Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 174


__ADS_3

Dinda berdecak kagum melihat keindahan didepannya.Bagaimana tidak?,


dia melihat keindahan kota di malam hari dari atas sana.Inilah kesukaannya. Melihat lampu kota yang menghiasinya dan bintang bintang yang saling memancarkan sinarnya.Membuatnya nyaman dan tenang melihatnya.


Tak hanya itu,dia melihat sekitarnya, banyak lampu yang mengelilinginya.


Di sana juga ada dua kursi dengan sebuah meja di tengahnya.Tak lupa juga ada dua hidangan mewah dan cantik yang diap di santap.Dekorasi di sekitarnya pun sangat cantik dan estetik.


Namun seketika dinda terdiam sambil menatap varo yang berdiri dihadapannya.


Dia tersenyum manis padanya.Ternyata dia membawanya ke kafe rooftop yang sangat membuatnya terpukau seperti ini.


"Suka?"


Dinda mengangguk kecil.


"Kalo ini?"Seketika dinda terkejut tiba tiba varo menunjukkan sebuket bunga yang ternyata dari tadi ia sembunyikan di belakang.Bunganya sangat cantik,tapi yang menjadi pertanyaannya adalah, untuk apa dia memberinya bunga itu?.


"Suka?"


Dinda mengangguk.Pecinta bunga rupanya.


"Ambil"ucap varo.


"Untuk aku?"tanya dinda.


"Buat siapa lagi kalau bukan untuk kamu sayang"balas varo.


Dinda tersenyum menanggapi ucapannya.Dengan bingung,dia pun mengambil bunga tersebut lalu menciumnya dalam dalam.Apakah dia sudah menyiapkan ini semua?.


Harum.


"Kalo ini?"tanya varo lagi.Dia mengambil sebuah kotak perhiasan,yang di dalamnya ada cincin berlian yang cantik dan menakjubkan.Dia juga membukanya di depannya.


Tentu membuat dinda menutup mulutnya tak percaya.Apa maksud semua ini?.


"Will you marry me?"itulah kata yang keluar dari mulutnya.


Dinda tak bisa berkata kata kata saat ini.


Apakah dia serius?.Itulah pertanyaan yang ada di pikirannya.Dirinya benar benar tak menyangka dia mengajaknya ke jenjang lebih serius.Dia sedang di landa kebingungan dan hati bimbang.


Menikah?bukan hal yang sedang ia pikirkan saat ini.Apalagi menikah dengannya.


"Tap-"


"Dari semua kesalahanku ,keegoisan ku,


kegilaan ku,dan aku adalah pria yang paling buruk bagimu,...."

__ADS_1


"tapi semua itu,aku harap kamu memakluminya dan menerima semua keadaanku"ucap varo memotong ucapan dinda.Karena dia sedikit melihat keraguan dari wajah dinda.


"Yeah,aku memaksa!karena apa?... karena aku sangat mencintaimu dan sangat terobsesi untuk memilikimu"


"Aku memang bodoh,...bodoh karena terus mengejar wanita yang jelas jelas sudah tidak mencintaiku bahkan tidak menganggap ku ada di kehidupannya,


tapi aku janji...aku akan membuat rasa itu kembali pada dirimu untukku"ucap varo penuh ketulusan.


"Akhirnya aku memutuskan untuk mengikatmu ke hubungan lebih serius,..


mari kita jalani hidup bersama"ucap varo seraya menggenggam tangannya dengan tangan kanannya.


Akhh,dinda sangat bingung.Melihat wajahnya yang serius dan penuh ketulusan,membuat hatinya tersentuh.


Dia tak tega merusak suasana hanya karena penolakannya.Hal itu pasti akan membuatnya kecewa dan sedih.Apalagi dia telah menyiapkan ini semua untuknya.Nanti pasti akan sia sia dan membuatnya putus asa.


"Will you marry me?"tanya varo menegaskan kembali.


Siapapun tolong dinda!!!.Dia terus menggigit bibir bawahnya.Dia masih cupu di situasi seperti ini.


Terima!Terima!Terima!.


Suara ramai dan kompak itu,tiba tiba terdengar di sana.Dinda dikejutkan segerombolan orang remaja disana.


Mereka meneriakinya dengan kata terima.Bahkan banyak yang mengabadikan momen ini.Apakah mereka termasuk rencana dari varo?.


