
Sunset,membuat siapa saja menikmati keindahan cahayanya yang bersinar oren.
Walaupun hanya sebentar, menikmatinya adalah hal yang menarik,yang sangat diminati siapapun.Seperti yang dilakukan dinda sore ini,dia pergi ke pantai untuk menghibur dirinya sendiri.
"Indah!"gumam dinda.
Dia duduk di hamparan pasir yang halus, memakai topi dan kacamata menjadi pelengkapnya.Minuman soda yang menemaninya dan rokok yang terus dihisapnya,semakin membuatnya tenang dan nyaman.Kebiasaan buruk itu muncul kembali.
"Alone?(Sendirian aja)"ucap seorang laki laki yang tiba tiba duduk disampingnya.
Seorang wanita yang hanya memakai tank top dilapisi kemeja putih yang ia lepas dan celana pendek,rambut ia cepol keatas menampilkan beberapa tato di tubuhnya.Tak lupa aktivitasnya yang mengagumkan,dari tadi menarik perhatiannya.
Dinda hanya menganggapnya serangga kecil yang tidak penting baginya.Dia masih setia menatap sunset dengan penuh penghayatan.
" Are you mute?(lo ga bisu kan?)"tanya pria itu.Tentu saja membuat dinda menatapnya tak percaya dengan ucapannya barusan.
"Oh sorry(Oh maaf)"ucap pria itu.Dinda pun kembali melanjutkan kesibukannya.
"The sunset is beautiful, isn't it? Like you (Sunset itu cantik ya? sepertimu)" ucapnya.
Huh!pria ini!.Dinda gregetan dengannya.
Memang tampan,tapi cerewetnya membuatnya mengelus dada.Bahkan tidak di respon olehnya,dia masih mengajaknya bicara.Sungguh,pria yang
menyebalkan.
" Don't bother me!(Jangan ganggu gue!)"tekan dinda.
"May I meet you?( Boleh kenalan?)"tanya pria itu tanpa menghiraukan ucapannya.
"Go away!(Pergi!)"ucap dinda mengusir.
"I know, I'm Vincent, what's your name?(Kenalin,gue Vinsen,nama lo siapa?)" tanya vinsen seraya mengajaknya berjabat tangan.
Lagi lagi dia tidak peduli dengan wanita itu yang mengusirnya,bahkan terlihat tak suka kedatangannya.Dia akan terus mengganggunya sampai dia mau mengobrol dengannya.Tak biasanya cewek menolaknya sepertinya.Dia menolaknya mentah-mentah,bahkan mengusirnya.Huh, wanita yang unik.
" Okay I'll call you honey( Baiklah aku akan memanggilmu sayang aja)"ucap vinsen,dia menarik kembali tangannya,karena dinda tidak membalasnya.
Dinda masih menatapnya dengan tatapan aneh.
"Gila!"sarkasnya.
"Gila?what is it?"tanya vinsen bingung.
"Lo gila!"ucap dinda.
Melihat wajah vinsen yang masih ngebug,bingung apa yang dirinya bicarakan.Tanpa sengaja, membuatnya tertawa kecil.Sangat lucu.
"Your smile is cute(Senyum lo manis)"ucap vinsen tiba tiba,
membuat anya mengubah wajahnya menjadi datar kembali.Dirinya telah memalukan dirinya sendiri.
"Lets play(Main yuk)"ucap vinsen seraya mengedipkan sebelah matanya.
Dinda langsung menatapnya tajam.
Menurutnya kesan dari pria ini adalah pria brengsek.Lalu dia menggunakan kemejanya kembali.Dia tau, dirinya sedang bersama pria dengan mata buaya.
__ADS_1
"Go!(Pergi!)"
Tunggu, sepertinya wanita ini merupakan wanita baik baik.
"N-no, it means playing for a walk(Bu-bukan gitu, maksudnya main jalan jalan gitu)"ucap vinsen panik.
"You don't know how women feel when they are played by men( Lo ga tau perasaan wanita saat dipermainkan laki laki)"ucap dinda yang mengingat masalahnya yang baru baru ini membuatnya sangat sakit hati.
" Sorry, I didn't mean it like that, I thought-(Maaf,gue ga bermaksud seperti itu,gue kira-"
"You think I'm a ***** like that?( Lo kira gue ****** gitu?)"potong dinda.
"Sorry(Maaf)"ucap vinsen merasa bersalah.
Dinda kembali menikmati setiap hisapan rokoknya,lalu dia meneguk habis minumannya.Kenapa setelah bertemu laki laki ini, dirinya kembali merasakan sakit di hatinya.Menyebalkan.
"Are you having a problem?(Lo lagi ada masalah?)"tanya vinsen.
" All men are the same, you bastard! (Semua pria memang sama,brengsek!)"
ucap dinda.
" After approaching, then away, after succeeding, just left,( Setelah mendekati,lalu menjauh,setelah berhasil,di tinggalkan begitu saja)"lanjut dinda.
" Lo is a man, one of them( Lo adalah pria salah satunya)"ucap dinda.Dari orangnya saja,dinda sudah paham.
Apa dia tau dirinya?.Apa yang dikatakan wanita ini, seperti menggambarkan dirinya.Sudah sangat banyak wanita yang ditinggalkannya setelah didekati olehnya.
Bahkan sampai mengambil mahkotanya,
tanpa bertanggungjawab.Memang pria brengsek!.
