
"Kaaaak,udah deh...lama banget si"gerutu dito sambil berjalan di belakangnya mengekorinya.
"Attends une minute, ma sœur veut toujours aller se promener"balas Difa dengan bahasa Prancis.
"Pasti itu artinya,iya dito kita pulang yah...
maaf kakak ngerepotin kamu...gitu ya kak?!"ucap dito.
"Ishhh...bukan! maksudnya bentar kakak masih mau jalan jalan,gitu!"balas difa.
"Mau berapa banyak lagi barang yang kakak beli...Astaga...,mall nya sekalian dibeli kak!"kesal dito.
Lihat saja tangannya sudah penuh dengan semua belanjaan kakaknya,dan juga tangan kakaknya juga sudah penuh.Dia menyesal telah menerima ajakan kakaknya jalan jalan di mall itu.
Itu bukan jalan jalan tapi shopping untuk satu tahun.Dirinya saja hanya satu dua baju yang ia beli.
"Euh, d'accord, encore demain"balas difa.
"Kaaaak!"tekan dito menatapnya malas.
Dia tersiksa dengan bahasanya yang tidak dirinya pahami.
"Intinya,ya udah kita pulang,besok lagi aja deh belanjanya"ucap difa.
"Nah gitu dong!"ucap dito.
Dia difa,kakak yang nyebelin tapi satu satunya kakak yang dito sayang.Umurnya tak.beda jauh darinya.Tapi dia sudah menikah muda dengan pria asal Prancis,
dan sudah dikaruniai satu anak laki laki.
Waktu kakaknya kuliah di Prancis,saat itulah dia bertemu jodohnya.Awalnya dia berat untuk meninggalkan kedua orang tuanya,tapi apapun bisa terselesaikan.
Sayangnya suami dan anaknya tidak ikut dengan kakaknya.Karena kakaknya hanya satu Minggu di sana.Lagian suaminya juga dokter yang sibuk setiap hari dan anaknya,dia sudah dewasa yang sedang sibuk dengan pelajarannya di sekolah. Dengan terpaksa difa meninggalkan mereka untuk pergi ke rumah orang tuanya.Lagian,mereka juga sudah sering main ke sana.
"Kak? kakak kesini ga takut?"tanya dito sambil menyetir mobilnya.
"Takut kenapa?,kan udah biasa bolak balik ke luar negeri sendiri"balas difa.
"Bukan itu maksud aku"ucap dito.
"Terus apa?"tanya difa.
"Ga takut,kakak ipar di ambil orang?"tanya dito mulai berbuat dosa dengan menjaili kakaknya sendiri. Waktunya balas dendam.
Plakkkk
"Awshh sakit kak!"rintih dito setelah terkena geplakan dari kakaknya di lengannya.
"Salahnya bicara seperti itu!"sewot difa.
"Ya mungkin aja kak,tanpa kakak tau,dia bersama wanita lain di sana,gimana kak?"tanya dito terus menakutinya.
"Engga mungkin,suami kakak itu setia ga kayak kamu!"ucap difa tanpa memikirkan yang dito ucapkan.
"Dia itu pekerja keras,ga kayak kamu...dia itu sayang dan cinta sama kakak ga kayak kamu,dia itu ganteng, romantis, peka ,dan ga kayak kamu!,kamu itu modal ganteng doang!"lanjut difa.
Membuat dito menatapnya malas. Kenapa rencananya tidak pernah berhasil.Bukannya dia yang merasa terbuly olehnya,tapi malahan dirinya sendiri.Yeah,kakaknya memang selalu menang.Tapi walaupun begitu,dia tetap kakak tersayangnya yang selalu membantunya dalam masalahnya.Dia selalu menasehatinya walaupun tidak dirinya dengar.
"Tuh kan jadi bahasnya aku!"kesal dito.
__ADS_1
"Ya mau bahas apa lagi?,kan cuma keburukan kamu yang pantas di lurusin"
balas difa terkekeh pelan.
"Hishh,kakak maaaah buat aku kesal mulu deh...heran!"ucap dito.
"Kok kesal?padahal kakak ga niatan buat kamu kesal kok"balas difa seraya menahan tawanya melihat wajah kesal sang adik.
"Udahlah capek bicara sama kakak!"
ucap dito benar benar ngambek.
"Yaaaah kok gitu si,jangan ngambek gitu dong"ucap difa sambil mencolek dagunya.
"Apasi kak!"ucap dito menegur apa yang kakaknya lakukan.Karena dia akan membuatnya tertawa.
"Emang apa si ganteng"ucap difa lagi lagi dia mencolek dagunya.
"Kakak iih!!"akhirnya yang difa lakukan dapat membuat adiknya tersenyum.
Sangat lucu.
"Marah marah mulu,nanti cepet tua lho"
ucap difa.
"Biarin"ucap dito ngawur.
