Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 91.


__ADS_3

Dan malam ini,varo dan teman temannya sedang berkumpul di markas mafia blackwhite.Jalan satu satunya adalah ke sini.Mereka sudah bingung,mau apa lagi yang akan mereka lakukan.Semua yang sudah mereka lakukan,tidak ada hasilnya.


"Sial banget gue!"kesal tino mengundang tawa dan teman temannya.


"Maaf kawan,saya hilap"balas bima terkekeh kecil.


"Sialan lo!"sarkas tino.


Saat masuk ke kamar itu,mereka cukup lama mengobrol dengan wanita itu.


Sedangkan pra wanita,mereka mengamati setiap sudut kamarnya, mencari jaket yang mereka cari.Cukup lama mereka cari,ternyata sudah tidak ada.Sepertinya petugas hotel sudah membersihkan kamar itu.Jelas saja sudah!.


Selama mengobrol,tino sangat risih dengan wanita itu.Dia selalu menempel padanya, menggodanya,bahkan memeluknya.Menyebalkan.Apalagi teman temannya hanya menertawainya,


tanpa mengusirnya darinya.Mereka hanya cengengesan ga jelas,tanpa mau menolongnya.


"Gue obatin luka lo"ucap fifi seraya mengambil kotak obat,lalu dia mulai mengobati luka yang ada di wajah tino.


Luka itu ia dapatkan dari suami wanita itu.Awalnya dia sudah sangat senang, karena dia dan teman temannya akan berpamitan pergi dari sana.Namun saat mau keluar kamar,mereka terhenti ketika ada seorang pria hitam badan gede masuk ke kamar itu.


Saat itu juga,pria itu menatapnya tajam.


Terlihat marah,karena dirinya sedang di peluk oleh wanita itu,yang merupakan isterinya.Dengan tenaga besarnya dan ototnya yang besar dia menghajarnya habis habisan tanpa meluangkan waktu untuk dirinya berbicara ataupun membalasnya.


"Lo lucu"ucap bima.


"Lucu lucu,biji lo kecil!"kesal tino.


Dia kesal karena di saat dirinya disiksa oleh pria itu,teman temannya pergi meninggalkannya dengan tertawa yang


ga ada lucu lucunya.Untung saja dengan jurus maut wanita itu,pria itu pingsan otomatis dirinya terbebas.Yah,wanita itu mengelap ketiaknya dengan tangannya,


lalu ia bekap hidung suaminya.Dan tak lama juga,pria itu pingsan.Dasar pasangan gila.


"Hih,jijik gue!"ucap tino yang masih ingat dengan kejadian itu.


"Derita lo kali"sahut dito.


"****** lo!"sarkas tino.


HAHAHAHA.


"Gimana?sudah tau?"tanya fatar seraya duduk bergabung dengan teman teman adiknya.


"Belum bang"balas varo.


"Lo ada musuh?"tanya fatur.


"Maksudnya?"balas varo.


"Hmm, seperti orang yang bilang terang terangan kalo dia ga suka hubungan lo sama adek gue?"tanya fatur.


"Ada"sahut bima.


"Siapa?"tanya fatur.


"Kayla,mantan varo"balas bima.Tentu saja semua temannya setuju.


"Emang kenapa bang?"tanya nita.


"Bukannya menuduh,tapi gue rasa dia pelakunya"balas fatur.


"Hmm,bener juga,kayla kan masih suka varo"ucap anya.


"Itu ada benarnya,tapi kita harus cari dulu dimana dinda"ucap fatar.


"Caranya?"tanya dito.

__ADS_1


"Kita cek seperti villa,hotel, apartemen milik dinda"balas fatar.


"Di kota ini aja bang?itu mah gampang"


ucap tino.


"Di berbagai negara"balas fatar, membuat semuanya terbengong-bengong.


"Gue udah cek semua pesawat pribadinya dan helikopternya,ternyata tidak ada yang membawa dinda"ucap fatur.


"Tak hanya itu,gue juga udah cek nama penumpang di seluruh bandara,juga tidak ada yang namanya dinda ataupun queen"


lanjut fatar.


"O-oke"balas mereka.


Fatar dan fatur pun segera menelpon seluruh karyawan terpercaya dinda yang mengurus semua pusat dan cabang miliknya.Mereka tau semuanya karena dinda memberi tahunya.Mereka seakan


diri dinda yang kedua.Kalau tidak ada mereka,dinda sudah kewalahan mengurusnya sendiri.


"Gue curiga deh sama kayla"tutur fifi.


"Tapi setelah kejadian di kampus,dia sudah tidak pernah masuk"lanjut dito.


"Lo tau rumahnya var?"tanya bima.


