
"Daddy Mommy,apakah kalian melihatku
dari atas sana?"tutur dinda sambil menatap ke langit yang penuh bintang bertaburan yang indah.Balkon adalah tempat dirinya berada malam ini.
"Sebahagianya aku,lebih bahagia kalo bersama kalian"lanjut dinda.
"Tapi tak apa,aku berdoa semoga kalian tenang dan terus pantau aku dari sana ya dad...mom"ucap dinda dengan hati yang tegar.
"I love you...."
"I love you to"Seketika dinda terkejut dengan sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya,dan suara itu yang membalas ucapannya.Tak butuh waktu lama,dia pun membalikkan tubuhnya,lalu dia mendorong pria itu.
"Kurang ajar tau gak!"bentak dinda.
"Dinda?...apakah udah ga ada kesempatan di hati kamu buat aku?" tanya varo dengan nada yang kecewa.
"Enggak!"sarkas dinda.Wajahnya melengos,tidak berani menatapnya.Yang ada nanti dia tidak tega dengannya.
"Please dinda,beri aku kesempatan satu kali lagi"ucap varo memohon.
"Engga var, untuk berteman aku mau, tapi tentang hati...maaf,aku ga bisa menerima kamu lagi"balas dinda.Dia masih bingung dengan hatinya.
"Kenapa din?..apa karena soal itu?"tanya varo.
"Bukan var,akuudah melupakan tentang itu...ya aku hanya udah ga mau sama kamu,aku ga cinta lagi sama kamu"ucap dinda.
"Tidak din,itu ga mungkin kan?kamu masih cinta kan sama aku?"ucap varo menggelengkan kepalanya.Dia tidak percaya dengan apa yang ia katakan.
"Apa yang harus aku lakuin agar kamu cinta lagi sama aku dinda?...jawab din!"
ucap varo frustasi.
"Stop var!,please jangan bahas ini lagi!"
ucap dinda karena dia tak mau melihat varo sedih seperti itu.
"Engga dinda,aku butuh jawaban dari kamu..apa yang harus aku lakuin agar kamu nerima aku lagi!"ucap varo kekeh.
"Jawabannya tidak varo,kita cukup berteman saja"balas dinda.
Varo menghela napasnya panjang.Dia mendekatinya,lalu menggenggam tangannya.Sedangkan dinda,dia hanya diam dengan tatapan entah kemana.
Dia sangat lemah berada di situasi seperti ini.Soal cinta dan cinta.
"Tatap mata aku din,tatap mata aku!"ucap varo.
Dengan perlahan,dinda mulai menatap matanya.Bola matanya yang hitam legam
dan bulu matanya yang lentik adalah ciri khasnya yang selalu membuatnya kagum.Sangat cantik.
"Kamu harus tau,aku....sangat mencintaimu,aku ga bisa putus dari kamu, apalagi melihatmu bersama pria lain nanti!"ucap varo.
"Kamu harus terima itu!"ucap dinda.
"Engga!,aku sayang kamu,...rasa cinta dan sayang ini adalah penyemangat aku dalam berusaha untuk dapetin kamu lagi"
balas varo.
__ADS_1
"Stop berjuang untuk aku var!, berjuang sendiri itu sakit"ucap dinda.
"Memang,itu sangat sakit....tapi kamu bagaikan nyawa aku,yang harus aku perjuangin agar aku tetap hidup, dinda"
balas varo dengan penuh ketulusan.
Mata mereka terus bertatapan saling
mencari kebenaran tentang cinta mereka.
"Var!,gue mohon hentikan ini!,kamu harus bisa lepasin aku!kamu harus terima semuanya....anggap saja kita tidak ditakdirkan untuk bersama"ucap dinda seraya melepaskan tangannya dari genggamannya.
"Enggak!,aku ga akan ngebiarin hal itu terjadi!,kita harus terus bersama dinda!"
tekan varo masih menggenggam erat tangannya.Dia belum juga bisa melepaskannya.
"Ingat var!,aku udah punya calon suami,
kita udah tunangan!,dan kamu harus ngerti itu!"ucap dinda melepas kasar genggamannya.Lalu dia pun melenggang pergi, untuk masuk ke kamarnya.
"Oke!kita teman!"ucap varo menghentikan langkah dinda.
Dia membalikan tubuhnya menghadapnya.Melihat wajahnya yang tersenyum seakan memohon padanya.
