Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 20


__ADS_3

Indah dan vina tidak meragukan tindakan dinda.Apapun masalahnya,sudah pasti dinda mampu menyelesaikannya, sendiri tanpa bantuannya.Sungguh terbuat dari apa pikirannya,sampai pintar seperti itu dan juga cerdik.


"Gimana kak? perkembangan perusahaan?"tanya dinda.


Dia dan indah sedang duduk di ruangan CEO, tepatnya ruangan dinda.Ruangan luas dan rapi,yang tidak pernah di kunjungi, kecuali saat dibersihkan,bahkan dinda yang memilih siapa yang harus membersihkannya.Tak lain adalah anggota mafia nya.


"Melonjak tinggi din,banyak yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan, keuntungannya juga lebih banyak dari biasanya"balas indah.


"Bagus, tingkatkan lagi"ucap dinda. Ucapannya membuat indah mengelus dada.Apakah tidak bisa bicara lebih panjang lagi.


"Permisi dinda,ada tamu diluar"ucap vina dari arah pintu,dia menghampiri mereka.


"Siapa?"tanya dinda yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Vina mau mengatakan,tapi ragu.Dia tak ingin dinda sedih dan semakin sulit melupakan kejadian dulu.Mulutnya terasa sulit untuk mengucap.


"Siapa kak?"tanya dinda lagi.


"Pak jordi,dari perusahaan anderson group"balas vina dengan ragu nya.


Seketika dinda terdiam sejenak.


"Suruh dia masuk"ucap dinda.


"Biar kakak aja din yang-"


"Suruh dia masuk!!"tekan dinda memotong ucapan indah.


Vina dan indah melihat perubahan raut wajah dinda.Raut wajah yang datar tanpa berekspresi, dan lebih dingin dari biasanya.Mereka tau,sudah pasti dinda merasa marah sekaligus sedih.Entah apa yang di pikirkan ayahnya, sampai bisa membuat dinda berubah seratus persen seperti itu.Sangat fatal!.


"Ba-baik queen"


Vina pun keluar dari ruangan dinda,dan menemui jordi dan beberapa karyawannya. Beraninya dia menemui anaknya,anak yang sudah dia usir,dan membuat dinda sakit hati padanya.


"Silahkan pak masuk"ucap vina kepada jordi,dan langsung di balas anggukan sopan olehnya.Mereka pun masuk ke ruangan tersebut,diarahkan oleh vina.


"Silahkan pak duduk""ucap indah mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa.


Vina dan indah tidak keluar dari ruangan itu.Mereka mendampingi dinda.Awalnya mereka yang akan menemuinya seperti biasanya.Tapi,dinda menolak,membuat mereka diam.


Sedangkan jordi dan beberapa karyawannya,sedikit gugup melihat wajah sang CEO.Memang tidak sepenuhnya terlihat,namun mereka mekihat matanya yang tajam dan raut wajah yang menurutnya mengerikan.

__ADS_1


"Ekhem"


Dinda pun beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati mereka, tepatnya duduk di sofa.Sungguh berwibawa dan auranya sangat bangsawan.Tak heran,kalau perusahaan baru ini, langsung menggantikan posisi perusahaannya.


"Dengan tujuan apa anda datang kemari?"tanya dinda seraya menyilangkan kakinya.Dari suaranya pun membuat mereka menelan ludahnya cukup kasar.Itu hanya suara wanita yang masuh sangat muda,bukan suara baritonnya laki laki.


"Hmm,saya ingin bekerja sama dengan anda"ucap jordi.Suasanannya seperti begitu mencengkam.


"Bisnis apa yang anda miliki?"tanya dinda dengan senyum miringnya.Senyum andalannya.


Ucapannya membuat jordi terdiam.


"Semua bisnis yang anda jalankan,selalu tidak berjalan lancar,semua karena tidak ada modal,anda selalu mengambilnya tanpa sisa,itu yang saya ragukan!"ucap dinda.


Kenapa dia tau tentang perusahaanku?.


batin jordi.Sedangkan karyawannya rasa,


itu memang benar apa yang dikatakan sang CEO.Pantes saja banyak yang resign dari perusahaan pak jordi.


"Saya janji,saya tidak akan lagi berbuat seperti itu,waktu itu saya terpaksa mengambilnya"ucap jordi.


