Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 102


__ADS_3

Keributan mulai terdengar dari para remaja yang sedang menuju masuk ke bandara.Banyak pendatang yang menatapnya heran seperti biasa. Memang,dimana pun kelakuan mereka selalu membuat orang orang bingung.


"Tinooo,bawain koper gue dong!"kesal fifi yang sedang menarik koper besar miliknya.


"Astaga,lagian lo bawa apa aja si sampe segini banyaknya"balas tino seraya mengambil koper tersebut.


Bukan hanya dia,tapi juga para cewek, semuanya membawa barang sangat banyak.Sudah seperti mau pindahan rumah.Para lelaki pun heran,padahal hanya mau menyusul dinda,tapi membawanya segitu banyaknya.


"Astaga,ya namanya cewek kan kebutuhannya banyak,lagian kita kan mau liburan juga"ucap fifi.


"Menyusul dinda fifi"ucap tino.Dia heran kenapa akhir akhir ini fifi sering mudah marah marah seperti ini.


"Sama liburan kok,iya kan ges?.."balas fifi senang.Tuh!,moodnya selalu berubah dengan cepat.Aneh.


"Iya doong!"balas nita dan anya.Membuat para pria menggelengkan kepalanya.


Memang,cewek selalu menang.


Memang,mereka juga tak perlu menyusul dinda dan varo.Tapi,mereka tidak sabar untuk bertemu dengan sahabatnya itu.


Apalagi,merasa varo tidak mengabari mereka,membuat mereka takut ada apa apa dengannya.Mungkin saja, setelah bertemu dinda,tapi dinda tak mau bertemu dengannya,membuatnya melakukan hal yang aneh aneh lagi.


"Bentar!"ucap anya menghentikan langkah teman temannya.


Dia berhenti karena dia melihat dua orang sedang memperhatikannya di seberang. Dia tidak tau jelas siapa itu,sebab mereka memakai topi dan masker.Dia sedikit curiga,mereka terus memperhatikannya dengan teman temannya.Bahkan sata keluar mobil pun,anya sudah melihatnya.


"Ada apa sayang?"tanya dito yang sedang merangkulnya,membuat anya menatapnya.


Anya kembali melihat dua orang itu, namun mereka sudah tidak ada disana.


Kemana mereka?.Ah sudahlah sepertinya hanya perasaannya saja.


"Engga"ucap anya.


Mereka pun masuk ke pesawat pribadi milik dito.Mereka sungguh tak sabar untuk bertemu sahabatnya itu.


"Sembilan?"guman dinda saat melihat jam di layar ponselnya.Matanya terasa berat.Dia pun mendudukkan dirinya, mengumpulkan kembali nyawanya yang masih ingin masuk ke dalam mimpi.


Namun seketika dia terdiam seraya melihat betapa banyaknya tissue yang mengelilinginya.Tunggu!....Varo?.Yah dia ingat.Tak lama,dia bergegas melakukan rutinitasnya,lalu keluar kamar untuk menanyakannya kepada bibi.


Cklekkk


Saat itu juga dinda terdiam terkejut.Dia melihat varo yang sedang tidur dengan bersandar dinding depan kamarnya.


Dia menunggunya disini semaleman?.


Membuat dinda terbengong-bengong akan hal itu.


"Eh bi.."panggil dinda yang kebetulan bibi


ke atas,mau masuk ke kamarnya.


"Astaga dia masih disini"turur bibi sambil menatap malang varo.

__ADS_1


"Maksudnya bi?"tanya dinda.


"Iya non,udah bibi suruh tidur di kamar,


tapi dia tetep kekeh disini,katanya dia akan menunggu non sampai non mau menemuinya...gitu non"jelas bibi.


"O-oh gitu bi"balas dinda tersenyum kecut.


Bibi pun masuk ke kamar dinda untuk mengambil pakaian kotornya.Sedangkan dinda,jari jarinya saling meremas, seakan ingin sekali membangunkannya dan menyuruhnya pindah ke kamar.Dia tak tega melihatnya seperti itu.Walaupun varo memakai selimut yang bibi kasih,


tapi tetap saja itu dingin dan pastinya sakit.


"Shhh"varo terbangun karena tubuhnya terasa pegel dan tidak nyaman.Dia memijat lehernya dan punggungnya.


Shhh,dinda yang melihatnya pun ikut meringis.Dia tak menyangka,varo sangat berusaha untuk meminta maaf padanya.


"Sayang?"panggil varo,dengan cepat dia membuang selimutnya,kemudian berdiri dan menatap memohon pada gadisnya.


Tentu saja membuat dinda gugup.Dia harus apa?."Dinda?lo nangis?"tanya varo yang melihat mata gadisnya membengkak.


