
Bugh Bugh Bugh
Varo terus membabi buta pria yang tadinya bersama dinda.Beraninya dia menggoda dan menyentuh miliknya.
Pria itu bukan orang asing untuknya,
ada hal lain yang membuatnya sangat tidak suka padanya.
"Arghh,sakit anjing!"sarkas pria itu seraya memegang sudut bibirnya yang terluka karena pukulannya.
"Beraninya lo!goda cewe gue!!"ucap varo tajam,dia menarik kerah bajunya, segera memberinya pukulan lagi.
Hal itu tentu saja menjadi pusat perhatian para pengunjung.Sedangkan dinda? awalnya dia tidak peduli dengan keributan itu,tapi dia merasa tak nyaman dan merasa dia harus memisahkan mereka.Lagian,kenapa varo menghajarnya hanya karenanya, semakin membuatnya tidak nyaman.Dia tak suka menjadi pusat perhatian orang-orang.
"Sudah varooo!!ngapain si lo!!lebay tau gak!"ucap dinda.
Ucapannya membuat varo melepaskan cekalannya pada pria itu dengan kasar,
lalu dia menatap tajam dinda.Dinda dapat melihat,hanya kemarahan yang ada pada diri varo.Sorot matanya seakan menusuk tajam dirinya.Membuatnya merasa ada rasa takut padanya.Entah perasaan apa ini,sangat aneh.
"Oh itu cewek lo? cantik....dan seksi, gimana kalo gue ambil?!"ucap pria itu dengan mengedipkan sebelah matanya kepada dinda.
Bughhh
Varo kembali memberikan pukulan padanya,yang membuatnya tersungkur menabrak meja.
"Varoo jangaaann!stop!"ucap dinda mencegah keributan diantara mereka.
Yah,mungkin itu yang harus ia lakukan.
"Bangsat lo!!"sarkas varo,bukannnya melawan tapi pria itu tersenyum remeh pada varo.Membuat varo sangat geram kepadanya.Tak peduli dengan tatapan para pengunjung,dia menarik kerah baju nya kembali,dan segera menghajarnya lagi.
"Lagian?cewek lo itu,ga suka lo! buktinya?lo sudah mendengarnya!"ucap pria itu semakin memancing,tak peduli mau berapa pukulan lagi yang akan varo berikan kepadanya.Tapi kali ini dia tidak akan melawan,karena dia sudah tah kelemahannya.
Bughhh
"Arghhhh"
"Sayaang!stopp!!sudah!"ucap dinda,dia berharap dengan kata 'sayang' bisa menghentikannya.Hmm,benar saja varo
terdiam dan melepaskan pria itu.
"Awas lo!!"tekan varo pada pria itu.
Tanpa berlama-lama lagi,varo menggendong dinda seperti karung beras.Dia membawanya keluar dari tempat terkutuk itu.
"Varoo! turunkan gue!!"teriak dinda sambil meronta ronta di gendongannya.
Sudah dua kali,dia diperlakukan seperti ini.Menyebalkan!.
Karena varo sedang menahan emosi,dia hanya diam saja.Dia tidak mau ribut dengan dinda di tempat itu.Betapa nakalnya dia, sepertinya dirinya harus lebih menjaga wanita nakal itu.Dia sangat suka padanya,tapi tidak dengan sifatnya dan kelakuannya.
"Awshhh sakit varoo!!!"rintih dinda saat merasa varo mencengkeram kuat paha nya.Dia terus menahan tangan varo agar tidak semakin kuat dia mencengkeram paha nya.
__ADS_1
"Ini!ini!!yang pria sialan itu pegang kan!!
hah!gue akan menghilangkannya!"tekan varo yang sedang menyetir mobilnya.
Dinda rasa, sekarang dia tidak akan bermain fisik,lebih tepatnya menghajarnya.Dia harus menenangkannya segera.Ini hanya hal sepele,tapi membuatnya marah besar seperti ini.Sampai sampai dia melukainya dengan kasar.Dia mau membalasnya,tapi dia seakan tidak bisa,mungkin tidak tega.
Setelah sampai apartemen,varo pun menyeretnya untuk masuk ke dalam.
Dinda terus berusaha lepas darinya.Tapi cekalan ditangannya sangat kuat.
"Varoo,lepas!gue mau pulang!"teriak dinda.
Tanpa menghiraukan ucapannya,varo terus menarik paksa tangan dinda. Mungkin orang orang yang melihatnya bingung,apa masalah yang membuat laki lakinya marah besar pada pacarnya seperti itu.
"Masuk!"varo menarik tangan dinda le dalam kamarnya dengan kasar.Sampai sampai dinda tersungkur ke lantai, membentur ranjang.
Baru kali ini sang leader mafia blackwhite diperlakukan seperti ini oleh seseorang.
Biasanya dia langsung membunuhnya tanpa ampun,siapa yang semena mena padanya.Tapi sekarang,dia merasa sulit.
"Var,kenapa si lo kayak gini!"ucap dinda.
"Lo masih tanya kenapa!"ucap varo,dia mendekat ke dinda dan mencengkeram rahang dinda.
"Akhhh sakit anjing!"sarkas dinda mengeluarkan kata laknatnya.
"Mulut lo ini!!!....butuh pelajaran!"ucap varo.
Dia pun membungkam mulutnya dengan bibirnya.Kali ini bukan hanya kecupan,tapi dia ******* melahap habis bibir manis milik dinda.Membuat dinda membelalakkan matanya, rasanya kasar dan perih.
