Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 48


__ADS_3

Setelah dari markas,dinda dan ketiga temannya pergi ke perusahaan milik dinda.Karena waktu dirinya membuang waktu untuk mengurusi mafia vedgrafl,


dirinya mendapatkan pesan dari kedua kakaknya agar pergi ke perusahaan sebentar.


"Perusahaan lo bagus banget din, desainnya ruangannya juga indah"ucap anya dengan wajah kagumnya.Tentunya wajah tololnya yang ia tampakkan.


"Tutup mulut lo anya!"sahut fifi.


"O iya,nora banget si gue!!"balas anya mengakuinya.


"Diam ih!"ucap nita menengah.


Di setiap perjalanan,banyak yang memandang mereka.Para karyawan bingung,siapa yang bersama bos nya.


Dari pakaiannya sama,tak lupa maskernya.Ada apa si wajahnya, sampai ditutupi seperti itu setiap hari.Sudah pasti cantik semua,tapi mereka juga ingin melihatnya.


Mereka pun masuk ke ruangan ceo, lebih tepatnya ruangan dinda.


"Kak indah sama kak vina mana sih,kok ga datang datang!"gerutu anya.


"Kenapa lo?"tanya fifi.


"Gue pengin rebahan di kasur empuk punya dinda anjir!"balas anya.


"Yee,mo numpang dia.."cibir nita.


"Dih biarin!"


Dinda masih fokus dengan berkas berkas yang mau ia cek.Tentu saja berkas tentang laporan bisnisnya dengan pak jordi,lebih tepatnya ayahnya.Dia sedikit heran,kenapa hari ini dia tidak mau perusahaan?.


Dia pun segera menelpon abangnya.


"Hallo sayang"sapa dani.


"Hallo bang,abang tau daddy kenapa?"


tanya dinda,membuat alis ke tiga temannya mengkerut.Kenapa tiba tiba dinda menelpon abangnya,dan menanyakan hal itu?.


"Nah itu din,abang juga ga tau,sudah beberapa kali abang terus menelpon daddy,tapi ponselnya ga aktif,padahal tadi malam abang masih mengobrol dengannya"balas dani.


Membuat dinda terdiam bingung.


"Ya sudah bang"balas dinda.


"Nan-"


Belum juga selesai bicara,dinda sudah lebih dulu mematikan panggilannya. Tentu saja membuat kedua abangnya mendengkus kesal.


"Eh kalian sudah datang"ucap indah seraya menghampiri mereka.


"Lama banget si kakak"ujar anya.


"Sorry, tadi kakak ada meeting"balas indah.


"Kenapa?"tanya dinda.


Mereka pun bingung dengan kata singkat tanpa awalan dari dinda.Tak lama indah dan vina pun paham,setelah melihat berkas yang dinda pegang.Itulah yang ingin mereka sampaikan padanya.


"Kata karyawannya,dia tidak masuk karena sakit"balas indah dengan serius,

__ADS_1


dia dan vina pun duduk di sofa samping dinda.


"Tapi,dari cara bicara karyawannya,kita curiga ada apa apa dengan pak jordi,fia sakit secara tiba tiba,bahkan sebelumnya dia tidak merasakan apapun,masih bergas bergas saja "ucap vina.


Dinda,nita,fifi,dan anya pun mendengarkan dengan baik,sangat serius.Dinda merasa ada yang mengganjal di masalah ini.Dia harus mencari tahu nya.


Dia pun menelpon seseorang.


"Cari tau tentang daddy gue!!"ucapnya tajam,setelah itu dia pun mematikan panggilannya.


Apa sesingkat itu?batin para teman dan kakaknya. Sangat mudah!.


"Kakak bantu perusahaannya, arahkan semua pekerjaan para karyawannya!dan cari keganjalan disana!"perintah dinda kepada kedua kakaknya.


"Baik queen!"balas mereka.


Teman teman dinda merasa,hal ini bukanlah urusan mereka.Mereka akan membantunya,saat dinda menyuruhnya.


Mereka hanya tidak ingin terlalu mencampuri urusan pribadi dinda.


"Kalian gimana?sudah berhasil? mereka sudah hancur?"tanya vina,dia dan indah tidak pernah ketinggalan informasi tentang mafia blackwhite.


"Apanya yang berhasil kak,mereka banci,


sulit mengajak mereka menyelesaikan ini dengan cara laki!"balas nita.