Tak hanya itu,sebuah alunan lagu romantis mulai terdengar.Mereka sama sekali bukan ide varo.Saat varo datang dan memesan tempat itu, mereka menawarkan diri sendiri.Sepertinya mereka juga pekerja di kafe itu.Untuk lebih mendukung,varo pun menerima tawarannya.


Dinda teringat kata alan.Jangan mengecewakannya!.Menolaknya adalah hal yang pasti mengecewakannya.


Mengecewakan usahanya juga.Apalagi banyak yang mendukungnya saat ini.


Pasti besok, momen ini sudah ramai di sosial media.Apabila dirinya menolaknya,


dia pasti sangat malu di hadapan publik.


Membuat dinda semakin tak tega.


Varo menaikan alisnya,seakan membutuhkan jawabannya segera.


Dengan keyakinannya, akhirnya dinda mengangguk.Seketika mereka berteriak heboh.Varo pun menyematkan cincin itu di jari manisnya.Lagi lagi mereka ikut senang dengan keberhasilan dan kebahagiaan kedua pasangan itu.


"Makasih"ucap varo seraya memeluknya erat.


Dengan menarik napasnya panjang,dinda membalas pelukannya dan tersenyum.


Dia harap keputusan selalu membawa kebahagiaan untuknya.Melihatnya senang seperti ini,dinda bersyukur.Dia telah bahagia.


"Makasih telah membuat ini semua untukku"ucap dinda.

__ADS_1


Varo tersenyum mengangguk, sembari


menangkup wajahnya.Momen itu,varo menambahkan dengan menciumnya.Dia mendekatkan wajahnya,dan mengecup bibirnya.Bibir yang sudah lama tidak ia sentuh,dan dia sangat menginginkannya.


Apakah jiwa mesumnya kembali?.


Dinda memejamkan matanya, menikmati gerakan yang memberikan sensasi lembut di bibirnya.Rasa yang sudah tak asing baginya,namun ada hal baru yang membuatnya terbuai.Entahlah,dinda tak paham itu.Namun seketika dia tersadar akan keberadaan orang orang itu.Lalu dia memukul pelan bahu varo.


Varo pun melepaskan ciumannya.Merasa tidak enak,orang orang itu pun turun.


Mereka akan makan makan bersama,


menikmati traktiran pengusaha tampan tadi.Dia mentraktirnya makan sepuasnya.


Sungguh orang kaya yang tidak pelit dan romantis untuk kekasihnya itu.


"Kita makan?"ucap varo.


Dinda pun mengangguk setuju.Dinda meletakkan bunganya di meja,lalu dia duduk di kursi yang sudah varo siapkan.


Mereka mulai menikmati makanannya.


Makanannya berupa steak,yang tentunya dinda sangat malas memakannya.Dia suka dengan makanan itu,tapi dia malas memotongnya.Kebiasaan itu sudah ada pada dirinya dari dulu.Konyol bukan?.


"Punyaku saja"ucap varo seraya menukar piringnya.


Dia sengaja,karena daging yang ada di piringnya sudah ia potong potong kecil.Tentu saja dia sudah hafal dengan kebiasaan itu.Dia ragu memakannya,


karena hanya malas cara makannya.


Sangat lucu.


"Makasih"ucap dinda.


"Sama sama"balas varo.


Sambil menikmati indahnya tempat itu,


mereka pun menikmati makanannya.


Alunan lagu dan angin malam yang tenang, membuatnya nyaman dan betah disana.Varo sungguh membawanya ke tempat yang sangat menyenangkan dan sangat dirinya sukai.


"Maaf...kamu jadi kedinginan"ucap varo.


Dia mendekatinya,dan memakaikan jas nya ke tubuhnya.Dia berpikir,apakah dirinya membawanya ke tempat yang salah?.Karena menurutnya angin di sana akan membuatnya sakit.


"Tidak apa apa,makasih kamu udah bawa aku ke tempat ini"balas dinda.


"Oh iya?"tanya varo yang ternyata pikirannya malahan sebaliknya. Membuatnya tersenyum senang. Ternyata dia menyukainya.

__ADS_1


"E'em"dinda mengangguk.


"Sama sama sayang"balas varo sambil mencium keningnya lembut.Tak sia sia dirinya berjuang dengan gila, untuk mendapatkannya.Akhirnya dirinya benar benar memilikinya.


__ADS_2