Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 159


__ADS_3

Jari jemarinya saling bertautan,keringat dingin mengguyur tubuhnya,rasa takut,


panik,dan gugup bercampur menjadi satu.Suasana di ruangan itu sungguh mencekam.Sorot matanya yang tajam,


membuat nyali siapapun menciut.Yang tadinya merasakan kesenangan, seketika berubah menjadi kesedihan.


"Menjijikkan!"sarkas dinda tajam.


Bagaimana tidak,pelaku itu sedang berlibur dengan pacarnya.Menikmati uang yang ia curi,sangat tidak modal dan ciru pria yang tidak sejati.Sialnya dinda baru tau,kalau wanita itu merupakan karyawannya juga.Dia ada di karyawan biasa.Lagian,selama ini tidak ada gosip tentang hubungan mereka berdua.


Dinda sudah menduga,mereka sudah merencanakan semuanya dengan matang.Heh!,sama sama anjing!.


"Maafkan ka-"


"Saya tidak mengizinkan kamu ngebacot!"potong dinda.Membuat alan menggelengkan kepalanya,sekali marah kata laknatnya keluar semua.


Dengan langkah pelan,dinda menghampiri mereka dan mengelilinginya.Tentu saja bulu kuduk berdiri seketika.Aura dinginnya terasa tajam.Yang ada di hidup mereka hanya uang,tidak pernah tau tentang dunia mafia.Saat itu juga,mereka tau kalau dirinya sedang berada di perkumpulan mafia besar dan terkejam di dunia.


"Kalian tau apa salah kalian?"tanya dinda .


Mereka mengangguk pelan.


Gambar yang bergambar tengkorak,


background hitam yang ada tulisan kecil berwarna merah adalah ciri khas dari lambang mafia.Yah,mereka tau dari itu.


Entah apa namanya,tapi yang mereka tau adalah gambar yang kebetulan muncul di internet.


"Saya kira, setelah saya membunuh beberapa koruptor di perusahaan saya....


sudah tak ada lagi yang harus saya bunuh,tapi ternyata...."tutur dinda tersenyum miring padanya.


DegDegDeg


Mendengar kata 'bunuh' membuat jantung seketika berdenyut kencang. Rasa panik dan takut terus mendominasi ekspresi wajahnya.Mereka tau apa yang mereka lakukan berisiko besar,tapi menurut mereka, sang queen adalah CEO yang tidak memperhatikan karyawan.


Bahkan,masuk kantor pun jarang.Karena itu, mereka kira itu sangat mudah.Tapi ternyata sangat sulit.


"Maaf queen,saya mengaku salah!,saya akan menyerahkan diri kepada polisi" ucap pria itu memohon.


Sedangkan si wanita,dia menunduk takut sambil merutuki kebodohannya,karena bisa tertangkap olehnya.Tak lupa rasa perih yang ia rasakan pada area luka di wajahnya.Hal itu karena mereka sempat tidak mengaku dan mencoba kabur. Terpaksa terjadi kekerasan pada mereka.


"Itu hukuman yang ringan bukan?" tanya dinda.


"Sangat sangat ringan dong queen"ucap alan menyetujuinya.


"Tidaaaak!!,queen kasihanilah saya..saya salah,tapi jangan bunuh saya!,kasihan anak dan suami saya di rumah!"ucap wanita itu seraya bertekuk lutut di hadapan dinda.


"Suami dan anak?,... kesalahan baru yang terungkap"ucap dinda.


"Maafkan saya queen, jangan bunuh saya"ucap wanita itu ketakutan.Ternyata alasan satu satunya barusan tidak menyelamatkan dirinya.

__ADS_1


"Kamu berbohong!"sarkas dinda sambil menjambak rambut wanita itu.


"Akhhhh sakit queeen!!"rintihnya.


"Sakit?...ini untuk orang yang berani membohongi saya!"ucap dinda semakin kuat menjambak rambutnya.


"Kamu jelas jelas kekasih gelap koruptor itu,yang jelas jelas dia sudah memiliki istri dan anak, sedangkan kamu?...heh! sial!"tekan dinda geram.


Membuat mereka berdua terkejut. Dengan waktu sesingkat itu,dia mengetahui tentangnya?.Sungguh berbahaya.Mereka hanya pasrah dengan situasi sekarang.


"Tapi...hari ini saya sedang tak ingin membunuh kalian"ucap dinda sambil melepaskan rambut wanita itu kasar.


Awshhh kerasa ampe tulang ga si!.


Seketika membuat mereka lega akan ucapannya.Mereka akan terima apa hukumannya,kecuali mati saat itu juga!.


