
"Ada cctv nya ga pak disini?"tanya dito.
"Oh ada ada"balas pemilik kafe seraya membuka laptopnya,mencari rekaman cctv tadi malam.Dia harap masih ada.
"Var lo tenang!"peeingat dito yang sudah beberapa kali dia mengucapkan kata itu.
Karena,hanya kata itulah yang harus dia ucapkan kepada varo,secara dia pria yang nekad.
"Untungnya masih ada"gumam pemilik kafe,seraya menunjukkan rekaman itu kepada varo dan yang lainnya.
Itu sangat jelas.Penampilan dinda saat itu sangat memukau, sepertinya dia sangat niat untuk datang menemui varo.
Dari awal sampai akhir,varo melihatnya dengan sangat jelas.Melihat wajahnya yang menitikkan air mata, membuatnya
tak tega melihatnya.Tanpa sadar,air matanya mengalir bebas ke pipinya.
"Lihat var,cewek lo cantik banget,tapi lo rusak dengan mudahnya"ucap bima.
"Sayang maafin gue!!"gumam varo seraya menutup wajahnya dengan telapak tangannya.Ini sangat menyakitkan.
"Lo adalah orang yang membuatnya menangis, selain keluarganya!"lanjut nita.
Varo sangat terpukul.Apa yang diperbuatnya?.
"Sudah sudah,dia juga ga tau apa yang terjadi"ucap dito menengah.
"Pak, terus ada cctv di belakang ga?
belakang maksudnya tempat seperti yang mba ini bilang?"tanya fifi.
"Ada,bentar saya cari dulu"balas pemilik kafe.
"Gue akui,lo emang salah var"ucap bima sambil merangkul bahunya.
"Salahnya,lo ga datang waktu itu, padahal lo yang nyuruh dinda datang"sahut tino.
"Lo ga tanggung jawab!"timpal nita.
"Lo tega buat dinda nangis kayak gitu"
lanjut anya.
"Tapi itu tidak sesuai dengan niat varo,
bahkan dia ga tau apa yang terjadi pada dirinya, sampai melupakan rencana nya"
ucap dito.
"Kita harap,setelah melihat rekaman ini,
kita tau apa yang terjadi padanya"ucap fifi.
"Gue harap lo ga ngecewain kita var"lanjut bima.
Dengan serius mereka pun melihat rekaman cctv yang pemilik kafe itu tunjukkan.Terlihat varo yang sedang bersiap siap untuk menemui gadisnya.
Dari menyiapkan cincin,bunga,dan juga
menghilangkan rasa kegugupannya.
Sayangnya,tidak ada satupun pelayan yang ada di sana.
"Kali ini,gue percaya sama varo"ucap bima.
"Lo ga percaya gue dari awal?"tanya varo,
__ADS_1
membuat bima gelagapan.Astaga dirinya salah ngomong.
"Bu-bukan gitu maksud gue"ucap bima
Varo hanya meliriknya.
Saat varo meminum minumannya,tiba tiba dia pingsan tak sadarkan diri.Itulah yang membuat mereka terkejut.Tak hanya itu, mereka lihat ada dua orang yang berpakaian serba hitam, membawanya pergi.Mereka tak lihat wajahnya,karena tertutup oleh masker dan juga topi.Sial!.
"Waaaahhh ga beres nih"ucap fifi.
"Ternyata mereka udah merencanakan itu semua"lanjut tino.
"Jaket itu?"gumam varo seraya menatap salah satu orang itu,yang memakai jaket
crop sama dengan apa yang ia lihat di kamar hotel.
"Eh iya,yang pake jaket itu cewek bro"
sahut dito.
"Tau darimana lo?"tanya tino.
"Dari bodynya"balas dito.
"Dih,mata buaya lo!"ucap bima seraya menampol kepalanya.
"Kalian buta?rambutnya aja panjang gitu dalo!"ucap fifi.
"Eh iya ga liat gue,anjir"balas tino.
Varo sudah dibuat semakin emosi dengan video ini.Tangan yang mengepal dan tatapan matanya yang tajam,adalah gambaran ekspresi varo saat ini.Siapa yang beraninya menjebak dirinya?!.Dan juga siapa yang berniat untuk menghancurkan hubungannya dengan gadisnya.Dia yakin itulah tujuan mereka.
"Lo ga bawa jaket itu?"tanya nita karena bisa saja di jaket itu ada sesuatu petunjuk siapa pemiliknya,sekaligus siapa pelakunya.
"Siapa tau masih disana?"tanya bima.
"Kita ke sana!"ucap varo langsung di balas anggukan setuju oleh para temannya.
Mereka pun segera menuju ke hotel dimana varo terbangun di salah satu kamarnya.Bila sudah tidak ada,tentu saja akan sulit mendapatkan petunjuk yang lain.
