Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 117


__ADS_3

Terlihat pemandangan kota yang indah,


dengan sinar lampu yang menghiasinya.


Sungguh membuatnya nyaman melihat ketenangan malamnya kota.Suara obrolan orang yang berlalu-lalang dan suara kendaraan yang santai dan teratur,


mengisi suasana malam ini.


Entah angin dari mana,membuat sesuatu terjatuh dari meja kerja nya.Wanita itu pun menghampirinya,yang merasa penasaran apa yang jatuh.


Ah,ternyata foto seorang pria.Dia pun mengambilnya dan menatapnya dengan penuh kesedihan.


Sudah lima tahun berlalu,tidak ada kabar darinya.Hah?lucu!....Tidak ada manfaatnya dirinya menunggu kabar darinya.Dia yakin,pria ini sudah tidak ingat padanya,bisa saja dia sudah memiliki kekasih, bahkan istri.


Tidak!, tidak seharusnya dirinya memikirkannya lagi.


Tidak guna memikirkan seseorang yang telah melupakannya dan sepertinya sudah tidak kenal dengannya.


Memang,dia selalu berpikiran seperti itu, tapi dia akui, dirinya juga bego,kenapa dirinya masih menyimpan fotonya, bahkan memandangnya setiap saat. Aneh.


"DINDAAA,ngapain aja si,udah malem woy!"ucap nita yang tiba tiba masuk ke ruangannya tanpa permisi.


"Kerja trooooss!"cibir anya.


Melihat pengacau menghampirinya,dinda segera menyembunyikan foto itu di lipatan kertas.


"Ngemall yuk"ajak fifi.


"Wah parah,anaknya tidur sama suami, emaknya malahan keluyuran gini"ucap dinda.


"Engga papa,kan udah izin cuy,...lagian


sekali kali laah"balas fifi.


"Sekali?...menolak lupa lho?!"timpal anya.


"Yee biarin!"


"Din,jalan jalan yuk..kerja mulu!,harusnya karyawan lo yang kerja buat bosnya, bukannya lo yang kerja buat karyawannya!"ucap nita.


Karena karyawannya udah pada pulang, sedangkan bosnya belum juga.Bahkan,


bisa sampai pagi dinda berada di ruangannya.Seperti kerjaannya,hanya kerja,kerja,dan kerja.Kalau bukan mereka, dinda akan jarang makan dan tidur.


"Iya iya,kita jalan"balas dinda seraya mengambil tas kecilnya,dan siap untuk pergi.


"Lo ga pake sepatu ato sendal gitu?"tanya anya yang melihat dinda tidak memakai alas kakinya.


"O iya,untung lo ngomong"balas dinda,dia pun segera memakai sepatu sneaker nya.


Membuat para sahabatnya menggelengkan kepalanya.Bisa bisanya dia tidak memakai alas kaki,secara dia ada di kantor.Jiwa bar bar nya masih setia menempel padanya.


Dia menjadi wanita dengan dua kepribadian. Terkadang.jadi wanita anggun (terpaksa), dan wanita pecicilan yang selalu membuat siapa saja menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Tentang persahabatan,mereka masih melekat sempurna.Mereka sudah dewasa,sudah sukses dengan karirnya yang sangat mudah mereka capai.Hanya saja mereka jadi jarang kumpul.Wajar saja, mereka sudah menikah,ada juga yang sedang menyiapkan pernikahan.


Pasti ada kepentingannya masing-masing.


"Mau beli apa girls"ucap nita.Mereka mulai memasuki mall besar di kota.


"Beli lingerie,buat nyenengin tino"balas anya.


"Dih ngapain,gue tidur aja ga pake baju"


ucap fifi.


"Hah masa?"tanya dinda.


"Iya,biar gampang katanya"balas fifi,


mengundang tawa dari para temannya.


Sifat recehnya,ga pernah ilang.


"Hahaha-mpttt"tidak ragu nita menutup mulut anya yang suara tawa cempreng nya terdengar nyaring di toko baju tersebut.Membuat pusat perhatian para pengunjung.Memalukan.


"Mulut lo!"ucap nita.


"Bangsat!"sarkas anya.


Mereka pun mengambil beberapa baju yang mereka sukai.Walaupun sudah banyak pakaian di rumahnya,tapi saat bepergian mereka selalu mengeluh kata 'tidak punya baju'.Memang cewek!.


Namun saat dinda melihat lihat,tiba tiba ada seorang wanita menabraknya.


