
"Sudah ketemu?"tanya dinda yang sedang bersidakep,sambil melihat bang fatur dan bang fatar yang sedang mengotak atik komputer nya.Hal itu membuatnya gugup, bagaimana tidak? walaupun dia abangnya,dia tetep takut dengan sang leader mafia, apalagi melihat tatapan dingin dan tajamnya.Menyeramkan.
"Belum queen, sepertinya mereka menutup akses tentang keberadaan markasnya"balas bang fatur.
"Cari terus bang,ini memang salah aku,
aku terlalu terburu-buru membunuhnya sebelum aku tanya dimana markasnya"
balas dinda seraya melenggang dari hadapan mereka.
Nita,fifi,dan anya yang ada dibelakangnya melihat raut wajah dinda yang kecewa dan penuh rasa bersalah.Dia memang leader yang adil dan bijak,tapi tak seharusnya dia merasa seperti itu.Dia sangat menjaga para anggotanya.Kalau tidak ada dia,mereka semua pasti tidak akan tahu siapa yang bersalah.
Walaupun dinda yang salah,tapi para anggotanya tidak menganggap seperti itu,mereka anggap dinda adalah pelindungnya sekaligus majikannya yang akan selalu mereka taati dan mereka akan melakukan apapun yang ia perintahkan dengan tulus.
"Bang lanjutkan saja"ucap nita.
Dia dan teman temannya pun pergi untuk menghampiri dinda di ruangan akhir.
Ruang akhir?ya artinya ruang akhir hidup.
Dimana,di ruangan itu terdapat kolam besar dan dalam,yang banyak buayanya,
hewan peliharaan mafia blackwhite.
"Dinda?lo ga papa kan?"tanya fifi kepada dinda yang sedang duduk bersantai dengan menikmati sebatang rokok yang terus dihisapnya.Mereka tak percaya dinda secandu itu pada rokok,entah berapa banyak rokok yang ia habiskan.
Anehnya bibirnya tetap saja merah merona dan tentunya seksi, sungguh membuatnya iri sekali.
"Gue ga papa"balas dinda.
Dia masih memantau para mafiosonya yang sedang melemparkan para mayat
mafioso ke kolam yang penuh buaya.
Yah,itulah cara mafia blackwhite membereskan para korban yang mereka bunuh.Sekejam kejamnya mereka, mereka tidak akan melakukan jual beli organ tubuh manusia.
"Lo jangan berpikiran seperti tadi,lo sudah sangat luar biasa sampai membuat kita kagum ke lo,kita akan mencarinya bersama sama,pasti ketemu kok"ucap nita.
"Kalo lo lemes kayak gini,kita juga gak semangat latihan lagi dong,kita kan ingin
jago melebihi lo"ucap fifi.
"Lo yang terbaik,terus jaga kita dan para mafioso disana,kita akan terus menjaga mafia blackwhite ini untuk lo,kita akan selalu bersama lo"ucap anya.
Ucapannya membuat dinda terdiam.
Ternyata keberhasilan bukan hanya dengan pertarungan tapi juga dengan kekeluargaan yang hangat dan persatuan
__ADS_1
yang utuh.
"Hmm, makasih"ucap dinda dengan tersenyum tulus.Jujur,membuat teman temannya cukup tertegun.Baru kali ini melihat senyuman manisnya,bukan hanya senyuman mautnya.
"Buat?"tanya anya mulai bercanda.
"Setan kalian!"sarkas dinda.
"Hehe maap,boleh kita pelukan?"tanya anya meminta izin.Mereka masih parno akan kekejamannya yang tadi mereka saksikan dengan penuh kesadisan.
Sepertinya mereka akan meniru dan berusaha untuk menjadi sama sepertinya,sesuai apa yang ia inginkan.
"Hmm"dinda hanya berdehem.
Mereka pun memeluk dinda dengan sangat erat,dinda pun membalasnya dengan penuh senyuman tulusnya. Betapa berbeda nya dinda yang dulu dengan yang sekarang. Pertumbuhan yang sangat mengagumkan.
Tak lama kemudian mereka pun melepaskan pelukannya.
