Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 14


__ADS_3

Amel mulai memasuki gerbang sekolah.


Sepertinya sisiwa sudah sibuk dengan tugasnya.Terlihat sepi dan tak ada siswa yang berkeliaran.Coba saja kalau ada,amel akan bergaya di depan mereka,agar terlihat cewek cool dan nakal.Tapi nyatanya dia penakut dan cengeng.


Dia segera memarkirkan mobilnya di parkiran.Dia merasa aneh,kenapa di sekolah itu,tidak ada yang menegurnya ataupun masuk bk,karena kesalahan yang setiap kali dia perbuat.Tapi sudahlah,itu bagus.


Sebelum pergi dari parkiran,dia terhenti ketika melihat mobil keren dan mewah.Tentu saja milik dinda.Melihat itu membuatnya tersenyum penuh arti.Lalu dia melihat lihat sekitarnya,tidak ada orang.Dia pun mengeluarkan sebuah botol yang berwarna merah.


"Hmmm?tulisan apa ya?"gumam amel.


Setelah berpikir,dia segera mencoret coret mobil mahal milik dinda menggunakan cat semprot pewarna pilox.Dia membawa itu selalu,karena digunakan untuk membully siswa lainnya,termasuk mengotori mobil yang lebih bagus darinya.Dia tidak mau tersaingi.


"J a l a n g"ucap amel mengeja. Menurutnya kata itulah yang pantes buat dinda.Hanya bekerja itulah,dinda bisa membeli mobil mahal seperti ini.Tidak hanya itu,semua pakaiannya juga bermerek terkenal.


TringTring


Bunyi bel istirahat membubarkan siswa yang ada di kelas.Membuat amel kelimpungan.Dia tidak mau ketahuan oleh siswa lain.Dengan tergesa gesa dia memasukkan pilox tersebut ke dalam tas.Namun,terlalu terburu-buru membuat pilox itu jatuh ke bawah.


"Sial!!"sarkas amel,dengan cepat dia mengambilnya.Sebelum ada siswa yang melihatnya.


"Terburu-buru banget!"celetuk dinda.


Membuat amel terkejut,dari kapan dia disini.Dia segera berdiri,tanpa membawa pilox itu.Dan apa?dia lihat dinda sedang menatap tajam dirinya dengan tangan bersidakep.Tak hanya itu,dirinya dikelilingi oleh para siswa disana, termasuk semua teman teman dinda.


Sangat maluuuu!.


"Apa!"sewot amel,dia akan beralasan agar tidak semakin malu.Kalau dia mengaku,sudah pasti dinda mengejeknya.


"Masih mau mengelak?"tanya dinda terkekeh remeh.Huh,image nya nambah!!.


"Dindaa"guman dani.


"Dia bukan dinda adik lo woy!!"timpal bima yang ada di sampingnya.


"Tadi wajahnya mirip princes"ucap deni.


"Huh, terserah kalian aja lah!"kesal bima.


Dari tadi bima selalu mendengar ucapan dani dan deni yang menganggap dinda itu adik mereka.Membosankan!.


Yah begitulah!.Semakin lama mereka menatap wajah dinda.Dia seperti dinda adiknya.Semuanya persis,dari mata,


hidung,bibir,dan yang lainnya,sama persis dengan adiknya.Hanya saja dia sudah dewasa dan sikapnya juga berbeda.


Sepertinya,mereka salah menduga.


"Apaan si!gue ga ngapa ngapain!"elak amel.


"Engga mau ngaku?"tanya dinda tersenyum miring.Dia mengambil pilox tersebut dan menunjukan kepada amel.


"Lo hobinya nuduh terus yah!itu bukan punya gue!!"ucap amel.


"Nuduh? bukannya lo yang nuduh waktu itu?"ucap dinda dengan wajah datarnya.


Dengan perlahan dia mendekati amel yang masih biasa saja.Tidak terlihat takut padanya.Hmm,seberapa besar nyalinya.

__ADS_1


"Asal lo tau,hobi gue bukan nuduh,tapi...


membunuh"bisik dinda membuat amel menegang.Bukan hanya amel yang mendengarnya,tapi juga varo.Dia bukan mendengar,tapi melihat gerakan bibir dinda. Lagi lagi,dia dibuatnya penasaran dengan dirinya.


"Heh lucu!!!"ucap amel terkekeh.Dia mendorong kasar bahu dinda,membuat dinda semakin tertantang.Dia mengusap bahu yang di pegang tangan kotor milik amel.


"Kalo memang gue pelakunya gimana?


ga trima lo?"ucap amel denga lantangnya.Sekarang giliran dia yang mendekat ke arah dinda.


"Ga trima juga,lo telah dibuang oleh keluarga lo?...kasihan"ejek amel tepat di depan dinda.


Dinda masih santai.Dia pun mendekat,


lebih dekat ke hadapan amel .


"Soal itu,gue terima,tapi gue gak trima kalau ada dua ****** yang numpang di rumah orang tua gue!"remah dinda.Dia menulis kata '******' di baju amel.


Membuat amel membelalakkan matanya.


