Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 45


__ADS_3

"Var var,gue baru punya pacar var,gue ga mau mati sekarang anjir,jangan ngajakin gue var,var plis"cerocos bima dengan paniknya.


Bagaimana tidak,varo membawa mobilnya sudah seperti orang kesetanan.


Memang,skill nya dalam mengendarai mobil tidak perlu diragukan,tapi tatap saja bima takut.


"Var lo ga kasihan sama gue var, gue sampai keringatan begini var,astagaa, berhenti var!!" ucap bima.


"Sudah sampai anjing!"ucap varo,dia pun keluar dari mobilnya.


"Eh iya yah"balas bima menyengir.Dia juga keluar dari mobil milik varo.Dia dan bima memandang setiap sudut rumah virgo.


"Kok berantakan gini"tutur bima.


Tembok yang kotor,berbagai tanaman rusak,dan banyak darah yang berceceran.Melihat itu,dengan cepat varo dan bima masuk ke dalam rumah virgo.


Mereka berdua ternyata terlambat.


"Bawa ke rumah sakit sekarang!!!!"tekan varo dengan tajam.


Dia lihat beberapa anggotanya terkepar lemas di sofa.Melihat itu,membuat varo marah dan kecewa kepada dirinya sendiri.Dia tidak bisa menjaga para anggotanya.Dia merasa, dirinya bukanlah ketua yang baik.


"Var sabar,ini bukan salah lo!!"ucap bima menenangkan.


Suara mobil ambulans berhenti di halaman rumah virgo.Pastinya mau membawa anggota virgo yang terluka.


"Bawa dia!cepat!!"perintah varo.


"Baik bos!"


Anggota yang baik baik saja,pun membawa mereka ke mobil ambulans dengan bantuan para perawat.


"Jagain mereka!jangan kembali sebelum sembuh!"lanjut varo.


"Baik bos"


"Bos,tadi karvon menitipkan ini"ucap salah satu anggotanya.Dia memberikan sebuah amplop ke varo.Dan langsung varo terima,dia memasukkan amplop itu ke saku jaketnya.Lalu,dia keluar dari rumah virgo.


"Var!lo jangan kegabah!jangan hadapi mereka sendiri!ada kita,kita harus buat rencana yang matang dulu!"ucap bima membuat varo berhenti sejenak.


Tak lama kemudian,varo pun keluar dan pergi meninggalkan halaman rumah virgo dengan mobilnya.Hanya masalah itu saja, membuatnya kacau.Tak peduli dengan ucapan para pengendara lain,

__ADS_1


dia tetap melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Sampai berhenti di depan rumah yang besar dan mewah.Dia disambut dengan hormat oleh para penjaga rumahnya.


Kemudian dia turun dari mobilnya dan mulai masuk ke dalam rumahnya.


Lebih tepatnya ke kamar yang selalu ia kunjungi.Saat dia pulang ke rumahnya,


dia tidak langsung ke kamarnya sendiri,


namun ke kamar yang hanya orang orang tertentu yang boleh masuk.


"Bundaaa,aku pulang"ucap varo.


Dia duduk di samping ranjang.Wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu nya,


dia sedang berbaring lemah di ranjang.


Dengan mata yang terus menutup, berbagai selang selalu menempel di badannya,membantunya untuk bertahan hidup.


Tak hanya itu,di kamar tersebut,sudah lengkap dengan berbagai obat obatan dan alat alat medis.Sudah persis seperti rumah sakit,bahkah ruangannya pun sudah sama dengan ruangan VIP di rumah sakit besar.Varo tidak akan mau ada yang tidak ada ataupun ada yang tertinggal!.


"Setiap jam,sudah saya periksa,tapi sayangnya, keadaan bunda kamu hanya seperti itu saja,tidak ada perubahan"jelas sang dokter khusus merawat ibu varo.Sudah sekitar lima bulan,ibunya tidak sadarkan diri.


"Apa bunda tidak mau ngobrol sama varo bun,ada hal banyak yang akan aku ceritakan pada bunda... terutama dinda,dia gadis aku bunda"ucap varo seraya mencium tangan ibunya.


"Ayoo bun,bangun...apa yang membuat bunda seperti ini!..apa karena ayah?kalau iya,kenapa bunda ga cerita kepadaku,aku akan segera membalasnya!"lanjut varo.


Alasan ibunya melakukan bunuh diri,varo belum mengetahuinya.Padahal seminggu sebelum kejadian,ibunya dan ayahnya masih baik baik saja,keluarga harmonis dan romantis.


