
5 Tahun Kemudian.
Seorang laki laki berpakaian rapi dengan setelan jas mahalnya, sepatu yang bersih mengkilap,dan kacamata yang ia pakai,
sungguh membuatnya tampan berwibawa.Dia terus melangkah tak memedulikan orang orang disekitarnya yang terus memperhatikannya.
"Silahkan tuan"ucap sang supir ke majikannya,sambil membukakan pintu mobilnya.
Tanpa menjawabnya,pria itu pun masuk ke dalam mobil.Di dalam dia menyibukkan dirinya dengan memainkan ponselnya,sesekali melihat ke luar jendela.Menikmati suasana negara kelahirannya,yang sudah beberapa tahun ini dia tinggal.Dia sungguh merindukannya.
"Sudah sampai tuaaan"ucap sang supir seraya membukakan pintu untuk tuan nya.
Pria itu pun turun dari mobilnya,dan memandangi sebuah rumah yang besar dan mewah,tentu saja rumahnya yang sangat ia rindukan.Tanpa mengetuk pintu,dia pun masuk ke rumahnya.Ada seseorang yang juga sangat ia rindukan.
Bagaimana tidak,sudah lima tahun dirinya tidak bertemu dengan ibunya.
"Bunda"gumamnya.
Dipandanginya seorang wanita paruh baya,yang masih terlihat cantik dan anggun.Dia sedang sibuk dengan peralatan masak nya,sehingga dia tidak menyadarinya yang sudah ada dibelakangnya.Tak butuh lama,dirinya pun memeluknya.
"Bundaa,aku disini"ucapnya.
Tentu saja membuat bunda nya terkejut terjingkat.
"Astagaaa...varooo,kamu buat bunda kaget ajaaa"pekik bunda memukul kecil lengan anaknya.
"Kangen bunda"ucap varo seraya memeluk ibunya.
"Bunda juga kangeeen banget sama kamu sayang"balas bunda memeluk erat anaknya yang sudah dewasa ini.
"Ekhem"tiba tiba deheman seorang pria paruh baya membuat varo menatapnya tajam.Sedangkan ibunya,dia mulai panik
takut ada pertengkaran di antara mereka.
Varo terus menatap pria itu.Memang masih terlihat muda dan gagah.Pria yang tinggi dan badan kekar yang terlapisi jas
khas seorang CEO di perusahaan besar.
Dengan gayanya yang terkesan angkuh,
dia juga menatapnya tajam.Mereka masih sqling pandang seakan ada permusuhan di antara mereka.
"Ayaaah,ayah ganggu saja!"ucap varo,dia pun menghampirinya dan memeluk ayah tirinya.Membuat kepanikan ibunya menghilang,berubah menjadi perasaan yang lega.
"Ayah ayah!,apa kamu sudah melupakan kita,dan apa ini rambut di putih putih gitu!,
buat apa?!"ucap ayah varo.
"Ini gaya baru ayah,tinggal di negara bule,
harus jadi bule juga dong"balas varo tertawa kecil.
"Ish ada ada aja kamu...,sudah gaya gayaan begini,terus tidak memedulikan keluarga mu ini,anak macam apa kamu ini!"ucap ayah varo yang tentunya hanya bercanda.Membuat ibunya menggelengkan kepalanya.
"Ayaaah-"
"Apa!,biasanya anak akan mengunjungi orang tuanya satu tahun sekali,bahkan berkali kali...ga kayak kamu lima tahun baru pulang,di pernikahan kita pun kamu tidak mau datang...ishhh!"ucap ayah varo.
Yah dia adalah suami bunda varo,lebih tepatnya ayah tirinya.Tentu saja ada perjuangan saat ibunya meminta restu padanya.Tentu saja sulit,dirinya hanya ingin yang terbaik untuk ibunya.Dia harus mencari tau bagaimana calon suaminya,
__ADS_1
dari kehidupan pribadinya dan sifatnya.
Setelah tau bagaimana calon suaminya,
dia pun merestuinya dan dia yakin suami ibunya juga ayah yang baik.
"Bukannya ga mau ayah,aku itu sibuk,
ayah tau laah"ucap varo.
"Ya ya,ayah mengerti,kamu itu sibuk ...
tapi jangan hanya sibuk bekerja,tapi juga sibuk mencari calon istri varo"ucap ayah,
dia menghampiri istrinya,lalu dia mencium dan mengelus perutnya yang sudah besar.
"Apa kamu tidak ingin seperti ini?"tanya ayahnya menggodanya.
"Hishh ayah,aku udah punya calon kok"
ucap varo.
"Waah,orang mana?"tanya ayah.
Maap, panggilannya ayah bunda aja ya, bukan nama.Soalnya biar ga ribet,dan ga pusing karena kebanyakan nama tokoh!.
"Orang sini"balas varo,membuat bundanya mengernyitkan alisnya.