"Gue harap,lo jangan kebanyakan ngerokok din,ga bagus untuk kesehatan lo"ucap nita menasehati.Tetapi hal itu membuat raut wajah dinda berubah menjadi datar kembali.Membuat teman temannya kelimpungan,mulai panik akan perubahan wajah dinda.
"Eh em...em,mending kita ke klub, bersenang-senang, biar santai gitu"ucap anya dengan niat mencairkan suasana.
"Dih,si bocil mulai nakal!"cibir fifi.
"Yee,biarin!"balas anya.
"Gimana din?"tanya nita.
malahan membuat mereka tertawa kecil,
ternyata masih bisa bercanda dia.
Mereka mulai berganti baju.Dengan tank top crop yang dilapisi jaket jeans crop,
dan juga celana jeans pendek,itulah pilihannya.Mereka tidak butuh pakaian yang seksi seperti gaun yang sangat pendek ataupun sangat ketat.Itupun mereka sudah terlihat sangat seksi.
Setelah siap, mereka pun menaiki mobil milik fifi dan pergi menuju klub besar di kota.Mereka akan menghibur dirinya dengan nongkrong disana.Mereka sudah biasa main kesana,tapi hanya minum dan menari,bukan bermain dengan pria yang paginya sudah telanjang bersama.
"Rame banget cuy"ucap anya yang baru saja masuk dan mulai duduk di salah satu tempat yang tersedia disana.
"Namanya malam minggu, pasti rame la"
balas fifi.
Dinda dan yang lainnya pun duduk dan memesan minumannya.
"Ingat!jangan sampai mabuk berat!"peringat nita dibalas anggukan dari mereka.
__ADS_1
Mereka pun menikmati minumannya.
Sudah pasti banyak pria yang menggodanya.Dengan ucapan maupun tindakan,tapi mereka tidak menghiraukannya.Dibalas dengan sarkasnya dan tatapan tajamnya pun para pria itu langsung mundur.
"Gess,kedepan kuy"ajak fifi.
"Kuyy"balas nita dan anya,kecuali dinda.
"Din,ikut ga?"tanya anya.
"Engga,kalian aja"balas dinda.
Mereka pun mengangguk,dan menuju kedepan untuk menari dengan lagi dj menjadi pengiringnya.Sedangkan dinda,
dia sedang menikmati minumannya dan juga rokoknya.
Ada seorang pria yang terus menatap nakal kepadanya,tapi dinda hanya meliriknya sekilas.Pria itu ada di meja sebelah,dengan para ****** yang terus mengerubunginya dan menyentuhnya manja, membuatnya dinda menatap jijik mereka.Di heran,ada saja yang mau dengan wanita bekasan yang dipakai berkali kali oleh para pria berbeda.Gila!.
Merasa sedikit pusing,dia memejamkan matanya.Mungkin karena banyak pikiran dan juga pengaruh minumannya, membuatnya sedikit pusing seperti ini.
Dia hanya mematap malas sekilas teman temannya yang sedang menari dengan hebohnya,tanpa menjaga image nya.
Sangat lucu.
"Hay cantik"Tanpa dinda sadari,ada seorang pria yang sudah duduk di sampingnya.Tapi dinda masih tidak peduli dengannya.Sialnya,pria itu tidak menyerah untuk menggodanya terus menerus.
"Kok diam?boleh kenalan kan?"tanya pria itu.
"Pergi!"ucap dinda terdengar mengusir.
Dia masih menahan rasa pusingnya.
"Galak banget si,main yuk"ucap pria itu lagi.
Saking geramnya,dinda membuka matanya dan mengucapkan ucapan yang tajam.
"Lo ga budeg kan?"ucap dinda menyindir.
Memang,pria itu lumayan tampan dan
masih muda, sepertinya umurnya sebaya dengannya.Namun tak membuat dinda luluh padanya,malahan dinda ingin sekali
mencongkel matanya yang menatap nakal padanya.
"Elaah,gue ingin kenala sama lo aja,masa ga boleh"ucap pria itu,dengan keberaniannya dia memegang paha dinda yang terbuka.Kurang ajar!.
"Anj-"
__ADS_1
Ucapannya terpotong oleh suara bariton yang memanggil namanya.
"DINDAAAAA!!!"