"Kabur?"tanya indah.


"Ho'oh"


Vina dan indah pun mengangguk paham.


"Aku pulang kak,kalo ada apa apa kabarin aku"ucap dinda seraya beranjak dari duduknya.


"Kita juga pulang kak,aku mau main di rumah kalian"pamit anya.


"Jangan berantakin kamar kakak!"peringat indah.


Nita,fifi dan anya pun terkekeh.


"Ga janjii wlee"balas mereka,seraya berlari keluar menyusul dinda.Tingkah mereka selalu membuat vinda dan indah menggelengkan kepalanya.


Dan sore hari ini,dinda dan teman temannya memutuskan untuk bersantai dan merilekskan badannya dan pikirannya.Pikiran yang bukan dipenuhi pelajaran sekolah,tapi dipenuhi dengan ilmu bela diri.


"Kalian balapan,yang kalah traktir kita!!"


ucap nita yang sedang mengarahkan kamera ponselnya ke dinda,fifi dan anya yang sedang bersiap-siap untuk balapan berenang.Sedangkan dia sendiri,dia tidak ikut berenang,karena tangannya yang masih di perban.


"Gue menang pasti!"ucap fifi dengan penuh kepedean.


"Apaan!gue yang menang dong!"sahut anya tak kalah pede nya.


"Gue dong!!"ucap anya tak terima.


"Gu-"


"Kalian kalah!"ucap dinda menengah,dia menyipratkan air,kepada kedua temannya yang terus ribut tak berfaedah.


"Heee engga"ucap fifi garing.

__ADS_1


"Sudahlah,kita balapan!!siapa yang kalah,


harus traktir kita!!"ucap anya,seraya berisap dengan gaya renangnya.


"Okeey!!"


Nita terus merekam mereka,lebih tepatnya live streaming di Instagram. Sudah pasti banyak yang nonton.Dia merupakan selebgram yang akunya sudah tercentang biru,tentunya banyak yang mengidolakannya.Tak berbeda dengan dinda,fifi,dan anya.Apalagi para selebgram,sedang berkumpul.


Glekkk


"Gilaa"gumam bima.


Bima dan tino semakin fokus melihat live streaming yang nita lakukan.Yang membuat dia salfok adalah pakaian yang mereka kenakan.Tanktop crop warna hitam dan hotpants yang ia pakai membuatnya terlihat sangat seksi.


Apalagi air yang mengguyur badannya yang putih dan mulus,dan juga gayanya yang sedang menyibakkan rambutnya yang basah.Uh seakan slow mo yang membuat mereka ngiler.


"Woy!!mingkem!"sahut dito yang tadinya dia sedang mengobrol dengan varo.


"Apaan si lo!!"sarkas tino.


"Jan hp e an mulu napa!!fokus dong!"


ucap dito,karena mereka sedang membahas tentang rencana.


"O iya bentar,gue mau cuci mata dulu!"


balas bima.


"Cuci mata cuci mata!!apaan lo!"kesal dito.


Dia pun merebut ponsel yang sedang bima lihat.Dia segera mematikan ponsel tersebut.


"Jangan dimatikan woy!!"cegah bima.


Belum juga dia melakukan itu, seketika dito terdiam,menatap ponsel itu.Ada empati bidadari yang sedang bermain air.


Dia terus fokus menatap ponselnya,tanpa menghiraukan ke tiga temannya yang menatap malas dirinya.


"Apa?"tanya varo.


"Ini var..cewek lo!seksi bener!"balas dito,


membuat bima dan tino mencubit pipinya.Dia sangat blak blak an sekali,


tanpa memikirkan risikonya.


Melihat itu, membuat mata varo terbelalak.Dia sudah biasa melihat dinda seperti itu,tapi!!!dia tidak rela kesempurnaan gadisnya dipertontonkan di media sosial.Apalagi banyak yang menonton dan memuji gadisnya.


'So hot!!"


Seketika tangannya mengepal dan rahangnya mengeras,saat melihat komentar dari karvon.Si musuh terbesarnya!.


"Awas lo dindaaa!!"tekan varo seraya keluar dari markas dengan terburu-buru.


Saya sarankan anda baca dari awal!!


Karena ada perbaikan yang lumayan banyak,


lebih tepatnya ganti cerita!.

__ADS_1


__ADS_2