Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 158


__ADS_3

"Baby kecil,kapan si kamu keluar dari rumah kaca itu!"gerutu berli yang sedang melihat adiknya sedang tertidur di ruangan NICU,yang ia sebut rumah kaca.


"Sabar yah,tunggu kondisi jantungnya stabil"ucap varo sambil mengelus bahu adiknya.


"Baby baby?"ucap zelo yang ada di gendongan varo.


"Iya sayang,baby...adik kamu, cantik kan?"ucap varo sambil menatap gemas adik bayi perempuan yang merupakan anggota baru di keluarganya.


"Antik hehe"balaa zelo.


"Cantik kayak kakak kan?"tanya berli.


"Engga"balas zelo terkekeh.Membuat varo tersenyum kepadanya.


"Kata siapa kamu bilang kayak gitu?"


tanya berli.


"Ata abang"balas zelo dengan kepolosannya.Varo hanya merutuki kebodohannya.Mana bisa mengandalkan seorang bayi sepertinya.Di culik pun sangat mudah.


"Abang iiiih!!"geram berli seraya mencubit lengan varo.


"Awshhh sakit berli,diam ih nanti baby bangun!"ucap varo.


"Biarin,biar nanti baby tau seberapa nyebelin abangnya ini,biar baby langsung hajar abang sampai mampus!"ucap berli.


"Engga dong,baby sayang abang dong"


ucap varo.


"Abang asyu!,...mending ke bunda aja...


dada baby"ucap berli melambaikan tangannya ke baby,lalu melenggang pergi.


"Asyu?!"ucap zelo,hanya kata itulah yang


mampir ke pikirannya dari tadi.


"Hust!,ga boleh ngomong gitu zelo!"tegur varo.


"Anjing?!"ucap zelo yang entah terinspirasi dari siapa!.


"Astaga,diajarin siapa si kamu!"ucap varo.


"Sama abang"balas zelo jujur.


Varo merasa salah sendiri disini.Dia kalah dengan seorang bayi?.Bayi ga mungkin bohong!.Sepertinya dirinya harus menjaga mulut di depan bayi ajaib ini.


"Bundaaaaa?!!,bunda sadaaarrr!!!abang bunda sadar!!"pekik berli heboh saat melihat mata ibunya terbuka dengan pelan.


"Husttt!,jangan teriak teriak berli!abang lihat kok"tegur varo sambil menutup mulut sang adik.


"Hmmpptt abaaaang ih!,tangan abang bau taekk!"kesal berli melepas kasar tangan abangnya dari mulutnya.

__ADS_1


Mengesalkan!.


"Sembarangan kalo ngomong!"ucap varo,


anehnya,dia mencium tangannya memastikan benar atau tidak apa yang berli ucapkan.Tapi wangi dong!.


"Emang iya!"cibir berli.


"Dasar anak kecil!,keluar!...ga boleh masuk kesini!"usir varo.


"Kata siapa?!"


Suster yang ada di sana,dibuatnya menggelengkan kepalanya heran.Mereka rasa,dari awal melihat adik kakak itu,


mereka kadang ribut kadang akur.Melihat interaksi mereka,membuatnya menahan tawanya.Sangat lucu.Tapi mereka juga terharu,melihatnya dan ayahnya yang sangat menyayangi ibunya.Keluarga yang bahagia.


"Sudah sudah,ga usah ribut...maaf ya semuanya"ucap ayah menengah.Dia merasa tidak enak hati karena ulah anak anaknya mengganggu orang orang di sekitarnya.


Saat itu juga,mereka dikejutkan saat melihat bunda nya tersenyum dengan mata yang sudah terbuka lebar.Dia sudah dari tadi melihat keributan anak anaknya.


Dia bersyukur,dirinya masih bisa melihat


keluarga bahagianya.


"Sayaaang,kamu?... syukurlah"ucap ayah seraya mencium kening istrinya.Senyum senang dan bahagia terpancar di wajahnya,varo dan juga berli.


"Permisi semuanya,biar saya periksa dulu,...kalian keluar dulu ya"ucap sang dokter.


"Aku mau disini dok,nungguin bunda" ucap berli menawar.


ucap varo.Dengan berdosanya,dia merangkul leher adiknya,dan menjepitnya dengan ketiaknya.Tentu saja membuat adiknya meronta ronta.


"Abaaaang ih!"kesal berli memukul lengan abangnya.


"Diam!anak kecil!"ucap varo membawanya keluar dari ruangan ICU.


