Kisah Cinta Queen Mafia

Kisah Cinta Queen Mafia
episode 93.


__ADS_3

Seperti yang anya katakan,malam ini dia


jalan bersama rean yang kedua kalinya.


Kali ini,rean tidak mengajaknya ke kafe,


tapi....entahlah,anya juga belum tau.


Sepertinya sangat di rahasiakan olehnya.


Katanya,ada sesuatu yang akan ia tunjukkan.


"Kak rean...ini mau kemana si?"tanya anya.Karena dari mobil,dia menutup matanya dengan kain yang sudah ia siapkan.Tentu saja membuatnya semakin penasaran.


"Nanti lo juga tau"balas rean sambil membantu anya melangkah.


"Jangan buat gue takut deh kak"ucap anya.


Tunggu,kenapa sepi?.Kemana kak rean?.


"Kak?kak rean,lo dimana anjir!!kak"ucap anya panik, tangannya terus meraba ke segala arah,mencari rean yang tadinya ada di sampingnya.


"Kak gue takut woy!,lo ga ninggalin gue kan?...kak!!"teriak anya.


Dengan cepat dia langsung membuka penutup matanya.Dan saat itu juga,rasa bahagia mulai menghampirinya.


Bagaimana tidak,ternyata rean sudah ada di depannya,dengan bunga yang dia pegang.


Tak hanya itu,dia berdecak kagum melihat dekorasi yang sangat indah,dengan lampu berwarna-warni saling memancarkan sinar dan saling melengkapi menjadi sesuatu yang sangat cantik tentunya.Ini sangat menakjubkan.


"Lo suka?"tanya rean.


"Sukaaa bangeeet"balas anya girang.


Dia tak menyangka,yang tadinya taman yang hanya ada tempat duduk di pinggir kolam,berubah menjadi tempat yang sangat mengagumkan.Apalagi disana juga ada tempat meja dan dua tempat duduk.


"Baguslah,gue senang lo suka"ucap rean.


"O iya,gue mau ngomong sesuatu sama lo"lanjut rean serius.


"Ngomong apa?"tanya anya berbinar.


"Lo mau jadi pacar gue?"tanya rean seraya memberikan bunga yang ia pegang kepadanya.


Anya cukup tertegun.Apa ini mimpi?.


Apa yang ia inginkan terjadi?.Dia meminta dirinya untuk menjadi pacarnya?.


"Beneran?"gumam anya yang masih tak percaya.


"Lo mau ga nerima ini?"tanya rean,karena bunganya belum juga anya ambil dari tangannya.


"Gue terima donh"balas anya seraya mengambil bunga tersebut,lalu dia mencium bau yang wangi menenangkan.


Jujur,dia ingin loncat loncat sambil berteria,karena hal yang sangat romantis ini.Huaaaa.


"Terima gue jadi pacar lo maksudnya?"


tanya rean.


Hah?anya masih ngebug.


"Ga mau?...ya ud-"


"MAUUUU!!"teriak anya dengan semangat.


"Beneran? kayaknya boong deh"tanya rean bergurau.


"Iiiih engga!!"kesal anya mencebikkan bibirnya.

__ADS_1


"Gue seneng,lo nerima gue"ucap rean seraya memeluk anya.Udah jadi pacarnya aja,anya masih deg deg an gini di pelukannya.


"Gue juga seneng kita pacaran"balas anya membalas pelukannya dengan erat.


Sungguh,anya sangat bahagia malam ini.


Dirinya bisa jadi pacar dari laki laki yang dicintainya.Dia akan menceritakannya kepada dito.


"Arghhh!!!anjing!!"teriak dito seraya meremas botol minuman yang ia pegang.Membuat orang orang yang ada disekitarnya menatapnya bingung.Ada apa dengannya?.


Mereka tak memikirkan itu,mereka pun melanjutkan kesibukan yang tadi mereka lakukan.Seperti minum bir bersama teman temannya,menari mengiringi musik DJ yang sangat ramai,dan juga


berpacaran dengan intim nya.


"Gue bilang apa!nangis kan!!"cibir bima.


"Kena mental ga tuh!!"lanjut tino terkekeh kecil.


"Bego!"ucap varo.


Mereka terus menggodanya setelah mendengar cerita dari dito,tentang anya yang sudah jadian dengan pria idamannya.Apalagi melihat betapa kecewa dan sedihnya dia,membuat mereka semakin senang menjailinya.


Bukan hanya untuk hiburan,tapi juga agar dito menyadari kesalahannya.


"Jujur lo cinta kan sama anya?"tanya tino.


Cinta?...IYA!!!.Dito mencintainya!.Dia benar benar sudah menyadari,kalau dirinya jatuh cinta kepadanya.Sayangnya,


sudah terlambat!.Ini memang kesalahannya.Kesalahan yang sulit di perbaiki.


Bayangan dimana,anya tertawa bahagia bersama rean,saling memeluk,tak lupa saat anya menerima pria itu untuk jadi pacarnya,terus menghantui pikirannya.


