
"Bisakah kau tidak memikirkan itu saja!
hanya uang uang dan uang!"ucap jordi cukup emosi.
"Tapi, sekarang aku sangat butuh uang mas"balas minda dengan wajah sedihnya.
"aku mohon mengertilah!aku sedang bingung dengan masalah di perusahaan,belum juga kau yang terus meminta uang!coba sehari saja kau tidak meminta itu!"ucap jordi dengan lantang.
"Tapi aku ga bisa,wajar dong,manusia tu butuh kebutuhan mas,kau tidak mau memenuhi kebutuhan istrimu ini!"ucap minda lesu. Membuat jordi tak tega.
"Owh ya sudahlah,ga papa mas,aku ga maksa,mungkin kau tidak sayang lagi sama aku,kau lebih sayang mantan istrimu itu"ucap minda dengan lebaynya.
Dia duduk di kursi,dengan wajah lesu nya.
Karena jordi sudah merasa cinta dengannya, membuatnya tak tega untuk menyakitinya. Apapun yang dia mau,pasti jordi akan menurutinya.Tapi sekarang,dia sedang frustasi akan keuangan di perusahaannya.
"Sayang,engga,aku hanya cinta kepadamu,kenapa kau bicara seperti itu"
ucap jordi lembut,dia memeluk leher minda dari belakang,yang membuat minda tersenyum senang.Akhirnya,jordi luluh kembali.
Memang dia berniat untuk mengambil semua harta milik jordi.Tapi secara perlahan.Biarkan uang jordi semakin habis karenanya,hingga sampai terakhir harta yang dia miliki.Barulah minda meninggalkannya,dan jordi merasa sangat terpukul.Membuat jordi hancur,
juga tujuannya.
"Kalau kau masih cinta dengannya,maka ceraikan aku saja!,aku tidak mau mempunyai suami yang tidak cinta kepadaku"ucap minda dengan wajah yang ditekuk.Dia akan akting sebagus mungkin, sampai jordi merasa bersalah dan menuruti apa yang dia mau.
"Ya engga la,aku sudah ga cinta dengan dia, sekarang aku hanya cinta kepadamu,
lagian aku sudah melupakannya"ucap jordi menenangkan.Dia telah dibutakan cinta olehnya,terperangkap oleh jebakannya dan jatuh dalam pesonanya yang licik.
"aku tak percaya!"ucap minda dengan sewotnya,sedikit manja.Munafik!.
"Percayalah kepadaku,maafkan aku,aku akan mengirimnya segera"ucap jordi.
Minda langsung berdiri dan memeluk jordi.Tak sia sia dirinya mendekatinya dan memberi minuman kepadanya waktu itu,yang membuatnya bisa menikah dengannya.
"Makasihhh sayang"ucap minda dengan gembiranya.
"Tapi tunggu keuanganku stabil"ucap jordi.
"Yah,lama dong"ucap minda murung.
Sungguh romantisnya pasangan paruh baya itu.
__ADS_1
"Engga,besok aku transfer"ucap jordi.
"Baiklah,aku tunggu"ucap minda girang.
"Ya sudah,aku mau ke kamar,mau istirahat"pamit jordi.
"Okey,nanti aku nyusul"balas minda tersenyum.
Jordi pun pergi menuju kamarnya.Dia sangat tak percaya saat mengetahui kalau perusahaannya turun tingkat, menjadi ke dua di Indonesia. Membuatnya bingung dan pusing.
Dia berniat untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan yang menggeser posisi perusahaannya.Siapa tau,bisa menguntungkan perusahaannya dan bisa menyetabilkan keuangan yang turun drastis.
Disaat minda sedang senyum senyum sendiri,tiba tiba ponselnya bergetar pertanda ada seseorang yang memanggilnya.
"Hallo,disini nyonya anderson,ada apa ya?"ucap minda dengan sombongnya.
"Ma-maa arghh"rintihan itu membuat mata minda terbelalak seketika.Apa yang terjadi dengan anaknya?.
"Sayang,kamu kenapa?"balas minda dengan wajah khawatirnya.
"Hiks,ma-ma sakit,hikss"tangis amel.
"Amel,kamu ada apa?kenapa?siapa yang membuatmu kesakitan seperti itu"ucap minda berturut-turut.
"Ma-ma,mama kesini yah..tolong aku"ucap amel merintih kesakitan.
