
"Sudah siap semua?"tanya fatar dengan tegas.Para mafioso blackwhite sedang berbaris, mempersiapkan segala hal sebelum melancarkan aksinya.
"Sudah!"balas mereka dengan kompaknya.
"Senjata?"tanya fatar.
"Sudah!"
"Sudah makan?"tanya fatar yang tegas namun bergurau.
"Sudaaah!"balas mereka seraya tertawa kecil.
"Baiklah,kita tunggu queen dan teman temannya"ucap fatar.
Hari ini,mafia blackwhite bersepakat untuk menyerang markas mafia vedgrafl.
Dinda bukan hanya benci karena dia telah membunuh beberapa mafiosonya,tapi juga,dia marah karena beraninya dia melukai temannya.
"Ingat!kita bukan hanya fokus kepada lawan,tapi juga pada diri sendiri!"peringat dinda.Dia dan tiga temannya pun masuk,
dengan pakaian serba hitamnya,khas anggota mafia blackwhite.
"Baik queen!"
Dinda dan yang lainnya pun keluar dari markas,diikuti para anggotanya.Dia tidak membawa mafiosonya semua, hanya sebagian.
Karena dinda merasa, mafia vedgrafl kudah dikalahkan.
Mereka pun masuk ke mobilnya yang sudah disediakan.
"Apa minda dan amel disana?"tanya nita.
Dia memaksa untuk ikut,tapi hanya ikut saja,tidak ikut pertempuran.Itu perintah dari dinda.
"Gue ga tau pasti,tapi harusnya mereka ada disana"balas dinda,nita dan yang lainnya hanya mengangguk paham.
"Btw,ponsel lo bunyi terus din,dari cowok lo pasti"ucap fifi yang menyadari ponsel dinda berbunyi tanpa henti.
"Marah dia"ucap anya.
Benar saja, sudah sangat banyak varo terus menghubunginya.Dinda lupa,kalo dia belum mengabari varo.Pasti dia menjemputnya, tentunya dirinya sudah tidak ada di rumah.Sudah beberapa kali dinda selalu membuat varo marah.Sudahlah,dinda hanya menunggu apa yang akan ia lakukan padanya.
"Sudahlah,biarin"balas dinda tak peduli.Dia seakan lupa,saat varo marah kepadanya waktu itu.Menyeramkan!.
"Jangan din! pokoknya jangan sampai dia marah!kalo dia marah,takutnya dia berbuat apa apa ke lo,kan lo tau betapa bucinnya dia"ucap nita.
"Lo harus sabar jadi pacar dia,dia akan melakukan apapun apa yang ia mau!
contohnya waktu dapetin lo"lanjut fifi.
"Kalo dia marah sekarang nih, takutnya dia akan berbuat yang tidak tidak ke lo,atau bisa dia akan melukai dirinya sendiri,kayak waktu itu"ucap anya.Mereka sudah sangat tahu sikap varo.
__ADS_1
Penjelasan dari para temannya, membuat dinda berpikir.Ini nih resiko punya pacar.Apalagi pacarnya varo, dirinya harus lebih bersabar dan bersikap dewasa menghadapi sikap bocahnya.
Menurutnya,varo itu anak kecil yang sangat manja dan pemarah kepadanya.
"Biarin aja"balas dinda kekeh,entah apa yang terjadi nanti.Teman temannya mengangguk,dia
hanya bisa berkata seidkit saja tentang hubungannya dengan varo.Mereka tidak ingin terpalu ikut campur tentang hal itu.
"Kita sampai"ucap sang supir seraya menghentikan mobilnya,di jalan sempit,
di tengah hutan.
"Kita masuk!"
Dinda dan yang lainnya pun masuk ke hutan terlarang itu.Hutan yang tentunya tidak boleh yang ada memasukinya.Sungguh sangat tertutup.
Tepat di depan gedung,dinda dan yang lainnya merasa heran,tidak ada orang satu pun yang menjaga markasnya.Terlihat aneh.
"Kita masuk!kalian jaga diluar!"ucap dinda.
Dia dan ke tiga temannya masuk ke dalam gedung.Sedangkan para mafiosonya menjaga di luar.Mereka juga heran,kenapa seperti tidak ada orang disana.
Sepi dan sunyi.Tak ada barang bahkan orang.Hanya satu ruangan yang membuat dinda mengepalkan tangannya.