Hal itulah yang membuatnya seperti sekarang.Seperti orang gila yang mabok mabokan sambil marah marah ga jelas. Sama persis seperti varo saat marah.


"Cinta"balas dito.


"Sayang?"tanya bima.


"Tapi udah jadi pacar orang ya?"tanya tino.


"Udah"balas dito tanpa sadar apa yang keluar dari mulutnya.Mengundang tawa dari mereka.Hahaha.


Eh bentar?.


"Sial!"sarkas dito yang sudah menyadari pertanyaan macam apa itu!!.


Sedangkan varo,dia masih menikmati rokok dan minuman nya, sambil menikmati lagu DJ yang membuatnya memejamkan mata dengan kepala mengangguk angguk.Bukan lagi senang,


tapi dia sedang menenangkan dirinya yang terus frustasi akan masalahnya dengan gadisnya.


"Lo penguntit yang pintar"ucap bima.


"Setan lo!"sarkas dito seraya beranjak dari duduknya,segera keluar dari klub tersebut.


"Aws!jangan bunuh diri karena cinta!!" teriak tino terkekeh kecil.


"Ga mampir?"tanya anya.


"Engga deh"balas rean.


"Owh ya udah,gue masuk dulu yah"ucap anya.


"Iya sayang"balas rean sambil mengacak lembut rambut anya.


Seketika pipi anya merah seperti kepiting rebus.Lalu dia pun melangkah masuk ke rumahnya.Saat sudah di dalam rumahnya,dia langsung jingkrak jingkrak,


dengan senyumnya yang merekah.Dia benar benar sangat bahagia.


"Ekhem!"deheman itu membuat anya menghentikan tingkahnya.Lalu dia menatap dito yang sedang duduk menonton televisi.

__ADS_1


Tak lama lagi,dia pun berlari memeluk lehernya dari belakang,tak lupa wajah cerianya.


"Var lo tau gak....ih lo bau alkohol"ucap anya seraya duduk di sampingnya, karena terganggu oleh aroma alkohol dari tubuh dito.


"Lo tau gak-"


"Putusin dia!"tekan dito dengan wajah datarnya.Tentu saja membuat anya terkejut,lalu menatapnya aneh.


"Apaan si lo!ga jelas"ucap anya,dia sudah ga mood cerita dengannya.Dia pun mengganti channel televisi,tanpa menghiraukan dito.Dia benar benar ga jelas.


"Putusin dia anya!"tekan dito lagi.Dia tidak bisa membiarkan hal ini.


"Putusin siapa?"tanya anya cuek.


"Putusin cowok itu!"balas dito.


"Cowok siapa?"tanya anya malas.


"Putusin atau dia mati!"ucap dito mengancam.


Apa!!.Kenapa tiba tiba dia mengatakan itu?.Apa dia udah tau dirinya pacaran dengan rean tanpa ia beritahu?.Dari mana?.Jangan jangan...dia membuntutinya.Ish menyebalkan.


"Apaan si lo!gue ga ngerti apa yang lo bilang"ucap anya.


"Lo pilih!putusin atau mati!"ucap dito.


"Engga!,apa maksud lo bilang kek gitu?!"


balas anya serius.


"Gue gak suka lo jadian sama cowok sialan itu!anya!!"bentak dito,membuat anya terjingkat.Baru kali ini dia membentaknya seperti ini.


"Ap-"


"Telpon dia sekarang!, putusin dia!"potong dito.


"Engga!gue ga mau!karena gue cinta sama dia!"tolak anya.


"Lo ga cinta dia!"sarkas dito.


"Gue cinta dia!sayang dia!...lagian,gue ga peduli lo suka atau tidak dengan hubungan ini!"lanjut anya.


"Lo ga berhak ngatur tentang hidup gue!,


terutama tentang ini!"tekan anya.


Mendengar itu,tangan dito mengepal kuat.Dia sudah berusaha untuk bersabar,


tapi sekarang, kesabarannya mulai habis.


Apalagi,setelah mendengar ucapannya barusan.Sangat berani padanya.


"Lo ga mau?"tanya dito tersenyum miring.


Dia mengambil ponselnya,lalu menelpon seseorang.Tentu saja anya bingung, dengan apa yang akan dia lakukan.Dia rasa,sikapnya semakin aneh padanya.


Terutama di kisah percintaannya.


"Hadang dia!kasih pelajaran!kalo bisa sampai mati sekali-"


"Jangaaan!!!"teriak anya seraya merebut ponsel milik dito.


"Masih ga mau?"tanya dito dengan menaikkan alisnya.Huh!sungguh licik!.


Anya memejamkan matanya sejenak.


Kenapa ini terjadi padanya!.Di saat dirinya bahagia,dia selalu merusaknya,


dengan berbagai ancaman yang menyulitkan dirinya untuk membantahnya.Apa dirinya harus menurutinya?.

__ADS_1


"Gue benci lo!"tekan anya.Dengan terpaksa,dia pun menelpon rean.Ini demi kebaikannya.


__ADS_2