
Dinda memeluk kedua abangnya dengan senyum yang terpaksa.Memang dia memaafkan abangnya,tapi hanya di mulut bukan di hatinya.Tapi melihat mereka yang begitu senang,membuatnya berusaha untuk menerimanya kembali.
"Makasih dinda,kamu mau maafin abang"ucap dani bersyukur.
"Abang janji,gak akan ngulangin kesalahan abang"ucap deni dengan penuh penyesalan.Mereka tak menyangka,walaupun sifatnya berbeda,
tapi dia masih baik kepadanya.
"Sudah bang,dinda mau ke kelas"ucap dinda dengan wajah datarnya.Membuat abang abangnya tertegun.Sepertinya dinda masih butuh waktu untuk sepenuhnya memaafkannya.
"H'em,baiklah"
Setelah pelukannya terlepas,dinda pun keluar dari rooftop,meninggalkan mereka.Sebenarnya,dinda bukan ke kelas,tapi keluar sekolah, menyelesaikan urusannya yang belum selesai.
"Kalian yang sabar!kasih dia waktu"ucap nita deraya menepuk bahu dani dan deni yang terlihat kecewa.
"Tapi dinda-"
"Sudahlah,kalian harus lebih sayang dan perhatian kepadanya,biar dia bisa nerima lo lagi,jadi kakaknya"ucap bima.
"tumben serius"cibir tino menyindir bima.
"Kalo gini gue serius lh"balas bima dengan gayanya.
"Kok sama gue engga!"celetuk nita bergurau.Malahan membuat teman temannya menggodanya.
"Wih,kode nih"ucap fifi.
"Taken dong"ucap tino.
"Dih canda woy,canda!"ucap nita tak terima.Membuat mereka tertawa.Mereka juga setuju,bima dan nita itu cocok.
Apalagi mereka selalu terlihat romantis,
tanpa mereka sadari.
"btw,tadi lo berantem var sam dinda?"
tanya dito ke varo.
"Engga"balas varo singkat.
"Jangan ganggu dinda,bisa bahaya lo!"
ucap fifi.
"Emang kenapa?"tanya tino.
"Kepo lo!"timpal anya.
"Tapi beber juga si,liat saja tadi,dia buat malu amel tanpa ampun!"ucap dito.
"Ya begitulah"
__ADS_1
"Kenapa bim,diem diem bae,salting yah"
goda fifi yang melihat bima bengong.
"hahaha,sudahlah kalian memang berjodoh"ucap dito.
Mereka pun melangkah pergi dari rooftop,kembali ke kelasnya.Tadinya mereka ingin di sana saja,tidak akan mengikuti pelajaran.Namun,mereka ingat,ada ulangan dari guru yang super galak.Membuat mereka takut dan tambah rajin.Mungkin hanya kali ini saja.
Saat nita ingin pergi,tiba tiba bima menahan dirinya,dengan memegang tangannya.Membuatnya berhenti dan menatap bima,dengan tatapan 'Ada apa?'
"Owh tadi,itu hanya bercanda,lupakan saja"ucap nita.
Sedangkan bima,dia masih terdiam.Apa nita memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.Apa itu memang hanya bercanda."Gue akan serius"ucap bima.
Nita hanya diam sambil mencerna perkataan bima barusan.Dari wajahnya,
dia berbeda.Saat ini dia serius tanpa ada lawaknya.Tumben saja,dia seperti itu.
"Kesambel lo?!"tanya nita,dia menepuk nepuk pipi bima agar bangun dari tidurnya.
Bima menggenggam tangan nita.Di setiap dia berdekatan dengannya,bima merasa ada sesuatu perasaan di hatinya.
Hanya saja nita tidak menyadarinya,
membuat dia selalu bercanda dengannya,dan tidak pernah serius.
"gue cinta sama lo"ucap bima.
Lagi lagi nita terdiam membisu.Dia tidak pernah berpikiran tentang pacar.Bahkan dia tidak ada perasaan dengan bima.
Tanpa berkata,nita pun melenggang dari hadapan bima.Dengan hati yang bingung dan bimbang,pun menyertainya.Tapi dia rasa,dia harus menganggap apa yang bima katakan itu,hanya candaan.
"Woy,dinda kemana?"tanya nita kepada teman temannya yang sedang berkumpul di kelas.
