Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 128


__ADS_3

Hari ini keluarga bima sedang mengunjungi rumah nita,calon istrinya.


Mereka sedang membahas konsep pernikahan anak anaknya.Tapi saat ini,


mereka sedang tidak membahas,tapi sedang menyaksikan perdebatan calon pengantin ini.


"Engga bima!aku mau baju yang kayak gini"ucap nita seraya menunjukkan gambar gaun pengantin di laptopnya.


Gaun pengantin yang tentunya sangat cantik dan elegan.Dengan bahu yang terbuka,dan pastinya mewah,sangat cocok dipakai olehnya.Dia sangat ingin memakainya,karena sejak dulu,gaun itulah impiannya saat menikah nanti.


"Engga sayang,itu terlalu terbuka!"ucap bima tidak mengizinkannya memakai baju pilihannya.


"Engga terlalu terbuka kok bim iih,lihat deh panjang bajunya juga sampai berjuta juta meter"ucap nita kesal.


"Ya itu bawahnya nitaa,lihat deh yang atas,bahu, punggung,dada kamu nanti kelihatan...lagian aneh banget si penjahitnya,yang atas kurang bahan,tapi yang bawah kelebihan bahan...aneh!" ucap bima.


"Itu namanya model jaman sekarang bima!,itu cantik banget lhoo...yang ini aja ya"ucap nita merayu.


"Engga nita,aku bilang ya engga!,cari yang lain aja"balas bima.


"Ih pokoknya yang ini,titik!"kesal nita.


"Engga!"ucap bima masih saja belum menyetujui.


"Iya!"ucap nita.


"Eng-"


"Engga usah jadi nikah sekalian!"potong ayah nita.


"Jangan dong camerku!"ucap bima dengan cepat.Camer itu calon mertua yagesya.


"Ya udah deh,ga jadi nikah aja"timpal nita.


"Eh yang yang,astaga jangan kek gitu dong..."ucap bima langsung panik.Tentu saja mengundang tawa dari semuanya.


"Makanya bima,nurut sama calon istri aja"ucap ibunya.


"Ya iya si maah,tapi kan..."


"Udah ga usah tapi tapi!"potong nita sambil tertawa puas.Akhirnya dirinya lah yang menang.


"Jadi sekarang kita putuskan mau tanggal berapa?"tanya ayah bima.


"15/17"lagi lagi jawaban mereka tidak kompak.Mereka saling pandang seakan ada permusuhan di antara mereka,hanya karena alasan yang kecil.Pasangan yang sangat unik.


"Lima belas dong sayang,kita kan udah sepakat mau tanggal itu"ucap bima.


"Sepakat? kapan?...kok aku ga tau"balas nita,membuat bima memijat pelipisnya.


Dia tau dia masih ingat,hanya saja dia berlagak tidak tau agar dia menang lagi.


Dasar cewek!.


"Pokoknya tanggal 17!"lanjut nita.


"Tidak!,harus sesuai kesepakatan kita dulu dong yang,tanggal 15!"protes bima tak mau mengalah.


Semua keluarganya hanya memutarkan bola matanya malas.Kalau tidak mereka yang mengakhiri,pasti perdebatan itu tak kunjung selesai.Memang mereka percaya bima akan mengalah,tapi entah itu kapan.

__ADS_1


"Sudah sudah!,kalian harus tau, pasangan yang tidak kompak itu artinya mereka tidak berjodoh!...nah seperti kalian ini...jangan jangan kalian juga tidak berjodoh"ucap ibu bima berhasil membuat mereka terdiam.


Mereka terlihat panik dan takut hal itu terjadi.Tentu saja membuat semua keluarganya tertawa kecil,karena berhasil mengerjainya.Ucapnnya sedikit masuk akal,tapi mereka percaya bima dan nita adalah jodoh.Walaupun kelakuannya membuat mereka berselisih,tapi mereka yakin kedua calon pengantin ini,bisa menyelesaikan setiap masalah dengan baik.


"Makan siang sudah siap tuan"ucap sang bibi,art di rumah nita.


"Owh baiklah,...ya udah semuanya kita makan bersama,biarkan mereka sibuk dengan perdebatan kecilnya"ajak ayah nita.


"Owh gitu?..baiklah"balas ayah bima.Dia dan istrinya pun mengikuti sang tuan rumah menuju ruang makan, meninggalkan anak anaknya yang masih


sibuk dengan pikirannya.Pasangan yang lucu.


"Ya udah bim tanggal 15 aja"


"Ya udah yang, tanggal 17 aja"


Lagi lagi mereka saling pandang karena ucapannya.Di saat mereka ingin menurut dengan pasangannya, jawabannya juga berbeda.Tapi mereka berusaha untuk tidak berdebat.Mereka takut apa yang dikatakan ibu benar benar terjadi.


