
Di sebuah rumah bertingkat satu, cukup besar dan mewah.Rumah yang dibangun bersama oleh virgo,rumah yang luas dan jauh dari permukiman pilihannya.Disana adalah tempat dimana semua anggota virgo berkumpul dan nongkrong nongkrong ria.
"Gimana rencananya bos?"tanya deni.
"Gue pikir,kita ga usah gunakan cara yang licik seperti mereka"balas varo,dibalas dengan kebingungan oleh para anggotanya.
"Biar gue jelaskan!"ucap tino,yang menyadari kebingungan mereka karena ucapan singkat dari varo.Kebiasaan!.
"Kita sempat berpikir,kalo kita akan menculik salah satu anggota kartal,kalo bisa ketuanya,tapi,si bos berpikir lagi,kita ga usah melakukan itu, karena rencana itu akan sama seperti apa yang mereka lakukan,itu licik!"jelas tino sejelas jelasnya.
"Owhh,terus rencana kita apa sekarang?"
tanya salah satu anggota virgo.
Varo tidak menjawab.Dia terus menatap jari jari tangannya.Bukan itu yang teman temannya bingung,tapi wajahnya.Varo terus tersenyum senyum sendiri sambil menatap tangannya.Membuat para anggotanya melongo.
"Bos?kesambet lo?"tanya dito.
Varo sedang membayangkan,dimana dinda sedang mengobati luka yang ada ditangannya.Betapa perhatiannya pacarnya, membuatnya semakin cinta padanya.Ternyata bukan hanya nakal dan pecicilan,namun menurutnya dia menggemaskan dan perhatian.
"Bos?lo ga papa?setan mana yang merasukimu bos?"heboh bima di telinga varo.
"Anjing lo!"sarkas varo menatap tajam bima.
"Ya ngapain juga si bos senyum senyum sendiri,kayak orang gila!"balas bima.
Tiba tiba ada teriakan setan menggelegar di ruangan itu.
"Hallo epibadeh,wanita wanita cantik mau lewat"teriak anya,dia dan ketiga temannya pun melewati mereka menuju tempat kosong untuk mereka duduk.
Sedangkan dinda,dia hanya mengikuti mereka dengan digandeng nita.Tanpa dia sadari,banyak yang menatapnya bingung sekaligus kagum.Kagum karena kecantikan wajahnya.Gayanya juga keren,serba hitam dengan rambut pirangnya, membuatnya semakin menjadi pusat perhatian.
"Jangan tatap milikku!"tekan varo tajam.
Tentunya membuat para anggotanya menyibukkan diri lagi dengan kegiatan masing masing.Tak jauh dari merokok,
minum,main ps dan main ponsel.
"Maklum,si bos posesif"cibir tino.
Varo pun menarik tangan dinda untuk duduk di sampingnya.Dan yang lain, langsung duduk dan mengobrol heboh dengan berbagai kelakuan konyolnya.
"Ngapain kesini?"tanya varo.
"Ga boleh?"balas dinda.
"Boleh,tapi kenapa ga ngabarin dulu"ucap varo dengan wajah datarnya seraya mengeratkan genggamannya di tangan dinda.
"Gue juga ga niat kesini,tapi tadi diajak sama temen temen"balas dinda.
"Naik apa?"tanya varo,dia menarik dinda untuk bersender di dadanya,dengan tubuhnya bersender ke sofa.
"Naik mobil"balas dinda yang hanya menurut.
"Kalo mau pergi kemanapun,kabarin gue dulu"tutur varo sambil mengelus lembut rambut dinda.
__ADS_1
"Hmm"karena merasa nyaman,dinda pun memejamkan matanya menikmatinya
elusan tangan varo.Dia merasa tubuhnya lemas dan sakit di kepalanya.Namun dia tidak pernah mengeluh,semua masalahnya dia selalu memendamnya sendiri.
"Romantis bangeeet si"ucap anya.
Membuat dinda membuka matanya.
Namun,dia tertegun saat melihat abang abangnya sedang menatapnya penuh kerinduan.Tak berbeda dengan dinda,dia juga sangat rindu pada mereka.Entah niat dari mana,dinda tersenyum kepada mereka,tentu saja membuat dani dan deni senang tak percaya.Mereka yakin,
dinda masih ada rasa sayang padanya.
"Peluk doong"ucap varo.Yah,dia akan mempersatukan adik kakak itu,yang sedang dalam kesalahan pahaman.
