Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 142


__ADS_3

Dinda dan para temannya pun memasuki klub itu.Suasana ramai dan musik DJ mulai memekakkan telinga mereka.


Malam ini terlihat banyak pengunjung yang datang dan menari nari di sana.


"Kok ga ada si"ucap anya.


"Baru aja masuk nya, astaga"balas nita.


Kedatangan mereka tentu saja menjadi pusat perhatian orang disana.Terutama para lelaki buaya, membuat bima terus mengawasi calon istrinya.Jangan sampai nita menyukai salah satu dari mereka.Bisa bisa, dirinya menjadi pria patah hati seperti varo.Hish,jangan sampai.Nanti dirinya mati karena ga ada cinta darinya.Bucin!.


Tiba tiba dinda dan para temannya dikejutkan dengan tindakan varo yang mendorong seorang pria di sampingnya.


"Ga usah modus anjing!"tekan varo tajam.Mana bisa,dirinya membiarkan pria lain mendekati dinda,bahkan mau merangkulnya.


"Oh ini cewek lo...maaf,kirain ga ada"ucap pria itu seraya melenggang pergi.Wajah tololnya dan tubuh sempoyongan yang artinya dia pria yang sedang mabuk berat.Cengar cengir ga jelas,membuat mereka menatap malas padanya.Buaya sedang mengincar wanita.


"Gila dia"ucap bima.


Dinda sempat tertegun dengan apa yang varo lakukan untuknya.Please jangan baper!.


"Minum dulu kuy"ajak bima.


"Ga ada waktu dong bimaaa"ucap anya.


"Oh gitu,ya udah kalo gitu joged aja gimana"ucap bima.


"Bimaaa!"tekan nita sambil menunjuk ke arahnya.Membuat bima langsung diam.


Bagus!,anak pintar!.


"Kita berpencar gimana?"tanya anya meminta pendapat.


"Engga!,nita harus sama gue!"balas bima.


"Yaelah,gue tau anjir"balas anya.


"Ya udah anya sama gue"ucap dinda tentu saja varo tidak setuju.Dia tidak akan membiarkan dinda jauh darinya di tempat itu.


"Engga usah dinda,lo sama varo aja...gue sendiri ga papa"tolak anya seketika membuat varo bernapas lega.


"Jangan dong anya,lo kan cewek,ga boleh sendiri"ucap dinda.


"Engga dinda,astaga gue cewek bukan bayi elah"ucap anya terkekeh.Padahal masuk klub dia sudah biasa,bahkan bersama mereka setiap malam.Itu dulu.


"Kalo gitu,kita sama sama aja nyarinya"


ucap nita.Perdebatan kecil di mulai!.


"Kapan ketemunya woy!,udahlah kalian santuy aja"ucap anya seraya melenggang pergi begitu saja.


"Tuh kan,ngeselin banget ga si!"ucap nita.


"Udahlah sayang,biarin aja... mending kita cari ke sana"ucap bima.


"Din var,kita pergi ya"ucap nita.


"Iyaa"balas dinda,dan varo mengangguk.


"Awas,jangan ke kamar lo kalian...haha"

__ADS_1


ucap bima seraya melangkah pergi.


Sedangkan dinda hanya menggelengkan kepalanya.


"Ke kamar?,ide bagus"ucap varo.


"Apaan si!,ga jelas"sewot dinda yang juga melangkah pergi meninggalkan varo.


Tidak!,dia tidak boleh pergi sendiri.Tak butuh waktu lama,varo pun berlari menyusulnya.Tanpa permisi,dia menggandeng tangannya.Mambuat dinda menatapnya.


"Bolehkan?"tanya varo meminta izin.


"Hmm, terserah"balas dinda bodo amat.


Dengan penuh kesabaran, mereka pun memantau sekitar,dan mengamati sekumpulan orang yang sangat banyak,


guna mencari patak dito.Dari tempat duduk, ruangan VIP,bahkan toilet.Namun masih belum terlihat kepalanya.Memang masih belum tentu dia ada disana,tapi mungkin saja.Karena inilah tempat kesukaannya saat malam.


TokTokTok


"Permisi,apa di dalam ada namanya dito?"ucap anya mengetuk salah satu pintu kamar disana.Sangat konyol bukan?.


Namun suara *******,suara seperti tepuk tangan,dan napas yang ngos-ngosan, membuat anya ragu dan jijik sendiri.Dis berharap yang ada di dalam bukan dito.Dia percaya dito tidak akan melakukan hal seperti itu dengan ****** disini.


"Akhh...lagi sayang"mendengar suara pria itu, membuat anya tambah jijik.


"Ya udah kek,ga jadi"ucap anya.Dia pun melenggang pergi dari sana.Karena dia tau itu bukan dito.Suaranya saja sudah seperti kakek kakek tua.


