
"Sayaang,sudah pagii,kamu mau sekolah kan?"ucap bunda seraya mengelus rambut dinda yang masih setia memeluknya.
"Ughhh,hoaaaammm"dinda melenguh,
menggerakkan tubuhnya,mencari kenyamanan,dengan memeluk erat entah siapa yang dipeluknya.
"Sayaang,hari ini kamu sekolah kan?"tanya bunda dengan menepuk pelan pipinya.Kalau bisa,dirinya mau seperti ini saja bersamanya,tapi sekolah lebih penting.
"Bentaaar lagi...hmmm nyaman"gumam dinda dengan mata yang masih tertutup rapat.Membuat bunda varo tersenyum gemas.
"Bentar lagi ya sus"ucap bunda kepada dua suster yang ingin membantunya membersihkan badannya,dan juga mengajaknya untuk sarapan.
"Baik nyonya"balas mereka,mereka masih setia menunggunya.Betapa menggemaskan wanita remaja itu.
Melihatnya,membuatnya selalu tersenyum.
Tak lama kemudian,varo menghampiri mereka yang sudah mengenakan seragamnya.Seragamnya tak rapi,sama seperti wajahnya,wajahnya yang lesu dan gasrak grusuk.Tadi malam dia sangat tidak nyaman tidur.
"Astaga, masih tidur?"ucap varo.
"Iya varo, sepertinya dia masih sangat nyaman disini"balas bunda.Iya dia nyaman, sedangkan dirinya terus gelisah.
"Dia harus bangun,nanti telat sekolah"
ucap varo,dengan pelan, dia menggendong gadisnya ala koala.Kalau tidak, sudah pasti dinda tidak bangun.
"Eughh"dinda hanya melenguh.Melihat itu membuat kedua suster itu tersenyum,
sekaligus baper.Betapa romantisnya pasangan remaja itu.
"Bunda jangan lupa sarapan,terus minum obat yah,abis itu istirahat yang cukup!"
peringat varo kepada sang bunda.
"Iya sayaang"balasnya.
Varo pun segera keluar dari kamar bunda menuju kamarnya.Tentu saja membuat dinda membuka matanya.Seketika terkejut, dirinya sedang digendong oleh varo.Ia ingat,tadi malam dirinya tertidur di kamar bunda.Berarti,yang ia peluk adalah bunda.Pantas saja sangat nyaman, pelukannya persis seperti pelukan mommynya.
"Varoo, sekarang jam berapa?"tanya dinda dengan suara seraknya,khas bangun tidur.
"Jam enam lebih seperempat"balasnya.
Sampai di kamarnya,dia menidurkan gadisnya,lalu dirinya ikut tidur disampingnya dengan memeluknya.
Astaga!!,saking nyamannya, membuatnya lupa kalau ada janji dengan teman temannya hari ini.
"Varoo,awas,gue mau mandi,nanti kita terlambat sekolahnya!"ucap dinda.
Untuk menghilangkan rasa kesalnya,dia memeluk erat gadisnya,dia terus menduselkan wajahnya di lehernya.Dia berpikir,dinda ada dirumahnya,tapi kenapa tidak bersamanya!!.
"Varoo jangaan!gue mau mandi!!"ucap dinda yang merasa gigitan gigitan kecil di lehernya.
"Bentar sayang,lo harus tanggung jawab!"balas varo,seraya menatap wajah gadisnya.
"Tanggung jawab?gue salah apa?"tanya dinda.
__ADS_1
"Karena lo tidur di kamar bunda,gue jadi sulit tidur!!lo harus ganti!"balas varo.
"Tap-"
Belum sempat dinda menyelesaikan ucapannya,mulutnya sudah dibungkam dengan bibir varo.******* demi *******,
dinda mulai merasakannya.Membuatnya memejamkan matanya,dengan tangannya dia letakkan di leher varo.
Dirinya seakan terbuai permainannya.
"Va-varooh su-sudaah mptthh"ucap dinda di sela sela ciumannya.
Dia takut terlambat,dan rencananya gagal.Tapii dirinya sulit menghentikannya.Apalagi tangan varo sudah mengelus berkeliaran di dalam bajunya.Sampai sampai,tanpa ia sadari,
Hoodie yang ia pakai,sudah terlepas entah kemana.Menyisakan tank top crop hitamnya.
"Varoo,sudah ihhh,nanti kesiangan"ucap dinda,tanpa melawan.Mulutnya memang berkata jujur,tapi tidak dengan tubuhnya.