"Ga usah tanya dia ke gue!"sarkas varo tidak suka.Dia masih pusing dengan masalah ini.Wajah cantik yang basah akan air mata terus terbayang bayang di pikirannya.Apa yang ia lihat di layar ponselnya,sampai dia nangis seperti itu.


"Sensitif dia"cibir tino.


Sambil menunggu kedua abangnya yang masih sibuk menelpon,mereka menghilangkan rasa gabutnya dengan mengobrol maupun bermain ponsel.


Pecinta hp miring,tentu saja beraksi.


Bermain game,adalah pekerjaannya setiap hari setelah berkerja.


Double kull


Triple kill


Maniac


Savage


Legendary


"Anya,nanti malam lo ada waktu kan?"


tanya dito.


"Engga ada dit"balas anya.


"Masa?kenapa?"tanya dito.


"Gue mau keluar"balas anya.


"Kemana?sama siapa?"tanya dito.


"Sama kak rean"balas anya membuat wajah dito berubah menjadi datar.Anya menyadari akan perubahan itu.Tapi entah penyebabnya,dia tidak tau.Menurutnya itu sudah biasa.


Mereka pun kembali melakukan kesibukan yang tidak berfaedah.Seperti dito,dia diam sambil memikirkan apa yang anya katakan barusan.Kenapa dirinya merasa tidak suka seperti ini?..lagi!.


"Abaang,udah belum si"tanya fifi yang merasa sudah dua jam mereka menunggunya.


"Oh ya udah pak, makasih"ucap fatar mengakhiri panggilannya.


"Tinggal satu lagi"balas fatar.

__ADS_1


"Apa?dimana?"tanya fifi.


"Villa terakhir,di bali"balas fatar.


"Provinsi?astagaa banyak banget sumpah!"kesal tino.


Fatar pun segera menelpon villa tersebut.


"Hallo"ucap seseorang yang mengangkat panggilannya.Fatar sudah tau,itu adalah bibi yang ada di villa tersebut.Dia lumayan dekat dengannya saat dirinya berlibur dan menginap disana.


"Hallo bi"balas fatar.Hanya inilah harapan mereka untuk tau keberadaan dinda.


Kalau tidak ada,akan sulit mencarinya dimana lagi.Dunia memang bulat,tapi isinya sangat luas.Nama tempatnya berceceran kemana mana.


"Eh den fatar,ada apa den?"tanya bibi.


"Dinda di sana bi?"tanya fatar.Varo dan teman temannya mendengarkan dengan serius.Tapi belum ada jawaban.Apa sinyalnya jelek?.Atau kuotanya habis?.


"Bi?bibi apakah bibi masih disana?"tanya fatar.


"Jangan bi!!"suara perempuan itu membuat mereka bingung.Ternyata bibi sedang mengobrol dengan seorang wanita disana.Baiklah mereka akan menunggunya.


"Oh maaf den nunggu lama ya?"tanya bibi.


"Ga papa bi,jadi gimana bi?ada nggak?"


balas fatar.


"Eng-engga den,dinda ga disini"balas bibi.


"Beneran bi?"tanya fatar terdengar kecewa.Kecewa karena tidak berhasil menemukannya.


"Beneran den,ya udah ya bibi mau masak"ucap bibi.


"Owh ya bi"


Tut


Panggilannya di putus oleh bibi.


"Ish buru buru amat!"gerutu nita.


"Kan mau masak,kamu belum masakin aku lho"balas bima seraya mengecup pipi gadisnya.


"Heyheyheyhey!"ucap teman temannya.


Bukan hanya varo,tapi juga pasangan yang satu ini.


"Bang,ga ada!terus gimana dong"ucap dito.


"Ga tau,tadinya gue mau nyuruh para mafioso kita untuk berpencar mencarinya"balas fatur.


"Nah itu aja bang"sahut mereka.


"Jangan!jadi ribet!"balas fatur.


Ini bukan masalah besar bagi fatar dan fatur.Tapi mereka khawatir dengan keadaan dinda.Apalagi saat itu dia sedang emosi yang tidak bisa dikendalikan dan juga menangis karena salah paham.


Mereka yakin,ada sesuatu yang ia lihat di ponselnya,yang membuatnya menangis hebat seperti itu.Dia wanita yang kuat,tidak mungkin menangis hanya karena varo tidak datang.Palingan,cuma marah dan kecewa padanya,tidak sampai pergi seperti ini.


"Dinda bilang,dia akan mengabari kita tapi entah kapan,belum saatnya sekarang"ucap fatar.


"Jadi?"


"Kita harus bersabar,biarkan dia memenangkan dirinya"balas fatar.


TIDAAAAAKKKKKK!!!!.

__ADS_1


__ADS_2