Tak hanya dia,tapi seluruh siswa dan guru terkejut akan tindakan dinda.


Terutama dani dan deni,mendengar itu,


mereka semakin yakin,kalau dia adalah adiknya yang selama ini mereka cari.


"Beraninya lo!lo itu yang ******!!setelah lo dibuang!lo ngejalang,buat dapet banyak uang kan!!ngaku lo!!"ucap amel emosi.


"Bukannya sebaliknya?"tanya dinda dengan santai.Semua siswa mulai menyaksikan perdebatan mereka dengan serius.Mereka bukan hanya siswa tapi juga ibu ibu yang sedang mencari bahan untuk bergosip.


"Mau bukti?"tanya dinda.


Apa?amel tak percaya akan perkataan dinda yang santai dan seperti tidak ada yang ditakutinya.Bukti?bukti apa?.Dia merasa bodoh disini!.


"Kalian lihatlah dinding itu"ucap dinda menunjuk ke dinding sekolah yang sangat luas.Tapi membuat mereka heran,


untuk apa dia menyuruhnya melihat dinding?itu hanya dinding berwarna hitam!tidak ada yang menarik.


"Heh?apa lo gila?itu hanya di-"


Ucapannya terhenti saat mendengar teriakan kaget dari semua siswa.Apa yang membuat mereka sangat heboh.


"Lihatlah,itu sangat menarik"ucap dinda.


Seketika matanya terbelalak.Gimana tidak,disana terlihat pertunjukan yang sangat menjijikkan,namun menarik.Video yang anya rekam ditunjukkan olehnya.


"Tutup mata lo!"ucap dito,dia melangkah maju,tepat depan anya,agar dia tidak melihatnya.Karena tinggi anya hanya sebatas dadanya,membuatnya mudah untuk menutup semua badannya.


"Hish apaan si lo!"protes anya tanpa menyingkirkan dito darinya.


"Dia sudah biasa nontonin itu dito!bahkan nonton langsung,lo ga usah lebay deh"


ucap fifi.


"Biarin!"sewot dito.

__ADS_1


Yah memang betul,tapi masalahnya bukan itu.Namun,perasaan.Anya merasa,


aneh saat dekat dengan dito.Mungkin karena kelakuannya yang menunjukkan peduli padanya,membuatnya terbawa perasaan.


"Hentikan!!hentikan!!apaan ini!itu ga benar!! hentikan!!"teriak amel.


Semua siswa hanya menatapnya jijik.


Ternyata anak dari keluarga anderson yang terhormat, kelakuannya seperti itu.


Melakukan hal hal senonoh,yang memalukan!.


"Lo tega!!lo tega sama saudara lo sendiri!!"teriak amel di depan dinda.Dia sangat malu,dan ingin membalas perbuatan dinda.Dia juga akan mempermalukan dia!.


"Tidak ada seorang saudara bertindak jahat kepada saudaranya sendiri,gue salah apa!karena daddy lebih sayang ke gue,lo pergi dan membalasnya,gitu?"


ucap amel mendramatis.Membuat dinda geram!!bisa bisanya dia mengucapkan yang sebenarnya dengan kebohongan.


"Lo ga usah fitnah anjing!"sarkas dinda.


Dia tidak akan main fisik.


"Ibu lo itu pembunuh!dia membunuh mommy gue!!dan seenaknya lo menuduh gue!dan membuat daddy percaya dengan kebohongan lo!!"jelas dinda dengan menggebu gebu.


"Gue pergi dari rumah,karena lo!!lo yang sudah menghasut daddy gue!!gue disangka pembunuh olehnya!!"lanjut dinda.


"Lo itu hanya ingin harta keluarga anderson saja amel!!"ucap dinda.


Lagi lagi semua siswa terkejut.


"Kalian lihat!pria yang ada divideo itu!


itu ayahnya!orang penggila **** dan serakah!dengan seperti itu,anaknya juga ikut dengan ibunya!!******!"ucap dinda.


Dia merasa puas unek unek nya tersampaikan.


Sungguh,amel sangat malu!!.sekaligus gregetan dengan dinda.Dan lihat, semua siswa percaya dengannya,dan mereka semua mulai memaki makinya.


"Lo pergi dari sekolah ini!dan jangan kembali!gue yakin ga ada sekolah yang mau nerima lo!"ucap dinda.


"Siapa lo!lo jangan sok berkuasa disini!"


ucap amel dengan sedikit wajah pede nya yang tersisa.


"Dia pemilik sekolah ini,sekarang kau keluar dari sini!"ucap dua pak satpam yang menjaga sekolahan.Mereka juga merupakan mafioso blackwhite.


Entah berapa kali,semua siswa dibuatnya terkagum kagum.Dengan mata melotot dan mulut terbuka adalah keadaan wajah mereka.


"Bawa semua barang barangnya juga!


termasuk mobil butut nya juga"ucap dinda dengan dinginnya.


"Baik queen!"


Queen?!batin mereka.Banyak pertanyaan yang ingin mereka sampaikan kepadanya.Tapi mereka tak berani.

__ADS_1


"Princes?!"


__ADS_2