"Ga tau nih,kita juga heran,tadi dia bilang, dia akan ke kelas"balas anya dengan wajah bingung.
Nita melihat bangku dinda,ternyata tas nya masih ada di kelas.Kemana dia?.
Dia khawatir,dinda akan melakukan yang tidak tidak,karena hatinya sedang tidak baik baik saja.
"Jangan khawatir,dia pasti baik baik saja,
jadi sekarang kita lebih baik siapkan kertas"ucap bima,dari belakang nita.
Bukan itu yang membuat nita terkejut,tapi tindakannya.Bima merangkul bahunya,
bahkan sikapnya sudah seperti biasa lagi.Nita semakin yakin,yang dia katakan tadi,hanyalah omong kosong,dia mengatakan itu dengan tidak sadar.
"Kertas?buat ulangan?tumben rajin"cibir anya.
"Buat nulis materinya maksudnya"ucap bima terkekeh.
"Nyontek lo!!"
__ADS_1
"Huuuuuu"semua siswa pun menyorakinya.
"Siapa yang mau nyontek!?"suara bariton itu membuat mereka terkejut,sekaligus takut.Dia adalah guru yang tua,botak dan menyeramkan.Sekali salah,berkali kali hukumannya.
"Dia pak!"mereka menunjuk ke arah bima.
Membuat nita yang ada dirangkulan bima pun terkekeh.Sifatnya tidak berbeda
Sangat tolol!.Hal itu bima pun tersenyum.
Mungkin dengan bertingkah konyol,bisa membuat nita tertawa.
"Lari lapangan 20 kali!"ucap pak guru.
"Apaaa!"teriak bima dengan lebay nya.
Membuat teman temannya mengikutinya.
"Protes lagi!tambah dua kali lipat!"ancam pak guru.Bima menelan ludahnya kasar.
Tiba tiba dinda masuk ke kelasnya,yang membuat bima lega.Sudah pasti pak guru lupa dengan ucapannya.
"Darimana dinda!kamu terlambat 5 menit"ucap pak guru.
Walaupun dia tau kalau dinda adalah pemilik sekolah,tapi dia disuruhnya untuk bersikap layaknya guru dengan murid.Ya sifat galak dia divariasikan dengan sifat kocaknya,membuat dinda memakluminya.Dia pria tua yang tidak tau apa apa,dia hanya mengajar dan mengajar.
"Dindaa lo kemana aja!"ucap dengan cemprengnya.Teman teman sekelasnya pun menutup telinganya.Takut gendang telinganya jebol.
"Hishh,pelan pelan dong nya!"protes fifi.
"Dari toilet pak"balas dinda,dengan sangat sopannya,dia lewat depan pak guru tanpa permisi.Seperti tidak merasa bersalah.
"Tunggu!"ucap pak guru menghentikan dinda.
"Apa!"sewot dinda.
Ingin sekali para siswa sekelasnya tertawa melihat tingkah pak guru dan muridnya.Apalagi, melihat raut wajah pak guru yang rada rada takut.Sangat lucu.
"Tangan kamu kenapa dinda?"tanya pak guru.Dia melihat jari jari tangan dinda lecet dan masih luka baru juga.
"Dan ini,kenapa ada darah mengering di telapak tanganmu?"tanya pak guru.Itu bukan luka,tapi hanya darah.Tak mungkin lecet di tangannya mengeluarkan darah sebanyak itu. Bahkan lecet saja,kadang tidak mengeluarkan darah.
Hal itu membuat teman temannya khawatir.Mereka takut, apa yang ditakutkan mereka,benar benar terjadi padanya.
"Abis bunuh orang pak"balas dinda dengan santainya.Dinda santai,tapi pak guru dan murid muridnya pun dibuatnya tegang.Apa pemilik sekolah itu psikopat?. Menakutkan.
Dinda pun melenggang pergi dari hadapan pak guru yang sedang terbengong.Tak hanya dia,tapi juga teman temannya,kecuali varo.Dia rasa,
dinda memang berbeda.
"WOY ADA LALAT MAU MASUK TUH!"ucap dinda menyadarkan mereka.
Pak guru pun sadar,dia masih ada urusan dengan salah satu muridnya yang sangat nakal.
__ADS_1
"BIMAAAA LARI LAPANGAN 40 KALI!!!"