
"Ughhh".
Mendengar itu,varo terus mengelus punggung gadisnya yang dipeluknya.
Merasa sudah tenang kembali,dengan perlahan,varo membuka selimutnya,lalu ia bangkit dari tidurnya.Dia membenarkan selimut gadisnya, setelah itu dia mencium keningnya.
"Sembilan"gumam varo saat melihat jam yang terpasang di dinding.Biasanya jam segini,dinda belum tertidur.Tapi karena varo yang memaksanya,dengan hati yang kesal,dinda pun mengikutinya. Menyebalkan.
Varo mengambil jaket dan kunci motornya di nakas,Kemudian dia keluar dari kamarnya.
"Bundaa,kok belum tidur?"tanya varo saat melihat ibunya sedang menonton televisi.
"Bentar lagi,ada film seru ini"balas bunda.
Varo hanya memutar bola matanya malas.Sinetron adalah film kesukaan ibunya.
"Jangan malam malam bunda,ga baik untuk kesehatan bunda"ucap varo sambil memakai jaketnya.
"Iya sayang,tapi kamu mau kemana malam malam seperti ini?"tanya bunda.
"Aku mau keluar sebentar bun, kumpul sama temen"balas varo.
"Bunda harap,kamu ga main ke klub!"peringat bunda entah sudah ke berapa kali.
"Ga tau"balas varo membuat ibunya menghela napasnya panjang.Huftt, anaknya adalah anak nakal yang sangat sulit di nasehati.
"Ingat!ada dinda"lanjut bunda.
"Huh,iya bundaa,aku usahakan"balas varo.Tanpa berkata lagi,dia pun keluar dari rumahnya,dan segera menuju markas Virgo dengan menggunakan motor sport nya.
Tidak! sebelumnya dia membuka pintu mobilnya,lalu dia mengambil jaket yang ada didalamnya.Lebih tepatnya jaket yang tadinya gadisnya kenakan.Dia akan membawanya ke markas virgo.
"Biasa..ngaret lo!"cibir bima.Saat varo melawatinya untuk duduk di tengah,dia pun menampol kepalanya.
"Kan ada bu bos yang harus dia kelonin"
kekeh tino bergurau.Kedua temennya pun tertawa kecil dengan arti setuju.
"Itu mah tiap hari"lanjut dito.
"Tiap hari kalo satu aja mah ga papa,tapi kalo tiap hari ganti ganti,itu apa apa"canda bima menyindir.Tentu saja dito merasa hal itu.
"Tiap hari ganti,tapi ga kek gitu juga kali!
hanya sebatas teman jalan!"ucap dito, membuat teman temannya menatapnya.
"Beneran lo?"tanya mereka.
"Bener,emang kenapa?"tanya dito heran.
"Lo ga icip icip gitu?"tanya bima.
"Raba raba setidaknya?"lanjut tino.
Sungguh,betapa konyolnya mereka!.
Membuat dito menggelengkan kepalanya.Apa mereka pikir dirinya sejahat itu?sebajingan itu?. Menyebalkan!.
"Nyenggol aja, kecil semua"ucap dito mulai ngawur.
Dia memang lelaki Playboy.Tapi se bangsat bangsat nya dia,dia tidak pernah main ranjang bersama cewek cewek yang pernah jadi pacarnya.Setiap hari terus ganti cewek,baru jadian saja,satu harinya sudah putus.Dia suka seperti itu,
__ADS_1
tidak jauh untuk bergaya.
"Dih,punya bu bos emang ga ada tandingannya"timpal tino dengan mulut yang tidak ada rem nya.Tentu saja membuat bima dan tino mengangguk kecil.Mereka ingin menggoda varo.
"Bangsat lo!"sarkas varo dengan melemparkan jaketnya ke wajah tino.
Membuat teman temannya tertawa geli.
Mereka puas dengan respon temannya itu.
"Kalo punya anya gimana dit?"tanya bima seraya mengedipkan satu matanya.
"Apaan si lo"sewot dito.
"Hahaha jelous kan lo!"tawa bima.
"Engga"singkat dito.Jujur, mendengar nama itu, membuatnya ingin menemuinya sekarang.
"Mending kalo lo suka anya,cepet deh jadian,jangan sampe anya sama orang lain"ucap tino.
"Nanti nangees!"ucap varo.
"Apaan si,kok jadi bahas ini!lagian gue sama anya udah kayak adik kakak kok"
ucap dito.
"Yang beneeer?...tapi yah gue ngingetin lo!kalo lo suka anya,lo buang sikap playboy lo!"peringat bima.
"Gue bilang,gue ga suka dia!"ucap dito.
"Ya kan,siapa tau dito,gue hanya kasihan sama anya"ucap bima.
Bentar!kok suasananya jadi kayak gini.