Terdapat tulisan berwarna merah di dindingnya.
"Kau Tidak Akan Bisa Menemukanku HaHaHa...."
Ternyata dia pengecut!lemah!dan penakut!.Dirinya tidak menyerangnya sebelum minda dan amel memberitahu
ketua vedgrafl,karena dinda hanya ingin tau seberapa beraninya mafia ini.Namun,
heh...banci!!!.
"Anjing!"sarkas nita.
"Babi!!"sarkas fifi.
"Setan!!"sarkas anya.
"Letakan bom di setiap sudut!!!"perintah dinda.
"Baik queen"nita,fifi,dan anya pun meletakkan beberapa bom di seluruh sudut gedung.
"Sudah siap queen"ucap nita.
"Baiklah kita keluar!"balas dinda.
Mereka pun keluar dari gedung dengan rasa yang emosi,namun akan mereka sabar sabarkan.Mereka kira laki eh ternyata banci!.
"Mereka lari! sekarang kita menjauh dari sini!"ucap nita kepada para mafioso.
__ADS_1
Mereka melangkah menjauh dari gedung.
Tepat di ujung,mereka berbaris menyaksikan hal yang menarik nantinya.
"Sekarang!!!"
Duarrrrrrrrrrrrrr
"Lo pengecut candraaaa!!"teriakan dinda tepat bersamaan dengan suara bom yang meledak.
Seketika bangunannya hancur berkeping-keping.Material material bangunan terus
remuk terlempar ke segala arah. Membuat dinda dan yang lainnya berlari, pergi dari sana.
"Hahaha"tawa keras itu terdengar menggelegar di telinga para anggotanya.
Setelah melihat video dari anggota yang ia suruh untuk memantau apa yang mafia blackwhite lakukan di markasnya setelah mengetahui kalau dirinya tak ada di sana.Ternyata memuaskan,melihat wanita itu yang merupakan queen blackwhite.
Tak apa dirinya dibilang pengecut olehnya, namun dia merasa berhasil menipunya.Jujur saja,candra memang tidak berani melawan blackwhite yang kemampuan bela dirinya tidak ada tandingannya.
"Markas kita hancur king"sahut salah satu anggotanya.
"Tidak masalah,lagian kita sedang membangun markas lagi,kita akan membuat lebih lebih besar dari sebelumnya"balas candra dengan tersenyum miring.
Minda dan amel sudah tidak ada disana.
Tentu saja mereka sedang mempersiapkan uang yang ia minta.Tak sia sia dirinya mau membantunya.
Memang,dari awal dia tidak ada niatan untuk menghancurkan mafia blackwhite.
Namun setelah minda dan amel datang untuk meminta bantuannya,membuat dia
bertindak.Brato adalah temannya, sekaligus sahabatnya.Dia tidak mau mengecewakannya.
Tapi,saat mengetahui betapa kaya nya minda dan amel, membuatnya berubah pikiran.Dia hanya bertindak sedikit, agar terlihat dirinya benar benar membantunya.Candra terus mencari alasan, untuk meminta uang kepada mereka berdua.
Apalagi, setelah tau betapa obsesinya mereka terhadap mafia blackwhite, tepatnya ke leadernya yang misterius itu.
Membuatnya semakin gencar untuk menguras semua hartanya.Kalau mereka tidak mau,mudah saja,dia akan membatalkan kerja sama ini.
Dia tidak takut mereka benar benar menyetujuinya, karena dia yakin, mereka tidak akan mau.Soal persahabatannya dengan brato,dia pikir itu sudah tidak penting.Karena,buat apa dia memenuhi keinginan orang yang sudah mati.
"king,nanti kalau mereka tau kita pindah kesini gimana king?"tanya orang itu.
"Tidak mungkin, mereka tidak akan memikirkan markas ini lagi,sudah pasti mereka melupakannya"balas candra, dibalas anggukan olehnya.
Sekarang mereka tinggal gubuk kecil,
bukan mereka,tapi hanya candra.Dia tinggal disana hanya sementara, sampai markas barunya selesai dibangun.Dia sangat menantikan markasnya yang baru,pastinya markas yang sangat ia inginkan.Yang besar, komplit,dan indah,
melebihi markas mafia blackwhite.
__ADS_1