Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 114


__ADS_3

Sudah beberapa kali fifi terus mengguncang tubuh suaminya yang masih tidur pulas sambil memeluknya.


Ya memang mereka sering tidak akur, tapi ketidak akuran mereka,bukan berarti tidak ada hal romantis dari mereka.


"Tinooo!bangun dong!"kesal fifi.


"Apa si sayaang"gumam tino dengan mata yang masih tertutup rapat.


"Sayang sayang pala lo peyang!"ucap fifi.


Itu merupakan hal yang tidak akur bercampur romantis.


"Ga usah mulai!"ucap tino,seraya mengeratkan pelukannya.


Jujur,setelah menikah,dia lebih nyaman tidur dengan posisi ini.Memang,waktu belum nikah...mereka pernah tidur bersama.Itupun karena terpaksa,bahkan mereka seakan jijik tidur bersama.Saat itu tidur bersama,menurut mereka tidak apa.Mereka saling menganggap hanya saudara.


"Cepet bangun!,gue laper anjir"ucap fifi memukul kecil lengannya.


"Astaga,masih subuh fi,nanti ya..."balas tino.


"Engga bisa tino,ini yang minta anak kamu lho...lagian tengah malam pun lo mau,masa in-"


"Iya iya,gue buatin"potong tino mengiyakan, daripada terus mendengar cerocosan dari ibu hamil ini.


Dia pun mendudukkan dirinya,mulai mengumpulkan nyawanya kembali.Dia harap kali ini, permintaannya tidak neko neko."Makan apa?"tanya tino.


"Tuh kan lo ga ikhlas!,kalo ga ikhlas ya udah!ga usah!"ucap fifi dengan mata berkaca-kaca.


Membuat tino menghela napasnya.Wajar saja baru bangun, otomatis wajahnya tanpa ekspresi ataupun seperti cemberut.Astaga,memang wanita.


"Makan apa sayang?"tanya tino tersenyum,sambil mengelus rambut istrinya.Tentu saja membuat fifi tersenyum senang.


"Shusi ya"balas fifi berbinar.


Membuat tino mengenyritkan alisnya.


"Shusi?,apa itu?"tanya tino.


"Itu lho makanan korea,yang kayak gini"


ucap fifi seraya menunjukkan gambar makanan shusi yang menggiurkandi ponselnya.Tentu saja dia sudah menyiapkannya sejak tadi malam.


"Akh gue ga tau dong,suruh bibi aja ya?...atau pesen online?"tanya tino merayu.


"Engga sayang,gue mau lo yang buat! titik!"balas fifi.


"Jangan shusi deh,pecel aja ya?"tanya tino menawar.


"Yah,pecel kan kita udah sering makan tino,gue mau shusi!"balas fifi kekeh.Pecel adalah makanan kesukaan mereka.


Walaupun makanan sederhana, mereka sangat menikmatinya.


"Gue ga bisa fifi"ucap tino.


"Cari di internet kan bisa tino!!,lo mau anak lo ileran?hah!"balas fifi.


"Dih amit amit,...oke gue buatin!"ucap tino,dengan cepat dia beranjak pergi keluar kamarnya.


"Iiih jorok!!,cuci muka dulu!"teriak fifi.


Tidak perlu menunggu,tino pun berlari masuk ke kamar mandi untuk melakukan rutinitasnya setiap pagi.

__ADS_1


"Gosok gigi!sekalian mandi!"teriak fifi lagi.


"Iya iya sayaaang"balas tino.Huh kebiasaan!.


Sedangkan fifi,dia pun beranjak dari tempat tidurnya,lalu dia keluar kamarnya.


Saat keluar dia melihat papa nya sedang duduk di sofa sambil menonton televisi, dengan pakaian kantornya yang sudah rapi.Tak lupa secangkir kopi yang menemaninya.


"Papaa mau kemana?"tanya fifi seraya memeluk leher ayahnya dari belakang.


"Hey sayang...udah bangun,papa mau pergi ke luar kota,hanya beberapa hari disana"balas ayah fifi.


"Papa kerja sambil cari calon istri kan?"


tanya fifi seraya duduk disampingnya.


"Astaga fifi,kamu ngomongnya aneh aneh deh"ucap ayah fifi terkekeh kecil.


"Engga aneh dong,fifi rasa,papa harus ada pendamping hidup...sudah cukup papa mengurus diri papa sendirian"tutur fifi.


"Apa kata orang,kalo papa nikah lagi, secara anak papa udah menikah apalagi papa mau punya cucu"ucap ayah fifi.


"Jangan pikirin apa kata orang pa,papa masih muda lho,masih ganteng,kaya raya lagi,mana si yang ga mau sama duda yang satu ini"ucap fifi menggoda ayahnya.Memang benar, ayahnya masih mudah dan sepertinya ada julukan sugar daddy.


