Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 18


__ADS_3

Seorang wanita dengan berpakaian layaknya pekerja kantor,menatap gedung besar yang menjulang tinggi.Dia tersenyum di balik maskernya.Sungguh indah dan mempesona.Sepertinya usaha dia tidak sia sia.


Siapa wanita bermasker itu?tentu saja dinda.Hari ini dia akan berkunjung ke perusahaan miliknya,yang pertama kali.


Dia rasa,dia akan sekali kali main ke perusahaannya.Sekaligus mengecek semua hal yang ada di perusahaan. Seperti cara kerja karyawan,dan juga bisa saja melihat lihat desain bangunan perusahaan yang di bangun tanpa arahan dirinya.


"Permisi mba,dengan siapa ya?"tanya salah satu karyawan wanita.


Dinda pun hanya diam.Dia malas meladeni orang dengan nama vera itu, yang sok kenal dengannya. Apalagi, beraninya dia bertanya seperti itu kepada bos nya sendiri.Dan juga,dilihat dari pakaiannya?menjijikkan.Wanita penggoda!.


"Sebaiknya kau keluar deh"ucap vera.


Dia merasa ada yang aneh dengan wanita di depannya.Dengan pakaian seperti bos,setelan jas rapi dan memang terlihat tidak murah.Rambutnya yang di cepol ke atas,kacamata hitam dan masker hitam menjadi pelengkapnya.Tapi tetap saja dia terlihat mencurigakan dan pakaiannya aneh.Tidak sepertinya, feminim dan anggun.


"Dengan alasan apa kau menyuruhku pergi?"tanya dinda dengan menatap lurus.Cool dan keren.


"Heh,maaf mba,disini tidak menerima pengemis yah,anda pengemis kan?lebih baik anda keluar"ucap vera dengan mulut pedasnya.


"Saya juga tidak mau menerima karyawan tak punya hati sepertimu!"ucap dinda datar.


"Wah bener nih,orang gila,hei kalian,ada orang gila nih, sini deh"ucap vera kepada semua karyawan.Sepertinya dia akan mempermalukan dinda di hadapan semuanya.


Dia memang karyawan yang dikenal paling cantik dan seksi.Dia sombong akan kecantikannya dan sombong akan kepintarannya yang membuatnya menjadi karyawan terbaik di sana.Tak ada yang bisa melawannya,


apalagi menegur,saat dia berbuat semena mena dengan bawahannya.


Memang semua karyawan mengerubunginya,tapi tanpa berbicara.


Mereka hanya diam,dinda tau mereka menuruti vera hanya mereka takut di vera mengadu kepada manager yang tidak tidak,membuat mereka di pecat dari perusahaan.


"Dia pasti bermimpi akan seperti kita, normal dan kaya,jadi dia masuk ke sini untuk mencuri uang"ucap vera. Sepertinya ada beberapa karyawan yang sama dengannya,terlihat mereka menertawai dinda dan mengejeknya.


"Sepertinya tidak mau mencuri deh ver,


lihat saja pakaiannya, branded semua"


sahut teman vera.


"Itu hanya barang mencuri,jadi cepat panggil satpam!usir orang gila itu!"balas vera.


Dinda masih diam.Dengan santainya dia melipatkan tangannya di depan dada.Di balik maskernya,dia tersenyum miring,sepertinya ini adalah hal yang menarik.Hingga dua pak satpam datang untuk menyuruhnya keluar.


"Mari mba ikut saya!"ucap pak satpam itu.


"Kalian lebih baik diam!kalau tidak mau berurusan dengan saya!"ucap dinda.Dia mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada seseorang.


Melihat semua barang barangi milik wanita itu,membuat pak satpam ragu untuk menariknya.Walaupun masih remaja,tapi terlihat seperti orang yang sangat penting dan berkuasa,tentu saja terlihat anak bangsawan.


"Cepat usir dari sini,kau ingin dipecat dari perusahaan?"tekan vera dengan emosi akan tindakan satpam itu yang lambat.

__ADS_1


"Engga bu"balas pak satpam.


"Ya sudah,usir dia sekarang!tarik tangannya!"ucap vera tajam.Dari mana vera dan inda menemukan karyawan seperti itu?kenapa mereka menerimanya!.pikir dinda.


Dengan perlahan nan ragu,dua pak satpam itu mulai menggerakkan tangannya untuk memegang kedua tangan wanita itu untuk mereka tarik keluar perusahaan.


"Lihat saja kau akan menyesal hari ini juga!"ucap dinda semakin dingin.Dia sudah merasa emosi dengan ucapan darinya.


"Dih orang gila!!"ucap vera mengejek.


Hampir saja tangan kedua pak satpam itu mengenai kulit mulus tangan dinda,


seketika terhenti oleh suara atasannya.


Membuat mereka mengundurkan niatnya.


"Ada apa ini?!"tegur vina membuat mereka memberikan jalan untuknya, membuat para karyawan menunduk, kecuali vera.


Memang mereka tidak tau siapa bos nya,tapi dua wanita itu yang merupakan posisi paling tinggi setelah ceo.sekaligus paling berkuasa di di perusahaan.