Dengan langkah ragu,dinda pun melangkah menghampiri dani dan deni, lalu memeluknya.Mereka pun membalasnya dengan sangat erat. Mereka sangat senang dan bahagia.
"Abang sayang princess"ucap dani.
Teman temannya pun ikut bahagia bercampur terharu.Setelah banyak tahun dan banyak kesalahan,akhirnya mereka bersatu kembali.Tapi tentang ayah mereka,nita dan yang lainnya sudah lama tak bertemu.Mereka juga ingin sekali mengobrol dengannya,tapi terkadang tidak dibolehin oleh minda dan amel.
"Ikut abang"ucap deni,
Dia pun menarik tangan dinda agar mengikutinya.Mereka hanya ingin mengobrol bertiga,tanpa ada pendengar yang lain.Mereka akan mengobrol di belakang rumah,lebih tepatnya kursi yang ada di taman belakang samping kolam.
"Selama ini kamu baik baik aja kan?kamu tinggal dimana?abang terus cari kamu"
ucap dani,mereka duduk bertiga dejgan dinda yang ada di tengahnya.Mereka
"Aku baik baik saja,abang gimana?"balas dinda.
"Abang....baik baik saja"balas deni dengan lesunya.
"Ada masalah di rumah?"tanya dinda yang sudah tau semua masalahnya.
"Andai dulu abang percaya sama kamu,
Pasti kita bisa mengusir wanita licik itu dari rumah"ucap deni.
"Kamu tau, perusahaan daddy menurun drastis,daddy lagi banyak masalah dalam keuangannya,itu karena kedua wanita itu,
mereka selalu meminta uang kepada daddy"lanjut dani.
Dinda mendengar ceritanya dengan baik.
"Abang sudah beberapa kali menceritakan kebusukan mereka pada daddy,tapi dia tetap saja ga percaya"ucap deni.
"Sudahlah,abang jangan pikirin itu, sekarang aku minta abang jagain terus daddy,jangan biarkan kedua wanita itu berbuat yang tidak tidak padanya"ucap dinda.
"Baik,tapi princess ke rumah lagi kan?"
tanya dani.
Mendengar kata princess,membuat dinda bersedih bercampur kecewa.
"Jangan panggil princess lagi abang!"
__ADS_1
tekan dinda.
"Ba-baiklah,abang janji,abang tidak akan membuatmu sedih lagi"janji deni dan dani,membuat dinda tersenyum.
"Aku belum siap kembali ke rumah,dan abang jangan ceritakan ini pada daddy ya"ucap dinda.
"Kenapa?"tanya dani.
"Sudahlah! pokoknya jangan!"ucap dinda dengan kebiasaan emosinya.Membuat dani dan deni cukup tertegun.
"I-iya,abang tidak akan cerita"ucap deni.
Tiba tiba ada yang motor rame rame di depan dan teriakan memanggil varo terdengar keras.
"Kita kembali"ucap dani,dia deni dan dinda pun kembali ke kumpulan para anggota virgo yang sedang bingung dengan apa yang ada didepan.
"Kartal kesini!"ucap tino.
Sepertinya,segerombolan orang ada yang sedang mengarah di halaman rumah. Sepertinya mereka sedang menganggu markas virgo dengan membuat kegaduhan di depan.
"Kita kedepan!"
Para anggota virgo pun keluar dari markas.
"Ngapain!"ucap dito yang melihat anya mau ikut ikutan keluar.
"Ya ikut dong,gue kan mau liat"balas anya.
"Engga!bahaya,si bocil tidak boleh keluar,
lo disini aja sama temen temen lo!"ucap dito menekan.
"Tapi-"
"Sudahlah,diam disini!"tekan dito.
Dia pun keluar menyusul para temannya.
"Lo disini aja"ucap varo.
"Dia?..."dinda masih ingat wajah pria yang paling depan.
"Lo jangan berantem!"ucap dinda,kenapa dirinya merasa khawatir dengannya?.
Membuat varo tersenyum.
"Lo tenang aja,lo disini,jangan keluar!"
ucap varo.
"Tapi var-"
"Sudah sayang,gue ga papa"ucap varo seraya mengecup bibir dinda sekilas.Lalu dia keluar dari markas,menemui tamu yang selalu membuat masalah padanya.
Dinda mengalihkan pandangannya, seketika dia terkejut,melihat teman temannya yang menatapnya dengan mulut yang melongo.Wajah bodohnya keluar!.
__ADS_1