
Malam ini,nita dan fifi,tak lupa dengan para pasangannya,mereka sedang berada di ruangan anya.Setiap ada waktu,pasti mereka menemaninya.
Walaupun hanya sebentar dan hanya numpang tidur atau makan makanan milik anya dari pemberian orang.
Seperti sekarang,mereka sedang duduk bersantai,dengan di sofa ruangan anya.
Tak lupa,berbagai makanan ringan tersedia di depannya dan juga pangkuan mereka.Sedangkan anya,dia sedang makan malam,dengan dito yang menyuapinya.Sebenarnya anya kesal,
karena dito memaksa menyuapinya seakan dia peduli dengannya!.
"Cielah, romantis banget nih pak bos"
celetuk bima.
"Kayak sayang banget sama istrinya"
timpal tino.
"Cocok ga si?"sahut nita.
"Engga!"kesal anya,para temannya sangat menyebalkan selalu menggodanya dengan menjodohkan dirinya dengannya.Ya,itu dia tau itu hanya bercandaan mereka,tapi anya tidak suka!.
"Gue setuju!,gue ga mau anya disakiti lagi si"ucap fifi.
Dito masih diam.Walaupun dia terus dipojokkan oleh para temannya,dia tidak akan memasukan ke hati.Menurutnya,ini memang yang harus ia terima.Setelah itu,
dia mengambil obat anya,dan memberikannya untuk dia minum.
"Eh jangan gitu napa,kasihan dito,dia kan udah tobat"ucap bima tak tega.
"Eh ga papa kali,santai.."ucap dito mencoba untuk tersenyum.Kadang,dia
berpikir,apa gunanya sahabat?.
"Maap ya dit,emang lo si, keterlaluan!"
ucap fifi.
Memang kadang sahabat tidak selalunya
baik.Pasti ada hal yang membuat mereka
ribut walaupun sahabat.Namun,anya merasa ada sedikit rasa kasihan kepadanya.Tidak!,pria sepertinya tidak
pantas dikasihani.Apalagi rasa pesenyalan telah menerimanya dari dulu,
itu sangat dalam di hatinya.
"Sudah sudah,ngapain ribut si,lagian dito juga sudah minta maaf"ucap anya menengah.Tanpa ia sadari,membuat para temannya tertegun.Apakah anya masih ada rasa dengannya?.
Sedangkan,dito,dia pun dibuatnya terkejut....lalu senyum terbit di wajahnya.
"Apa?"tanya anya heran.
"Gue yakin,kalian emang ga bisa pisah deh!"ucap nita langsung diangguki oleh semuanya.
"Apasi,ga jelas banget sumpah"ucap anya kembali memfokuskan diri ke ponselnya.Saat itu juga, matanya membulat saat ada notif dari dinda di grub.
"Lihat grub!"ucap anya kepada para temannya.
"Maaf bestie,gue ga bisa ikut...soalnya gue lagi nemenin bunda varo abis lahiran"
Yah,itulah pesan yang dinda tulis untuk mereka di grub.
"Gue kira,dia sibuk di kantor,eh ternyata lagi pacaran"ucap tino.
"Nemenin bunda lahiran uy,bukan pacaran!"sahut nita.
"Sama aja,sama sama ketemu varo"
balas tino.
__ADS_1
"Terserah lo aja!, mending kita ke sana aja ga si,gue pengin lihat si baby"ucap anya.
"Menolak lupa nih?!"ucap fifi.Jelas jelas keadaannya sedang seperti itu,bisa bisanya dia mengatakan itu.
"Yok yok,kita lihat baby...tinggalin anya aja si"ucap nita semangat.
"Sialan lo!"sarkas anya.Menyebalkan!Udah sakit,jadi korban bully teman,dan
jadi bahan jail sahabat.Menyedihkan!.
"Besok aja,kalo kamu udah bisa pulang, pasti kamu lihat kok"ucap dito.
"Nah itu,kata dito benar... GWS ya nyaaa
byeee"ucap fifi.
Mereka pun keluar dari ruangan anya.
Mereka akan menuju ke rumah sakit yang sudah dinda sharelok.Tentu saja mereka belum tau tentang apa yang terjadi dengan bunda varo.Yang mereka nantikan adalah melihat baby dan menjenguk bunda.Pasti mereka sedang bahagia sekarang.
"Bundaa,bunda ga tidur lama lagi kan?
kayak dulu?,...buka mata bunda"tutur varo sambil mencium tangan bundanya yang ada di genggamannya.
Dia bersama dinda saat ini.Karena hanya beberapa orang saja yang bisa masuk ke ruangan ICU.Sedangkan ayahnya,dia keluar bersama berli untuk menyusul zelo.
Ayahnya,melakukan itu hanya untuk menenangkan berli,yang dari tadi terus
murung karena keadaan bunda.