" itu bu,ada orang gila masuk ke perusahaan"ucap vera menatap sinis kepada dinda.


Dinda membuka kacamatanya,dan mengedipkan matanya kepada kakak kakaknya itu.Yang membuat mereka menggelengkan kepalanya.Ada ada aja!.


Sedangkan para karyawan yang melihat dinda membuka kacamatanya,seakan terpesona akan keindahan matanya.


Sangat cantik.Sepertinya jika maskernya di buka,akan menambah kecantikannya.


"Dari mana kau menganggapnya orang gila!"ucap indah membuat vera terdiam.


Memang tidak ada alasan untuk dia menganggapnya orang gila.Hanya saja,


menurutnya wanita itu aneh dan sangat pendiam.


"Biar saya jelaskan,kau lihat pakaiannya?


tentu saja sangat berbeda darimu!apalagi harganya,mungkin kau tidak bisa membelinya!"ucap indah tegas dan sedikit pedas.memanglah pedas!!tapi dia mengucapkan itu berdasarkan fakta!,


vera hanya anak orang biasa,yang ekonominya bergantung dengan gajinya saja.Tapi mendengar perkataan indah,


tetap saja vera terlihat biasa saja,


menganggap ucapannya hanya angin lewat.


"Kan bisa saja itu hasil curian"ucap vera yang masih berani dan tidak percaya kalau wanita itu bukan orang gila.


"Kau masih tak percaya?"tanya vina.


"Tidak,dia hanya orang gila,kenapa kalian sangat membelanya?"balas vera tanpa basa basi.

__ADS_1


"Sudahlah kak,pecat saja dia!"ucap dinda.


"Hei beraninya kau berbicara!kau tidak ada apa apanya disini!"ucap vera dengan lantangnya.


"Tidak apa apanya ya?tunggu saja"ucap dinda tersenyum miring.Astaga siapa si dia? auranya begitu tajam!batin para karyawan.


"Aku tak takut dengan wanita gila dan miskin sepertimu!"ucap vera tajam.


"Vera!!jaga bicaramu!!"sarkas indah,dia semakin geram kepadanya.


"Memang benarkan?"ucap vera terkekeh remeh.Dia yakin,ia tidak akan di pecat,


sudah pasti mereka membelanya hanya kerena kemanusiaan, setelah itu, wanita itu pasti di usir dari sana.


"Kau tidak tau apa apa vera!,diamlah kalau kau tidak ingin menyesal nantinya!"ucap vina memperingati.


Mereka bukanlah atasan yang galak ataupun kejam,tapi mereka atasan yang berbaik hati,tegas dan sabar.Tapi hal itu,


membuat vera tak takut padanya,dan memanfaatkan kebaikannya untuk hal yang tidak baik.


"Ke-"


"Kau lihatlah ini"ucap indah seraya membuka sedikit jas yang dipakai dinda,


dan menunjukan benda kecil yang membuat mereka terkejut hebat.Kenapa dinda hanya berpakaian seperti itu, dipermasalahkan oleh vera.Sepertinya dia yang aneh.


"A-apa"ucap vera tak percaya.


Bagaimana tidak,benda kecil itu sangat berarti.Benda kecil berwarna emas, berbentuk bunga yang sangat indah,dan dimiliki oleh orang orang tertentu.


Termasuk dinda.Itu adalah penghargaan yang sangat berharga baginya.Dia bukan memakainya di luar jasnya tapi di dalamnya.


Yang artinya dia merupakan ceo besar dan sangat sukses.Dan tentunya mereka baru tau,ternyata orang yang di panggil vera orang gila, itu merupakan ceo di perusahaan.Ceo terkaya dan misterius, tidak ada yang tau wajah ceo perusahaan nomor satu itu.


"Kalian sudah tau tak siapa dia?dan kau vera,sungguh beraninya kau berbicara seperti tadi kepada bos mu sendiri!"ucap indah membuat vera menunduk.Entah apa nasibnya setelah ini,bisa bisanya dirinya mengatai ceo di perusahaan.


"Ma-maafkan saya,saya tidak tau,tolong maafkan saya bu"ucap vera takut.


"Menyesal bukan?sudahlah saya sudah tidak mau melihat wajah mu lagi dan kau juga tidak mau kan berlama lama disini dengan 'orang gila' sepertiku!"ucap dinda menekankan kata 'orang gila', bertujuan untuk semakin membuatnya merasa bersalah.


"Bu,maafkanlah saya bu,jangan pecat saya,kalau saya dipecat,keluargaku mau makan apa,bu,maafkan saya,saya salah"


ucap vera memohon,dia bertekuk lutut di hadapan dinda.Sangat lucu.


Dinda membungkukkan tubuhnya,dan mencengkeram dagu vera dengan kuat.


Sampai membuat vera meringis sakit.


"Emang saya peduli!!"ucap dinda.

__ADS_1


Membuat para karyawan disana semakin tegang dan takut.Masih muda tapi sangat kejam.


"Kau keluar!!dan jangan pernah kembali lagi ke sini!!"


__ADS_2