
Di kantin
Di kantin
Dinda menatap malas temannya yang sudah dari tadi ribut sekali.Yang membuatnya menggelengkan kepalanya, dengan alasan yang mereka ributkan!sangat tidak masuk akal!.
"Hari ini itu jadwal lo anya!"ucap fifi.
"Dih bukan,gue kan udah kemarin!jadi sekarang jadwal nita untuk memesankan makanan kita dong!"balas anya.
"Ih ga yah,mana ada!hari ini itu fifi,dia yang bilang sendiri kok"ucap nita beralasan.
"ka-"
"Sudah!"potong dinda tajam,membuat mereka terdiam.Ucapan yang dingin dan datar membuat mereka bertanya tanya.Dia sangat berbeda!.
"Biar gue saja!"lanjut dinda seraya beranjak dari duduknya untuk memesan makanan untuknya dan teman temannya.Dia melakukan ini hanya untuk teman teman terbaiknya.
Dinda sedang menunggu pesanannya selesai.
Sambil memainkan ponselnya,hingga ada seorang wanita masuk ke kantin membuatnya menatap wanita itu dengan penuh dendam.Ya dia amel,anak dari minda yang telah memfitnahnya waktu dulu.
Sepertinya karena sudah menjadi bagian keluarga anderson,membuat amel semena mena kepada para siswa di sekolahnya.Seperti yang dinda lihat sekarang,saat dia masuk ke kantin dengan gaya modisnya,dia menghampiri mereka, dengan niat mengerjai mereka.Dari yang menjambak rambut, menumpahkan minuman mereka,menabrak bahu mereka,dan menggoda para lelaki.Hal itu membuat dinda geram kepadanya.
"Ini dek, makanan sudah jadi"ucap ibu kantin.
"Hmm,ini uangnya"ucap dinda seraya meletakkan beberapa uang di meja,tepat depan ibu kantin tersebut.
Dinda pun membawa nampan itu ke meja teman temannya.Karena banyak,dia hanya membawa makanan dua,dan yang lainnya dia akan menyuruh temannya untuk membawanya nanti.
"Wah ada anak baru ternyata,cupu ga yah?"ejek amel saat menghadang dinda.
Dinda hanya menunduk.Dia tidak mau ada keributan di hari pertama dia masuk sekolah.
Bisa bisa amel sedikit malu karenanya!,tapi dinda akan membuat dia lebih malu,tapi bukan sekarang.
"Benar gaes,dia cupu,miskin,dan kutu buku!"
remeh amel.Apakah dia tidak ngaca?.
"Itu bagus dong mel!"sahut teman amel yang ada disampingnya.
"jangan ganggu gue!"sarkas dinda.
"Apa?gue ga denger"ucap amel memandang remeh kepada dinda,yang membuat dinda semakin geram kepadanya.
__ADS_1
"Lo emang tuli!"
Dinda menggeserkan tubuhnya ke samping,berniat menghindar dari amel.Namun ternyata gagal,amel terus mengikutinya,dirinya ke kiri,amel pun mengikutinya.Sepertinya dia sedang bermain main dengannya!.Dinda tidak suka itu!.Dia sangat diremehkan olehnya.
"Lo sama seperti mereka!wanita bodoh!"ucap amel.Dia menyenggol nampan yang dinda pegang,membuat nampan tersebut jatuh,dan makanannya berserakan di lantai.Hal itu membuat dinda semakin emosi.
Bugh
Pukulan keras dari kaki dinda,mengenai perut amel,membuatnya tersungkur ke lantai.Wajahnya tepat menghadap makanan yang ia tumpahkan.Itulah yang harus ia terima!.
"Hmm? sepertinya lo tidak bisa membeli makanan lagi,sampai sampai makanan yang sudah kotor di lantai pun lo embat"
ejek dinda,membuat amel semakin panas.Baru kali ini ada siswa yang berani padanya.Semua siswa yang melihatnya pun dibuatnya kagum.Terutama teman teman dinda,mereka tidak berani menegurnya.
"Beraninya lo!"tekan amel,dia berdiri dan menujuk ke wajah dinda.Dia sudah membuatnya malu dan harga dirinya diinjak injak olehnya.
