
Hoaaaammmm
Seketika Dinda membuka matanya.Dia mulai mengingat sudah berapa jam dirinya tidur.
"Sudah bangun?"
Dinda menoleh ke samping.Disana ada varo yang tidur menyamping sambil menatapnya.
"Jam berapa var?"tanya Dinda.
"Tujuh"balas varo.
"Kok?"
Ternyata setelah makan siang tadi, dirinya tertidur sampai malam seperti ini.Sepertinya gara gara varo terus memeluknya,dan dirinya tak sengaja ikut tertidur.Padahal dirinya mau pulang dulu sore tadi.
"Mandi gih"ucap varo.
"O iya aku belum mandi"ucap Dinda seraya mendudukkan dirinya,lalu tanpa lama lagi dia lari ke kamar mandi.
Varo yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Uhh, seharian penuh dirinya tidur bersamanya,
Membuatnya mendingan dan tak pusing lagi.Yah memang benar, keberadaan dia dan pelukannya,adalah obat untuknya.
"VAROOOO AMBILKAN HANDUK DONG!"
teriak Dinda.
"Udah?"tanya varo.
"Udah selesai nih,cepet!"balas Dinda.
Varo pun mengambilkan handuknya.
"Buka pintunya dong"ucap varo.
Dinda pun membuka pintunya sedikit,dan memunculkan wajahnya sedikit.
"Huh,kamu tuh!"ucap varo.
"Hehe maap,sini"balas Dinda menyengir.
Varo memberikan handuk tersebut kepadanya.
"Aku ikut masuk boleh?"tanya varo.
"Boleh"balas Dinda.
Seketika senyum varo mengambang.
"Dalam mimpi!"ucap Dinda menutup pintunya begitu saja.Membuat varo terkekeh pelan.Lalu dia kembali duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.
"Hai var"pesan dari nomor tak dikenal itu membuat alis varo mengkerut.
Siapa?.Foto profilnya pun tidak ada.Lalu varo beralih ke aplikasi lain tanpa membalas pesan dari orang itu.Tiba tiba Dinda meloncat ke ranjang dengan bar bar nya yang membuatnya terkejut.
"Hufttt,Dinda!"tekan varo yang takut wanitanya terjatuh.
"Hehe....kamu udah sehat?"tanya Dinda memegang seluruh wajahnya dan lehernya.
Syukurlah, badannya sudah tak panas seperti tadi.
"Engga,kan ada kamu"balas varo tersenyum menatapnya.
"Hemm"Dinda hanya berdehem malas menanggapi ucapannya yang penuh kegombalan itu.
"Keluar mau?"tanya varo.
"Kemana?"tanya Dinda berbinar.
__ADS_1
"Maunya kemana?"tanya varo.
"Ih,ga mau mikir!kamu aja"balas Dinda.
"ya udah ga jadi"ucap Varo.
"iiiiihhh Varooo mah,nyebelin!"kesal Dinda mengerucutkan bibirnya.
"Pasar malam"balas varo seraya mengecup bibirnya.
"Ayokk ayokk,let's Go!!!"ucap Dinda semangat.Membuat varo tertawa kecil.
"Siap siap dulu gih"ucap varo.
Dinda mengambil Hoodie yang tergeletak di ranjang,lalu memakainya.Entah siapa yang punya,yang penting cepet tanpa memilih di lemari.Males.
"Udah"ucap Dinda.
Varo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Dia terlihat menggemaskan memakai Hoodie miliknya yang tentu saja kebesaran olehnya.
"Dasar pemalas!"ucap varo mengacak lembut rambutnya.Dinda hanya menyengir gaje.Lagian dirinya bosan tiduran terus di apartemen varo.Dia terus memeluknya tanpa mengizinkan dirinya pergi.
"Indah"gumam Dinda menatap pasar malam yang penuh dengan keramaian dan keindahan akan kemerlip lampu yang menyinari setiap tempatnya.
"Mau apa?"tanya varo sambil menggandeng tangannya.
"Makan"balas Dinda.
Gandengannya di tangannya ia tarik menuju penjual jagung bakar.Varo hanya menurut apa yang wanitanya mau.Yang penting dia bahagia.
Dirinya berjanji,akan menjaganya selama lamanya sampai akhir hayat nanti.
"Pak dua yah"ucap Dinda kepada sang penjual.
"baik mba"balas sang penjual mulai membakar jagung pesanannya.
"Kamu mau kan?"tanya Dinda menawarinya.
"Ga bisa dong,kan udah aku pesenin"balas Dinda.
"ya ngapain nawarin aku lagi sayang"ucap varo.