"Anu..btw ini jaket siapa var?bukan jaket lo kan?"tanya tino setelah menyadari jaket yang varo lempar padanya bukan jaketnya.Sekaligus,dia ingin mencairkan suasana, mengalihkan pembicaraan mereka berdua yang semakin panas.
"Bukan,gue minta kalian cari tau siapa pemilik jaket tersebut"balas varo.
"Lh?lo dapet jaket ini dari siapa?"tanya dito.
"Cewek gue"balas varo.
"Punya cowok itu mah"ucap bima seraya merebut jaket tersebut di tangan tino.
Dia mengamati dan meraba raba setiap sudut jaketnya.Hingga menemukan sebuah kartu pelajar si pemilik jaket tersebut.
"Gampang!"ucap bima dengan gaya nya,
karena dia lah yang menemukan pertama.
"Itu kebetulan woy!"sahut teman temannya.Hahahaha.
"Eh,btw gue ketemu karvon anjir"ucap tino.
"Karvon?dimana?"tanya dito.Dia dan teman temannya juga sedang minum dan tak lupa rokoknya, untuk menemani obrolan mereka.
"Di kafe,nih gue foto"balas tino seraya menunjukkan foto yang ada di ponselnya.
Terlihatlah, seorang pria yang sedang ngumpul dengan teman temannya.Dari wajahnya si, emang mirip,tapi ada beberapa perbedaan dari wajah karvon.
Dari bibirnya yang sedikit miring dan wajahnya penuh dengan bekas luka.
__ADS_1
"Dia kembali"ucap varo tiba tiba.
"Gue rasa juga iya"balas bima.
"Berarti,yang kirim surat itu?...dia?"tanya dito.
"Bisa jadi"balas varo.
"Dia masih hidup ternyata,tapi..mau ngapain lagi si dia.ganggu kita?ga ada kapok kapoknya emang!."tutur tino.
"Balas dendam!mau apa lagi dia.."balas varo seraya meneguk wine miliknya.
"Hmm,dia tidak terima atas kekalahannya,dan hancurnya mafia ayahnya?"tanya bima.
"Sepertinya....,kita ga usah bertindak terlebih dahulu,biar dia yang mengawalinya"balas varo seraya ingin beranjak dari duduknya.Dia berkumpul hanya seperti ini saja.Memang tak berfaedah,tapi mereka merasa terhibur dan mengobrol adalah salah satu penghilang gabutnya.
"Mau pulang?cepet banget"ucap dito.
"Ke klub kan?"tanya tino.
Varo masih bergeming.
"Malam ini ga bisa"balas varo setelah berfikir.
Varo pun keluar markas dan menjalankan motornya menuju ke rumahnya.Di pikirannya hanya gadisnya yang sedang tidur pulas di ranjang miliknya.Gadis yang masih berani berbohong dengannya. Dia ingin segera memeluknya dengan erat.
Bentar!.Dia menghentikan motornya saat melihat..??...kayla?.Dia lihat,kayla sedang jalan dengan pria paruh baya yang gendut dan berkacamata.Varo tau,pria itu adalah pria pengusaha yang sukses.
Kenapa perilakunya seperti itu.Kayla yang bergelayut manja di lengan pria itu,
mereka sedang melangkah masuk ke mall.
Yang varo herankan adalah,kenapa kayla sangat berubah seperti ini.Dia tau,dia tidak ada hubungan keluarga dengan pria itu.Dia bersikap seolah,dia adalah pacarnya.Hmm,sangat langka,wanita remaja mau jalan seperti itu bersama pria yang sudah mempunyai istri, apalagi cucu.Apa ini cuma untuk uang?. Menjijikkan!.
Ah sudahlah itu ga penting.Yang penting,
varo harus cepat cepat pulang untuk bermanja-manja dengan gadisnya.Dia merasa jijik sendiri,melihat hal ini. Lagipula,ini hanya kebetulan,dia sudah tidak peduli dengannya,segala kehidupannya,varo bodo amat.Seakan kayla,wanita yang tidak pernah ada di hatinya.
"Ga ada?"gumam varo.Saat dia masuk ke kamarnya,ternyata gadisnya tidak ada.
Kemana dia?.
Dia akan tanya kepada bunda nya.Dia pun pergi ke kamarnya.
TokTokTok
"Bundaa?"
Sepertinya ibunya sudah tertidur pulas.
Tanpa berpikir panjang, varo membuka pintu kamarnya.Apaaa?dinda tidur di kamar bunda,dengan memeluk ibunya?.
Kenapa dia disini?.
"Say-"
"Varooo,hustt sudahlah biar dia disini sama bunda..jangan ganggu dia!"potong bunda varo dengan mata yang masih tertutup.
"Tapi bun-"
"Sudah,sana tidur varo,udah malam"ucap bunda,dia pun memeluk dinda lebih erat agar lebih nyaman.
__ADS_1
"Huftt!!"varo hanya menghela napasnya panjang.Meluk guling lagi dong!!!!.