"Iya maa,cepat ya hiks"
Minda segera bergegas keluar rumah menuju tempat yang amel kirim lokasinya.Dia sunggu khawatir,kalau tidak ada dia,maka tidak ada yang dia suruh suruh.Yah, seperti itulah minda,
ibu yang memikirkan dirinya sendiri dan memanfaatkan anaknya untuk keuntungannya sendiri.
"Ya ampun amel kamu kenapa?kok bisa kayak gini?"ucap minda seraya mendekati anaknya yang sedang terkepar lemah di gedung tua yang tidak berpenghuni.
Dan yang paling mengejutkan, keadaan tubuhnya.Penuh sayatan dan luka lebam.
Apalagi dia sedang tidak berpakaian,atau telanjang bulat.Sungguh malangnya dia.
"Hiks hiks maamaaa sakiit banget..shh"
keluh amel.
Tak hanya sayatan ditubuhnya,tapi juga di wajahnya.Itu yang membuatnya sangat marah bercampur sedih.Bisa malu dirinya saat keluar rumah,sudah pasti orang orang menjauhinya,terutama teman temannya.
__ADS_1
"Ayok mama pakaikan pakaianmu"ucap minda sambil memakaikan pakaian amel.
Sambil dipakaikan baju oleh mama nya
dia menangis."Hiks,ini gara gara dinda mama!!anak sialan itu!!!"teriak amel.
"Dinda?apa yang dia lakukan kepadamu sayang?"tanya minda terkejut.Apa yang dia lakukan kepada anaknya.
"Mama tau,dia mempermalukan aku dengan menunjukkan video kita kemarin saat bersama ayah dan teman temannya kepada seluruh siswa di sekolah,betapa malunya aku maa...hiks"jelas amel.
Ya itulah dinda,dia tidak akan melepaskan amel,
sebelum ada yang terjadi dengan tubuhnya.
Waktu itu amel dibawa oleh kedua mafiosonya,
tidak hanya berdua,ternyata di gedung tersebut sudah ada beberapa temannya.Dinda sudah merencanakan itu semua.Mereka diperintahkan oleh dinda untuk melecehkannya.
Setelah mereka puas,baru dinda yang bertindak.Dia menyiksanya dengan menghajarnya dan menyayat tubuhnya. Terutama wajahnya,wajah yang sangat dibencinya.Tapi itu hanya permainan awal, belum nantinya.Sedangkan minda?dinda akan mengurusnya segera.Tentu saja akan lebih berat di banding anaknya.
"Dan juga,dia yang buat aku kayak gini! dia menghajar aku,menyayat semua tubuhku dengan pisaunya,dan dia menyuruh teman teman tua bangka nya untuk memperkosa ku maa!!hikss ...tanpa dibayar"lanjut amel.
"Beraninya dia!!"ucap minda tajam.Sorot matanya hanya kebencian terhadap dinda,sungguh membuatnya geram untuk membunuhnya!.
"Dan aku di keluarkan dari sekolah olehnya!"ucap amel.
"Olehnya?"tanya minda heran.
"Ya dia itu pemilik sekolah,entah dari mana dia mempunyai uang untuk semua itu...shhh"balas amel yang merasakan betapa perihnya sayatan sayatan di tubuhnya, merasakan lelah dan terasa tubuhnya remuk semua.Terutama di bawah sana,terasa perih.Dirinya digilir oleh lumayan banyak orang.
"Jadi dia pemilik sekolah itu,seberapa kayanya dia?,sudah pasti dia nge ******,biar bisa dapet uang banyak seperti itu!"ucap minda.
"Ya itu sudah pasti,tapi dari siapa dia punya video itu?apalagi videonya sangat jelas mah"tanya amel membuat minda mengkerutkan alisnya.
"Atau jangan-jangan..."
Setelah minda berpikir, akhirnya dia tau,
kemana mereka harus pergi untuk mengetahui kebenarannya.
"Ikut mama!"ucap minda seraya menarik tangan amel yang masih duduk di lantai dengan bersender dinding.
"Aduh maah sakiiit...shhh"rintih amel,sungguh lemasnya dirinya sampai tidak bisa berdiri.
__ADS_1
"Owh,maafin mama,kita ke rumah sakit dulu, obatin semua luka kamu itu,kita harus cepat cepat memberi dia pelajaran!amel"ucap minda seraya membantu amel berdiri.
"Baik ma"