Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 127


__ADS_3

"Pikirin masa depan lo dit,jangan kayak gini mulu... keluyuran ga jelas dan berantem berantem sama orang...ga baik dit"tutur anya seraya menyuapi dito makanan.


"Iyaaa"balas dito.


"Pikirin diri kamu sendiri juga,jaga kesehatan,ga kayak gini,kamu jadi ga ke urus,jarang makan,...kasihan keluarga kamu dit... mereka hanya ingin melihat anaknya sukses sesuai apa yang mereka harapkan"ucap anya.


"Iyaaa"balas dito.


"Kalo dibilangin jangan iya iya mulu, didengerin...kalo iya artinya iya,bukan iya terus kamu melakukan yang tidak"


ucap anya.


"Iyaaa"balas dito,tentu saja membuat anya mendengkus kesal.


"Udah jangan marah marah mulu"ucap dito seraya menarik tangan anya.


Otomatis anya dengan cepat meletakan piringnya karena takut tumpah,lalu


dengan hati hati dia naik ke ranjang rumah sakit, sesuai apa yang dito mau.


Tapi seketika anya ragu,karena dito menariknya untuk duduk di pangkuannya.


Tentu saja dirinya tidak mau.


"Ditoo kamu lagi sakit"ucap anya.Astaga wajahnya saja penuh luka, apalagi tangannya sedang di infus,masih saja bertingkah.


"Engga sakit,kalo ada kamu"ucap dito.Dia


memeluk anya yang ada di pangkuannya dengan posisi ala koala,lalu ia menduselkan wajahnya ke lehernya. Sangat nyaman.


"Apa aku hanya dijadikan rumah untukmu?"tanya anya seraya membalas pelukannya.


"Maksudnya?"tanya dito.


"Rumah itu,tempat kita tinggal dan berlindung dari malam dan hujan...tapi saat sudah siang dan terang...rumah pasti akan ditinggal pemiliknya untuk bekerja,...hal itu pasti terjadi berulang-ulang"jelas anya.


"Seperti aku...aku tempat kamu berlindung hanya saat kamu jatuh... setelah kamu sembuh,kamu tinggalkan... seakan melupakanku,...itu pun terjadi berulang-ulang"ucap anya.


Ucapannya cukup membuat dito tertegun.Anya tidak heran.Karena walaupun dito mengakui kesalahannya saat ini.Namun, besoknya pasti akan mengulanginya lagi.Anya sudah hafal dan bosan dengan kelakuannya seperti ini.Anehnya lagi,dia menerimanya lagi.


"Kamu itu rumahku,dan juga hatiku...aku janji aku akan berusaha untuk berubah"

__ADS_1


ucap dito seraya mengecup bibirnya sekilas.Lalu dia menidurkan anya di sampingnya,dan setelah itu,dia memeluknya dengan erat.Dia sudah seperti bayi yang manja kepada ibunya.


Anya hanya menghembuskan nafasnya panjang.Dia juga sudah sangat hafal kata kata itu.Dia hanya omong kosong saja,


yang jelas jelas dia tidak melakukan hal itu.Bersamanya memang sangat nyaman,rasa sakit hatinya seakan hilang seketika setelah melihatnya seperti ini.


Apa dirimu harus tetap menerima dia dan menerima sakit hati yang selalu ia berikan kepadanya?.


"Dito jangan tidur...minum obat dulu..."


ucap anya sambil menepuk pelan wajahnya yang terlihat dia hendak menuju ke alam mimpinya.


"Ga mau sayang"ucap dito dengan suara beratnya.


"Minum obat atau aku pergi!!"ancam anya.


"Yaaah baiklah"balas dito pasrah.


Sekarang pikirannya dan kelakuannya memang gila!.Dia akui dirinya memang salah,salah besar.Tapi inilah sikapnya dia.Dengan tanpa malu dirinya,menemui wanitanya setelah apa yang dirinya lakukan kepadanya.Tapi itulah yang menurutnya harus ia lakukan.


Dia tidak bisa menjauh dari anya.Dimana dirinya sedang jatuh,kacau,dan sakit, anya lah tempat dimana dirinya bisa tenang kembali.Dia adalah hatinya. Bahkan dia bagaimana raganya,dimana nyawanya harus kembali ke dia.Dia juga tak suka anya bersama pria lain selain dirinya.Gila!ya dirinya memang gila!.


"Engga?"dengan cepat anya menolak.


