Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 78


__ADS_3

"Bunda masakan aku gimana?enak kan?"


tanya dinda semangat.


Karena tadi pagi dia sempet belajar masak dengan bunda.Memang,sangat sulit dan dirinya juga sangat kewalahan.


Tapi,dia cukup puas dengan hasilnya.


Memang banyak bantuan dari bunda,tapi menurutnya,ini adalah hasilnya sendiri.


"Enak doong,bahkan bunda udah nambah lagi nih"balas bunda tersenyum.


Acara masak tadi sangat seru.Dia juga tak menyangka,ternyata dinda bukan hanya wanita yang kuat dan kejam,tapi dia juga manja.Sungguh, membuatnya nyaman bersamanya.Mendengar,kalau dia tidak bisa masak,tidak membuatnya kecewa.Tapi membuatnya tertawa.


"Yee,palingan ini masakan bunda"ejek varo sambil menikmati makanannya.


Enak.


Dinda heran,kenapa dari tadi pagi varo seperti kesal dengannya.Dari tadi,varo terus menjailinya.Huh menyebalkan.


"Dih engga yah,ini masakan aku kan bun?"tanya dinda tidak terima.


"Pasti bukan lah,masakan sendiri itu,


masak sendiri,tidak ada yang bantu"


ucap varo.


"Varooo sudah"tegur bunda.


"Iih kenapa si lo!bikin gue kesel mulu!"


kesal dinda.


Tingkahnya selalu membuat bunda tersenyum geli.Ada ada aja.


"Kamu marah sama dinda,hanya karena dia ga tidur sama kamu kan?"tanya bunda membuat dinda menatap varo tak percaya.


Apa dia marah hanya karena itu?.Tak masuk akal.Tadi malam yang terjadi adalah,saat dirinya terbangun, ternyata varo tidak ada di sampingnya.Tentu saja dirinya mencarinya.Dia memutuskan pergi ke kamar bunda, untuk menanyakannya.


Katanya varo pergi keluar kumpul sama temen.Jadi, dirinya menunggunya di kamar bunda,tapi lama lama dia tertidur di sana sampai pagi.Sepertinya tidak tertidur,tapi dia juga ingin tidur dengan bunda.Membuatnya tidak tau kapan varo pulang.Lagian,tidak masalah kan dirinya tidur di kamar bunda?.


"Jadi itu?"tanya dinda.


"Hmm"varo hanya berdehem.


"Astaga hanya itu aja kamu marah kayak gini?..."ucap dinda sambil menggelengkan kepalanya.Dasar bayi!.


"Yaaa,itulah din,dia sangat bucin sama kamu,sampai kamu sudah seperti ibunya"ucap bunda terkekeh.


"Dia memang seperti itu bun,dikit dikit marah, cemburuan lagi!"lanjut dinda mendukung ucapannya.

__ADS_1


Tentu saja membuat varo semakin kesal.


Bukannya senang karena berkumpul,tapi dia merasa dirinya di asingkan oleh gadisnya,dan juga ibunya.Apakah ini resiko jadi anak laki laki,yang ibunya lebih sayang ke pacarnya?.Sungguh malang.


"Berangkat sendiri"ucap varo yang tak benar benar bermaksud seperti itu.


"Engga,dinda bisa berangkat sama bunda kok,kan bunda juga mau ke butik"ucap bunda,dinda pun mengangguk setuju.


Varo hanya menatapnya tak percaya.


Kenapa mereka berdua sangat kompak seperti ini?.Saling mendukung,yang membuatnya semakin terpojok.


"Kaliaaan!....memang menyebalkan!"kesal varo dengan wajah cemberutnya.Tentu saja mengundang tawa dari bunda dan dinda.Menggodanya adalah hal yang menyenangkan.


"Tawa lagi! sudahlah aku mau berangkat"


sewot varo,dia segera menghabiskan susunya,lalu dia beranjak dari duduknya.


Tak hanya itu,dia juga mengambil kunci mobilnya,dan juga tangan dinda yang kebetulan sudah pada selesai makan.


"Eh,katanya mau berangkat sendiri,aku kan mau sama bunda"ucap dinda.


"Tidur sudah sama bunda, berangkat pun mau sama bunda?!...gue pacar lo, bukan bunda!"balas varo,dia menarik tangan gadisnya keluar dari rumah.Tentu saja membuat bunda tertawa geli sambil menggelengkan kepalanya.Astaga,sama ibunya saja,dia cemburu?!.


Di perjalanan,dinda terus mencari sesuatu di mobil.Bukan lagi adalah jaket milik juna yang kemarin dia pinjam.Dia sangat lupa,kalau dirinya tidak mencuci jaket tersebut.Tapi sekarang,jaketnya belum juga di temukan.Membuatnya gelisah kesana kemari.


