
"BERHENTI!"
Suara bariton itu menghentikan pertarungan mereka.Dengan keringat yang bercucuran dan dada yang naik turun,varo menatap tajam ketua vedgrafl.
Dia sangat membuang waktunya!.
Sedangkan para anggotanya, mereka berbaris di belakang ketuanya masing-masing.Belum ada yang mati,namun penuh luka dan tentunya sudah tak berdaya.
"Dengan tujuan apa kalian kesini?mau mati?..hah!!"ucap candra dengan lantang
penuh nantang.
"Anda tidak ingat saya?...tuan?"tanya varo.
Membuat candra mengenyritkan alisnya. Perkataannya seakan dia pernah bertemu dan kenal dengannya. Wajahnya?...dia sulit mengingatnya.
"Owh benar saja, ternyata.. kau seorang pria munafik yang beraninya menyakiti
ibuku tanpa bertanggungjawab!dan sekarang...kau melupakan kesalahanmu begitu saja?"ucap varo menatapnya dengan tajam.Tanpa basa basi dia langsung mengatakan apa sebenarnya tujuannya.
"Apa maksudmu itu?"tanya candra bingung.Dia benar benar tidak mengerti apa yang pemuda itu katakan.
"Satu tahun lebih kita tidak bertemu!apa kau sudah lupa dengan mantan anakmu ini?"tanya varo.
Memang tidak ada yang namanya mantan anak,tapi ini hanya ucapannya yang menusuk selagi dia emosi.Yang ada dipikirannya hanya ingin melenyapkannya.Tidak peduli siapa dia!.
"A-anak?"gumam candra.Pikirannnya mulai mengingat tentang masa lalu.
"Ja-jadi,kamu?....varo?anakku?"ucap candra dengan wajah terkejut tak percaya.
Ternyata anak yang sangat ia sayangi. Tentu saja membuat varo tertegun. Sedangkan yang lainnya,mereka hanya menyaksikan,tidak ada yang berani bersuara.
"Hahaha,ternyata kau anak dari wanita penghianat itu"tawa remeh candra. Ternyata responnya tak sesuai apa yang varo dan teman temannya inginkan.
"Beraninya kau!!"tekan varo.
"Anakku!..kau jangan mudah diperdaya oleh ibumu itu!"ucap candra seraya terkekeh kecil,dia pun menghampiri anaknya.Anaknya?ya,dia hanya benci kepada ibunya.
"Kau tahu,aku sangat mencintai ibumu,
aku selalu menjaganya,menjaga fisiknya maupun hatinya"ucap candra sambil menepuk bahu anaknya.
"Kenapa kau melakukan ini kepada ibu ku!!kau selingkuh darinya sampai mempunyai anak dari selingkuhan mu itu!!"ucap varo sambil menjauhkan tangannya dari bahunya dengan kasar.
Tak hanya itu,dia pun meninju perutnya, hingga dia terpental kebelakang.Tentu saja membuat para mafiosonya tak terima,mereka segera maju,berniat membalas apa yang dia lakukan kepada ketuanya.
"Berhenti!"ucap candra seraya mengangkat telapak tangannya, membuat para mafiosonya mundur kembali.
"Ini karena ibumu varo!!,beraninya dia mengkhianatiku,dengan jalan dengan laki laki lain!dia bermesraan dengan laki laki itu!!"ucap candra penuh kebencian.
Owhh,ternyata dia melakukan hal itu hanya kecemburuannya terhadap ibunya varo.Terlihat sifatnya yang posesif dan pemarah,sama seperti varo.
Varo tak percaya itu.
__ADS_1
"Itu tak mungkin!!aku tak percaya pada omong kosong mu itu!"tekan varo.
"Hmm,kau tumbuh dengan baik varo!"
gumam candra bangga.
"Karena kau! bunda melakukan hal yang menyakitinya!...setengah tahun lebih!bunda tak sadarkan diri!dan ini semua karena kau candra!!"ucap varo lantang.
Candra terdiam.Apa ini salahnya?. Memang sudah lama,dia tidak tau kabar keluarga lama nya.Mungkin karena dia sibuk membangun mafia ini.Jujur, setelah berpisah dengannya,dia menjadi susah,
seakan masih terbayang bayang saat dirinya bersamanya.
"Apa bener pah?dia anak papah?"tanya karvon dari arah lumayan dekat dengan mereka.Sudah cukup lama dia mendengarkan percakapan mereka.