Karena permintaannya selalu yang aneh aneh kepadanya.Permintaannya selalu menguntungkan dia,tanpa memikirkan kerugian dirinya.


"Dari mulut atau..."dito memandangi tubuhnya dari bawah ke atas.Yah,itu juga anya sudah hafal.Apapun yang dia inginkan harus tercapai walaupun dengan cara mengancam.


Tentu saja anya juga tertekan akan hal itu.Dia seakan melecehkannya tanpa dirinya sadari.Tapi saat dirinya menolaknya,malahan dia semakin menjadi jadi.Kekerasan adalah yang ia lakukan padanya.Dirinya juga tak berani menceritakan hal ini kepada siapapun.


Bisa bisa dito semakin liar kepadanya,


dan bisa saja membuat malu dirinya sendiri.


"Iyaaa!"ucap anya dengan pasrah.


Dia meletakan obatnya di mulutnya, disusul meminum air putihnya tanpa menelan,lalu dia cium bibir dito,dia masukan air tersebut dari dalam mulutnya ke mulut dito.Yah inilah kemauannya yang tak masuk akal,aneh,


dan menjijikkan.


Merasa obatnya sudah tercampur dengan air, membuat anya terjingkat karena rasanya sangat pahit.Sedangkan dito,dia masih ******* bibirnya, menyapu seluruh isi mulutnya,agar menghilangkan rasa pahit itu.

__ADS_1


Dia mengangkat kembali anya ke pangkuannya,lalu dia mulai menikmati ciumannya.Semakin lama, ciumannya turun ke lehernya.Terasa gigitan gigitan kecil disana.Sedangkan anya dia memejamkan matanya, berusaha tidak terhanyut oleh permainannya.


Hal ini sudah sangat sering ia lakukan padanya.Dia melecehkannya dengan disadari olehnya bahkan pernah tidak disadari olehnya.Pernah beberapa kali,


saat dirinya bangun tidur.Lehernya sudah penuh dengan gigitan kemerahan.Itu sudah pasti dito.


Dia sempat berpikiran, dirinya adalah korban pelecehan yang harus ia ceritakan ke pihak berwajib.Tapi karena ancaman dari dito ataupun pikirannya,


membuatnya tidak melakukan itu.Huh!,


apa hidupnya harus seperti ini?.Dirinya mau bahagia dengan pria yang benar benar mencintainya, menyayanginya,dan paling utama adalah baik dan setia.


Tapi... dirinya juga aneh.Sudah jelas jelas dia tukang selingkuh darinya,tapi tetap saja dirinya menerimanya.Dirinya seakan tidak bisa marah dan jauh darinya. Sejahat jahatnya dia kepadanya, dirinya terus saja memaafkannya.Sangat aneh!.


"Su-susah dito!!,ini rumah sakit!"ucap anya seraya mencoba menggagalkan aktivitas dito yang sedang membuka satu persatu kancing kemejanya.


Namun dito tak menghiraukannya.


"Ditoo please!jangaaan!aku mohoon!"


ucap anya mulai panik.Dengan keadaan sakit pun,dia masih sempat sempatnya melakukan hal itu kepadanya.


Akhirnya dito menghentikan aktivitasnya.


Ditatapnya wajah cantik dan seksi milik anya.Wajah yang satu satunya ada di hatinya.Dia menyingkirkan satu persatu anak rambut yang menutupi wajahnya.


Lalu dia memeluknya,dan menduselkan wajah di lehernya.


"Ditoo!!stop!!, berhenti!"ucap anya memohon.


Bagaimana tidak,dia merasakan tangannya masuk ke kemejanya.Elusan demi elusan,tidak membuat anya menikmatinya.Malahan dia merasa takut dan marah kepada dirinya sendiri.Kenapa dirinya tidak bisa lepas dari jeratannya.


"Ditooo!hiks...!! berhenti!stop!!"isakan kecil terdengar dari mulutnya.Membuat dito berhenti.


"Hey!kok nangis?...ini bukan permainan yang sebenarnya...ga usah nangis"ucap dito.


Bukan permainan yang sebenarnya?.Apa ma-maksudnya?.Apa dia mengincar mahkota berharga nya?.Tidak!!.Anya tidak akan ngebiarin dia lebih liar kepadanya.Memang dirinya lemah saat bersamanya.Lemah dalam bicara maupun fisiknya saat disentuh olehnya.


"Hikss...kamu tega dit!!kamu tega!!hiksss!!"


Dito Jahat!!.

__ADS_1


__ADS_2