Ayahnya yang ada dibelakangnya,hanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian,pintu ruangan ICU pun terbuka.Saat itu juga, semuanya tersenyum kepada bunda nya.Mereka sangat bahagia,ibunya mengalami kritis dengan waktu tidak lama.Apalagi melihat senyum bunda yang manis,membuat mereka semakin bersyukur.


"Bayi bunda mana yah?"tanya bunda.


"Dia ada di ruang NICU sementara bun"


balas ayah.


"Kok disana yah?dia ga papa kan yah?"tanya bunda panik.


"Tidak bunda, dia hanya butuh perawatan intensif"balas ayah


"Aku ingin lihat yah"ucap bunda.


"Belum bisa,kamu masih lemas sayang"

__ADS_1


ucap ayah.


"Bundaaa!,nanti yah,bunda kan baru sadar,ga boleh banyak gerak dulu"ucap berli sambil menjaga zelo yang sedang makan makanan ringan di sofa.


"Tapi bunda pengin lihat baby berli"ucap bunda mencebikkan bibirnya.


"Bundaaa,bunda baru-"


"Varooo?!!"rengek bunda memotong ucapannya.Membuat semuanya menghela napasnya panjang.Baru saja dia selesai makan dan meminum obatnya,dan baru beberapa menit istirahat.


"Ayah anter"ucap ayah,tentu saja membuat bunda tersenyum senang.


"Pegangan"ucap ayah seraya mengangkatnya dan mendudukkannya ke kursi roda.


"Zelo,ikut gak sayang?"tanya bunda.


"Kemana unda?"tanya zelo menghampirinya dan memeluk sang ibu.


"Lihat baby"balas bunda sambil mengelus rambut zelo.


"Baby itu?...ikuut,elo ikut"ucap zelo.


"Varoo,jemput dinda gih,bunda pengin ketemu"ucap bunda.


"Iya bun"balas varo.


Tanpa bunda bilang pun,varo sudah ingin otewe ke kantor dinda, untuk memberitahunya sekaligus membawanya kesana.Dia yakin,dinda akan senang mendengarnya.Setelah mereka keluar,varo pun keluar rumah sakit,segera menuju kantor dinda.


Namun saat masuk ke ruangannya tanpa permisi,dia disuguhkan keromantisan dinda dengan alan di sana.Melihat mereka sedang tertawa bersama,bahkan mereka juga suap suapan makanan ringan,yang membuat rasa tak suka datang seketika.


Tangannya mengepal,sorot matanya menatap tajam pria itu.Menurutnya,pria itu adalah penghalang hubungan dirinya dan dinda.Pria itu telah merebutnya darinya!.Apalagi,dia membuat dinda bahagia tanpanya.Ini tidak bisa dibiarin.


Jujur,dia sangat geram kepadanya saat ini!.


Karena merasa semakin gak kuat mekihat kedekatan mereka,varo memutuskan untuk keluar ruangannya.


Dia merasa kesal sendiri kepada dinda,


karena menurutnya,apa dia tidak menjaga perasaannya?.Tentu saja tidak,


dia juga tidak tau bagaimana perasaannya saat ini kepadanya.Dia benar benar dirinya tidak ada di hatinya.


Teman!teman!teman!.Jujur saja varo tidak menyukainya!.


"CEPAT!"saat keluar,varo dikejutkan oleh kedatangan segerombolan orang dengan baju setba hitam dan parasnya yang menyeramkan.Ditengah tengah mereka, ada seorang pria dan wanita yang tentu saja wajahnya penuh luka.Mereka masuk ke ruangan dinda.Apa yang terjadi?.


Varo yakin itu anggota mafioso milik dinda.Dia tak percaya mafia itu masih ada.Karena dia sudah sangat lama tak memikirkannya,secara hal itu menyangkut dinda, gadisnya dulu.Dia tidak bertindak,selama dinda juga tidak bertindak di mafia itu.


Dia tidak akan mencampuri urusan tentang mafianya.Tapi dia akan mencampuri kalo soal dinda.Dia masih dibuatnya heran,kenapa wanita itu tertarik dengan dunia bawah.Padahal itu sangat berbahaya untuknya.Dia merasa masih tidak suka dinda ikut seperti itu.


Dia mau melarangnya?, dirinya masih merasa tidak berhak.Tentu saja nanti dinda marah dan menjauhinya.Tidak!.


Karena merasa penasaran,varo pun masuk kembali secara diam diam.Dia ingin apa yang terjadi di dalam tanpa sepengetahuan mereka.Mungkin karena mereka terlalu fokus ke dua orang itu,

__ADS_1


membuat mereka tidak menyadari keberadaannya.


__ADS_2