Namun,dua hari sebelum kejadian,ibu dan ayahnya bercerai tanpa alasan yang jelas.Bahkan,ibunya pun terlihat seperti tidak ada masalah.Atau mungkin dirinya lah yang tidak mengetahuinya.


Karena varo anak tunggal dan lebih dekat dengan ibunya,dia memutuskan untuk tinggal dengan ibunya.Dua hari setelah ibu dan ayahnya bercerai, dia dan ibunya masih suka bercanda dan tertawa riang.


Ibunya adalah orang yang kaya,tak membuatnya susah mencari uang.


Ayahnya?.Sudah satu tahun lebih,varo belum mengunjungi rumah ayahnya.


Kontak di ponselnya pun sudah tidak aktif.Setelah mereka bercerai, tentunya membuat varo merasa sedih.Dia masih manja dan butuh kedua orang tua.Namun mendengar nasihat ibunya, membuatnya


menjadi pria yang kuat.

__ADS_1


"Aku janji,aku akan menemukan alasan bunda melakukan hal itu!"ucap varo.


Dia berdiri dari duduknya,dia menatap wajah ibunya yang terlihat masih muda, namun pucat tanpa berekspresi. Kemudian,dia mencium kening ibunya, setelah itu dia keluar dari ruangan ibunya.


"Jaga bunda! jangan sampai lengah!"peringat varo kepada dua pria yang terus menjaga ibunya di depan pintu.


"Baik bos!"


Varo tidak pergi,namun dia pergi ke kamar ibunya yang dulu.Kamar yang sudah tidak pernah dia lihat.Dan kamar inilah,kamar yang menyaksikan tindakan ibunya yang menyayat pergelangan tangannya,berniat untuk memutus denyut nadinya.


Untung saja,saat itu varo sempat menghentikannya,namun tetap saja terlambat.Ibunya sudah ambruk,dengan nyawa yang tinggal sedikit.


Masih rapi dan nyaman.Dia berbaring di ranjangnya.Tercium bau parfum yang selalu ibunya pakai,bau yang sangat ia rindukan.Sekarang,obatlah yang selalu menempel pada ibunya,membuatnya ingin sekali menghilangkannya.


"Aku kangen bunda"gumam varo.


Saat dia sedang santai,dia tertegun saat melihat secarik kertas yang ada di meja dengan pulpen masih setia di atasnya.


Apa itu?...dia mengambilnya dan membacanya.


-Varo,putraku sayang...


Sebelum bunda pergi,bunda ingin berpesan kepada varo.Tetaplah jadi pria yang kuat,berani,dan tegas.Namun, jangan pernah kamu sakiti wanita.Saat kamu menemukan pendamping, cintai dan sayangilah dia dengan tulus.Kamu harus jadi pria yang setia kepada perempuan,dan jangan menyakitinya.


Terus terang,jangan seperti ayahmu. Bunda menceritakan ini,bukan untuk kamua benci sama ayah.Jadilah pembelajaran untukmu.Ingat!jangan benci ayahmu.


Dia memang pria yang baik,tegas,dan bunda sangat mencintainya.Tapi tidak dengannya,dia tidak mencintai bunda,


setelah dia memiliki yang lain.Bunda kecewa dengan ayahmu,ternyata di belakang bunda,dia selingkuh dengan wanita lain.Saat itu,bunda masih bersabar dan bunda masih berusaha untuk berbicara baik baik dengan ayahmu.


Bunda kira ayahmu menuruti apa kata bunda,tapi ternyata dia masih berhubungan dengan wanita itu, sampai sampai memiliki anak darinya.Bunda sedih sayang,bunda kecewa dan marah pada ayahmu.Bunda tak ingin membuatmu sedih,tapi bunda sudah tak tahan dengan ayahmu.Terpaksa bunda menceraikan dia.Maafkan bunda...


Setelah kamu tau semuanya...Janji sama bunda!jangan membenci ayahmu.


Bunda sudah ga kuat hidup nak,bunda sangat terpukul.Maafkan bunda...jaga diri baik baik yaa...Selamat tinggal sayang...


-Bunda sayang varo,cintaku....


"AYAAAAHHHH!!"geram varo,dia meremas kertas tersebut dengan wajah yang merah penuh kemarahan.Ternyata,


arti dari tawa ibunya,adalah sebuah kesedihan yang ia tutupi,hanya untuk tidak membuatnya bersedih.

__ADS_1


"Aku benci ayah!!!!!!!!"


__ADS_2