
"Dindaaaa sayang, akhirnya kamu datang"ucap bunda menyambut kedatangan dinda yang baru masuk ke ruangannya.
"Iya bunda...aku senang bunda udah sadar"ucap dinda seraya memeluk bunda.
"Hehe harus dong"balas bunda terkekeh.
"Masih ada yang sakit ga bun?perut" tanya dinda.
"Engga,bunda udah sehat kok.... jahitannya juga udah kering"balas bunda.
"Syukurlah"
"Bunda ga ganggu kamu kan?,siapa tau kamu lagi sibuk di kantor"ucap bunda.
Dalam hati varo!.Dia sedang sibuk pacaran bunda!.Mana mungkin mengganggu,malahan varo menyukainya.Mereka tidak,keterusan mengkhianatinya di belakangnya!.Yah itulah pendapatnya.Aneh bukan?,tentu saja aneh,mana mungkin mereka selingkuh darinya,secara mereka adalah sepasang kekasih yang akan menjadi sepasang suami-istri.Dasar pria!.
"Engga kok bun, bunda tenang aja"balas dinda.
TokTokTok
"Permisi......saya mau mengantarkan si bayi ke ibunya"ucap berli yang sedang menggendong anak bunda.
Tak lupa dengan suster yang ada di belakangnya.Dia capek, berbicara kepadanya agar memberikan bayi itu kepadanya.Namun berli tetap kekeh untuk membawanya sendiri.Dia khawatir dong,seorang bayi baru lahir di gendong oleh wanita kelas 1 SMA.Bukannya tak percaya padanya,tapi dia hanya waspada.
"Aaaa anak bundaaaa"pekik bunda girang.
"Iyaaa bunda,lopyou"balas berli seraya memeluk ibunya.
"Heh heh heh!, bayinya!bukan kamu berli!"
ucap ayah membuat berli menyengir.Lalu dia pun memberikan si bayi kepada ibunya.
"Bunda mah ogah punya anak kayak kamu!"cibir varo.
"Abaaaang iiih!"teriak berli merengek.
"Permisi,maaf jangan berisik ya,takut ganggu si bayi dan pasien sebelah"tegur suster.
"Apa lo!,pergi sana!"usir berli yang masih dendam dengan suster itu.
"Berliiii!jangan kayak gitu!"tekan bunda.
"Ya sudah bu pak, semuanya saya permisi"pamit suster seraya melirik berli.
"Apa lo!"sewot berli.
Sang suster hanya memutar bola matanya,lalu melenggang pergi.Untuk apa dirinya meladeni wanita remaja itu yang sangat tidak punya sopan santun. Heh,tapi lucu.
"Berli lain kali jangan kayak gitu!ga sopan!"tegur ayahnya.
"Iya yah,lagian suster itu ga bolehin aku gendong baby si"balas berli masih kesal.
Membuat semuanya menggelengkan kepalanya.
"Akhirnya kamu keluar nak"tutur bunda yang sedang memangku bayinya yang tertidur.
Lalu dia melirik zelo yang juga sedang tidur di sampingnya.Sangat menggemaskan.Dia merasa kasihan kepadanya.Karena selama dirinya kritis,
zelo terus mencarinya.Walaupun para kakaknya menjaganya dengan baik,tapi namanya seorang ibu, pasti khawatir kepada anaknya.
__ADS_1
"Bunda,aku gendong boleh?"tanya dinda.
"Boleh dong"balas bunda seraya memberikan bayi itu kepadanya.
Dengan hati hati,dinda pun menggendong si baby yang menggemaskan itu.
Walaupun belum genap sembilan bulan saat lahir,dia beratnya sudah mencapai standar,bahkan panjangnya pun sudah seperti bayi pada umumnya.
"Wajahnya mirip ayah deh"ucap dinda.
"Hah?emang iya?,kan anak ayah din"balas ayah tertawa kecil.
"Ya iya lah,kalo mirip aku...itu anak kamu"
bisik varo di telinganya.
"Apaan si ga jelas"balas dinda meliriknya.
"Cie cieeee clbk nih?!"celetuk berli.
"Clbk?"tanya dinda.
"Cinta Lama Bersemi kembali,hahaha"
tawa berli.
"Sepertinya"balas varo.
"Ih apaan si,engga yah"ucap dinda.
Membuat orang tuanya ikut tertawa.
mereka berharap varo dan dinda bersatu kembali,kalau pun tidak mereka harus menerimanya.
