Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 170


__ADS_3

Melihat hanya beberapa orang yang menatapnya pun membuatnya semakin ragu.Suasana parkiran sudah lumayan sepi, pastinya di dalam sudah banyak tamu yang berkumpul menunggu dito.


Tentu saja dia lah yang terus menjadi pusat perhatian semuanya.Tapi, mereka pasti akan bingung dan heran,kenapa dia bersama wanita berkursi roda sepertinya.


"Dito, aku pulang aja"ucap anya menahan


tangan dito yang terus mendorong kursi rodanya.


"Ngapain anya,ayolah"balas dito.


"Aku ga percaya diri dito"ucap anya.


Dito menangkup wajahnya.


"Kamu harus bisa!,kamu tidak seharusnya merasa insecure seperti ini,


percaya diri!"ucap dito menyakinkan.


"Kalo gitu,aku tunggu di mobil aja"ucap anya dengan mata berkaca-kaca.Dia sangat sensitif saat ini.


"Iih jangan nangis,nanti jelek lagi!"ucap dito.


Karena begitu,dito pun mengangkat anya,


menggendongnya ala bride style.Tentu saja membuat anya terkejut seketika.


Kenapa dia melakukan ini.


"Ditooo!apa apaan si kamu!"pekik anya.


"Dengan seperti ini,kamu mau masuk ke dalam!hilangkan pikiran negatif kamu anya!"ucap dito.


"Tapi kan-"


"Pak bawa itu"perintah dito untuk membawa kursi roda tersebut kepada kedua bodyguard yang disuruh ayahnya untuk mengawalnya.


"Baik den"balas mereka.


"Ditooo!turunkan aku!"ucap anya.


"Diamlah!"balas dito.


Dia pun melangkah masuk ke gedung tersebut.Dalam perjalanan,anya terus memejamkan matanya dan menyembunyikan wajahnya ke leher dito.


Dia tak berani melihat tatapan dan respon para tamu di dalam.Dia sangat menyesal mengatakan,kalau dirinya mau ikut dengannya!.


Melihatnya,dito hanya tertawa kecil.


Sangat menggemaskan.


Sampai di dalam,dia akan mencari tempat duduk untuk anya.Selama itu,dia tak peduli dengan tatapan dan bisik bisik para tamu disana.Ada yang terkejut dengan keadaan kekasihnya sekarang, dan juga yang merasa kecewa karena dia memilih wanita cacat itu,padahal masih banyak wanita lebih darinya.Sungguh dito ingin menyobek mulutnya itu.


"Anya kamu duduk disini yah"ucap dito.


"Udah sampai?"tanya anya.


"Udah,buka mata kamu dong"balas dito.


Dengan perlahan,anya pun membuka matanya.Saat itu juga dia terdiam melihat betapa banyaknya pasang mata yang menatapnya.Tatapan iba,jijik,dan kasihan dapat anya lihat dan rasakan sakit di hatinya.Membuatnya semakin tidak malu dan tidak pede berada di situasi saat ini.Tak lupa rasa sedih pun menyertainya.


"Anggap aja mereka tidak ada"ucap dito seraya mendudukkan anya ke kursi.


"Dito jangan tinggalin aku!"ucap anya sambil memegang erat lengannya.


"Iyaaa,aku akan jaga kamu terus"balas dito.Mungkin terlihat tidak sopan karena tidak menemui ayahnya,yang sekarang di acara itu adalah bos nya.Tapi tidak apa apa,dia tak peduli itu yang penting anya ada disampingnya.

__ADS_1


"Hay sayaang,kamu datang"sapa ibunya dito sambil memegang bahu anya.


"Iya tante,aku ikut ga papa kan tante?om?"tanya anya.Bisa bisanya dia izin.


"Astaga,ya ga papa lah sayang,tante senang kok kamu ikut sama dito"balas ibu dito tersenyum.


"Engga papa dong,jadi dito ada temennya"ucap ayah dito.


Hanya mengangguk dan tersenyum.Dia juga tidak enak kepada kedua orang tua dito, karena keadaannya, mereka yang menemuinya terlebih dahulu.Tak hanya itu.Terutama untuk ayah dito, karenanya dito sering keluar kantor hanya untuk merawatnya.Dirinya sangat mengganggu pekerjaannya.


"Hadap depan!jangan celingukan!"ucap dito mengeratkan genggamannya.Karena semakin anya melihat mereka, semakin membuatnya tidak nyaman dan gelisah di tempatnya.


"Iyaa"balas anya mencoba tenang.


