
"Kakaaak ini bener ga si?"tanya berli sambil menulis mengerjakan soal yang diberikan dinda.Dia memutuskan untuk menjadi panutannya.
"Kak?"panggil berli karena dari tadi tidak ada sahutan darinya.
"Kak dinda...eh..."Pantesan, ternyata dinda tertidur di sampingnya.Dia melihat ke arah jam dinding.Sudah jam empat sore.Yang artinya sudah tiga jam mereka belajar.Tak terasa sudah lama mereka belajar sambil mengobrol ria.
"Hahaha kakak lucu banget si"ucap berli seraya mengusap sudut bibir dinda yang
kotor karena makanan.
Lalu dia membereskan bukunya,dan dia juga membersihkan bungkus bungkus makanan ringan yang berserakan di ranjang.Tentu saja itu hasil dari kelakuan mereka yang sangat sembrono.
"Kakaaak"panggil berli seraya menatap wajah dinda.Dia masih tak menyangka,
hanya satu pertemuan saja,dia sudah
merepotkan nya dan bergantung padanya.Sungguh keakraban yang sangat cepat.
"Kakak cantik banget si astaga..."ucap berli memuji.Dengan kelakuan bar bar nya,dia memegang wajah dinda tanpa permisi.Dia kagum dengan pahatan yang menurutnya sangat sempurna.
"Coba aja,kakak sama abang nikah...."
lanjut berli berandai-andai.Sangat konyol.
"Hey Hey Hey!...ga sopan pegang pegang!"tegur varo dengan tiba tiba ada di sana.
"Ih apaan si bang!ya ga papa kali!"balas berli sewot.Mulailah peperangan di antara mereka hanya karena hal kecil.
"Udah sana keluar...jagain zelo"ucap varo mengusir.
"Ih aku mau jagain kak dinda aja"ucap berli.
"Yeee apaan!,dia biar abang yang jagain!"
ucap varo seraya manarik kaki berli agar turun dari ranjang.
"Aaaa abaaang iiih!!!ini kan kamar akuuu!!"teriak berli.
"Husssttt berisik!"sarkas varo.
"Awas aja lo!,gue ga akan bantuin abang deket sama kak dinda lagi!"ancam berli.
"Berliiii!"tekan varo.
"Apa!wleee"dengan kesal berli pun keluar dari kamarnya sendiri,karena pengusiran dari abang laknatnya.
Membuat varo menggelengkan kepalanya.Selama dia tidak bertingkah aneh di pergaulannya,dia masih aman.
Adiknya ada dalam pantauannya.
Dan saat itu juga,varo di buat tertegun akan ponsel dinda yang menyala.Hal dimana rasa cemburu kembali datang.
Sama seperti waktu di restoran,banyak
pria yang mengirimkan pesan untuknya.
Lagi lagi nama alan menjadi pemenangnya.
"Kenapa melihatmu bersama pria lain,
selalu membuatku frustasi akan sikapmu padaku"ucap varo bermonolog.
Ditatapnya wajah cantik wanitanya.Eh...
bukan!.Dia belum jadi wanitanya seutuhnya.Tapi wanita yang dicintainya.
Dia tau,wanita ini tidak mencintainya,
__ADS_1
melainkan membencinya.Sikapnya berubah drastis padanya.
Varo menghela napasnya panjang.
"Huh..."
"Baiklah...entah kamu takdirku atau bukan...tapi aku akan tetap berjuang mendapatkanmu kembali"ucap varo.
"Sikapmu memang selalu membuatku ingin menyerah...tapi tidak!..sebenci apapun kamu kepadaku,aku akan menerimanya....itu risiko kesalahanku dulu"lanjut varo sambil mengelus lembut rambutnya.
"Abaaaang jangan modus lho!!"teriak berli dari arah luar.
Varo terkekeh pelan.Modus?.. sekarang dirinya tidak berani.Tidak seperti dulu.
"Ughhhh...hoaaaam"tiba tiba dinda bangun dari tidurnya.
"Eh...gu-...aku ketiduran yah"ucap dinda,
seraya mendudukkan dirinya sambil membenarkan rambutnya yang pastinya berantakan.
"Iya kamu ketiduran...ga papa ko"ucap varo.
Dinda gelisah di tempatnya.Di merasa gugup dan canggung saat ini.Jari tangannya saling bertautan menghangatkan satu sama lainnya yang mulai berkeringat dingin.
"Ka-kamu disini?ga ke kantor?"tanya dinda.
"Baru aja pulang"balas varo.
Membuat dinda merutuki kebodohannya.
Bagaimana dirinya tidak menyadari pakaian varo yan masih memakai setelan jasnya.