"Dimana si lo dit,astaga...gue harap lo ga ada di tempat ini"gumam anya. Tangannya saling meremas,dia sangat khawatir.Khawatir bila dito tidak ketemu,


dan khawatir dito ada di sana dan melakukan hal itu bersama wanita lain.


Dia terus menelusuri setiap lorong klub.


"Di-dito?...hiks"gumam anya mengeluarkan air matanya dengan begitu cepat.Baru kali ini dia merasakan sangat sakit di hatinya.Jantungnya terus berdenyut cepat.Keringat dingin mulai bercucuran di tubuhnya.Matanya terus tergenang oleh air mata kesedihan dan kekecewaan.Dia ingin menjerit sekarang!.


"A-anyaaa?"ucap dito yang akhirnya menyadari keberadaannya.Antara gugup karena kelakuannya dilihat langsung olehnya dan marah karena dia masuk ke tempat itu,adalah rasa yang sedang ia rasakan.


"Anya kenapa lo ada disini?"tanya dito menghampirinya.Sedangkan wanita yang sedang bersamanya,dia membenarkan pakaiannya,lalu pergi begitu saja.


"Kamu jahat dito!kamu jahat!"teriak anya menangis.


"Hey hey,kamu tenang anya,tenang...oke"


ucap dito.Dia langsung memeluknya dan mengelus rambutnya.Namun,anya tidak luluh dengan mudahnya.


"Jadi ini kerjaan kamu setiap hari?!hah!"


ucap anya melepas kasar pelukannya.


"Anya..."


"Kamu pergi meninggalkan aku hanya untuk bersenang-senang dengan para ****** mu itu?!hah!"bentak anya kehabisan kesabaran.


"Oke...kalo kamu pulang,kabarin orang tua kamu!,terus pergi lagi...itu ga papa"


lanjut anya.


Dito menjambak rambutnya dengan kasar.Dia frustasi dengan situasi ini.

__ADS_1


"Kenapa kamu ada disini anya!"tekan dito tanpa memedulikan ucapannya barusan.


Membuat anya berdecak kesal.


"Cari cowok lain!"balas anya tersenyum miring.


"Apa kamu bil-"


"Aku bilang aku mau cari cowok lain!,...


kamu mau marah kan?...hah!"potong anya penuh penekanan.


"Engga!,itu ga boleh!"ucap dito.


"Engga boleh?...terus kamu boleh gitu?..


dito!,kamu aja ga pikirin perasaan aku,


bagaimana aku pikirin perasaan kamu kalo kayak gini caranya!"ucap anya.


Dito hanya bisa memijat pelipisnya.


"Aku khawatir saat mendengar kamu tidak pulang... sampai aku mencari kamu ke sini,tapi malahan kamu asik bercumbu dengan wanita lain!"ucap anya membuat dito tertegun.Dia mengkhawatirkannya?.


"Aku merasa khawatir karena...aku merasa aku masih pacar kamu dito!...


hiks tapi ternyata lo hanya main main sama aku!,aku seakan jadi boneka buat kamu!"ucap anya.


"Anya,kamu tenang dulu...jangan kayak gini!"ucap dito yang sudah tak bisa berbuat apa apa.


"Lupakan tentang hal ini..hiks!!, sekarang kamu pulang,temui orang tua kamu yang sangat khawatir sama kamu!,kasihan mereka"ucap anya hendak melenggang pergi.


"Anya,maafin aku!"ucap dito seraya menahan tangannya.


"Hiks...ga ada maaf lagi buat kamu dito!!,


kamu udah keterlaluan tau gak!... hiks...


aku nyesel percaya lagi sama kamu brengsek!"balas anya tajam.


Dia menghapus air matanya,lalu berlari pergi meninggalkannya.


"Tidaaaak!!anyaaaa!"teriak dito.


Dengan cepat dia berlari untuk menyusulnya.Dia harus dapat maaf darinya!.


"Anya!!lo kenapa?!"teriak dinda dan nita.


Kebetulan mereka sudah berkumpul lagi, setelah pencarian yang tidak ada hasilnya.Lebih tepatnya mereka sedang duduk,sambil menikmati minumannya.


"Eh ditoo!,ada apa?!"teriak bima dan varo.


Melihat anya lari keluar dengan dito yang mengejarnya,membuat mereka saling pandang.


"Anyaaa!stop!! berhenti di situ!"teriak dito menyuruhnya anya berhenti saat dia ingin menyebrang jalan raya,yang tentunya banyak kendaraan lewat.


Anya tidak mendengarkannya,dia tetep mencari celah untuk menyebrang.


Membuat dito khawatir terjadi apa apa dengannya.Apalagi dia sedang tidak baik baik saja.

__ADS_1


BRAAAAAKKKK


"ANYAAAAAA!!"


__ADS_2