"Ngapain kesini? bukannya hari ini kamu kerja?"ucap anya.Karena siang ini dito datang ke rumahnya.Apalagi dia menggunakan pakaian kasual.
"Sekarang kan Minggu,jadi libur"balas dito.
"Emang ada liburnya?"tanya anya.
"Engga si,tapi aku lagi libur"balas dito.
Hari ini dia dikasih libur oleh ayahnya.
"Di luar siapa?"tanya dito,yang saat masuk ke rumah anya,dia melihat seorang pria sedang mengobrol dengan ayahnya anya di ruang tamu.
"Pria?,ah sepertinya pelatih renang itu sudah datang"balas anya.
Pelatih renang?.Jangan bilang dia yang mau melatih anya renang?.Kenapa seorang laki laki!.Apalagi dia masih muda dan badannya atletis.Mana ada pelatih semuda dan setampan itu!.Tentu saja membuatnya kesal.Kalau dirinya bisa melatihnya,dirinya akan siap sedia melatihnya.
"Sayaang,siap siap berenang yuk"panggil papi.
"Iya pii"balas anya.
"Sudah sana keluar,aku mau ganti baju!"
usir anya.
Dito pun keluar kamar anya.Sedangkan anya,dia bersiap siap untuk berlatih berenang dengan sang bibi yang membantunya.Lebih tepatnya,melatih kakinya atau bisa dibilang salah satu terapi kaki.Katanya,dengan berenang,
__ADS_1
dapat mempercepat penyembuhan kakinya.
"Siap non anya?"tanya sang pelatih.
"Emmm siap pak"balas anya.Dia sedikit merasa takut dan parno saat ini.
Sang pelatih berdiri,dengan anya di depan menghadapnya,dengan memegang bahunya agar tetap terapung.
Walaupun begitu,tetap saja anya tegang dan panik.Apalagi kakinya yang sama sekali tidak bisa digerakkan dan juga pelatih itu tidak memeganginya.
"Siap yah,tetap pegangan bahu saya"
ucap pelatih itu.Dengan perlahan dia pun berjalan mundur.Anya terus memegang bahunya dengan kuat.Katanya dengan itu,akan memicu kakinya untuk bergerak.
Pasti, mereka akan mencoba menyeimbangkan pada saat di air.
Saat itu juga,hati dito panas membara.
Tangannya mengepal kuat melihatnya.
Urat urat lehernya tercetak dengan jelas.
Latihan apaan itu,mereka terlihat romantis dan bersenang-senang.Saling berpegangan seperti itu!.Tentu saja dirinya tidak suka melihatnya.
"Akhhh paaakk"pekik anya saat dirinya kehilangan keseimbangan,dan tangannya lepas dari bahunya, otomatis tubuhnya tenggelam ke kolam yang pastinya lebih
lebih tinggi darinya.Untung saja pelatih itu dengan cepat menangkapnya.
"Hati hati dong non"ucap pelatih itu.
"Saya udah hati hati pak,tapi ga bisa"
gerutu anya membuat pelatih itu tertawa kecil.Anya terus merangkul leher pelatih itu,dan dia menahan pinggangnya.
Huh!!,dito ingin sekali memotong tangannya itu yang beraninya menyentuh anya.Anya juga,kenapa dia memeluk lehernya!.Tidak!,dito tidak akan membiarkannya.
"Biar saya yang memeganginya!"tekan dito dengan nada yang lumayan tinggi.
Seketika anya dan pelatih itu melongo.
Karena nada bicaranya seperti ngajak gelud.
"Kayak gitu doang kan?,saya bisa!"ucap dito.
"Kamu apaan si dito!,biar dia aja!"ucap anya heran.
"Tidak!,sama aku aja!"ucap dito.
"Maaf pak,tidak bisa....soal ini saya yang bertanggung jawab,ayahnya yang memerintahkan saya untuk melatihnya"
ucap pelatih itu.
"Engga!,kamu mau modus kan?hah!"
tekan dito semakin membuat mereka berdua bingung.Apa yang dia maksud?.
Modus?ini hanya berlatih.
"Maaf pak,saya masih ingat istri dan kedua anak saya di rumah"ucap pelatih itu membuat dito terdiam.Istri?anak?,dia sudah menikah?.Semuda itu sudah mempunyai anak dua?.
__ADS_1
Melihatnya,anya hanya memutarkan bola matanya malas.Aneh!.