" "Have fun naturally.. the future is more important, especially feelings(Bersenang-senang sewajarnya.. masa depan lebih penting, apalagi perasaan hati)"ucap dinda seraya beranjak dari duduknya.Namun saat berdiri,vinsen menahan tangannya.Dia benar benar tersentuh dengan ucapannya tadi.
" Can we go for a walk, I want to get to know you closer ... be friends at least?(Bisakan kita jalan jalan,aku mau mengenalmu lebih dekat...jadi teman setidaknya?)"ucap vinsen mengajak.
" There is no time!( Ga ada waktu!)"tolak dinda.
" Come on baby ( Ayolah sayang)"rayu vinsen seraya menarik tangannya tanpa persetujuannya.
" I'm dinda woy!!(Gue dinda woy!!)"
" What? di- who?...I forgot...just love it(Apa?din- siapa?...gue lupa...sayang aja deh)"
" "You bastard!(Bangsat lo!)"
Hahahaha.
Saat itulah,dinda terhibur.Dengan segala tingkahnya yang membuatnya gregetan,
sampai dengan anehnya,dia ingin pendapatnya tentang kehidupannya.
Dia seakan niat banget untuk dekat dengannya.Apalagi,ini baru pertama kali bertemu.Dasar bule gila!.
"Huuuu just bad boy style, it's letoy(Huuuu gayanya aja bad boy,ternyata letoy!!!)"teriak dinda bergurau.
Dia dan vinsen sedang balapan lari di tepi pantai.Dan dimenangkan olehnya.Tanpa dinda akui,dia sangat terhibur, seakan masalahnya hilang seketika.Varo bukanlah pria yang mudah ia lupakan.
__ADS_1
" "What the ****!...you're really fast!(What the ****!..lo cepet banget!)"ucap vinsen terkepar di pasir dengan napasnya yang ngos-ngosan.
"I know(Gue tau)"balas dinda.
"Yee, it turns out you're a narcissist too (Yee, ternyata lo narsis juga)"cibir vinsen terkekeh kecil.Baru kali ini,dia kenal dengan wanita yang berbeda sepertinya di Indonesia.Dia wanita yang keren.
" "That's a penny sexy girl, don't play there (Tuh cewek seksi sen,aja main sana)"ucap dinda seraya menunjuk ke arah dimana ada segerombolan gadis disana.
""No(Engga deh)"balas vinsen.
" Kenapa?,katanya lo suka main"ucap dinda.
" "Now I will learn not to play with women(Sekarang gue akan belajar untuk tidak bermain dengan wanita)"balas vinsen.
""Weh why? Why suddenly this?(Weh kenapa?kok tiba tiba gini?)"tanya dinda heran.
Dari ceritanya,dia adalah pria yang sudah terjerumus pergaulan bebas.Bahkan sudah seperti kebutuhan baginya.Itu karena dia anak broken home.Dan juga dari pengaruh lingkungan.Di lingkungannya,hal itu sudah kebiasaan bagi mereka.
" "I'm like this because you love" said vinsen (Gue kayak gini itu karena lo sayang)"ucap vinsen.
"Dindaa anjir!"sarkas dinda.
Vinsen hanya terkekeh kecil.
" "Yes, yes, I repent because of you, din
(Iya iya,gue tobat itu karena lo din)"ucap vinsen.
" "What do you mean?" he asked surprised.(Maksudnya?)"tanya dinda heran.
" "You're right, my behavior only hurts women's hearts, seeing you sad because of a man makes me feel guilty, I've hurt many women (Lo benar,kelakuan gue hanya menyakiti hati wanita,melihat lo sedih karena laki laki,membuat gue merasa bersalah, sudah banyak wanita yang gue sakiti)"jelas vinsen.
" , "It's true, it's okay to have fun, but there are limits, we have to think about the impact! (bersenang-senang boleh,tapi ada batasannya,kita harus memikirkan dampaknya!....perasaan hati dan masa depan lebih penting)"lanjut vinsen.
Dinda cukup tertegun.Sepercaya itu dia kepadanya?. Dirinya tak menyangka,
perkataannya penting baginya.Secara dia dan dirinya baru saja kenal,pastinya masih terasa asing.Tapi ada baiknya juga.
" "It's good, you realize yourself, moreover you're an adult, not only having fun with women, but also thinking about the future, (Baguslah,lo sadar sendiri,apalagi lo udah dewasa,bukan hanya bersenang-senang dengan wanita,tapi juga pikirkan masa depan)"ucap dinda.Inti dari ucapannya,adalah soal cinta.
" "You're the best,( Lo emang terbaik)"ucap vinsen.
" "Yes, I know,".(Ya gue tau)"balas dinda pede.
" "Yee, start again right!" said vinsen laughing.(Yee,mulai lagi kan!)"ucap vinsen tertawa.
" "It's late, let's go to the club" asked Dinda.(Udah malam,ke klub yuk)"ajak dinda.
Membuat vinsen tertegun sejenak.
" "Come on!!(Ayok!!)"balas vinsen semangat.
" "Remember! Don't play!( Ingat!jangan main!)"peringat dinda.
"Yeahh"
Dan waktu itu juga,kedua remaja nakal itu berteman.Memang nakal,tapi dinda tau batasannya.Tapi entah dengan vinsen,
__ADS_1
sepertinya dinda harus menjaga bocah
nakal yang sangat pro ini.