"Dari tadi kita ga dilihat nya?"celetuk nita dari belakangnya.Membuatnya terkejut,ternyata semua teman temannya ada disana.Kenapa dirinya baru menyadarinya?.


"Kalian?,kok-"


"Iya nya kita disini,lo ga liat kita?kita bukan hantu lho"ucap fifi.


"Bukan hantu,tapi saksi keromantisan kalian aja gitu"timpal bima.


"Romantis? apanya yang romantis kakak kakak?"tanya fino.


"Kan tadi mereka gendong gendongan"


balas bima.


"Emang itu romantis kak?"tanya fino.


"Menurut kamu?"tanya bima.Mengobrol dengannya,adalah hal yang seru.


Walaupun terkadang aneh dan ga masuk akal tapi sangat menghibur.Dia adalah anak ajaib yang dekat dengannya.


"Kok gitu si ganteng?"tanya bima.


"Romantis kan pada tertawa,tapi kak dito sama kak anya ga tertawa,pasti karena kak dito keberatan gendong kak anya"


balas fino.


Membuat semua orang melongo mendengar jawabannya.


"Kaki kak anya sakit yah?,pasti kak dito yah yang ngajak kakak main lari larian?,


mending main sama fino"ucap fino.


"Emang main apa sayang?"tanya anya.


"Main pacar pacaran,pasti seru deh"balas fino.


Seketika membuat semuanya melebarkan matanya.Terutama kedua orang tuanya.Dari mana dia belajar ucapan seperti itu?.


"Main pacar pacaran itu bagaimana?"


tanya nita.


"Emm,kata teman fino... gandengan tangan, peluk pelukan,cium ciuman... terus suap suapan"balas fino dengan wajah polosnya.


Lagi lagi mereka terkejut tak menyangka dengan apa yang dia ucapkan.Dia polos tapi mulutnya sangat berpengalaman.


Dia tau semuanya tentang percintaan.


Sangat menggemaskan tapi juga membahayakan.


"Astagaa,hiks...apa ini anak gue?"gumam tino seraya memijat pelipisnya.

__ADS_1


"Emm anu,kamu pernah cium ciuman?"


tanya bima.


"Engga deh,kalo ga sama mamah


,aku ga mau"baals fino.


"Kenapa?"tanya anya.


"Karena takut mulutnya bau busuk,fino jijik"balas fino.


Membuat mereka tertawa seketika karena tingkahnya yang sangat ajaib.


Bukan hanya mulutnya yang sangat pintar,tapi juga sangat blak blakan.Siapa pun yang mengajaknya bicara,hanya bisa tertawa dan mendapatkan kata menusuk darinya.Tapi mereka tau,itu hanya lelucon anak anak yang belum tau apa apa.


"Anak kita sayaaang,tolong!!"ucap tino menggelengkan kepalanya.


"Anu...,sayang tidak boleh ngomong kayak gitu yah"ucap fifi.


"Mamah juga, papa kan mulutnya bau,


mamah kok mau ciuman sama papah"


ucap fino,semakin membuat kedua orang tuanya kelimpungan.Dan semuanya semakin tertawa geli.


"Fiks!bukan anak gue!"ucap tino.


"Emang dari dulu aku anak papah?"sahut fino.


Hahahaha.Betapa lucunya tingkah bocah tampan itu.Membuat semuanya terhibur karenanya.Terutama anya,karenanya dia semakin santai dan melupakan pikiran negatif di otaknya.Dito sangat berterima kasih dengannya saat ini.Melihat anya tertawa, membuatnya lega.


"Kak dito sama kak anya gandengan,


kak varo sama kak dinda gandengan,


kalian pacaran yah!!"ucap fino.


"Cieeeee kalian bucin yaaah"ucap fino.


Lagi lagi mereka memegang perutnya dan air matanya keluar karena kebanyakan tertawa.Varo dan dinda pun tertawa karenanya.Hingga tatapan mereka bertemu.Sebenarnya,dinda ingin melepaskan genggamannya darinya.


Tapi tidak bisa,malahan menjadi bahan candaan fino.


"Lucu banget yah"ucap varo sambil menyelipkan anak rambut dinda.


Dinda mengangguk kecil.


"Cieeee,ga sia sia aksi bunuh diri lo ya var"timpal bima.


"Iya dong"balas varo.


Hahahaha.


"Apa aku harus terjun gedung dulu,biar kamu terima aku lagi?"tanya dito.


"Jangan dong,kan ga baik"balas anya.


"Jadi aku harus gimana?"tanya dito.


"Rawat aku terus"balas anya tersenyum.


Dito mencium lembut tangannya.


Cieeeeee.Hahaha.

__ADS_1


__ADS_2