Dia sudah mulai kehabisan nafas,namun varo belum juga melepaskan ciumannya. Dia terus memberontak dan memukul dada varo dengan keras.Dia harap,varo tidak melakukan lebih dari ini.Menurutnya dia sangat membahayakan.
Merasa dia kasihan pada dinda,dia melepaskan ciumannya,namun dia tidak menjauhkan wajahnya dari wajah dinda.
Membuat napasnya saling beradu.
"Gue datang ke rumah lo..tapi lo ga ada!
lo ga denger gue ngomong apa tadi pagi!"
tekan varo.
Memang,ini salahnya, salahnya karena tidak menghiraukan ucapan varo.
"Ya-ya kan,gue ga tau kalo lo mau jemput gue malam ini"ucap dinda beralasan.
Kenapa dirinya merasa gugup seperti ini?.Jujur,saat bersamanya dirinya aneh dan tidak bisa melawannya.
"Oh,atau lo ga mau pergi sama gue, karena lo mau pergi ke tempat sialan itu!
lo ingin senang senang dengan pria lain? minum minuman seperti ini!dan apa ini!"ucap varo seraya mengambil bungkus rokok yang ada di saku celana dinda.
"Apaan si lo!itu punya gue! balikin!"ucap dinda dengan mengambil bungkus rokok miliknya,namun varo terus menghindarkan rokok itu dari tangan dinda.
__ADS_1
"Gue mau lo berhenti ngerokok seperti tadi dan minum minuman lagi!"tekan varo.
"Ap-"
"Gue gak suka cewek pembangkang!itu demi kebaikan lo!"ucap varo memotong ucapannya.
"Gue gak mau!"sarkas dinda,semakin membuat varo geram padanya.
"Gue suka cewek yang penurut!dan lo harus memenuhi keinginan gue!bukan jadi wanita murahan seperti ini! menggoda pria lain!"ucap varo.
Setelah mendengar ucapannya barusan,
membuat tangan dinda mengepal.Dia merasa harga dirinya direndahkan!.Dia pun langsung berdiri dan menatap tajam varo.
"Bangsat lo!!,gue bukan wanita seperti itu!"ucap dinda tajam.
"Kalo lo mau cewek penurut!cari cewek lain!cewek yang sesuai dengan keinginan mu!lagian gue juga ga mau seperti ini!
gue anggap kita ga ada hubungan apa apa!lo nya aja yang gila!!!"lanjutnya dengan lantangnya.
Tapi tak membuat varo tersadar. Mendengar itu membuat rahangnya mengeras,urat urat lehernya sampai terlihat sempurna,dan tatapannya yang membuat nyali dinda menciut.Tapi dia ingin mempertahankan keberaniannya.
Dia ga mau dianggap lemah olehnya.
"APA LO!gue me-"
"Atau dengan cara ini,biar lo nurut!hah!!"
ucap varo.Dia mendorong tubuh dinda ke ranjang,lalu dia melepaskan Hoodie hitam yang ia pakai.Memperlihatkan roti sobeknya yang sudah tercetak sempurna.Membuat wajah dinda penuh dengan kepanikan.
"Mau apa lo!jangan macam macam varo!"ucap dinda, dia segera pergi dari sana,tapi terlambat.
Varo sudah menguncinya dengan kedua tangannya ia cekal ke atas,dan kakinya sudah terkunci oleh kaki varo.Melihat wajah varo yang penuh emosi, semakin membuatnya kelimpungan dan juga ketakutan.Dia tidak mau berakhir seperti ini.Dan sialnya dia tidak membawa pistolnya.
"Hmm,benar saja,lo hanya takut dengan ini kan? baiklah gue akan melakukannya agar lo nganggep gue jadi pacar lo dan lo jadi cewek yang penurut, ..sayang"ucap varo dengan wajah penuh *****.
"Va-varooo!jangaan!gue mohon!"ucap dinda memohon, dirinya juga tak menyangka, seumur hidupnya,dia tak pernah memohon seperti ini pada orang.
Tanpa memedulikan ucapan dinda,dia langsung melahap bibir dinda dengan
cepat.Membuat dinda memberontak kuat."Mpthhhh,va varoo berhenti!!"
Bukan hanya itu yang membuatnya takut,
tapi juga saat varo melepaskan jaketnya paksa,tanpa melepaskan ciumannya. Tentu saja dinda terus menghalanginya, tapi usahanya gagal,jaketnya sudah terbuang entah kemana.Dia tak fokus dengan itu,banyak kepanikan yang membuatnya tak berdaya melawannya.
"Hikss,jangaan varoo,plis gue mohon,hiks"ucap dinda.
Akhirnya air yang tergenang di matanya keluar membasahi wajahnya.Dia lihat, varo sangat menikmati kegiatannya, apalagi ciumannya turun ke lehernya. Terasa gigitan gigitan kecil, menggigit kulit lehernya.Dia seakan sudah lemas melawannya dan memukuli lengannya agar berhenti.
"Hikss,varoo berhenti,hiks gue anggap lo jadi pacar gue!tapi berhenti hiks,gue takuut anjir!hiks"tangis dinda tanpa menghilangkan ucapan kasarnya itu.
Mendengar tangisannya,varo pun melepaskan dinda.Dia berdiri menjauh darinya dengan begitu saja.Dia memejamkan matanya sejenak, untuk menghilangkan nafsunya saat ini.Tanpa melihat dinda atau mengeluarkan suara,
__ADS_1
dia pergi dari kamarnya.