Tubuhnya terus meresponnya.
"Bentar sayaaangh"ciumannya turun ke leher lalu ke dadanya.
Dia semakin tak terkendali,soal ini dirinya sangat menyukainya.Tapi hanya bersama dinda.Dirinya seakan menjadi pria mesum saat bersamanya.Tanpa gadisnya sadari, dirinya selalu tergoda olehnya.
Tiba tiba ponsel varo berbunyi, membuatnya menghentikan kegiatannya.
Tentu saja membuat dinda lega.Sudah pasti para teman temannya sudah menunggunya.
Varo pun bangun dari atas tubuh gadisnya,lalu mengambil ponselnya yang ada di meja.Dinda tidak diam begitu saja,
"Dindaaaa!"teriak varo.
Dengan hati yang kesal, dirinya mengangkat panggilan dari bima.
"Apa!"sewot varo.
"Elah pagi pagi udah marah marah bos"
sahut bima.
"Cepat!ada apa!"ucap varo.
"O iya,lo lama banget si,kita udah siap siaga ini di markas,ngapain aja si lo! sekolah dulu lo?ya-..."
"Varooo seragam gue mana?"teriak dinda dari kamar mandi,sampai terdengar di telinga bima sekaligus teman temannya.
"Anjir!lo sama dinda?ga begituan kan?"
tanya tino konyol.
"Ya iya lah,ngapain lagi!"balas varo dengan santainya.
"Bajingan lo!"ucap dito bergurau.
"Bentar lagi gue otewe!"ucap varo.
__ADS_1
"Cepat!jangan lanjutin lagi!!"ucap bima.
"Ga janji!"
Varo pun mematikan panggilannya.Lalu dia tersenyum sambil menatap pintu kamar mandi.Kemudian dia pun mengambil tas totebag yang ada di ranjang,lalu dia berdiri di depan kamar mandi.
Ceklek
Pintu kamar mandi pun terbuka, menampilkan dinda dengan handuk yang melilit tubuhnya.Wajah yang fresh tapi lesu pun menyertainya.
"Mana seragamnya varoo,gue buru buru nih,lama ba-"
Varo menarik pinggangnya, membuatnya menghentikan ucapannya.
"Varooo cepett ih!!"kesal dinda.
Karena varo juga sedang buru buru,kali ini dirinya melepaskan dinda dari pelukannya.Lalu dia memberikan tas totebag itu kepadanya.
Tanpa berkata apapun,dinda langsung masuk kembali ke dalam untuk memakai seragam nya.Dengan alasan sekolah,
pasti membuat varo tak curiga padanya.
Memang kelasnya sama,tapi dia punya alasan untuk menghindarinya.Pastinya varo akan marah padanya,ini sangat penting baginya.
Setelah di kamar penuh drama,dan sarapan bersama,tak lupa berpamitan dengan bunda.Mereka berdua sedang berada di mobil varo,menuju sekolah.
Dengan kecepatan penuh, akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah.Kenapa tidak diparkiran?dinda tak peduli.
"Sayang,lo masuk sendiri ya?gue keluar sebentar ya,ada urusan soalnya"ucap varo dengan menggenggam tangan gadisnya.
Ternyata,dirinya tak susah susah untuk menghindarinya dan mudah untuk keluar.
"Iya var,ga papa kok"balasnya.
"Kalau gue belum masuk kelas sampai pulang sekolah,lo harus tetep kabarin gue!jangan cari gue!tapi tetep tanyain gue! ya! walaupun ga dibalas,tapi tetap kasih kabar ya "perintah varo, terdengar
ada sesuatu yang terjadi nantinya.
"I-iya varo,tapi gue harap,lo ke sekolah lagi!dan walaupun gue ga ada!tapi lo ke sekolah!"ucap dinda dengan maksud berbeda dari perkataannya.
"Maksud lo ga ada?lo mau pergi?mau bolos lagi?tanpa seizin gue?"tanya varo berturut-turut.
"Bukan begitu,intinya lo harus ke sekolah!"balas dinda.
Membuat varo tersenyum.
"Baiklah!gue usahakan gue bisa nemui lo hari ini!lo tunggu gue ya!"ucap varo.
"Iya"
"Gue sayang lo"ucap varo seraya mengecup bibir gadisnya.
"Balas dong!"ucap varo.
"Gue juga sayang lo!"balas dinda, tentunya membuat sudut bibir varo melengkung keatas.Dia menarik tubuhnya,lalu memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Jujur,ada rasa yang mengganjal di hatinya.