"O iya hehe"ucap Dinda menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"He'eh"varo mengacak rambutnya lembut.
Di saat mereka menunggu makanannya,tiba tiba ada seorang pria menghampiri mereka.
"Dinda?"panggil pria itu.
Seketika membuat alis dinda mengkerut.
Siapa laki laki bule di depannya?.Dan varo,dia menatapnya tak suka.
"Siapa?"tanya varo dengan wajah datarnya.
"Lo lupa Din?,gue Vinsen"ucap Vincent tanpa menjawab pertanyaan varo.
Varo rasa,dia masih ada dendam dengannya.
Dih,dasar cowok bule songong.
"Haaa?,Lo Vinsen?,astaga pangling gue"ucap Dinda.Vinsen pun memeluknya untuk memenuhi rasa rindunya.Dinda pun membalas pelukannya.Sudah sangat lama mereka tak bertemu.
"Sudah"ucap varo menarik lengan Dinda.
Membuat mereka melepaskan pelukannya.
Dinda hanya meliriknya tak suka dengan sikapnya.
__ADS_1
"Lo masih sama cowok posesif akut ini ternyata"ucap Vinsen.
"Banyak cerita sen"balas Dinda.
Vinsen mengangguk paham seraya melirik varo.Dia ingin tertawa melihat wajah datar varo.
Dasar cowok posesifnya ga wajar!.
"Lo apa kabar Din?"tanya Vinsen.
"Gue baik,...eh btw bahasa Indonesia kamu lancar juga yah"ucap Dinda.
"Hehe ya begitulah,kan udah lama disini"ucap Vinsen.
"Udah lama?,kamu tinggal disini?"tanya Dinda.
"Iya,ngikut istri"balas Vinsen membuat Dinda terkejut.Sedangkan varo,dia cukup tertegun apa yang ia katakan.
"Kamu udah nikah?"tanya Dinda.
"Alhamdulillah udah Din"balas Vinsen.Lagi lagi membuat Dinda dan Varo tertegun dengan kata yang ia ucapkan.Sungguh berbeda dengan dulu, sekaligus dengan negara asalnya.
"Vinsen,ayo pulang"ucap seorang wanita bercadar menghampiri Vinsen,dengan barang barang yang memenuhi tangannya.
"Sayang,kenalin dulu ini Dinda teman lama aku"ucap Vinsen mengenalkan kepada istrinya.
"Hai Aisyah"sapa Dinda.
"Lo tau nama gue?"tanya Aisyah.
"Ha?"Dinda dibuatnya terkejut dengan bahasa yang ia katakan.Sungguh berbeda dengan pakaiannya.Dia kira dia kalem dan pendiam.Tapi nyatanya.
"Ternyata gue salah Din, ternyata dia kayak Lo,bar bar"ucap Vinsen.
"Ishhh apaan si kamu!"ucap Aisyah seraya mencubit lengannya.
"Awshh sakit yang"
"Oh iya,hai dindaaa,salam kenal,gue istri Vinsen,laki laki brengsek teman lo"ucap Aisyah.
Vinsen hanya tertawa kecil.Dia mengingat bagaimana cara dirinya mendapatkannya.
Dari memaksanya, berkenalan dengan keluarganya tiba tiba,bahkan mencoba melakukan hal bejat kepadanya. Heh,memang sangat brengsek dirinya.
"Tapi sekarang engga dong"ucap Vinsen.
Namun semua itu menghasilkan hasil yang menguntungkan.Setelah berbicara baik baik dengannya,membuat Aisyah menerimanya dan bersabar membuat Vinsen menjadi orang lebih baik lagi.Namun itu sangat sulit bagi Vinsen.Dengan bantuan darinya, membuat Vinsen tobat dengan agamanya yang baru.
"Tapi emang si sekarang udah engga"ucap Aisyah menyengir.
Membuat mereka terkekeh.
"Aku kan pria ngalim kan?"ucap Vinsen.
"Hmm,..ya udah Din,gue sama Vinsen mau pulang dulu yah"pamit Aisyah.
"Owh iyaa hati hati yah"balasd Dinda
"Kapan kapan main dong ke rumah,oke"ucap Vinsen.
"Harusnya Lo dodol"balas Dinda
"Pasti,tunggu aja"ucap Vinsen.Dia dan istrinya pun melenggang pergi menuju mobilnya.
"Uuuh, akhirnya dia mendapatkan wanita pilihannya"ucap Dinda.
"Kamu mau?"tanya varo.
"Mau apa?"tanya Dinda.
__ADS_1
"Mau berkeluarga bersamaku,dan menjadi ibu dari anak anakku nanti,menjadi keluarga bahagia dan harmonis sedunia"