Selama mereka bekerja,tak ada nerita tentang kematian karyawan.Hanya saja satu dua karyawan yang keluar tanpa keterangan.Bukan licik tapi cerdik!.


"Ambil semua miliknya!"perintah dinda.


Beberapa mafiosonya pun mengambil ponsel,uang,dompet,dan berbagai perhiasan.Tentu saja membuat mereka bingung.Ada apa ini?.


"Dompetnya ga usah kali din"bisik alas di telinganya.Tanpa mereka sadari,hal itu membuat tangan seseorang mengepal kuat.Geram dengan kedekatannya.


"Balikin uangnya"ucap dinda, langsung di lakukan oleh mereka.Jadi,hanya ponsel yang mereka ambil.Sungguh membagongkan.


"Bawa dia ke tengah tengah hutan belantara,dan tinggalkan mereka disana!"


APA!!!.Apa maksudnya?dia sama saja membunuhnya secara perlahan.


"Tidak queen!!!"pekik pria itu.


"Hutan terlarang,paling tengah,dan dikelilingi lautan!"ucap dinda tersenyum miring.


"Tidaaaak queen,saya mohon!,jangan...


nanti kita akan mati disana"ucap pria itu.


"Mati?...yah itulah yang saya mau haha"


balas dinda.


"Ya...ada uang tapi ga ada barang,apa yang mau kalian beli?rumput?hahaha"


ucap alan tertawa.


"Kalian ga akan bisa keluar dari sana,


bisa saja kalian mati kelaparan atau....


dimakan hewan buas,...maybe haha" ucap dinda menertawai mereka bersama alan.Sangat kompak bukan?,gila gilaan bersama di situasi yang salah.

__ADS_1


Semakin membuat mereka berdua kelimpungan.Saat itu yang sedang ia butuhkan bukan uang,tapi ampunan darinya.Mereka baru sadar,uang bukanlah segalanya.


"Sekarang bawa dia!"tekan dinda menatapnya tajam.


"Baik queen"balas mereka.


Mereka pun membawanya dengan kasar keluar ruangan, untuk dibawa ke hutan dengan menggunakan helikopter.Saat ini mereka masih hidup,tapi entah nantinya.


Adegan kematian yang tidak secara langsung bisa ditonton.Tapi hanya bisa dirasakan kesengsaraannya.


"Tidaaakk queeen saya mohoong, jangan!"ucap mereka meronta-ronta.


"Siap siap jadi ****** kaliaaann! haha"


lagi lagi dinda masih menertawainya bersama alan.Savage!.


Dia sangat kejam.Varo rasa,dinda semakin berbahaya.Dia sangat terpukau dengan ketegasannya dan keberaniannya dalam mengambil keputusan itu,yang tentunya sangat berbahaya.Sungguh cerdik dan sama sekali tidak terlihat wanita yang memiliki hati nurani.Seperti iblis yang senang akan penyiksaan.


Tapi di saat itu juga, varo semakin geram kepada pria yang bersama dinda itu.


Beraninya dia bahagia di atas penderitaannya.Penderitaan?,yah menurut varo,inilah penderitaan. Melihatnya tertawa dengan pria lain yang tak lain adalah calon suaminya,itu sangat menyakiti hatinya.


Dengan cepat dia menghampiri mereka,


lalu menarik tangan dinda secara tiba tiba.


"Hah?..varo?kamu disini?"tanya dinda yang tangannya masih di tarik oleh varo keluar ruangan.


"Heh!,kamu mau bawa calon istri saya kemana!"pekik alan menghentikan langkah varo.


Varo menatapnya tajam.Beraninya dia mengakuinya calon istri di depannya!.


"Apa?,dia calon istri saya!"ucap alan sambil menahan tawanya melihat ekspresinya yang menurutnya sedang terbakar api cemburu.


Sedangkan dinda,dia hanya memutarkan bola matanya.Bisa bisanya dia melakukan hal itu kepadanya.Lucu!.


"Ini urusan gue sama dia!"tekan varo.


"Tapi dia ca-"


"Calon istri?...saya pinjam calon istri lo jadi calon istri saya!"ucap varo seraya melenggang pergi sambil tetap menarik tangan dinda.


"Sampai kapan?"teriak alan.


"Selamanya!"


Ucapannya sungguh membagongkan.


Dinda tak paham apa yang ia ucapkan.


Sedangkan alan,dia hanya tertawa geli.

__ADS_1


Melihat respon pria itu,dia yakin,pria itu masih cinta pada kakaknya itu.


__ADS_2