"Aduuuh maaf kak,maaf banget,aku ga lihat"ucap wanita itu yang merasa bersalah.Wanita itu terlihat panik, bahkan dia celingak-celinguk memeriksa seluruh tubuhnya.


"Ada yang sakit ga kak?luka gitu?,biar aku bawa obatin,atau ke rumah sakit sekalian"ucap wanita itu dengan sangat cepat.Namun kekhawatirannya sangat berlebihan.Sangat lucu.


"Eh engga papa dek,ya ampun...ini hanya tabrakan kecil bukan acar baku hantam"


canda dinda, membuat wanita itu tertawa kecil.


"Kakak lucu,aku suka deh...kita sefrekuensi"ucap wanita itu senang.


"Sefrekuensi?,...haha kamu ada ada aja"


tawa dinda.


"Waah kakak punya tato?,kakak pasti cewek badas yah?...keren banget"ucap wanita itu membuat dinda terkejut.


Bahkan wanita itu memegang tato nya yang ada di lehernya.Memang tidak sopan,tapi malahan dinda merasa menyukainya.


"Hah?...iyaa,kamu kesini sama siapa?"


tanya dinda.


"Aku-...eh iya ya udah ya kak,suami sama anak aku udah nungguin...semoga kita bertemu lagi ya kak"ucap wanita itu setaya melenggang pergi dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Suami anak?"gumam dinda.Apa semuda itu dia udah menikah?.


Astaga dirinya lupa menanyakan namanya.Dia mengikuti arah dimana wanita itu pergi.Ah ternyata dia menghampiri suami dan anaknya yang sedang menunggunya di kasir.


DegDegDeg


Tiba tiba jantungnya berdenyut kencang,


dia terdiam membisu,seakan tidak tau apa yang ia rasakan.Sedih?... tidak, kecewa?...tidak,marah?....juga tidak.


Entahlah.


"Dindaaaaa woy!"teriakan itu menyadarkan lamunannya.


"Ngelamun mulu lo,makanannya nanti dingin lho"ucap nita.Karena,setelah menghabiskan uangnya untuk shopping, sebelum pulang mereka mampir ke restoran untuk mengisi perutnya.


"Iyaaa"balas dinda seraya memegang alat makannya,tanpa menggunakannya untuk mengambil makanan dan memasukan ke mulutnya.Membuat para temannya heran.


"Dinda,lo lagi mikirin apa si?,ga mungkin kan mikirin uang lo yang habis sama kita?,uang lo kan banyak"tanya fifi terkekeh pelan.


"Engga papa kok"balas dinda,dari wajahnya saja teman temannya tau.Ada sesuatu yang disembunyikan olehnya.


"Engga mau cerita?,okeh kita bakal balikin uang lo!"ucap anya mengancam.


Dia mengatakan itu karena dinda sangat benci jika apa yang ia berikan padanya,


dibalikin lagi ke dia dengan alasan merasa tidak enak.Terutama uang. Seperti sekarang,dinda lah yang membayar semua barang yang dirinya beli.


"Apaan si"kesal dinda.


"Ga mau cerita nih?"tanya anya.


Membuat dinda menghela napasnya panjang.


"Tadi gue lihat-"


Belum juga menyelesaikan ucapannya, dinda tertegun saat melihat sesuatu di seberang sana.Tentu saja para temannya mengikuti arah pandangnya.Apa yang membuatnya diam seperti itu?.


Dan saat itu juga mereka terkejut.Di sana ada bule...eh bukan tapi varo!.Ternyata dia yang membuat dinda diam saja sejak keluar dari toko baju.Menjadi tidak semangat dan pastinya ada rasa senang dan juga sakit hati.Mereka tau,dinda masih menunggunya dan mengharapkannya.Walaupun dinda pernah bilang,dia sudah melupakannya.


Bagaimana tidak, mereka lihat varo sedang makan bersama seorang wanita dan anak kecil.Mereka yakin itu istri dan anaknya.Varo dan istrinya,juga anaknya terlihat sangat bahagia.Mereka selalu tertawa dan sangat kompak.Betapa sakitnya dinda melihatnya.


"Dia sudah kembali"ucap anya.


"Emmm,lo yang sabar ya din"ucap nita.


"Gue ga papa"balas dinda cuek.Dia bersikap seperti itu,hanya untuk menutupi kesedihannya.


"Bener?"tanya fifi.


"Iyaa,kalian kan tau gue udah ga kenal dia"balas dinda.


Para temannya hanya mengangguk kecil.

__ADS_1


Dia sangat paham sahabatnya ini.


__ADS_2