Dinda membuang mukanya,tak berani menatapnya.Melihat apa yang ia lakukan,


membuatnya tak tega untuk marah marah lagi padanya.Yah, kelemahannya mulai muncul.


"Maaf"ucap varo sambil mengelus lembut pipi gadisnya.


"Bersihkan tubuh lo,kita bicara di bawah"ucap dinda melenggang pergi.


Membuat varo tersenyum senang.Dia akan menjelaskan semuanya,dan harus berusaha membuat dinda percaya an memaafkannya.Gadisnya akan kembali lagi padanya.


Dia berharap majikannya dapat menyelesaikan masalahnya setelah kesedihan yang membuatnya terpuruk.


"Bi doain yah"ucap varo.


"Siyap den"balas bibi terkekeh kecil.


Bukannya ke kanar tamu,varo masuk ke kamar gadisnya.Hal itu membuat bibi menggelengkan kepalanya.Sangat lucu.


"Hay sayang"panggil varo,seraya ingin memeluk dinda yang sedang makan.


"Stop! duduk!makan!"tekan dinda membuat varo menghentikan gerakan memeluk itu.


Dengan wajah cemberutnya,dia pun duduk di kursi meja makan.Sedangkan dinda,dia melanjutkan makan sarapannya.Dan juga varo,dia mengambil makanan untuk ia makan.Jujur,dia sangat lapar pagi ini.Setelah kejadian itu,


membuatnya jarang makan,makan aja harus di paksa dan diladeni oleh ibunya.


"Ughh kenyang"gumam varo sambil mengelus perutnya,setelah menyelesaikan makannya.Hal itu juga,


membuat dinda tersenyum geli.Astaga kenapa ini!.


"Silahkan"ucap dinda mempersilahkan varo untuk bicara.Mereka sedang berada di ruang tengah,depan televisi.


"Baiklah,gue-"

__ADS_1


"Jangan pegang pegang!"ucap dinda seraya menarik tangannya dari genggamannya.


"Please!"ucap varo memohon dengan puppy eyes nya.


Dinda hanya bisa pasrah.Dia heran, kenapa sikapnya sangat aneh hari ini.


Seperti bayi yang butuh ibunya.


"Lo harus lihat video ini"ucap varo seraya menunjukkan video di ponselnya.Yah itu rekaman waktu itu.Dia masih menyimpannya.


Astaga,kenapa dirinya sejahat ini kepadanya.Dirinya telah marah marah ga jelas tanpa tahu kebenarannya.Di video itu,jelas jelas varo di bawa dua orang.


Tentu saja dinda langsung percaya.Tapi membuatnya menyesal.


"Hei?!, sekarang lo percaya kan sama gue?"tanya varo membuyarkan lamunan dinda.


"Waktu itu,gue bener bener ga sadar dan ga tau apa yang terjadi setelahnya, apalagi saat gue bangun,gue ada di hotel,


itu sangat aneh"lanjut varo.


Tapi foto itu?.Sudah sangat jelas itu bukan editan.Dan juga, dirinya mendapatkan pesan dari nomernya juga.


Apalagi isi pesannya sangat menusuk hatinya."Sendiri?"


"Gue sendiri sayang,jadi apa alasan lo bilang gue selingkuh?"tanya varo.


"Lo kirim gue foto dan pesan"balas dinda.


"Engga,bahkan ponsel gue ga tau dimana"ucap varo.


"Intinya,lo kirim foto lo sama cewek sedang tiduran mesra di ranjang,lo juga kirim pesan,kalo saat itu adalah perpisahan kita"jelas dinda.


"Astaga,gue ga tau sumpah!, dalam foto itu,gue lagi apa?"tanya varo mulai panik.


"Lagi tiduran dengan mata tertutup,entah lagi tidur atau menikma-"


"Stop!"potong varo.Dinda langsung diam.


"Lo percaya sama gue!,gue sama sekali ga bertemu cewek lain,soal foto dan pesan itu gue ga tau,saat itu yang gue pikirkan hanya lo sayang"ucap varo menyakinkan.


Siapa orang yang berani menjebaknya dan membajak ponselnya!.Sekarang ponselnya entah dimana,dia takut orang itu melakukan yang tidak tidak di ponselnya.Terutama di media sosialnya dan nomor nomor yang ada disana.


"Lo percaya gue kan?"tanya varo lagi.


Dinda mengangguk.


"Maaf"ucap dinda lirih.


Membuat varo tersenyum,lalu menarik gadisnya ke pelukannya.Dia memeluk erat sambil mengelus lembut rambutnya. Mereka saling mengobati rasa rindunya setelah beberapa minggu tidak bertemu.


"Seperti apa wanita itu?"tanya varo.


"Dia kay-"

__ADS_1


"DINDAAA!!!!"


__ADS_2