
Setelah perutnya kenyang,dinda dan teman temannya pun kembali ke kelasnya masing-masing.Mereka memutuskan,akan menjadi mahasiswa yang baik dan teladan.Ya..walaupun susah,bahkan sikap suka menjaili gurunya tidak pernah hilang.
"Tujuan lo kuliah apa?kan lo udah sukses"tanya varo kepada gadisnya yang sedang ia peluk di depan kelas dinda.Tiap hari dia selalu memeluknya.Apakah ga bosen?.Jawabannya,engga,varo tidak akan bosen bersama gadisnya sampai akhir hayat nanti.Eaaa.
"Hmm,biar nambah pintar lah"balas dinda bergurau.
"Biar nambah pintar ngurusin gue maksud lo?"tanya varo menggodanya.
"Kok gitu?yang ngurusin lo kan masih bunda"balas dinda seraya mendongakkan kepalanya menatap varo.
"Kan nanti lo"ucap varo dengan mengecup bibir gadisnya yang sangat membuatnya candu.Membuat dinda menenggelamkan wajahnya yang mulai memerah ke dada varo.Tak habis habisnya dia membuatnya salting.
"Kangen bunda ga?"tanya varo.
"Kangen,nanti ke rumah bunda?"balas dinda.
"Ke rumah kita aja gimana?"ucap varo penuh dengan gombalan romantisnya.
"Ihh varo maah,gue serius!"rengek dinda seraya mencubit pinggangnya.Membuat varo terkekeh kecil.
"Sekarang?"tanya varo.
"Jangan!nanti tunggu kelas selesai"balas dinda.
"Gue pengin bawa lo ke kamar sekarang,
gimana?"goda varo.
"Bercanda mulu deh!dasar cowok mesum!"ucap dinda.
"Tapi lo suka kan?"tanya varo sambil menangkup pipi chubby gadisnya.Dia semakin menggoda sekarang.
Astaga, senyumnya!batin dinda.Memang,
setiap hari dirinya melihat senyum manis pacarnya.Tapi,tetap saja dirinya terpesona.
"Gue tau,gue ganteng"ucap varo mengunyel unyel pipi gadisnya. Menggemaskan.
"Sakiit varo ih!!"kesal dinda,membuat varo tertawa puas.Siapapun yang melihatnya,sangat iri dengan kemesraan mereka.
"Sudah sanalah ke kelas!"lanjut dinda.
"Ngusir?"tanya varo.
"Tuh kan!lo negatif thinking mu-"
"Iya sayang!gue ke kelas"potong varo mencium keningnya,lalu melenggang pergi.
Tentu saja membuat dinda mendengkus kesal.Tapi hal itu juga membuat seseorang yang ada di dalam, lebih tepatnya dekat pintu, mengepalkan tangannya.
Brukkk
"Upsss sorry"ucap kayla seraya tersenyum setelah dia menabrak dinda,
membuat minuman yang dipegangnya tumpah mengenai blouse putih yang dinda kenakan.Dia sedang memakai blouse putih dan celana rok pendek.
__ADS_1
Dia memang wanita yang stylish.
"Apa apaan si lo!"tekan dinda sambil mengusap usap bajunya,agar air tersebut tidak masuk ke dalamnya.Bisa bisa ********** tercetak jelas dari luar.
"Kan gue udah bilang maaf"ucap kayla dengan santainya.
Membuat dinda semakin geram.
"Awas lo!"tekan dinda.Dengan cepat dia melenggang pergi,menuju toilet.Dia lebih mementingkan dirinya, dibandingkan si wanita itu.
"Lo jahat banget si kay!"protes salah satu teman kelas dinda.
"Bacot lo!"sarkas kayla.Dia dan ketiga teman baru nya pun pergi dari sana, mereka segera menyusul dinda ke toilet.
Mereka sangat menantikan pertunjukan yang ia rencanakan.
"Wanita gila!"umpat dinda seraya membuka pintu toilet.
Tapi tiba tiba air yang besar mengguyur tubuhnya dari atas.Seketika semua tubuhnya basah.Membuat tangan dinda mengepal gregetan.Ternyata mereka sudah merencanakan ini semua!.
Terlihat ada ember yang mereka ikatkan di atas pintu,yang otomatis kalau pintunya di buka,ember itu akan terbalik.Untung saja itu air biasa bukan air dari selokan.Yang dinda pikirkan, gimana pakaiannya yang basah ini.Dia tak bisa keluar dengan keadaan seperti itu.
"Hahahaha,enak ga? dingin yah?... kasihan"ejek kayla dengan tangan bersidakep.
"Lo!!!"tekan dinda menunjuk ke arah arahnya dengan wajah penuh amarah.