"Gara gara lo badan gue remuk semua anjir!!"kesal kayla yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Karvon hanya diam,sambil menatap layar ponselnya.Dia duduk di sofa dengan pakaian yang sudah rapi.
"Gimana mereka?terutama wanita itu?"
tanya kayla seraya duduk di sampingnya.
"Kata anak buah gue,dia pergi sambil nangis.."balas karvon,tentu saja membuat kayla tersenyum senang.
"Entah apa yang terjadi saat varo tau hal ini"lanjutnya tersenyum miring.
Dia yakin,dinda akan meninggalkannya. Hal itu sudah pasti membuat varo tersiksa.Dari batinnya maupun fisiknya. Dia akan melakukan seperti dulu waktu dinda dikabarkan meninggal.Dia harap, setelah ini varo semakin gila.
"Engga papa,gue akan mengobatinya,
sekaligus buat dia bucin ke gue"ucap kayla dengan kepercayaan dirinya.Dia yakin, sebentar lagi,varo akan jadi miliknya.
"Kita pergi!"ucap karvon seraya beranjak dari duduknya,lalu keluar dari kamar hotel itu diikuti oleh kayla.
Namun seketika langkah mereka terhenti.
Mereka terkejut saat melihat varo dan para temannya ada di sana.Lebih tepatnya mereka ada di depan kamar.
Kamar yang tadi malam kayla dan varo tempati.Bukan kayla tapi hanya varo.
__ADS_1
Karena malam tadi,kayla menghabiskan waktunya dengan karvon.Mau apa mereka kesana?.
"Perasaan gue ga enak gess"ucap tino.
"Etdah,tinggal tekan tombol itu aja si" balas fifi.
"Ya ta-tapi-"
"Ah bacot lo!"sarkas dito seraya mengambil tangannya,lalu ia ketukan ke pintu.Astaga,hal konyol apa lagi ini.
Cklekk
"Yaa siapa ya?"tanya seorang wanita dari dalam.Saat melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya,dia terdiam menatap kagum kepada mereka.Kecuali kepada para wanita di belakangnya.
"Kalian cari aku ya?ada apaaaa"lanjut wanita itu dengan berpose selayaknya model.Membuat varo dan teman temannya menatapnya heran.Apakah dia gila.
Wanita itu terus berganti gaya,dengan pakaiannya yang seksi,dan juga wajah yang biasa saja,gigi maju beberapa senti pun menyertainya.Iuhhh,menjijikan.Dia akan terus menggodanya dengan tubuh gemuknya.
"Tuh kan,gue bilang apa.. ternyata ada
***** gila"ucap tino dengan lirih.Wajah bengong dan tololnya terus menatap wanita itu.Tak beda dengan teman temannya.Bukannya tergoda tapi...
terambyar ambyar.
"Kabur boleh ga si"ucap bima.Saat dia menanyakan kamar ini,ternyata sudah ada yang menempatinya.
"Oh gini tan..eh mba,para pria ini mau ketemu mba"ucap nita membuat varo dan ketiga temannya melototkan matanya.
"Sayaaang"tekan bima memelas.
"Katanya mereka ingin kenalan sama mba"lanjut anya.Varo dan yang lainnya
semakin menatapnya tajam.
"Mau di ajak main katanya"ucap fifi,
lagi lagi mata mereka membulat sempurna.Sepertinya mereka mengerjainya.Tentu saja membuat mereka geregetan.
"Waaah,boleh banget dong,kebetulan saya sedang mencari pria muda nan tampan seperti kalian"balas wanita itu dengan girang.
"Mari masuk, silahkan"ajak wanita itu seraya menarik lengan tino.
"Anjir,apaan si kalian!"kesal tino.
"Ini demi menemukan dinda!"balas fifi tertawa kecil.
Menemukan dinda?.Apa dia pergi? bisik kayla.Mereka sedang bersembunyi di balik dinding, menyaksikan dan mendengarkan semua percakapan mereka.
"Sial!pergi kemana dia!"sarkas karvon.
"Siapa tau,anak buah lo tau"balas kayla.
"Kita kesana!"ucap karvon.
"Bentar dong,kita lihat mereka mau ngapain ke sana"cegah kayla.
"Mereka cari ini"balas karvon seraya menunjukkan jaket miliknya.
"Hah,jaket gue?,buat apa?"tanya kayla.
"Dia tau ada orang di balik masalahnya,
mereka mencari ini untuk menyelidiki siapa yang punya"balas karvon,dia sudah merencanakan ini dengan matang,dari persiapan,juga apa yang terjadi nanti.
"Pinter juga lo"
__ADS_1