
"Waah,anjing lo!ga ngampus malah enak enakan pacaran disini!"ucap bima seraya duduk di sofa ruang tamu.
Setelah pulang dari kampus,mereka ikut para cewek untuk datang ke rumahnya dinda.Dan ternyata orang yang dicari cari ada disana.Kalau mereka tau varo disini,
mereka pasti ngikut dong.Jauh dari omelan dosen dan jauh dari tugas kampus.
"Hustt diam sayang!!dinda lagi tidur!"
ucap nita.
Dinda sedang tidur di pelukan varo, dengan posisi memeluknya ala koala yang sedang bersender sofa.Kebetulan sore ini cuacanya mendung,membuat mereka bersantai di dalam selimut, cemilan di dekat mereka,dan televisi menyala.Uhh,nyaman.
"Wihh,ada cemilan enak nih"tanpa tau siapa yang punya,tino mengambilnya dan memakannya.
"Dih ga sopan sekali anda!"sahut dito seraya merebut bungkusan makanan itu dari tino.Bukannya dikembalikan tapi dia malah memakannya.
"Sama aja buaya!"timpal anya seraya menampol kepalanya.
Terkadang,dia merasa sikapnya kepadanya bukan hanya sekedar teman,
tapi lebih.Namun, sepertinya tidak.
Menurut anya,dia hanya bersikap seperti itu selayaknya adik kakak.Karena apa,dia cowok buaya,yang setiap harinya hanya gonta ganti wanita.
"Btw mana dani sama deni?"tanya fifi.
"Pergi ke luar negeri,kerjaan"balas varo.
"Owh,kerja mulu si mereka"ucap tino.
"Bagus dong!ga kayak lo!mulung terus!"
ucap bima bergurau.
"Si anying lo!"sarkasnya.
Mereka mulai fokus ke televisi, dengan mulutnya yang terus mengunyah cemilan. Mereka tiduran di bawah,lebih tepatnya di atas karpet.Posisinya,bima duduk dengan pahanya yang menjadi bantalan nita tidur.
Sementara dito,dia tiduran dengan punggung anya menjadi bantalannya, karena anya tidur dengan posisi. Sedangkan tino,dia duduk berdampingan dengan fifi yang sedang bersender di bahu nya.Betapa akurnya mereka.
"O iya,tadi gue nemuin ini var di depan pintu markas"ucap dito seraya menunjukkan secarik kertas yang masih dilipat rapi.
Selama dua tahun itu,virgo masih dipertahankan oleh mereka.Hanya saja sudah tidak ada masalah yang terus menghampiri mereka.Lagian,para anggota virgo,mulai fokus untuk mengejar masa depannya.Berkumpul,
adalah kegiatan sampingan mereka.
"Apa?"tanya varo.
"Sini biar gue bacain!"ucap bima menarik kertas tersebut dari tangan dito.Mereka belum membacanya,karena menurutnya
varo harus tahu terlebih dahulu.Bima pun mulai membacanya.
"Apakah geng seperti ini yang selalu dibanggakan semua orang?....orang orang tak punya hati!pembunuh!dan munafik!.-"
"Emang iyah?"tanya tino memotong ucapan bima yang sedang membaca surat tersebut.Sedangkan yang lain, mereka masih menjadi pendengar yang baik,termasuk varo.
"Belum selesai tino...lo mau mati hah?"
ucap bima seraya tersenyum penuh arti.
"Emmm engga, lanjutkan!"balas tino garing.
"Hmm, bu guru lanjutkan ya anak anak,
__ADS_1
kalian dengarkan dengan seksama"ucap bima mengundang tawa dari teman temannya.Ternyata lawaknya tak pernah gagal.
"Selama ini,gue biarkan kalian tenang dan senang senang di atas penderitaan gue!.
Penderitaan gue ini,itu semua gara gara kalian!!dan gue ga akan terima ini!!"
"Menderita karena apa?obat perangsang?haha"ucap dito.Lagi lagi penuh tawa dan candaan.
"Bisa bisa lo yang gue kasih obat itu to!"
kesal bima.
"Jangaan!!gue ga mau anya hamil duluan!"sahut fifi.
Hahaha.
"Kalian diam!atau keluar dari sini!"tekan varo seraya mengelus punggung gadisnya yang sedang melenguh.
"Hmm anu,engga,mulut kalian mingkem!
jangan bacot mulu!!"ucap bima diangguki oleh mereka.
"Kalian kira,kalian sudah menang? hah!,
tunggu saja pembalasan gue!! terutama ke leader kalian! ~Geng K."