Membuatnya juga membalas senyumannya.Mungkin dengan teman itu akan lebih baik.Dia tidak bisa gerus terusan melihatnya sedih dan mengharapkannya kembali padanya.
Dia tak tega itu.
"Kita teman"balas dinda.
"Boleh peluk?"tanya varo.
Sedangkan varo,dia memejamkan matanya,mencoba menerima semuanya.
Cinta mungkin sangat minim untuk mendapatkan darinya,tapi dengan teman,
membuatnya selalu dekat dengannya.
Dia masih berharap,nanti dia akan mendapatkannya lagi.Bila tidak,dia akan menerimanya dengan sakit hati.
"Bersiaplah,teman kita sudah menunggu"
ucap varo.
"Baiklah,aku siap siap dulu"ucap dinda.
Varo pun merangkul bahunya,dia dan dinda masuk ke kamarnya.
"Aku akan menunggumu disini saja"ucap varo terkekeh pelan.
"Astaga jangan dong,kamu keluar sana!"
balas dinda seraya mendorongnya keluar kamarnya.
"Kenapa?aku udah biasa melihatnya"
ucap varo semakin menggodanya.
__ADS_1
"Diamlah!jangan membuatku malu!"ucap dinda tertawa geli.Bisa bisanya dia mengatakan itu di saat sekarang.
"Hahaha...ya udah aku tunggu di bawah "ucap varo.
"Iya iya"balas dinda.
Dia pun menutup pintunya.Dia tersenyum.Dia lega, situasinya berubah saat ini juga.Membuat mereka tidak saling marah dan canggung seperti biasanya.Yah... sepertinya masalahnya sudah selesai.Itu menurut dinda.Entah menurut varo.
"Hmm,ini aja deh"gumam dinda.Dia memakai baju crop dan celana pendek.
Itulah pakaian kesukaannya.Simple dan nyaman.Setelah itu dia mengambil tas selempang,lalu keluar dari kamarnya.
"Udah yuk"ajak dinda.
Namun varo masih diam bergeming.
"Ayok,tunggu apa lagi varo"ucap dinda.
"Ganti baju!,di luar dingin dinda"ucap varo dengan segala keposesipannya.Namun dinda tidak berpikir ke sana.
"Engga kok var,pasti panas deh"balas dinda.
"Dingin dinda,kalo ga kamu pake Hoodie aku aja"ucap varo hendak membuka hoodie nya.
Membuat dinda memutarkan bola matanya malas.Sidatnya ternyata masih ada.Posesif dan ngeyel tentunya.Untung teman!.
"Ga usah,aku juga punya kali!"kesal dinda melenggang pergi ke kamarnya untuk mengambil Hoodie nya.Dia tak nau ribut dengannya hanya karena pakaian.Dia memakai Hoodie hitamnya tanpa mengganti celananya.
"Udah yuk var...biii aku pergi dulu ya"pamit dinda kepada sang bibi.
"Ya non,hati hati"balasnya.
"Iya bi"ucap dinda seraya melangkah keluar rumahnya.
Hal itu membuat varo menghela napasnya melihat kaki jenjangnya yang terbuka.Pakaiannya sungguh tidak pernah berubah.Memang itu nyaman baginya,tapi semua laki laki tidak berpikir ke sana.Tapi napsu.Sialnya,dinda wanita yang masih polos.Tidak pernah berpikiran kesitu.
"Wiiih barengan nih,gimana ceritanya var?"celetuk bima.
"Ada deh"balas varo.
"Bajunya couple an lagi,balikan yah?"tanya nita.
"Engga,kita kan teman,ya ga var"balas dinda.
"Iya dong"balas varo tersenyum terpaksa.
Apakah tindakannya benar?.Huaaa dia benar benar belum menerima segalanya!.
"Oowh teman nih"cibir bima melirik varo.
"Ya udah lah,banyak bacot...kita langsung masuk aja deh"ucap anya.
"Yuk, kamu jangan keluyuran!,tetep di dekat aku!"ucap bima kepada calon istri tercintanya.Dia merangkul pinggangnya posesif.
"Iya sayang"balas nita.
Hal itu membuat anya memutar bola matanya malas.Mereka sama saja.Tak
__ADS_1
tau tempat,dan sekalinya bersama., seakan dunia milik berdua.Menyebalkan.
"Dasar pasangan prik!"