buat kita lebih percaya diri...tidak ada yang bisa menjatuhkan nama baik kita,ga ada yang berbuat semena-mena sama kita,guru aja kalah ber...dan setelah itu kita jadi berkuasa di sekolah itu,ga ada yang berani negur kita"jelas dinda.


Bukannya sombong,tapi...memang benar kan?.Dan juga bukannya mengajarkan yang tidak baik,tapi...emm ucapannya memang baik kan?.Prinsipnya adalah 'nakal boleh, bodoh jangan!'.


"Waaah bener juga kata kakak,aku padamu deh kak"ucap berli.


"Bagus!,kamu baru kelas satu... gunakan waktu dengan baik"


Bukannya belajar,malahan mereka saling bertukar cerita,bahkan sampai membicarakan tentang orang.


Hanya suara tawa yang renyah memenuhi kamar berli.Pemikiran, kelakuan,sifat,dan tujuan mereka yang sama,membuat mereka nyaman dan asik bersama.


"Intinya kamu harus apa?"tanya dinda.


"Belajar!"balas berli.


"Anak pintar!".


"Jadi sekarang hitung rumus yang ini!"


perintah dinda.


"OH TIDAAAAK!!!"

__ADS_1


__ADS_2