"Gue tunggu"ucap varo dengan santai.
Teman temannya merasa ada yang aneh dari varo.Biasanya,ada hal seperti ini,dia langsung emosi tak karuan.Apa mungkin karena adanya dinda di kehidupannya?.
Kalau saja iya,mereka sangat berterima kasih kepadanya.
"Geng..K??siapa tuh?"tanya nita.
"Apa mungkin kartal?"ucap tino.
Setelah kejadian itu,mereka semakin tenang,karena kartal sudah bubar. Bahkan markasnya sudah diganti dengan gudang.Tapi tak membuat mereka merasa menang,sebab menurut mereka tidak ada perlombaan di antara mereka.
Tentang ketua kartal.Karvos sudah mati di tangan teman teman varo.Karena dia lah yang menembak dinda sampai hampir meninggal.Mereka menghajarnya habis habisan tanpa ampun,dan tanpa henti.Mereka juga sempat memastikan,
kalau dia sudah meninggal setelahnya.
"Itu mungkin saja"ucap varo.
"Gimana caranya?kita sudah liat kok,
waktu itu dia sudah mati"ucap anya.
"Itu memang belum pasti,tapi kita harus menyelidikinya,lagian dari namanya saja,
geng K?kartal bukan?"balas varo.
"Hmm,bisa jadi si,kita harus mencari tahu!"ucap bima,teman temannya pun mengangguk setuju.
Mereka pun melanjutkan kegiatannya,
yaitu ngemil seraya menonton televisi.
Bukan acara televisi,tapi mereka menyalakan kaset CD yang menampilkan film pertempuran yang sangat seru.
"Eughhh,varo...hoaaam"dinda mulai membuka matanya.
Lalu dia meregangkan badannya setelah istirahat yang nyaman barusan.Jujur,dia sangat nyaman tidur di pelukan varo.
__ADS_1
Apalagi,merasa elusan di punggungnya,
membuatnya sukit terbangun.
"Ha?kok ada teman teman?"tanya dinda tanpa mengalihkan fokus teman temannya yang sedang menatap televisi.
"Iya"balas varo seraya mengecup bibir gadisnya.
Dinda hendak turun dari pangkuan varo,
namun varo mencegahnya,malahan dia kembali memeluknya.Tentu saja yang melihat posisi mereka yang sangat intim itu,akan berteriak histeris.Sangat seksi dan romantis.Dan varo menyukainya.
Dasar buaya!.
"Var ih,gue mau turun"ucap dinda.
"Disini aja"ucapnya.Dia semakin menduselkan wajahnya ke leher gadisnya.Wanginya menenangkan.
"Kalau mereka liat gimana?ga enak dong!
ih varoo mah!!"ucap dinda,dia maish berusaha turun dan lepas dari pelukannya.
"Ga enak?kita ke kamar"ucap varo membuat dinda gregetan.sangat menyebalkan!!.
"Hahaha varo geli,stop..haha varoo ih"
dinda tertawa geli saat merasa varo menggelitiknya dan menciumi lehernya.
"Apa masih kurang hah?..hahaha ini lagi!"
varo pun ikut tertawa.
"Hahaha sudah varooo..haha geli-"
Seketika tawa dinda terhenti ketika menyadari ada banyak pasang mata yang sedang menatapnya.Varo dan dinda melihat wajah cengo dari teman temannya yang sangat tolol dengan mulut terbuka.
"Dunia serasa milik berdua"guman mereka.Tentu saja membuat dinda malu,
dengan cepat dia turun dari pangkuan varo dan duduk disampingnya dengan wajah yang merah.
"Emm,anu..kalian sudah lama disini?"
tanya dinda.Varo pun merangkul bahu gadisnya.Sangat menggemaskan.
"Sudah dari tadi lho!btw lo tidurnya pules banget tadi"balas anya.
"Bagaimana ga pules,kan dipeluk ayangnya"sahut tino.
Dinda hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gue baru tau,si queen mafia yang kejam, bisa salting gitu"ucap bima, mengundang tawa renyah dari teman temannya.
"Gue kan manusia,punya perasaan lah,
terutama punya rasa malu,ga kayak kalian, malu maluin"ucap dinda bergurau.
Hahahaha.
"DINDAA SAYAANG,MAKAN MALAM YUK"
teriak indah dari arah ruang makan.
"BAIK KAK"bukan dinda yang membalas,
__ADS_1
tapi teman temannya.Mereka pun lari menuju ruang makan.
"TUH KAN GA TAU MALU!!"