"Aku tidak berani padamu!tapi aku tidak takut padamu!"balas dinda.Dia memegang tangan amel,dan putar ke belakang,membuat amel merintih sakit.
"Kau tidak tau gue!gue anak dari jordi Anderson,dia akan mengeluarkan lo dari sekolah ini!"ancam amel.
"What?ayah lo siapa disini?"tanya dinda,dia melepaskan tangan amel dengan kasar.
"Hah?lo ga tau?ayah gue itu donatur paling besar disini!lo jangan main main sama gue!"balas amel.
"Kalo gue pemiliknya gimana?"tanya dinda membuat amel dan teman temannya tertawa remeh.
"Emang yah,lo sama dengan ibu lo itu!
sama sama wanita ******!"ucap dinda membuat semua orang terkejut.
"Apa lo bilang!"tekan amel.
"Gue bilang ibu lo itu wanita ******,yang telah membunuh mommy gue!karena keserakahan ibu lo itu!bisa saja lo itu anak....'Haram'!eh bukan,lo itu anak hasil kerja ibu mu"balas dinda terkekeh.
"bunuh mommy lo?"gumam amel.
"Lo?"
"Apa!"sarkas dinda.
"Lo anak yang dibuang ayahmu?..haha iya"ejek amel.
Membuat tangan dinda mengepal kuat, dia merada diremehkan,seumur hidupnya dia tidak oernag di ejek seperti ini!.Mungkin karena fia adalah anak dari orang penting.
"Lo-"
__ADS_1
"Lo itu!orang yang tidak di harapkan oleh orang tua lo!terutama ibu lo!"ucap amel.
Bughhhh
Seketika pukulan keras mengenai wajahnya.Dinda tidak main seperti perempuan!.
Dia langsung main laki,tidak jambak ataupun tampar menampar.
"Awshhhh beraninya lo!!!!"marah amel memegang pipi yang dipukul dinda.Sangat kuat
Bugh
"Ini untuk lo yang ganggu gue!"
Bugh
"Ini untuk orang yang berbohong!termasuk lo!"
Bugh
"Dan ini untuk lo yang sebut mommy gue dengan mulut haram lo itu!"
Terakhir,dia menendang perut amel dengan kaki nya,membuat amel tersungkur kembali.Tak hanya itu,wajahnya jatuh,tepat di atas makanan tadi.Yang membuat para siswa tertawa.
"Urus dia!"ucap dinda kepada teman teman amel yang sedang menunduk takut pada tatapan tajam dinda.
Dia pun pergi dari kerumunan itu.Kejadian itu membuat mereka semua melongo.Terutama teman teman dinda.Dia sungguh berbeda,dulu dia sangat manja dan penakut.Kenapa sekarang dia sangat berani dan tegas.
Satu tempat yang ia tuju sekarang adalah rooftop.Roftop adalah tempat favoritnya di sekolah.Tempat untuk menenangkan dirinya dari masalah apapun.Seketika dinda berhenti ketika ada seseorang yang berhenti tepat di depannya.Membuatnya sulit untuk melangkah maju.Sepertinya ini hanya kebetulan.
"Minggir!"ucap dinda singkat.Dia masih menatap datar ke depan,tidak menatap siapa yang ada didepannya.
"lo menyuruhku?"suara bariton nan berat itu membuat dinda menatap pria itu.Yang pertama ia lihat adalah wajah tampan pria itu.
"Apa lo juga tuli?gue bilang minggir!"ucap dinda .
"Harusnya lo yang minggir!"ucap pria itu dengan nada dinginnya,tak kalah dingin dengannya.
"Jujur,lo menarik"ucapan dari laki laki jangkung itu membuat dinda tertegun.
"Gue tidak peduli!"ucap dinda.
"Tapi gue peduli!lo sangat berbeda"ucap pria itu.
"Lo aneh tau ga!"
__ADS_1
Tanpa meladeni orang itu lagi,dinda melenggang dari hadapannya.Dia segera menuju tempat yang ia tuju tadi.Tak peduli dnegan teman temannya yang melongo tadi,
sangat seperti orang clengeran.