Jordi cukup tertegun dengan perkataan tajam dari queen.Yaah,queen,dia tau panggilannya karena vina,tangan kanannya yang memberitahunya.Dia tak mengerti apa yang queen maksud.


"Oh maksudnya apa ya?"tanya jordi.


"Bukan apa-apa,anda memang sudah melupakan keluarga lama mu, termasuk anak kandungmu itu"balas dinda.Ah sudah mereka duga,vina dan indah sudah memahaminya.


"Queen?saya tidak memahaminya"ucap jordi heran.


Dinda semakin yakin,dia adalah seorang ayah yang sudah melupakan keluarganya dengan mudahnya.


"Dinda sekarang sudah jam delapan" peringat indah,dia memperingatinya jam delapan malam, sesuai apa yang dinda perintah.


"Dinda?"gumam jordi.Dia terus melamunkan sosok yang terus ada di hati dalamnya.


"Yaa?ada apa dengan nama itu?"tanya dinda terus memancing,dia hanya ingin tau apa yang dia rasakan tentang keluarga lama nya.


"Dia princess daddy"ucap jordi terdengar sedih.


Dinda cukup terkejut dengan perkataannya barusan.Princess daddy?

__ADS_1


kata yang sangat lama tidak dia dengar,


dan dia merindukannya.


"Yah,dinda adalah anak saya,anak perempuan kesayangan saya,dia putri kecil saya, walaupun sekarang dia sudah besar,tapi dia tetap putri kecil saya"ucap jordi.


Sedangkan yang lain?mereka hanya menyaksikan dan mendengarkan curhatan darinya.Indah dan vina cukup tersentuh dengan suasana sekarang.Penuh haru.Tak berbeda dengan dinda, dia terdiam membisu setelahnya.


"Sekarang,dia entah kemana,saya merasa terpukul akan hal itu,dan kedua anak putra saya,mereka sudah berbeda,dia sangat cuek kepada saya dan tidak peduli dengan saya"lanjut jordi dengan mata sudah penuh dengan air mata yang sudah siap untuk membasahi pipinya.


"Itu karena saya,saya mengusir putri saya,memang ini kesalahannya,tapi tak seharusnya saya mengusirnya karena kesalahannya waktu itu,saya sangat menyesal"ucap jordi penuh rasa bersalahnya.


Seketika tangan dinda mengepal,ini bukan salahnya!!! membuatnya semakin geram kelada mereka.Ingin sekali dinda melenyapkan mereka segera,tapi dia urungkan niatnya.Sebab,dinda masih ingin bersenang-senang.


"Ekhemm"Vina berdehem,dia ingin mencairkan suasana,agar tidak diperpanjang.


"Oh,maafkan saya,ini sungguh memalukan"ucap jordi seraya menghapus air matanya.


Dinda pun merilekskan tubuhnya.Dia tidak mau pusing karena ucapannya.Dia tidak akan mengubah niatnya.


"Saya memiliki bisnis yang baru saja di mulai,bahkan belum berjalan,saya serahkan kepadamu,nanti saya transfer uangnya"ucap dinda.


Ya tuhan!!jordi sangat bersyukur.Dia akan mengembangkan bisnis itu dengan baik,


walaupun sendiri,yang penting uangnya tidak sendiri,apalagi bisnis itu miliknya,dia hanya mengambil keuntungannya. Sungguh baiknya dia.


"Ba-baiklah,makasih queen,saya sangat senang, makasih banyak queen"ucap jordi.


Betapa gembiranya dia,bisa menjalankan bisnis tanpa bingung dengan modalnya.


Tapi kebahagiaan itu,dinda yakin,akan berubah menjadi kesedihan nantinya.


"Kita melakukan meeting besok,saya akan mengarahkan semuanya tentang bisnisnya"ucap dinda.


"Baik queen,saya akan menjalankan bisnis itu sebaik mungkin"ucap jordi,tak hanya dia, beberapa karyawannya pun ikut senang,mereka dapat bekerja tanpa ada masalah lagi tentang keuangan.Dan sudah pasti bisnis milik perusahaan ini,sangat menguntungkan.


Inda dan vina pun dibuatnya senang.


Mereka tak percaya dengannya, ternyata dinda masih baik hati kepada daddynya yang sudah menyakitinya.Dia sangat meringankan pekerjaannya.


"Saya jaga ucapanmu!!"

__ADS_1


__ADS_2