"Ya udah tanggal 16"balas mereka.Wajah yang tadinya lesu seketika berubah menjadi cerah kembali.Karena tanpa mereka rencanakan, akhirnya jawaban mereka sama.Tentu saja membuat mereka semakin yakin akan pernikahan ini.


"I love you"ucap bima seraya memeluk wanitanya dengan erat.


"I love you to"balas nita membalas pelukannya.


Pasangan yang penuh dramatis bukan!?.


"Tapi gaunnya yang aku pilih ya?"tanya nita, langsung membuat bima menatapnya.


Lalu dia menghembuskan napasnya panjang.Mengalah adalah hal yang harus dirinya lakukan saat ini,agar tidak terjadi perdebatan lagi.


"Iyaa"balas bima.


Tak apa dirinya kalah,tapi dirinya bisa mendapatkan hal yang menyenangkan seperti ini.


"Ininya belum?"tanya bima seraya menunjuk ke bibirnya.


"Itu ga usah, katanya ga minta dia"balas nita.


"Minta kok..nanti nangis gimana?"tanya bima sedih.


Cup


Permintaannya terpenuhi.Senyum bima pun mengambang lebar.


"Lopyou,lopyou cup cup cup"bima terus mengecup bibir nita tanpa henti.


"Emmptt udah,nanti kita ke WO dan butik yah"ucap nita.


"Iyaaa,aaa jadi ga sabar"ucap bima.


"Ga sabar apa?"tanya nita.


"Buat anak sama kamu hahahaha".


"BIMAAA IHHHH!!"


Sedangkan pasangan yang satunya lagi.


Mereka sedang bersenang-senang dengan anak kecilnya.Bukan di rumah, tapi di kantor milik tino.Sebab, fifi bosan di rumahnya,dan anaknya juga selalu mencari ayahnya.Anak laki lakinya sangat dekat dengan ayahnya.

__ADS_1


"Hahaha papa cepat doong...haha lebih cepat"tawa fito,anak dari fifi dan tino.


Anak laki laki menggemaskan itu, sedang duduk menunggangi ayahnya.Mereka sedang bermain kuda kudaan,dengan ayahnya yang menjadi kuda nya.Ruangan besar itu,dipenuhi dengan tawa keluarga kecil yang penuh bahagia.


"Hahaha... baiklah hahah"ucap tino.


"Sayaang udah udah,papa capee.... mending makan siang aja yuk"ucap fifi menghentikan mereka.


"Makaaaan yuuuk,papa udah laper"ucap tino seraya menggendong anaknya menghampiri fifi yang sedang mempersiapkan makan siang untuk mereka.


Tiba tiba bunyi bel ruangan tino berbunyi.


"Masuk"ucap tino.


Seorang pria yang tak lain karyawannya masuk ke ruangan tino dengan sebuah dokumen yang ia bawa.


"Permisi pak maaf mengganggu,ini ada berkas yang harus bapak tandatangani"


ucapnya.


Bukannya menjawab,tino malahan menatap istrinya dengan tak suka.


Bagaimana tidak, terlihat fifi yang menatap karyawannya ini dengan tatapan kagum.Dia pasti sedang mengagumi ketampanannya. Menyebalkan!.


"Pak?"panggil pria itu.


"Taro aja di meja saya"ucap tino dengan ketus.


"Ba-baik pak"balasnya dengan heran.


Kenapa bosnya ini?.


Dia pun meletakkan berkas itu di meja, lalu melenggang pergi.Betapa harmonisnya keluarga dari bos nya ini.


"Besok besok ga usah kesini!"ucap tino,


membuat fifi menatapnya tak percaya.


"Lah?kenapa?"tanya fifi heran.


"Aku ga suka kamu merhatiin pria lain disini!"sewot tino seraya menyibukkan dirinya dengan bermain dengan fito.


"Dih cemburu"ucap tino.


"Ngapain cemburu,ga guna"balas tino.


Membuat fifi berdecak.


"Aku itu hanya kagum,bukan cinta... kagum dengan kelebihan orang itu wajar dong sayang"ucap fifi terkekeh.


"Cintaku kan hanya kamu aja"lanjut fifi.


Membuat sudut bibir tino terangkat sempurna.Dia tidak menyesal dengan kesalahannya yang dulu ia lakukan.


"Masaaa?..."ucap tino.Dia menutup mata


fito,lalu dia mencium bibir istri tercintanya.


Cup.

__ADS_1


__ADS_2