"Bisa aja kamu,emang kamu mau mama lagi?"balas ayah fifi sambil mengacak gemas rambut anaknya.


"Mau dong tapi jangan yang jahat,nanti dia mati duluan lagi sama aku"ucap fifi bergurau.


"Hahaha ada ada aja kamu!"


"Ya udah ya,papa berangkat dulu"pamit ayah fifi,Anya pun mengantarkan ayahnya ke depan rumah.


"O iya,papa udah sarapan?"tanya fifi.


"Owh yaa,hati hati di jalan pa"balas fifi.


"Iya sayang,kamu juga hati hati di rumah,


kalo tino macam macam sama kamu, bilang ke papa,nanti papa pecat dia jadi mantu papa"balas ayah fifi,membuat fifi terkekeh.


"Papaa iih!!"kesal tino dari belakang fifi.


"Hahaha,ya udah papa pergi,jaga anak dan cucu om tino"ucap ayah fifi.


"Siyap pa"balas tino semangat.


Tak lama kemudian,mobil keluarga milik ayah fifi pun keluar dari gerbang rumahnya.Setelah itu,fifi pun menatap tino."udah jadi?"


"Gu-gue buatin sekarang!"balas tino seraya masuk ke rumahnya kembali.


Apa dia calon suami takut istri?.


Dengan penuh perjuangan,tino mulai menggerakkan tangannya memegang peralatan dapur dan bahan bahan makanan.Matanya terus melirik ponselnya,melihat resep cara membuat shusi.Padahal ada koki yang bisa mereka suruh,tapi ...mau bagaimana lagi,ini anaknya yang minta.


Sedangkan fifi,dia menyaksikannya di kursi ruang makan.Melihatnya kewalahan, bukannya merasa kasihan,


dia tertawa kecil melihatnya.Terlihat lucu.


Tapi juga ada rasa tak tega kepadanya.


Tapi mau gimana lagi,ini permintaan anaknya yang harus dipenuhi.

__ADS_1


"Sayaaang udah jadi!"ucap tino tersenyum senang,karena perjuangannya tidak sia sia.Walaupun ada sedikit rasa tidak puas dengan hasilnya.Bagaimana tidak, penampilannya juga buruk,dan rasanya entah gimana.Membuatnya ragu untuk memberikan kepada istrinya.


"Maaf"lanjut tino.


"Engga papa,pasti enak"balas fifi menjaga perasaan suaminya.


"Ya udah coba,gue ga tau rasanya gimana"ucap tino.


Fifi pun mengambil sepotong shusi tersebut,dan langsung ia makan.Emmm


enak.


"Ga usah dimakan"ucap tino menyingkirkan piring tersebut,agar istrinya tidak lagi memakannya.Dia melakukan itu,karena dia yakin makanannya tidak enak,dia melihat ekspresi fifi yang biasa saja.


"Dih kenapa?!"pekik fifi.


"Lo ga mau kemauan istri lo terpenuhi? tanyanya.


"Ya mau fifi,tapi bukan ini-"


"Bukan gimana,ini enak anjir!!"ucap fifi dengan penuh semangatnya.


"Masa?"tanya tino antusias.


"Bener, cobain"ucap fifi seraya menyuapinya.


"Gimana?"tanya tino.


"Emm,ga enak,buat gue aja"balas tino.


"Ehh jangaan dong,buat gue aja"cegah fifi,dia mendekatkan piring itu ke depannya.


"Gue aja sayang,lo nanti gue pesenin yang enak"ucap tino.


"Ihh yang bener?"tanya fifi,lagi lagi matanya mulai berkaca-kaca.


"Bercanda sayaaang"ucap tino terkekeh pelan.


Membuat fifi senang,dia pun terus melahap makanan itu,sambil menyuapi suaminya satu.Hanya tiga.


Tiba tiba tino mengajak fifi untuk ke rumah varo,setelah membaca pesan di ponselnya.Itu sangat terburu-buru.


"Kita ke rumah varo!"ucap tino seraya menarik tangan istrinya.


"Lah?ngapain?"tanya fifi heran.


"Ada hal yang sangat sangat sangat penting!"balas tino.


"Sangat penting apa?,lagian makanannya belum habis tino!"ucap fifi.


"Nanti gue buatin lagi"ucqp tino tanpa sadar dia telah merepotkan dirinya sendiri oleh ucapannya.


"Beneran?"tanya fifi.


"Iyaaa"balas tino.


"Bentar,gue mau ganti baju dulu"ucap fifi,


yang merasa dirinya masih menggunakan baju tidur.


"Ga usah,lo udah cantik"balas tino dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Hah?gue cantik?"tanya fifi tak percaya.


"I-iyaa,ah udahlah kita pergi sekarang!"


__ADS_2