"Var,kamu yang sabar ya...pasti bunda sebentar lagi bangun kok"ucap dinda seraya mengelus punggungnya.
"Sekarang bisa ga si"ucap varo membuat dinda terkekeh pelan.
"Kamu pikir deh,kan bunda habis operasi,
pasti bekasnya sakit dong di perutnya,
bunda tenang tenang saja,... ibaratnya seperti itu"jelas dinda dengan tujuan agar varo lebih tenang.
"Hmm, benar juga...aku yakin bunda melakukan ini,karena dia tidak ingin merasakan sakit di perutnya,dia ingin saat bunda sadar,bekasnya sudah tidak terlalu sakit...yah..."ucap varo tersenyum kepada dinda.Melihatnya, membuat dinda ikut sedih.Dia sudah dewasa,tapi ternyata dia juga masih kecil.
"Baguslah,kalo kamu berpikir positif seperti ini"ucap dinda tersenyum.
Tiba tiba suara pesan masuk terdengar dari ponselnya.
"Var,aku keluar sebentar yah"pamit dinda.
"Mau kemana?"tanya varo kepo.Dia takut dinda jauh darinya.
"Keluar"balas dinda.
"Ya kemana?,jangan jauh jauh"ucap varo.
"Astaga...ke depan doang,ada temen temen"balas dinda menatapnya malas.
"Hmm,jangan lama lama!"peringat varo.
Dinda hanya memutarkan bola matanya malas.Lalu dia pun keluar dari ruangan tersebut, untuk menemui para temannya.
"Dindaaaa!,mana si baby?"tanya nita.
"Mana bunda?,kok kamu di ruangan ICU?
ngapain?siapa yang sakit?"tanya fifi.
Melihat kehebohan mereka, membuat bima dan tino memijat pelipisnya.
"Hustttt....pelan pelan!,ini rumah sakit anjir,bukan pasar!"ucap dinda.Sepertinya dirinya salah telah memberitahu mereka tentang kelahiran bunda.
"Dinda,varo mana?"tanya ayah varo yang tiba tiba ada disana.
__ADS_1
"Varo masih di dalam yah"balas dinda.
"Ayah masuk ya"ucap ayah.
"Iyaa yah"
"Mari semua"ucap ayah kepada teman teman dinda.
"Mari om"balas mereka dengan sopan.
Mereka masih canggung dengan ayah baru varo,karena dia orang baru sekaligus orang penting yang tak pernah kumpul dengan mereka.
"Varo kenapa din?,ga lagi sekarat kan?"
tanya bima dengan mulut tanpa filter.
"Ngawur lo kalo ngomong!"sahut tino.
"Hustt diam ih!...bukan varo,tapi bunda!"
ucap dinda membuat mata mereka membulat.
"Bunda lagi sekarat maksud lo?"tanya tino.Sekarang dia tidak menggunakan otaknya.
"Ya engga juga,bunda abis operasi Caesar...tapi kondisinya sangat lemah, membuat bunda harus di rawat di ruangan ICU"jelas dinda
"Jadi?bunda lahirannya Caesar?"tanya nita tak percaya.
"Iya,bunda lahir kecepatan sebulan, karena bunda jatuh di mamar mandi,
membuat bayinya terpaksa dilahirkan sekarang"balas dinda.
"Astagaaa,kenapa kamu baru bilang sekarang si din?!"ucap fifi.
"Ya karena,dari tadi pagi gue ga main ponsel"balas dinda.
"Si baby dimana?"tanya nita.
"Dia ada di ruangan NICU,agar dapat perawatan intensif"balas dinda.
"Ya ampun,ga nyangka banget sumpah"
ucap fifi.
"Ya udah kita masuk aja yuk"ucap bima.
Dia dan para temannya pun bergerombol masuk ke ruang ICU.
"Eh eh ga bisa!,lebih baik kalian pulang aja deh,udah malem...lagian yang masuk hanya cukup dua orang!"ucap dinda membuat mereka terhenti.Kalau mereka masuk,mereka pasti bukan hanya diusir dari ruangan,tapi juga dari rumah sakit.
"Gantian kan bisa"ucap nita.
"Iya...tapi besok aja"ucap dinda.
"Iya iya,terus lo gimana?ga pulang?"
tanya fifi.
"Gue nanti pulangnya,pamit dulu"balas dinda.
"Hmm,lihat baby nya boleh ga si?"tanya bima.
"Baby mulu,jangan jangan kalian ngebet pengen punya anak ya?"tanya tino.
"Namanya anak,pasti semua mau dong"
balas nita
"Lh ngapain nikah?, kelamaan!... mending langsung buat terus jadi!, gampang kan?!"ucap fifi.Ish mulutnya pengin di tampol.
"FIFIIIII!"
__ADS_1
"Permisi,semuanya mohon jangan berisik,kalian bisa mengganggu para pasien disini!!!!"