Tentu saja membuat mata candra membulat.Dia tidak mau kedua anaknya benci kepadanya,hanya karena masa lalunya.Dengan pelan,dia pun mengangguk.Jujur,dia pun merasa bersalah.
"A-apaa!"guman karvon tak percaya.Jadi,
musuhnya adalah saudaranya?.
"Papah?..oh ini anak kesayangan om candra?!"kekeh varo dengan menekankan kata 'om'.
"Varoo,ini ayahmu!,maafkan ayah!ayah hanya sakit hati pada bunda,ayah tidak bermaksud membuat bunda seperti itu... percayalah"ucap candra memohon.Dia mulau sadar dengan kesalahannya.
"Maaf?setelah apa yang kau lakukan kepadanya,kau bilang maaf dengan mudahnya?..mimpi!"balas varo.
"Kena mental dia!"gumam teman teman varo.
"Tolonglah,maafkan ayahmu ini!"ucap candra memelas.
"Maaf?temui bunda!dan meminta maaf padanya!"tekan varo.
Apa?.
"Ayah akan menemuinya"ucap candra dengan tersenyum.
"Tidak!aku tidak mengizinkanmu menemui bunda!"ucap varo.
Membuat karvon senang.Tapi tidak candra,dia sangat kecewa.
"Varoo?ke-kenapa kamu-"
"Sudahlah pah!ngapain memohon seperti ini kepada anak yang tidak mengharapkanmu,kembali!"tutur karvon.
"Diam karvon!"ucap candra,membuat karvon terdiam, sekaligus sakit hati karena ucapannya.
"Hmm, sepertinya anakmu itu sangat menyayangi lelaki hidung belang sepertimu"cibir varo.Sungguh, perkataannya sangat menusuk hatinya.
Tentu saja membuat candra menatapnya tak percaya.Dia emosi mendengar ucapannya barusan.Seakan nama baiknya diinjak injak oleh anaknya sendiri.
"Apa seperti ini cara kau berbicara dengan ayahmu sendiri!!"bentak candra.
"Ayah?aku bilang,kau bukan ayahku!!!tapi
__ADS_1
musuhku yang harus aku musnahkan!"
tekan varo.
Tangan candra mengepal kuat,urat lehernya terlihat sangat jelas,dan tatapan tajamnya,ia berikan kepada varo.Pastinya
membuat karvon tersenyum senang.
Dia yakin,setelah ini varo habis karena ayahnya.Jadi, dirinya tidak susah susah untuk melenyapkannya.
"Lenyapkan dia paah!!"dukung karvon,
membuat teman teman varo menatap sengit kepadanya.
Tiba tiba ada segerombolan orang masuk ke markas vedgrafl.Ada tiga wanita yang paling depan,dengan menggunakan masker,membuatnya terkejut dan panik. Mereka datang dengan banyak anggotanya.
"Ke-kenapa?.."gumam candra bingung.
Benar saja!mereka adalah mafia blackwhite.
Membuat candra panik dan merasa bodoh.
"Kenapa?kau kaget?...hahaha tidak sulit bagi kita menemukanmu candraaa"ucap
nita, mengundang tawa remeh dari semuanya.
Bentar!,apa bima,dito,dan tino tak salah dengar.Mereka sangat paham dengan suara itu.Dan tawa itu?bima sangat mengenalnya.Tapi...tak mungkin gadisnya!.
"Kau takut?"tanya fifi mengejek.
"Tentu saja takut,kan dia banci!"cibir anya.
Hahaha.
"Bangsat!"sarkas candra.
"Mana leader kalian!!!hah!"ucap candra dengan wajah bengisnya.Dua masalah datang sekaligus.Dan dua musuh,yang harus ia lenyapkan!.
"Waah, beraninya dia cari leader kita!"
ucap anya mengejek.
Varo dan ketiga temannya masih mencari kebenaran.Apa mereka adalah teman temannya?.Dari cara ngomongnya dan gelagatnya,persis seperti teman temannya.
"Itu cewek gue kan?"gumam bima.Dia ingin memanggilnya,tapi takut salah,
secara kan dia mafioso blackwhite yang terkenal kejam dan sadis.
"Mana leader kalian?!hah!!apa dia takut?
"ucap candra tersenyum remeh.
"AKU DISINI ANJING'"
__ADS_1