"Cari apa sayang?"tanya varo.


"Cari jaket yang kemarin var,dimobil kan?"


"Hilang kali"ucap varo dengan santainya.


"Gimana dong?kan jelas jelas di kursi belakang,masa sekarang ga ada,ga mungkin kan ada yang nyuri"jelas dinda.


"Santai aja,itu kan punya nita,teman kamu,ga dibalikin juga bisa kan?"balas varo.Ya itu benar,tapi masalahnya jaketnya bukan milik temannya,tapi milik pria yang dirinya saja tidak kenal.


"Hmmm iya si"balas dinda tersenyum garing.Varo menyadari itu,tapi dia masih bersikap enjoy,seolah olah dia tidak tau apa apa.


"Lo kenapa si dinda,muka nya kusut begitu"ucap nita.Seperti biasa,dia dan teman temannya sedang berkumpul di depan kelas dinda.Dan siang ini,mereka heran,teman teman laki nya kemana?.


Tumben tidak kesini.


"Kalian tau reno ga?"tanya dinda.


"Gue tau,dia kan mahasiswa teladan disini"balas fifi.


"Kelasnya lo tau?"tanya dinda.


"Tentu tau dong"balas fifi.


"Emang kenapa lo tanya gitu?"tanya anya.

__ADS_1


"Kalian tau kan jaket yang gue pake kemarin?"tanya dinda,diangguki oleh para temannya.Mereka sudah mendengar cerita dari nita.


"Jaketnya ilang anjir!"balas dinda.


"Ilang dimana?"tanya nita.


"Seingat gue,jaket itu ada di mobil varo, tapi pagi nya udah ga ada"balas dinda.


"Kalo di curi,pasti mereka milihnya mobilnya kan?ga mungkin jaket"ucap anya.


"Nah itu"dinda semakin ga tenang.


"Sudahlah ga papa"lanjut fifi.


"Ga papa gimana,sekarang gue harus minta maap sama dia"ucap dinda.


"Ga salah lo?"tanya nita ga percaya.


Seorang queen mafia yang sangat susah mengucapkan kata minta maaf?, sekarang dengan tiba tiba dia mau minta maaf ke seseorang yang ga dia kenal?. Hal yang langka.Apalagi orang itu bukan siapa siapanya.


"Bener anying!sudahlah,beri tahu gue dimana kelasnya!"balas dinda.Dia memutuskan untuk hidup selayaknya seperti orang orang di luar.


"O-oh yaya,biar gue tunjukkan kelasnya"


balas fifi yang masih cengo.


Mereka pun menuju kelas reno.Tapi saat di depan kelasnya,mereka terhenti dan bingung,kenapa ada banyak orang disini?.Wajah mereka tegang,gregetan, ringisan dan seperti hal yang sangat seru yang sedang mereka tonton.


"Ada perlombaan pamer perut abs apa?"


gumam anya konyol.


Dia dan para temannya pun menerobos masuk ke dalam.Seketika wajah mereka terbengong-bengong,saat melihat juna yang sedang di hajar abis abisan oleh varo.Terlihat reno sudah sangat lemah tak berdaya. Apalagi teman temannya malahan mendukungnya,dan tidak ada seorang pun yang menghentikan mereka.


"Varooo,sudaah!!"teriak dinda.


Dia juga tak menyangka,varo sudah mengetahui semuanya.Dia juga melihat jaket yang ia cari cari ada di lantai.Sudah pasti varo yang mengambilnya.Yah kalau sudah ketahuan,dia ga akan bisa apa apa.Tapi,yang ia herankan,kenapa varo semarah ini?.Menurutnya,dia sangat berlebihan.Tapi dinda sudah memakluminya.


"Lo berani bohong sama gue?hanya untuk cowok ini? iya kan?"tanya varo.


BughBugh


Reno pun tersungkur,dengan luka yang memenuhi wajahnya.Tubuh yang sangat lemas dan rasanya tak karuan pun menyertainya.


"Bu-bukan gitu var,gue hanya ingin lo tenang,ga ada keributan lagi!...okee gue salah!maafin gue.."ucap dinda seraya memeluk varo,saat dia mau menghampiri juna kembali,pastinya dia akan menghajarnya kembali.


"Reno maafin gue"ucap dinda sambil menatap juna.


"Engga papa din,ini hanya masalah kecil"


balas reno tersenyum.Teman temannya pun segera membawanya ke UKS.

__ADS_1


Varo mulai tenang kembali. Kemarahannya sudah terlaksana.Dari awal,dia masih sabar dengan gadisnya yang berbohong padanya.Tapi dengan cowok ini,dia tidak bisa meredam amarahnya.


"Varooo sayaang"


__ADS_2