"Apa?lo mendekat?lo akan malu seumur hidup!"ucap kayla.Benar saja,bisa bisa semua pria memandang tubuh moleknya dengan mata buaya nya.
"Kita seret aja dia ke lapangan kay"ucap salah satu temannya yang ada disampingnya.Membuat keyla berpikir setuju.
"Cuihh, penakut!"gumam kayla.
Ucapannya sangat disepelekan oleh kayla dan teman temannya.Merasa belum puas,mereka ikut masuk ke toilet.
Dilihatnya,dinda sedang bercermin, hendak mengeluarkan ponselnya.
"Mau apa lagi kalian?!"tanya dinda.
"Mau apa? menurut lo kita mau apa?"
balas kayla terkekeh.Dia dan kedua temannya mulai mendekati dinda dengan wajah bengisnya.
"Oh,lo ga terima gue bahagia dengan varo?iya?lo itu cuma mantan kay,lo tau kan?mantan itu sampah!"akhirnya dinda mengeluarkan ucapan tajamnya.Sudah dari awal,dia merasa kayla tidak suka padanya hanya karena varo.
Amarahnya seakan naik drastis, matanya menatap dinda tajam,dan tubuhnya bergetar.Dia sangat tidak terima dengan ucapan dinda barusan.Dia merasa harga dirinya di injak-injak olehnya.
"Beraninya lo!"kayla menunjuk wajah dinda.Dia tidak akan tingga diam. Tangannya ia angkat,lalu segera melayangkan tamparannya pada pipi dinda.
Plakkkk
"Awshhh"rintih dinda.Awalnya dia masih santai,tapi dia semakin semena mena padanya!,membuat kesabarannya berkurang.
"Sakit?itulah akibatnya lo rebut varo dari gue!"lantang kayla di depan wajah dinda.
"Hah?rebut varo dari lo? emang iya yah?,
__ADS_1
gue kira varo yang buang lo"ucap dinda terkekeh.Dia hanya ingin tau berapa beraninya dia kepada dirinya.
"Bangsat lo!!kalian! cekal kedua tangannya!"perintah kayla kepada kedua temannya.Dinda heran,masih ada yang mau berteman dengan wanita sepertinya.
"Mau apa kalian?"tanya dinda masih santai.
"Berlagak polos dia!"geram kayla.
Namun,saat kedua teman kayla baru saja mencekal kedua tangan dinda.Dengan cepat,dinda membalikan posisi itu, menjadi dia lah yang mencekal tangan mereka,kedua tengannya.Tak hanya itu,
dinda menyatukan tangan mereka, membuat mereka bertabrakan,dan brukk. kepalanya saling berbenturan.
"Awshhh sakit anjir!"rintih mereka seraya memegang kepalanya yang terasa sakit dan pastinya pusing.Membuat kayla terbengong.Dia kira,dinda adalah wanita yang lemah dan lugu,tapi nyatanya dia wanita urakan.Yah,kayla menyebutnya seperti itu.
"Baru aja mulai, kalian udah kalah aja si!"
kesal kayla.
"Cekalannya sangat kuat kay!"protes mereka.
Dinda hanya tersenyum miring.Dia tau,
kayla hanya gaya nya saja,nyalinya sangat lemah, apalagi ditambah ada kedua temannya yang mendukungnya.
Heh,gayanya selangit!.
"Awas lo!wanita murahan!"sarkas kayla,
dia kembali melayangkan tamparannya ke pipi dinda.Tapi,kali ini dinda tidak tinggal diam,dia menahan tangan kayla,
dan mencengkeramnya.
"Arghhh,sakit anjing!"teriaknya. Tangannya sangat sakit,apalagi dinda tak kunjung melepaskan cengkeramannya dari tangannya.Kayla rasa,dia tidak bisa dilawan dengan kekuatan fisik.
"Sakit yah?.."tawa dinda mengejek.Jujur,
senyumannya sangat mengerikan!.
Bughhh
"Arghhh"seketika kayla tersungkur akibat pukulan yang dinda layangkan ke perutnya.
"Lawan dia setan!"printah kayla kepada kedua temannya yang sedang terpaku menyaksikan apa yang dinda lakukan.
"Ba-baik"balas mereka,dengan gerakan ragu,mereka segera menyerang dinda.
Niatnya,mereka akan memukul perutnya.
Tapi malahan,mereka yang kena.
BughBugh
Keduanya sama sama tersungkur.Ini belum seberapa, dilihat dari fisiknya,tidak ada luka satu pun.Mungkin,hanya perutnya yang rasanya sakit tak karuan.
Tanpa berkata kata lagi,mereka lari dari hadapan dinda.Betapa lucunya, melihat wajah takutnya.
__ADS_1
"Huh!kecil!"gumam dinda terkekeh.