"Bunda setuju"ucap bunda.
"Siapa sayang?"tanya ayah seraya mencium bibir istrinya,yang membuat varo menggelengkan kepalanya.
"Ingat!udah tua woy!"cibir varo.
"Udah sering!"ucap varo seraya menjulurkan lidahnya, mengundang tawa dari keluarganya yang sudah lengkap dan harmonis.
"Ayaaa bunaa"tiba tiba ada seorang anak laki laki sekitar umur tiga tahun berlari kecil dan memeluk ibunya.Membuat varo menatap kedua orang tuanya tak percaya.Anak sekecil itu?sudah mau di beri adik lagi?.Topcer sekali ayahnya ini.
"Obat kuat varoo"ucap ayahnya bergurau.
Walaupun baru pertama kali varo bertemu dengan ayah tirinya,tapi mereka sudah sangat akrab.
"Dasar orang tua!"cibir varo terkekeh kecil.
"Ayah bunda apa itu abang?"tanya seorang wanita cantik yang masih remaja sambil menatap varo dengan wajah berbinar.
"Iya sayang,dia abang kamu"balas bunda.
"Waah abaaaang, akhirnya ada teman gelud jugaaaa!!"pekik wanita itu seraya berlari dan melompat ke gendongan varo dari belakang.
"A'!!astagaa!"varo benar benar tak percaya dengan tingkah adiknya ini.
Tentu saja berli,anak dari ayahnya. Namanya memang menggambarkan wanita yang imut dan kalem,tapi tidak dengan wanita yang satu ini.Dia sangat pecicilan,bar bar,bad girl,dan pastinya menyebalkan.Saat melakukan panggilan video pun,dia sangat tidak sopan kepadanya.Hishh, mengesalkan.Dia harap adiknya ini,ada manfaatnya.
"Berli,jangan gitu sama abang kamu"
tegur ayah yang sedang menggendong
anak laki laki itu.Dia zelo,anak dari mereka,yang abis nikah langsung jadi.
__ADS_1
Varo pun heran,ya ampun!...
"Ga papa yah,iya kan bang?"tanya berli seraya memainkan rambut abangnya.
"Turun engga!"tekan varo yang merasa sesak dan berat,sekaligus rasa kesal pun menyertainya.
"Engga!"balas berli semakin gencar mengganggu abangnya.Abangnya yang menurutnya menerimanya dengan baik.
Walaupun dirinya sering mengganggunya,dia tidak sampai marah kepadanya.
"Turun!,atau abang ceburin ke kolam" ancam varo.
"Ish abang mah,ga seru!"kesal berli seraya turun dari gendongannya.
"Tapi nanti jalan jalan yah"lanjut berli.
"Ga!"tolak varo.
"Pokoknya jalan jalan!"kekeh berli.
Membuat varo menarik napasnya dalam dalam.Dirinya harus bersabar menghadapinya yang sangat seperti bocah.Memang dia sudah duduk di bangku SMA kelas 1,tapi tingkahnya seperti anak SD.
Okeee!, varo akan menjaga bocah sepertinya.
"Nanti malam"ucap varo.
"Okeee!!,lopyu"balas berli dengan girang.
Tingkah mereka membuat ayah dan bunda menggelengkan kepalanya.Astaga anak anaknya ini!!.Sangat lucu.Mereka juga bersyukur,anak anaknya tidak mempermasalahkan pernikahannya.Dan juga mereka merestuinya,tak lupa mereka menerimanya dari ucapannya maupun sikapnya.Benar benar keluarga bahagia.
"Ab-ang?aaang"ucap zelo.
"Eh iya sayang,dia abang...abang varo"
ucap ayah.
"Alo?alo alo"panggil zelo.
"Abang varo!, pake abang!"tekan varo yang ga terima.Kelakuannya sama saja,
tidak memandang umur.
"Alo alo alo"ucap zelo tertawa menggemaskan.
"Abang ih!,dasar ga sopan!kayak embak mu ini!"ucap varo membuat berli mendengkus kesal.Yah zelo memanggil berli,dengan sebutan embak.
"Abaaang,dia anak kecil!"ucap bunda.
"Hufttt,dasar anak kecil!"ucap varo seraya menggendong zelo.Lagi lagi membuat kedua orang tua nya tersenyum senang.
"Dia varo zeloo!,panggil aja varo!,kalo ga om varo"sahut berli.
"om alo?,hahaha om aloo"tawa zelo.
Membuat varo geram kepada adik perempuan ini.Dia menatapnya seakan ada permusuhan di antara mereka.
"Kejaaar diaaa!"ucap varo seraya berlari kecil mengejar berli yang terus mengganggunya.
"Ga bisa ga bisa wleeee!"ejek berli.
__ADS_1
"Hahahaha"
Ternyata,varo memang sudah dewasa.