"O-owh...ya udah aku mau ke kamar mandi..bye"ucap dinda.Lagi lagi dia merasa bodoh,ngapain juga pamit!.
Salah tingkah sendiri jadinya!.
"Engga usah dong!"balas dinda terkekeh.
Dia pun masuk ke kamar mandi.Di sana dia terus memegang dadanya yang terasa deg deg an.Bagaimana tidak, karena kegugupannya, membuatnya salah tingkah sendiri,dan malu sendiri.
Sepertinya varo tidak menyadarinya.
Kecanggungan itu dimulai saat dia mendengar apa yang varo katakan saat dirinya tidur.Yah,waktu itu dia sudah bangun.Hanya saja dia memutuskan untuk tidak membuka matanya sebelum
berli dan varo keluar.Dia ingin tertawa saat mendengar ucapan berli yang sangat konyol.
Namun mendengar ucapan varo?, membuatnya tertegun.Dia merasa ada
rasa bersalah di hatinya.Mendengar keluhannya tentang sikapnya,dan mendengar seberapa perjuangan dia untuk mendapatkan dirinya.Itulah alasan dirinya merasa bersalah.
Apa dirinya juga berlebihan?.Rasa kasihan?,tentu saja ada.Dirinya akan mencoba menerimanya kembali,tapi bukan untuk hubungan kekasih.Hanya teman.Yah teman,dia akan mencoba menghilangkan rasa bencinya ini terhadapnya.
"Bundaaa aku pulang yah"pamit dinda seraya memeluk bunda dari belakang.
Dia mengelus perut besarnya.Sebentar lagi ada tiga adik yang harus varo jaga.
Kebiasaan memeluk bunda pun masih ada pada diri dinda.Ucapannya tidak sesuai dengan perbuatannya.
"Nginep disini aja sayang"balas bunda yang sedang membuat kue.
"Engga deh bun,besok besok aja"balas dinda.
"Dede jangan nangis lho, soalnya ada abang di rumah"lanjut dinda kepada calon baby di perut bunda.Maksudnya,
agar si baby tidak membuat bunda nangis karena penolakannya barusan.
"Engga papa kak,aku ngerti kok"balas bunda.Membuat dinda tertawa pelan.
__ADS_1
"Ayah belum pulang bun?"tanya dinda.
"Belum...palingan nanti malam"balas bunda.Dinda hanya mengangguk paham.
"Makasih udah ngajarin berli ya din"ucap bunda.
"Iya bun sama sama"balas dinda.
"Zelooo stop!!,jangan lari lari!!"teriak berli.
Dengan tertawanya,zelo menghampiri bunda dan dinda,lalu memeluk kaki dinda.Sangat menggemaskan.
"Hay sayang,jangan lari lari nanti jatuh lho"ucap dinda seraya jongkok mensejajarkan dirinya dengan zelo.
"Eh kakak udah bangun"ucap berli.
"Udah"balas dinda sedikit cuek.
Dan berli menyadarinya.Ada apa dengannya?.Apa dirinya ada salah.
"Kak?kakak marah?"tanya berli tanpa basa basi.
"Engga"balas dinda singkat.
"Hayooo,kak dinda ngambek sama kamu"
ucap bunda nakutin.
"Ih bunda mah...kakak?maaf...aku salah apa?"tanya berli.
"Siapa yang pura pura nangis di depan supermarket? hanya karena kakak ga mau pulang sama dia"tanya dinda.Dia tau,selama ini berli mendekatkan dirinya dengan varo dengan tingkah nakalnya.
Berli langsung tau.Tentu saja dia gugup dan takut dinda marah padanya,dan dia ga mau jadi bestie nya lagi.
"Emmm...bang varo yang nyuruh kak"
ucap berli seraya menunjuk ke varo yang baru saja datang.
"Hah?"otaknya varo seakan ngebug seketika.
Jujur,awalnya bukanlah varo pelakunya.
Dia hanya tau setelahnya.
"Kakak ga suka kebohongan!"ucap dinda.
Dia bukan marah,tapi dia ingin kejujuran darinya.
"Maaf"ucap berli menunduk.
"Tapi kakak jangan marah yaa...aku janji deh ga akan ngulangin lagi"ucap berli merayu.
"Mendapatkan sesuatu itu dengan berusaha,bukan dengan cara yang licik!
oke?"ucap dinda seraya melirik varo.
Yah varo paham.Itu pasti tentang kelakuan masa lalunya.
"Okeee kak"balas berli tersenyum.
"Besok ulangan matematika harus nilai 100!"ucap dinda.
Seketika mata berli membulat.Sedangkan bunda dan varo,tak lupa dengan zelo,
mereka hanya tertawa kecil.
"TIDAAAAAAAAK!!"
__ADS_1