"Nanti anya ga mau lagi sama kamu"ucap difa.Dia tau semua cerita tentang adiknya,terutama soal percintaannya dan kelakuannya yang menurutnya sangat keterlaluan kepada anya.Tentu saja dari ibunya.
"Dih jangan dong,susah lho ngambil hatinya lagi"ucap dito.
"Contohnya sekarang?"tanya difa.
"Elaaah,nanti nangis"cibir difa seraya keluar dari mobil.
"Engga dong,....o iya kak,bilangin ke mama sama papa aku mau keluar sebentar"ucap dito.
"Kemana?"tanya difa.
"Ke rumah anya"balas dito jujur.
"Bentar,kakak ikut!"ucap difa.
"Kalo mau kenalan sama calon adik ipar besok aja kak, sekarang udah sore, nanggung"balas dito tertawa kecil.
"Cielah...ya udah deh besok aja"balas difa seraya masuk ke dalam rumahnya.
Dito pun menjalankan mobilnya menuju rumah anya.Sehari tidak bertemu,serasa satu tahun saja.Tapi tak apa,dia sudah mengirimkan pesan untuk dia.Tapi anehnya dia tidak membalasnya.Hari ini juga semua aneh,terutama netizen dan para teman temannya.Mereka berkomentar di postingannya.
Katanya dirinya jahat,tidak menjaga perasaan anya,dan dirinya selingkuh.
Apaan mereka, padahal foto itu adalah foto dirinya bersama kakaknya sendiri.
Padahal ada satu atau dua postingan foto keluarga di akun Instagram nya yang dirinya dan difa masih kecil.Tapi kenapa mereka beranggapan seperti itu?.
Ah mungkin saja karena keluarganya sangat menjaga anak perempuannya.
Mereka tidak terlalu menyorotkan difa di publik.Membuat semua orang kurang tau tentangnya.Tapi tidak seharusnya mereka mengatakan hal itu.Dito tidak menjelaskan bahkan menghiraukan setiap komentar mereka,dia akan membiarkannya.Bodo amat.
__ADS_1
"Om anya dimana?"tanya dito kepada ayah anya.
"Dia ada di kamar dit"balas ayah anya.
"Owh okee"ucap dito seraya mengedipkan matanya,seakan menggodanya karena ada seorang wanita yang tadinya sedang mengobrol ria sambil menonton televisi bersama ayah anya.
"Apaan si kamu,udah sana...ganggu om pacaran aja"ucap yah anya bergurau.
"Hahaha siyap om"tawa dito.Dia pun naik tangga menuju kamar anya.Dia harus menanyakan kenapa sudah beberapa kali dirinya menghubunginya,tidak ada jawaban darinya.Di baca pun tidak.
TokTokTok
"Siapa?"tanya anya dari dalam.Dia sedang rebahan sambil menonton televisi di kamarnya.
"Aku nya,dito"balas dito.
Membuat anya terkejut dan senang dito menemuinya.
"Mas-"
Tunggu,tiba tiba dia teringat foto itu yang membuatnya tak ingin bertemu dengannya.Dia pun memutuskan untuk diam tidak menyahutinya.Dia masih kesal dengannya.
"Anya?"panggil dito.
Tidak ada sahutan.
"Aku masuk yah"ucap dito sembari membuka pintunya.
"Hai...lagi apa?"tanya dito seraya menghampirinya.Dia berniat untuk duduk di sampingnya dan ikut menonton dengannya.
"Keluar dit"ucap anya tiba tiba yang tentu saja membuat dito tertegun.
"Kenapa?, kamu mau mandi?aku panggilin bibi yah"ucap dito.
"Engga,aku udah mandi"balas anya.
"Terus?kenapa kamu nyuruh aku keluar?"
tanya dito.
"Ya aku pengin sendiri aja"ucap anya.
Dito mengkerutkan alisnya.Tak biasanya dia bersikap seperti ini.Biasanya dia langsung care dengannya dan senang dirinya ada bersamanya.Lagian tadi malam dia juga sangat bahagia bersamanya.
"Kemuar dit"ucap anya lagi.
"Tapi kenapa?"tanya dito belum percaya.
"Aku ngantuk,pengin tidur"ucap anya berubah alasan.Tentu saja semakin dito merasa ada yang ia sembunyikan.
"Aku temenin"ucap dito.
"Tidak!,aku bilang kamu keluar!aku pengin sendiri!"ucap anya seraya menutup wajahnya dengan selimutnya.
"Tap-"
"Keluar dito!"tekan anya.
Dia marah padanya?.Yah dito yakin dia marah padanya.Tapi karena apa?.
__ADS_1
"Baiklah"
Dengan berat hati,dia pun jeluar dari kamar anya.Pikirannya berkecamuk dan heran dengan perubahan sikap anya padanya.Apa yang membuatnya cuek kembali padanya.